Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
31Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah koperasi syariah

makalah koperasi syariah

Ratings: (0)|Views: 3,052 |Likes:
Published by appror

More info:

Published by: appror on Jan 17, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2013

pdf

text

original

 
Download versi file Ms. Word-nya di:
Baitul Maal wat Tamwil
Mata Kuliah : Lembaga keuangan Syariah Non-Bank 
 Disusun Oleh :Achmad Syaiful HudaMuhammad Agusman JatiNurhidayatullah
 KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAHPROGRAM STUDI MUAMALATFAKULTAS SYARIAH DAN HUKUMUNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAHJAKARTA2009 M / 1430 H
 
Download versi file Ms. Word-nya di:
1.
 
Pengertian Baitul Mal wat Tamwil (BMT)
 BMT adalah lembaga keuangan mikro yang dioperasikan dengan prinsip bagi hasil
(syari‟ah), menumbuhkembangkan bisnis usaha mikro dan kecil
dalam rangka mengangkatderajat dan martabat serta membela kepentingan kaum fakir miskin. Secara konseptual,BMT memiliki dua fungsi : Baitul Tamwil (Bait = Rumah, at Tamwil = PengembanganHarta) - melakukan kegiatan pengembangan usaha-usaha produktif dan investasi dalammeningkatkan kualitas ekonomi pengusaha mikro dan kecil terutama dengan mendorongkegiatan menabung dan menunjang pembiayaan kegiatan ekonominya. Baitul Maal (Bait =Rumah, Maal = Harta)
 – 
menerima titipan dana zakat, infak dan shadaqah sertamengoptimalkan distribusinya sesuai dengan peraturan dan amanahnya.
2.
 
Dasar atau badan hukum didirikannya BMT
Dasar hukum didirikannya BMT adalah Al-
qur‟an surat At
-Taubah ayat 60 dan103dimana ayat tersebut menerangkan tentang kewajiban zakat terhadap umat Islam, padamasa Rasulullah SAW pemengutan Zakat belum tertata dengan rapi serta belum adalembaga yang menampung hasil zakat tersebut oleh karena itu Rasulullah membuatkebijakan untuk membangun lembaga khusus untuk menaruh uang dari hasil zakat tersebutyang diberi nama Baitul Maal.
3.
 
Sejarah Perkembangan Baitul Mal wat Tamwil (BMT)
 3.1. Masa Rasulullah SAW (1-11 H/622-632 M)Pada masa Rasulullah SAW ini, Baitul Mal lebih mempunyai pengertian sebagaipihak (al-jihat) yang menangani setiap harta benda kaum muslimin, baik berupa pendapatanmaupun pengeluaran. Saat itu Baitul Mal belum mempunyai tempat khusus untuk 
 
Download versi file Ms. Word-nya di:
http://bisnisbook.wordpress.com http://ebookloe.wordpress.com menyimpan harta, karena saat itu harta yang diperoleh belum begitu banyak. Kalaupun ada,harta yang diperoleh hampir selalu habis dibagi-bagikan kepada kaum muslimin sertadibelanjakan untuk pemeliharaan urusan mereka. Rasulullah SAW senantiasa membagikanghanimah dan seperlima bagian darinya (al-akhmas) setelah usainya peperangan, tanpamenunda-nundanya lagi. Dengan kata lain, beliau segera menginfakkannya sesuaiperuntukannya masing-masing.3.2. Masa Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq (11-13 H/632-634 M)
Abu Bakar dikenal sebagai Khalifah yang sangat wara‟ (hati
-hati) dalam masalah
harta. Bahkan pada hari kedua setelah beliau dibai‟at sebaga
i Khalifah, beliau tetapberdagang dan tidak mau mengambil harta umat dari Baitul Mal untuk keperluan diri dan
keluarganya. Diriwayatkan oleh lbnu Sa‟ad (w. 230 H/844 M), penulis biografi para tokoh
muslim, bahwa Abu Bakar yang sebelumnya berprofesi sebagai pedagang membawabarang-barang dagangannya yang berupa bahan pakaian di pundaknya dan pergi ke pasaruntuk menjualnya. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Umar bin Khaththab. Umar
 bertanya, “Anda mau kemana, hai Khalifah?” Abu Bakar menjawab, “Ke pasar.”
Umar
 berkata, “Bagaimana mungkin Anda melakukannya, padahal Anda telah memegang jabatansebagai pemimpin kaum muslimin?” Abu Bakar menjawab, “Lalu dari mana aku akanmemberikan nafkah untuk keluargaku?” Umar berkata, “Pergilah kepada Abu Ubaidah
(pengelola
Baitul Mal), agar ia menetapkan sesuatu untukmu.” Keduanya pun pergimenemui Abu Ubaidah, yang segera menetapkan santunan (ta‟widh) yang cukup untuk 
Khalifah Abu Bakar, sesuai dengan kebutuhan seseorang secara sederhana, yakni 4000dirham setahun yang diambil dan Baitul Mal.3.3. Masa Khalifah Umar bin Khaththab (13-23 H/634-644 M)Selama memerintah, Umar bin Khaththab tetap memelihara Baitul Mal secara hati-hati, menerima pemasukan dan sesuatu yang halal sesuai dengan aturan syariat danmendistribusikannya kepada yang berhak menerimanya. Dalam salah satu pidatonya, yang

Activity (31)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yuzal Moza II liked this
Uq Leo Kings liked this
yogirohist liked this
Lee Cha Zhe liked this
Andery Aying liked this
Fauzan Affelay liked this
Riski Ardt liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->