Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Redenominasi

Redenominasi

Ratings: (0)|Views: 144 |Likes:
Published by Aldair Christiawan

More info:

Published by: Aldair Christiawan on Jan 19, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2011

pdf

text

original

 
1
 
Redenominasi RupiahAldair Christiawan, 02, XI IPS 1
REDENOMINASI RUPIAH
A. Pengertian Redenominasi
Secara istilah, kata redenominasi ini dibagi menjadi dua suku kata, yaitu Redengan Denominasi, Denominasi bisa diartikan sebagai pecahan, jadi Denominasimata uang berarti pecahan mata uang yang merujuk pada nilai nominal suatu matauang yang berlaku di suatu negara, jadi redenominasi jika diartikan secarakeseluruhan adalah penyebutan atau penyederhanaan kembali pecahan mata uangyang berlaku di sutu negara, misalnya Rp 1000 akan di sedehanakan menjadi Rp 1dengan makna dan nilai yang tidak berubah, misalnya jika dengan Rp 1000 andabisa membeli biskuit maka jika terjadi redenominasi anda tetap bisa membeli biskuitdengan spesifikasi yang sama dari sebelumnya dengan harga Rp 1
.
B. Persyaratan Diberlakukan Kebjakan Redenominasi
1.Ekspektasi inflasi harus berada di kisaran rendah dan pergerakannya stabil.2.Stabilitas perekonomian terjaga dan jaminan stabilitas harga.3.Kesiapan masyarakat.
U
ntuk nomor 3 ini tampaknya saat ini belum bisa diterima masyarakat secepatmungkin, butuh waktu yang panjang untuk membiasakan. Diharapkan masyarakattidak menimbulkan keresahan dalam bertransaksi.
C
. Tujuan Redenominnasi
Redenominasi menyederhanakan pecahan uang agar lebih efisien dannyaman dalam melakuan transaksi.
D. Nilai Uang Terhadap Barang
Redenominasi
,
nilai uang terhadap barang tidak berubah, karena hanya carapenyebutan dan penulisan pecahan uang saja yang disesuaikan.
 
E
. Kondisi Saat Dilakukan Redenominasi
Redenominasi dilakukan saat kondisi makro ekonomi stabil. Ekonomi tumbuhdan inflasi terkendali.
 
2
 
Redenominasi RupiahAldair Christiawan, 02, XI IPS 1
F
. Masa Transisi
Redenominasi dipersiapkan secara matang dan terukur sampai masyarakatsiap, agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
G. Pro dan Kontra Redenominasi di Indonesia
Wacana redenominasi alias pengurangan nominal mata uang rupiah yangdirencanakan oleh Bank Indonesia (BI) terus menuai suara pro dan kontra. Sampai-sampai Wakil Presiden Boediono memanggil Menkeu dan Gubernur BI dan memintamasyarakat tak perlu khawatir soal rencana ini.Ekonomi Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan mengatakan, kebijakanredenominasi mata uang rupiah yang direncanakan oleh Bank Indonesia (BI)memang harus dilakukan karena kondisi perekonomian Indonesia yang semakinmembaik. Kebijakan ini bisa membuat perekonomian makin praktis."Redenominasi memang harus dilakukan sehingga aktivitas ekonomimeningkat. Selain itu perekonomian menjadi praktis sebab nilai uang menjadi tidakterlalu besar digitnya," jelasnya kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (3/8/2010).Sementara VP Research & Analys PT Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere meyakini redenominasi rupiah atau pengurangan nominal justrumenegaskan keyakinan Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkatekonomi yang stabil."Secara rasional, ini (redenominasi) hanya bisa dilakukan saat inflasi padatingkat yang rendah, dan ekonomi yang stabil. Ini berarti positif, dan ekonomi kita ontrack," jelasnya.Fauzi mengingatkan BI untuk menggencarkan sosialisasi kebijakanredenominasi ini sehingga bisa menekan dampak psikologis di masyarakat."Jadi jangan sampai masyarakat berpikir redenominasi itu adalahpemangkasan nilai mata uang," ujarnya.
U
ntuk sosialisasi kebijakan ini, Ichsan berpendapat BI bisa meniru cara yangdilakukan
U
ni Eropa saat ingin menyeragamkan mata uangnya menjadi Euro.
 
3
 
Redenominasi RupiahAldair Christiawan, 02, XI IPS 1
"Kita harus belajar dari Euro, dulu di Eropa ada 2 mata uang yaitu Euro danmata uang negara masing-masing. Ini dilakukan selama proses adaptasi. Jadicontohnya di Prancis saat itu masih ada mata uang Franc dan Euro, demikian jugadi negara lain. Namun setelah beberapa tahun, Eropa menarik mata uang negara-negara asal, dan memberlakukan Euro secara keseluruhan," tutur Fauzi.Menurut Ichsan, redenominasi ini bisa dilakukan dalam waktu 5 tahun saja.Waktu 1 tahun digunakan untuk sosialisasi kebijakan tersebut."Jadi lima tahun cukup. Satu tahun untuk sosialisasi dengan memperkenalkanmata uang baru. Nanti baru dalam beberapa tahun, mata uang rupiah yang lamabisa ditarik," katanya.Sebelumnya, BI memperkirakan proses redenominasi akan membutuhkanwaktu sekitar 10 tahun. Tahapan pertama yang dilakukan bank sentral yaknisosialisasi yang dimulai dari tahun 2011 dan tuntas pada di 2022.Sosialisasi akan dilakukan hingga 2012, dan tahun 2013 akan dilanjutkandengan masa transisi. Pada masa transisi digunakan dua rupiah, yakni memakaiistilah rupiah lama dan rupiah hasil redenominasi yang disebut rupiah baru.Misalnya, lanjut Darmin, di toko-toko yang menjual sebuah barang akantercatat 2 label harga. Yakni dengan rupiah lama dan dengan rupiah baru. Jika nol-nya disederhanakan 3 digit, lanjut Darmin, kalau harga barangnya Rp 10.000 makaakan dibuat dua label yakni Rp 10.000 untuk rupiah lama dan Rp 10 untuk rupiahbaru.Namun, di samping yang pro, ada pula yang kontra. Asosiasi PedagangPasar Seluruh Indonesia (APPSI) contohnya. APPSI menolak keras rencanaredenominasi rupiah karena dinilai akan menyulitkan transaksi di pasar tradisionalyang berbasis tawar menawar."Jelas, kita menolak dengan keras rencana itu karena akan menyulitkan," kataSekjen APPSI Ngadiran, Rabu (4/8/2010).Ngadiran menjelaskan dalam prakteknya nanti redenominasi akan sulitditerapkan khususnya dalam penetapan harga di pasar tradisional. Hal ini akan beda

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->