Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Faktor2 Yang Mempenharuhi SIA

Faktor2 Yang Mempenharuhi SIA

Ratings: (0)|Views: 273 |Likes:
Published by Herbert Joe

More info:

Published by: Herbert Joe on Jan 18, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA SISTEM INFORMASIAKUNTANSI PADA BANK UMUM PEMERINTAH DI WILAYAH SURABAYADAN SIDOARJO
Luciana Spica Almilia, S.E., M.Si.Irmaya Briliantien, S.E.
STIE PERBANAS SURABAYAJl. Nginden Semolo No. 34 – 36 Surabayae-mail:
almilia_spica@yahoo.com
atau
lucy@perbanas.edu
 
ABSTRAK 
Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan kinerja SistemInformasi Akuntansi (SIA) yang digunakan dalamperusahaan jasa perbankan. Pengujian inimenggunakan delapan faktor yang mempengaruhikinerja SIA.Ringkasan dari hasil penelitian ini adalah:Pertama, pengujian yang dilakukan pada faktorketerlibatan pemakai dalam proses pengembangansistem menunjukkan tidak terdapat hubungan yangsignifikan antara keterlibatan pemakai dalam prosespengembangan sistem dengan kinerja SIA. Kedua,pengujian yang dilakukan pada faktor kemampuanteknik personal menunjukkan tidak terdapathubungan yang signifikan antara kemampuan teknik personal dengan kinerja SIA. Ketiga, pengujian yangdilakukan pada faktor ukuran organisasimenunjukkan tidak terdapat hubungan yangsignifikan antara ukuran organisasi dengan kinerjaSIA. Ketiga, pengujian yang dilakukan pada faktordukungan manajemen puncak menunjukkan terdapathubungan yang signifikan antara dukunganmanajemen puncak dengan kinerja SIA untuk atributkepuasan pemakai. Tetapi dukungan manajemenpuncak menunjukkan tidak terdapat hubungan yangsignifikan dengan kinerja SIA untuk atributpemakaian system.Keempat, pengujian yang dilakukan padafaktor formalisasi pengembangan Sistem Informasimenunjukkan tidak terdapat hubungan yangsignifikan antara formalisasi pengembangan SistemInformasi dengan kinerja SIA. Kelima, pengujianyang dilakukan pada faktor ada/tidaknya programpelatihan dan pendidikan pemakai menunjukkankeseluruhan responden menjawab bahwa terdapatprogram pelatihan di setiap perusahaan tempatresponden bekerja. Keenam, pengujian yangdilakukan pada faktor ada/tidaknya dewan pengarahSistem Informasi menunjukkan keseluruhanresponden menjawab bahwa terdapat dewan pengarahSistem Informasi di setiap perusahaan tempatresponden bekerja. Ketujuh, pengujian yangdilakukan dengan membandingkan kinerja sisteminformasi akuntansi atas lokasi departement sisteminformasi yang berdiri sendiri dibandingkan denganyang digabung dengan departement lain menunjukkantidak terdapat perbedaan kinerja yang signifikan.Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi, KinerjaSistem Informasi, Kepuasan Pemakai SistemInformasi, Pemakaian Sistem Informasi
1. PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi yang terjadi sekarang inisudah berkembang pesat dibanding waktu dulu, misalnyayang terdapat pada bidang komunikasi. Perkembangan pengolahan data merupakan salah satu pengaruh dariteknologi komunikasi tersebut. Berbagai macam alatkomunikasi sekarang ini sudah banyak macamnya sepertiinternet, telpon seluler, dsb.Baik buruknya kinerja dari sebuah Sistem InformasiAkuntansi dapat dilihat melalui kepuasan pemakai SistemInformasi Akuntansi dan pemakaian dari Sistem InformasiAkuntansi itu sendiri. Soegiharto (2001) dan Tjhai FungJen (2002) dalam penelitiannya mengemukakan bahwaada beberapa faktor yang berpengaruh pada kinerja SistemInformasi Akuntansi, antara lain: Keterlibatan pemakaidalam pengembangan sistem, Kemampuan teknik  personal SI, Ukuran organisasi, Dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan SI, Program pelatihandan pendidikan pemakai, Keberadaan dewan pengarah SIdan Lokasi departemen SI.Penelitian ini untuk mengetahui bukti empiris tentangfaktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kinerjaSistem Informasi Akuntansi. Dengan adanya uraian-uraiandi atas, maka mendasari penulis untuk melakukan penelitian pada beberapa Bank Umum Pemerintah tentangkinerja sistem informasi akuntansi.
 
Di dalam dunia perbankan, pelayanan merupakan halyang sangat penting karena mereka langsung berhadapandengan nasabah. Selain memerlukan informasi yangakurat dalam pengolahan datanya, sistem informasi yangada pada bank juga digunakan untuk memudahkannasabah dalam melakukan transaksi, pengambilan uang, pengecekan saldo dan lain-lain. Dari sistem informasiyang digunakan, maka dapat diketahui bahwa manajemendari organisasi tersebut bagus atau tidak. Berdasarkan darilatar belakang diatas, maka permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian ini adalah: Faktor-faktor apa sajayang mempengaruhi kinerja Sistem Informasi Akuntansi(SIA) ?
2. KAJIAN TEORI
Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukanoleh Soegiharto (2001) yang bertujuan untuk mengetahuifaktor-faktor yang mempengaruhi kinerja SIA. Soegiharto(2001) melakukan penelitian dengan objek perusahaan- perusahaan yang terdaftar pada
 ASX Data Disk 
atau
 Australia Busiess Who’s Who Disk 
di Australia denganresponden yang dipilih untuk menyampaikan persepsinyaterhadap kinerja Sistem Informasi Akuntansi yangdigunakan. Hasil penelitian Soegiharto (2001)menunjukkan hanya faktor keterlibatan pemakai yangsecara signifikan dan positif berpengaruh terhadap pemakaian sistem, sedangkan faktor ukuran organisasi danformalisasi pengembangan sistem dengan pemakaiansistem dan faktor ukuran organisasi dengan kepuasan pemakai sistem informasi juga berhubungan secarasignifikan tetapi hubungan tersebut berkorelasi negatif,sedangkan faktor lainnya tidak terbukti memilikihubungan dengan kinerja SIA. Keberadaan dewan pengarah juga memberikan perbedaan atas kinerja SIA pada perusahaan yang memilikinya atau tidak.Penelitian ini juga mengacu pada penelitian yangdilakukan oleh Tjhai Fung Jen (2002) yang bertujuanuntuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapatmeningkatkan kinerja SIA. Tjhai Fung Jen (2002)melakukan penelitian yang menguji kembali penelitianSoegiharto (2001). Hasil penelitian Tjhai Fung Jen (2002)menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat formalisasiyang diterapkan perusahaan dalam proses pengembangansistem informasinya, kepuasan pemakai akan semakintinggi, tetapi pemakaian sistem akan menurun. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kepuasan pemakai pada perusahaan yang departemen sistem informasinya berada di departemen lainnya, akan lebih tinggi daripada perusahaan yang departemen sistem informasinya terpisahdan berdiri sendiri.Disamping kedua penelitian diatas, penelitian sekarangini juga mengacu pada penelitian I Nyoman Gde PutraSasmita (2003) yang bertujuan untuk mencari buktiempiris tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kinerjaSIA. Hasil penelitian I Nyoman Gde Putra Sasmita (2003)menunjukkan bahwa dari ke delapan faktor yangmempengaruhi kinerja SIA, terdapat enam faktor yangmempengaruhi kinerja SIA, yaitu keterlibatan pemakaidalam pengembangan SIA, kemampuan teknik personalSIA, dukungan manajemen puncak, formalisasi pengembangan sistem informasi, keberadaan dewan pengarah sistem informasi, dan lokasi departemen sisteminformasi.
2.1 Kinerja Sistem Informasi Akuntansi
Khalil (1997) dalam Tjhai Fung Jen (2002) mengukur efektifitas sistem informasi dengan menggunakankepuasan pemakai dan pemakaian sistem. Soegiharto(2001) mengukur kinerja SIA dari sisi pemakai denganmembagi kinerja sistem informasi akuntansi ke dalam dua bagian yaitu kepuasan pemakai informasi dan pemakaiansistem informasi sebagai pengganti variabel kinerja SIA.Penelitian ini mengacu pada penelitian Choe (1996) danSoegiharto (2001) dalam Tjhai Fung Jen (2002).Penelitian ini mengukur kinerja SIA dari dua pendekatanyaitu kepuasan pemakai SIA dan pemakaian SIA itusendiri oleh para karyawan pada Departemen Akuntansi,Keuangan dan Perpajakan dalam membantumenyelesaikan pekerjaan mereka untuk mengolah data-data keuangan menjadi informasi Akuntansi.1. Kepuasan Pemakai Sistem Informasi Conrath danMignen (1990) dalam Tjhai Fung Jen (2002)mengatakan kepuasan pemakai sistem informasidapat diukur dari kepastian dalam mengembangkanapa yang mereka perlukan. Delone dan McLean(1992) seperti yang dikutip oleh Soegiharto (2001)mengemukakan ketika sebuah sistem informasidiperlukan, penggunaan sistem akan menjadi kurangdan kesuksesan manajemen dengan sistem informasidapat menentukan kepuasan pemakai.
 
2. Pemakaian Sistem Informasi Akuntansi. Penelitianyang dilakukan oleh Hamilton dan Chervany (1981),Ives dan Olson (1984) dalam Tjhai Fung Jen (2002)menunjukkan sistem informasi yang banyak digunakan menunjukkan keberhasilan sebuah sisteminformasi manajemen. Sedangkan penelitian yangdilakukan Jahangir 
et al 
(2000) dalam Tjhai Fung Jen(2002) menunjukkan perbedaan penentuankeberhasilan komputer adalah tidak berdiri sendirisehingga pemakaian sistem digunakan untuk melakukan penelitian mengenai sistem informasi.
2.2 Faktor-Faktor yang Berpengaruh padaKinerja SIA
Dari penelitian yang sudah dilakukan, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja SIA adalah:
 
1.
Keterlibatan Pemakai dalam ProsesPengembangan Sistem.
Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa keterlibatan pemakai yangsemakin sering akan meningkatkan kinerja SIAdikarenakan adanya hubungan yang positif antaraketerlibatan pemakai dalam proses pengembangansistem informasi dalam kinerja SIA.2.
Kemampuan Teknik Personal Sistem Informasi.
Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa semakintinggi kemampuan teknik personal SIA akanmeningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanyahubungan yang positif antara kemampuan teknik  personal SIA dengan kinerja SIA.3.
Ukuran Organisasi.
Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa semakin besar ukuran organisasiakan meningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanyahubungan yang positif antara ukuran organisasidengan kinerja SIA.4.
Dukungan Manajemen Puncak.
Tjhai Fung Jen(2002) berpendapat bahwa semakin besar dukunganyang diberikan manajemen puncak akanmeningkatkan kinerja SIA dikarenakan adanyahubungan yang positif antara dukungan manajemen puncak dalam proses pengembangan dan pengoperasian SIA dengan kinerja SIA.5.
Formalisasi Pengembangan Sistem Informasi.
TjaiFung Jen (2002) berpendapat bahwa semakin tinggitingkat formalisasi pengembangan sistem informasi di perusahaan akan meningkatkan kinerja SIAdikarenakan adanya hubungan yang positif antaraformalisasi pengembangan sistem dengan kinerjaSIA.6.
Program Pelatihan dan Pendidikan Pemakai.
TjhaiFung Jen (2002) berpendapat bahwa kinerja SIA akanlebih tinggi apabila program pelatihan dan pendidikan pemakai diperkenalkan.7.
Keberadaan Dewan Pengarah Sistem Informasi.
Tjhai Fung Jen (2002) berpendapat bahwa kinerjaSIA akan lebih tinggi apabila terdapat dewan pengarah.8.
Lokasi dari Departemen Sistem Informasi.
TjhaiFung Jen (2002) berpendapat bahwa kinerja SIA akanlebih tinggi apabila departemen sistem informasiterpisah dan berdiri sendiri.
 
2.3 Hipotesis Penelitian
Berdasarkan model penelitiannya Soegiharto (2001),hipotesis yang dapat dikemukakan pada penelitian iniadalah:H
1.1
: Terdapat hubungan yang positif antara keterlibatan pemakai dalam proses pengembangan SistemInformasi Akuntansi dan kinerja Sistem InformasiAkuntansiH
1.2
: Terdapat hubungan yang positif antara kemampuanteknik personal Sistem Informasi Akuntansi dankinerja Sistem Informasi AkuntansiH
1.3
: Terdapat hubungan yang positif antara ukuranorganisasi dan kinerja Sistem Informasi Akuntansi.H
1.4
: Terdapat hubungan yang positif antara dukunganmanajemen puncak dalam proses pengembangandan pengoperasian Sistem Informasi Akuntansi dankinerja Sistem Informasi Akuntansi.H
1.5
: Terdapat hubungan yang positif antara formalisasi pengembangan sistem dan kinerja Sistem InformasiAkuntansi.H
2.1
: Kinerja Sistem Informasi Akuntansi akan lebihtinggi dalam sebuah organisasi apabila sebuah program pelatihan dan pendidikan pemakaidiperkenalkan dibandingkan tidak diperkenalkan.H
2.2
: Kinerja Sistem Informasi Akuntansi akan lebihtinggi dalam sebuah organisasi apabila terdapatsebuah dewan pengarah dibandingkan tidak memiliki.H
2.3
: Kinerja Sistem Informasi Akuntansi akan lebihtinggi dalam sebuah organisasi apabila departementinformasi terpisah dan berdiri sendiri dibandingkanorganisasi yang departement Sistem Informasinya berada dibawah departement lainnya.
3. METODA PENELITIAN
Sample Penelitian ini menjadikan Bank UmumPemerintah yang ada di Wilayah Surabaya dan Sidoarjosebagai obyek penelitian, yaitu pada bank Jatim, bank Mandiri, bank BRI, bank BNI dan bank BTN. Tetapikarena pada Bank BNI dan Bank Mandiri tidak mendapatijin, maka yang dijadikan sampel adalah bank Jatim, bank BTN dan bank BRI. Yang dijadikan obyek penelitianmerupakan Bank Umum Pemerintah yang menerapkanSistem Informasi Akuntansi dengan respondennya adalah para karyawan yang menggunakan Sistem InformasiAkuntansi. Kuesioner yang disebarkan kepada pararesponden sebanyak 45 kuesioner, masing-masing bank sebanyak 15 kuesioner. Tetapi karena pada bank tersebut jumlah responden kurang dari 45 maka kuesioner yangkembali hanya sebanyak 34 kuesioner. Jumlah respondenyang kembali sebanyak 34 itu berasal dari bank Jatimsebanyak 12 responden, bank BTN sebanyak 10responden dan bank BRI sebanyak 12 responden. Populasidari responden yang akan mengisi kuisioner adalah pemakai Sistem Informasi Akuntansi pada departementoperasional, departement financial dan departementlainnya.Pengolahan data yang dilakukan adalah uji kualitasdata, uji kualitas data dilakukan dengan cara melakukanuji validitas dan reabilitas data. Dalam uji validitas hanyainstrument yang terdiri dari beberapa item dan yang

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
u_ke2000 liked this
bhumikalasa liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->