Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Ratings: (0)|Views: 2,556 |Likes:
Published by mfisika7543

More info:

Published by: mfisika7543 on Jan 20, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2013

pdf

text

original

 
KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARANMuhammad Faiq DzakiPENDAHULUANSebagai seorang guru, sangat perlu memahami perkembangan peserta didik.Perkembangan peserta didik tersebut meliputi: perkembangan fisik, perkembangansosioemosional, dan bermuara pada perkembangan intelektual. Perkembangan fisik dan perkembangan sosio sosial mempunyai kontribusi yang kuat terhadap perkembanganintelektual atau perkembangan mental atau perkembangan kognitif siswa.Pemahaman terhadap perkembangan peserta didik di atas, sangat diperlukan untuk merancang pembelajaran yang kondusif yang akan dilaksanakan. Rancangan pembelajaran yang kondusif akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sehinggamampu meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang diinginkan.1. Perkembangan Fisik Anak/SiswaAnak masuk kelas satu SD atau MI berada dalam periode peralihan dari pertumbuhancepat masa anak anak awal ke suatu fase perkembangan yang lebih lambat. Ukuran tubuhanak relatif kecil perubahannya selama tahun tahun di SD. Pada usia 9 tahun tinggi dan berat badan anak laki laki dan perempuan kurang lebih sama. Sebelum usia 9 tahun anak  perempuan relatif sedikit lebih pendek dan lebih langsing dari anak laki laki.Pada akhir kelas empat, pada umumnya anak perempuan mulai mengalami masa lonjakan pertumbuhan. Lengan dan kaki mulai tumbuh cepat. Pada akhir kelas lima, umumnyaanak perempuan lebih tinggi, lebih berat dan lebih kuat daripada anak laki laki. Anak lakilaki memulai lonjakan pertumbuhan pada usia sekitar 11 tahun. Menjelang awal kelasenam, kebanyakan anak perempuan mendekati puncak tertinggi pertumbuhan mereka.Periode pubertas yang ditandai dengan menstruasi umumnya dimulai pada usia 12 13tahun. Anak laki laki memasuki masa pubertas dengan ejakulasi yang terjadi antara usia13 16 tahun.Perkembangan fisik selama remaja dimulai dari masa pubertas. Pada masa ini terjadi perubahan fisiologis yang mengubah manusia yang belum mampu bereproduksi menjadimampu bereproduksi. Hampir setiap organ atau sistem tubuh dipengaruhi oleh perubahan perubahan ini. Anak pubertas awal (prepubertal) dan remaja pubertas akhir (postpubertal) berbeda dalam tampakan luar karena perubahan perubahan dalam tinggi proporsi badanserta perkembangan ciri ciri seks primer dan sekunder.Meskipun urutan kejadian pubertas itu umumnya sama untuk tiap orang, waktu terjadinyadan kecepatan berlangsungnya kejadian itu bervariasi. Rata rata anak perempuanmemulai perubahan pubertas 1,5 hingga 2 tahun lebih cepat dari anak laki laki.Kecepatan perubahan itu juga bervariasi, ada yang perlu waktu 1,5 hingga 2 tahun untuk mencapai kematangan reproduksi, tetapi ada yang memerlukan waktu 6 tahun. Denganadanya perbedaan perbedaan ini ada anak yang telah matang sebelum anak matang yangsama usianya mulai mengalami pubertas.
 
2. Perkembangan Sosio emosional Anak/SiswaMenjelang masuk SD, anak telah rnengembangkan keterampilan berpikir bertindak dan pengaruh sosial yang lebih kompleks. Sampai dengan masa ini, anak pada dasarnyaegosentris (berpusat pada diri sendiri), dan dunia mereka adalah rumah keluarga, dantaman kanak kanaknya.Selama duduk di kelas kecil SD, anak mulai percaya diri tetapi juga sering rendah diri.Pada tahap ini mereka mulai mencoba membuktikan bahwa mereka "dewasa". Merekamerasa "saya dapat mengerjakan sendiri tugas itu, karenanya tahap ini disebut tahap 'Ican do it my self'. Mereka dimungkinkan untuk diberikan suatu tugas.Daya konsentrasi anak tumbuh pada kelas kelas tinggi SD. Mereka dapat meluangkanlebih banyak waktu untuk tugas tugas pilihan mereka, dan seringkali mereka dengansenang hati menyelesaikannya. Tahap ini juga termasuk tumbuhnya tindakan mandiri,kerjasama dengan kelompok, dan bertindak menurut cara cara yang dapat diterimalingkungan mereka. Mereka juga mulai peduli pada permainan yang jujur. Selama masaini mereka juga mulai menilai diri mereka sendiri dengan membandingkannya denganorang lain. Anak anak yang lebih muda menggunakan perbandingan sosial (socialcomparison) terutama untuk norma norma sosial dan kesesuaian jenis jenis tingkah lakutertentu. Pada saat anak anak tumbuh semakin lanjut, mereka cenderung menggunakan perbandingan sosial untuk mengevaluasi dan menilai kemampuan kemampuan merekasendiri.Sebagai akibat dari perubahan struktur fisik dan kognitif mereka, anak pada kelas besar diSD berupaya untuk tampak lebih dewasa. Mereka ingin diperlakukan sebagai orangdewasa.Terjadi perubahan perubahan yang berarti dalam kehidupan sosial dan emosionalmereka. Di kelas besar SD anak laki laki dan perempuan menganggap keikutsertaandalam kelompok menumbuhkan perasaan bahwa dirinya berharga. Tidak diterima dalamkelompok dapat membawa pada masalah emosional yang serius Teman teman merekamenjadi lebih penting daripada sebelumnya. Kebutuhan untuk diterima oleh temansebaya sangat tinggi. Remaja sering berpakaian serupa. Mereka menyatakankesetiakawanan mereka dengan anggota kelompok teman sebaya melalui pakaian atau perilaku.Hubungan antara anak dan guru juga seringkali berubah. Pada saat di SD kelas rendah,anak dengan mudah menerima dan bergantung kepada guru. Di awal awal tahun kelastinggi SD hubungan ini menjadi lebih kompleks. Ada siswa yang menceritakan informasi pribadi kepada guru, tetapi tidak mereka ceritakan kepada orang tua mereka. Beberapaanak pra remaja memilih guru mereka sebagai model. Sementara itu, ada beberapa anak membantah guru dengan cara cara yang tidak mereka bayangkan beberapa tahunsebelumnya. Malahan, beberapa anak mungkin secara terbuka menentang gurunya.Salah satu tanda mulai munculnya perkembangan identitas remaja adalah reflektivitasyaitu kecenderungan untuk berpikir tentang apa yang sedang berkecamuk dalam benak mereka sendiri dan mengkaji diri sendiri. Mereka juga mulai menyadari bahwa ada
 
 perbedaan antara apa yang mereka pikirkan dan mereka rasakan serta bagaimana mereka berperilaku. Mereka mulai mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan. Remajamudah dibuat tidak puas oleh diri mereka sendiri. Mereka mengkritik sifat pribadimereka, membandingkan diri mereka dengan orang lain, dan mencoba untuk mengubah perilaku mereka. Pada remaja usia 18 tahun sarnpai 22 tahun, urnumnya telahrnengembangkan suatu status pencapaian identitas.RINGKASANPada anak perempuan sekitar kelas 6 SD, sudah mencapai puncak lonjakan tinggi badan pada umur (10,5 13,5) tahun dan sudah mulai menstruasi umur (10,5 15,5) tahun.Sementara itu pada anak laki laki puncak lonjakan tinggi badan tercapai (12,515,5) tahunserta mereka juga sudah dewasa pada alat reproduksinya pada umur (12 16) tahun yaitudengan ditandainya penyemburan pertama air mani.Perkembangan sosio emosional, pada anak permulaan masuk SD mulai mengembangkanketerampilan berpikir, bertindak, dan pengaruh sosial yang lebih kompleks. Seiring bertambahnya kelas dan dengan berlangsungnya pendidikan dan pengajaran di sekolah,anak semakin rnengembangkan konsentrasi dalam mengerjakan sesuatu termasuk mengerjakan tugas sekolah, mengevaluasi diri sendiri dibandingkan dengan orang lain.Pada akhir SMP anak sudah mencapai perkembangan sosio emosional yang lebih stabildan sudah mengembangkan status pencapaian identitas.
Pendidikan dan GenderMuhammad Faiq Dzaki
Pendidikan yang bermutu membangun rasa percaya diri baik pada anak perempuanmaupun lakilaki, dan membantu mereka mengembangkan potensi diri. Dalam masyarakatyang adil, anak perempuan maupun laki-laki memiliki hak yang sama, namun kadang-kadang hak-hak anak perempuan terhadap pelayanan pendidikan terabaikan. Padahal, pentingnya perempuan yang berpendikan dalam pembangunan masyakarat sudah tidak disangkal lagi.Perempuan yang berpendidikan lebih mampu membuat keluarganya lebih sehat danmemberikan pendidikan yang lebih bermutu pada anaknya, Selain itu perempuan berpendidikan lebih memiliki peluang untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.Sebaliknya, perempuan yang pendidikannya kurang akan lebih rentan terhadap tindak kekerasan (fisik maupun non fisik), dan memiliki tingkat kesehatan dan ekonomi yangcenderung lebih rendah.Seringkali secara tidak sengaja, guru membedakan murid perempuan dan laki-laki karenaguru berpendapat bahwa murid perlu diperlakukan secara khusus menurut peran yangdidasarkan pada jenis kelamin. Padahal asumsi tentang peran perempuan dan laki-lakiyang dipegang oleh guru bisa mengakibatkan ketidakadilan dalam memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi murid laki dan perempuan. Tentu saja penting menghargai perbedaan antara anak perempuan dan laki, asal pembedaan itu tidak mengakibatkan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->