Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
http

http

Ratings: (0)|Views: 110 |Likes:
Published by anisaazhari

More info:

Published by: anisaazhari on Jan 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2013

pdf

text

original

 
http://dikeskotabima.wordpress.com/2010/12/23/pengaruh-tehnik-relaksasi-progresif-terhadap-pemenuhan-kebutuhan-istirahat-%E2%80%93-tidur-klien-di-ruangan-vip-b-rsud-bima/PENGARUH TEHNIK RELAKSASI PROGRESIF TERHADAP PEMENUHANKEBUTUHAN ISTIRAHAT – TIDUR KLIEN DI RUANGAN VIP-B RUMAH SAKITUMUM DAERAH BIMA
 INFLUENCE OF PROGRESSIVE RELAXATION TO ACCOMPLISHMENT OF  REQUIREMENT OF REST-SLEEP CLIENTIN ROOM OF VIP-B PUBLIC HOSPITAL DISTRICT BIMA
 A. Haris AB., SST. MPH. Muhtar, S.Kep.Ns.
 Politeknik Kesehatan Kemenkes Mataram Program Studi Keperawatan Bima
ABSTRACT
Technique of practice of relaxation progressive as one of technique of muscle relaxation have proven or there are satisfying result in therapy program to muscle stress capable to overcomesigh of 
 Anxietas
,
insomnia
, tired, muscle cramps, neck pain in bone and waist, high blood pressure, light phobia and stutter. The bearing between technique of relaxation andaccomplishment of requirement from sleep and rest is very hand in glove because sleep and restdepended from muscle relaxationThis research type is
 Pra Eksperiment 
by using approach of One Group Pra Test – Post TestDesign with population are all clients of fell trouble accomplishment of requirement of rest-sleepin room of VIP-B RSUD Bima. Intake of sample by purposive sampling with amount of samplecounted 20 responden. Instrument that the writer used is technique guidance of progressiverelaxation, kuisioner and guidance of observation. Then, gathered the data tabulation infrequency distribution table as according to accurate sub variable and analyzed by using test of t-test.The result of research show storey, level accomplishment of requirement of client sleep and rest before conducted by technique of relaxation progressive reside in category sleep less (100%) andafter conducted by technique of relaxation progressive reside in category sleep enough (60%)and good sleep (40%). Pursuant to result of the test of statistic t-test got by value of t-count equalto 11,481 with degree of freedom (df) 19 and level of significance 0,000. It is indicate that t-count > t-table (11,481 > 1,729). Therefore, Ho is refused and Ha is accepted. It means there is
 
technique effective of progressive relaxation to accomplishment of requirement of rest-sleepclient in room of VIP-B RSUD Bima.The conclusion of this research there is technique effective of progressive relaxation toaccomplishment of requirement of rest-sleep client in room of VIP-B RSUD Bima.
Key word :
 
Technique of progressive relaxation, Requirement of Sleep-Rest.
Setiap orang membutuhkan istirahat dan tidur agar dapat mempertahankan status kesehatan padatingkat yang optimal. Pemenuhan kebutuhan istirahat dan tidur terutama sangat penting bagiorang yang sedang sakit agar lebih cepat memperbaiki kerusakan pada sel. Apabila kebutuhanistirahat dan tidur tersebut cukup, maka jumlah energi yang diharapkan untuk memulihkan statuskesehatan dan mempertahankan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari terpenuhi (Alimul, 2006).
 Hospitalisasi
atau dirawat di rumah sakit terbukti dapat menyebabkan gangguan istirahat-tidur,ketidakmampuan klien mendapatkan posisi yang nyaman dan rasa nyeri merupakan penyebabtersering gangguan istirahat-tidur (Hirnle, 2000).Menurut Carpenito (1995) dalam Alimul (2006) Gangguan pola istirahat-tidur secara umummerupakan suatu keadaan dimana individu mengalami atau mempunyai resiko perubahan dalam jumlah dan kualitas pola istirahat – tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan. Gangguan initerlihat pada klien dengan kondisi yang memperlihatkan perasaan lelah, mudah terangsang dangelisah, lesu dan
apatis
, kehitaman didaerah sekitar mata, kelopak mata bengkak, konjungtivamerah, mata perih, perhatian terpecah-pecah, sakit kepala dan sering menguap atau mengantuk.Tindakan keperawatan mandiri yang bisa diberikan kepada klien sebagai alternatif yang dapatdipilih untuk mengatasi gangguan istirahat tidur adalah dengan menciptakan lingkuangankeperawatan yang tenang, membatasi pengunjung, menganjurkan klien tehnik relaksasi, masase punggung dan latihan
 guided imageri
(Mija, 1995).Tehnik latihan relaksasi progresif sebagai salah satu tehnik relaksasi otot telah terbukti atauterdapat hasil yang memuaskan dalam program terapi terhadap ketegangan otot yang mampumengatasi keluhan
anxietas
,
insomnia
, kelelahan, kram otot, nyeri leher dan pinggang, tekanandarah tinggi,
 phobia
ringan dan gagap (Asmadi, 2008). Kaitan antara tehnik relaksasi dan pemenuhan kebutuhan istirahat tidur sangat erat, karena istirahat dan tidur tergantung darirelaksasi otot (Hirnle, 2000).Perawat mempunyai kontak paling lama dengan klien, sehingga peran perawat dalam upaya penyembuhan klien menjadi sangat penting, termasuk dalam menangani klien dengan gangguanistirahat – tidur, perawat perlu mengetahui kebiasaan (rutinitas) yang dilakukan klien sebelumtidur agar dapat mengatasi penyebab gangguan tidur. Perawat juga perlu bertukar pikiran denganklien tentang cara-cara mengatasi masalah tidur dan memberikan informasi tentang cara-caramemenuhi kebutuhan tidur, meskipun profesi lain juga tidak kalah pentingnya. Perawat harus berani mengaplikasikan secara profesional kemampuan
kognitif 
, ketrampilan
 psikomotor 
dan
afektifnya
di tatanan klinik dengan penuh keyakinan dan percaya diri, karena kenyataan di
 
lapangan tindakan keperawatan mandiri dalam penanganan klien dengan gangguan istirahat – tidur jarang dilakukan dan sedikit ditemui dalam catatan dokumentasi keperawatan klien.Dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat Pengaruh tehnik relaksasi progresif terhadap pemenuhan kebutuhan istirahat – tidur klien di ruangan VIP-B Rumah Sakit Umum DaerahBima. Mengingat bahwa klien yang sakit dan dirawat dirumah sakit ada kecenderunganmengalami gangguan istirahat–tidur, sementara istirahat-tidur sangat tergantung dari kemampuanklien mendapatkan kenyamanan serta relaksasi otot dan psikisnya, oleh karena itu relaksasi progresif dapat diberikan sebagai salah satu alternatif tindakan keperawatan untuk memenuhikebutuhan istirahat – tidur klien.Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi baik bagi pasien secara langsungmaupun bagi institusi pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan kesehatan serta bagi perkembangan ilmu keperawatan dalam meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan khususnyadalam upaya pemenuhan kebutuhan istirahat – tidur klien.
METODE
Desain yang digunakan adalah “
Quasy Eksperiment Design”
dengan menggunakan pendekatan
One Group Pra Test Post Test Design
. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode
 purposive sampling 
berdasarkan criteria inklusi dan eksklusi dari klien rawat inap yangmengalami gangguan pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur di ruangan VIP-B RSUD Bima.Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner dan pedoman observasi serta
Visual Analog Scale
(VAS). Insrumen lain yang digunakan adalah pedoman pelaksanaan tehnik relaksasi progresif. Analisa data menggunakan statistik parametris dengan pendekatan
t-test.
Untuk mengetahui pengaruh tehnik relaksasi progresif terhadap pemenuhan kebutuhan istirahat-tidur klien di ruangan VIP-B RSUD Bima, peneliti menggunakan taraf signifikansi (α = 0,05).
HASIL DAN PEMBAHASAN
 Karakteristik Responden
Tabel 1. Karakteristik responden penelitian di Ruangan VIP-B RSUD Bima, Oktober 2010.
NoKarakteristik Responden F%
1.Umu1.18 – 25 tahun2.26 – 39 tahun3.40 – 45 tahun41152055252.Jenis Kelamin 1286040

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->