Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
64Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kumpulan kuliah kedokteran

Kumpulan kuliah kedokteran

Ratings: (0)|Views: 2,221 |Likes:
kalau anda ingin punya buku kecil tentang penyakit...baca dokument ini bisa jadi referensi di rumah atau di kuliah
kalau anda ingin punya buku kecil tentang penyakit...baca dokument ini bisa jadi referensi di rumah atau di kuliah

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

 
Kumpulankuliahkedokteran
Dr HJ Liza
.
HUBUNGAN MOTIVASI BERIBADAH DAN KEKEBALAN STRESS DENGANPENCEGAHAN GANGGUAN PSIKOSOMATIK (Studi Kasus pada Puskesmas AstapadaKabupaten Cirebon)
 2008thesis dr hj Liza kabupaten CirebonABSTRAK Untuk mewujudkan Paradigma sehat sebagai salah satu usaha mandiri meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang berpendidikan dan berkualitas, diharapkan tesis ini dapatmemberikan sumbangan pemikiran dalam khazanah Psikologi Pendidikan Islam dan KesehatanMasyarakatMotivasi Ibadah adalah dorongan seseorang untuk berbakti kepada Allah untuk mencapai tujuanhidupnya, yang ditunjukan dengan hati dan prilaku yang baik yaitu untuk mendapat ridhoAllah:¶Sesungguhnya Shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semestaalam ´ (al-An¶amm:162).Kekebalan Stress adalah tingkat kekebalan stress seseorang yang diukur dengan sebuah skalayaitu skala Smith dan Miller pada penelitian ini penulis memodifikasi skala ini dalam bentuk yang lebih sederhana , bila kekebalan terhadap stress baik ,berarti seseorang telah mempunyai
 
 pola hidup yang baik, maka kekebalannya terhadap stressnya pun menjadi meningkat, sehinggaseseorangpun tercegah dari gangguan fisik dan mental akibat stresor psikososial.Gangguan psikosomatik adalah gangguan atau penyakit dengan gejala-gejala yang menyerupai penyakit fisis dan diyakini adanya hubungan yang erat antara suatu peristiwa psikososial tertentudengan timbulnya gejala-gejala tersebutHasil penelitian ini bertujuan menjadi hubungan sejauh mana motivasi ibadah, dan kekebalanstress dapat mencegah seseorang dari gangguan psikosomatik.Dengan pendekatan kuantitatif empirik dengan metode survey, purposive sampling, terhadap 200 responden yang datang kePuskesmas Astapada. Menggunakan kuesioner berskala likert melalui wawancara, kuesioner.Kemudian Dicari hubungan korelasi antara variabel-variabel yang ada. Variabel independen satu(X1 ) adalah motivasi ibadah, variabel independen dua (X2), kekebalan stress, dan variabeldependen (Y) adalah pencegahan Psikosomatik.Hasil penelitian menunjukan terdapatnya hubungan yang positif kuat dan signifikan antaramotivasi ibadah dengan pencegahan gangguan psikosomarik sebesar 0,763 atau 76,3 %.Terdapatnya hubungan positif sedang antara kekebalan stress dengan pencegahan gangguan psikosomatik sebesar 0,347 atau 34,7 %. Terdapat hubungan positif yang kuat 0,778 atau 77,8 %secara bersama-sama antara motivasi ibadah, kekebalan stress terhadap pencegahan gangguan psikosomatik. Sehingga motivasi ibadah yang tinggi dan peningkatan kekebalan stress yangdilakukan secara simultan akan meningkatkan pencegahan gangguan psikosomatik DARAH TINGGI, HIPERTENSI««HIPERTENSIadalah keadaan tekanan darah yang sama atau melebihi 140 mmhg sistolik dan/sama ataumelebihi 90 mmHg diastolik pada seseorang yang tidak sedang minum obat hipertensiKATEGORI normal <120/ _160/> _100menurut Joint National Committe VIIETIOLOGI1.Esensial (95%):10 -15% pada orang dewasa kulit putih,20-30 % pada orang dewasa kulithitam:onset 25 ± 55 tahun : riwayat dalam keluarga2.Renal (40 %) renovasikular (2%) :setenosis arteri renalis dari aterokloresis atau displasiafibromoskular parenkimal(2%) :insufisiensi fungsi ginjal-retensi NA3.Endokrin (0,5%) , feokromositoma (0,2 %), hiperaldosteronisme primer (0,1%), sindromcusing (0,2%)4.Koartasio aorta(0,2%)5.Penggunaan esterogen (5% pada wanita dengan pil kontrasepsi oral karena meningkatnyasubstansi substrat renin di dalam hepar)LANGKAH PENANGANAN STANDAR Tujuan:1. Mengidentifikasi penyebab hipertensi2. Menilai kerusakan organ target3. Mengidentifikasi faktor faktor resiko kardiovasikular atau penyakit yang lain akanmemodifikasi terapiANAMNESATanda dan gejala PJK, gagal jantung kongestif,TIA/CVA, PVD, DM, insufiensi ginjal:riwayat
 
hipertensi dalam keluarga diet asupan Na, merokok, alkohol, presepan,dan pemberian obat-obatOTC, kontrasepsi pilPEMERIKSAAN FISIK 1. 2 pengukukuran tekanan darah secara trpisah >2 menit: perifikasi pada kontralatralnya,funduskopi,jantung,(LVH,mumur,)vasikuler perifer,abdomen (masa atau burit),neurologik 2. Uji laboratorium:elektrolit BUN,kreatinin,darah perifer lengkap,urinalisis,profillipid,EKG,(cari LVH)foto rontgen toraks3. Pertimbangan pada pasien yang berusia 50 tahun,onset mendadak,hipertensi yangmemburuk,berat atau menetap,atau mengarah ke gangguan pada jantung dan paru4. Penyakit renovasikular petunjuk klinis :lebih tua, riwayat penyakit aterosekloresis,burit arterirenalis,g agal ginjal dengan akut ACEI,K yang sepontanLangkah penanganan penyebab ±penyebab sekunder 1.Pertimbangan pada pasien yang berusia 50 tahun, onset mendadak, hipertensi yang memburuk, berat atau menetap, atau mengarah ke gangguan pada jantung dan paru2.Penyakit renovasikular petunjuk klinis :lebih tua,riwayat penyakit aterosklerosis, burit arterirenalis, gagal ginjal dengan akut ACEI, K yang spontan.Stenosis arteri renalis(RAS)unilateral (70%)- normovolemik dan kreatinin normal;RAS bilateral(30%)- hipervolemik, kreatinin meningkatPEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Seken renal kaptopril:sensitifitas 90%,spesifilitas 90%,RAS bilateral mungkin tak terdeteksiUSG dupleks :sangat bergantung pada ketrampilan operator MRA:sensitifitas 90%,sepesifisitas 90% dari penilaian beratnya stenosis bisa berlebihan reninvena renalis + captopril (terpengaruh /tak terpengaruh >1,5/1) sensitifitas >80%, spesifitas60%Angiografi standar paling baik 1.Penyakit parenkin ginjal : BUN,kreatinin,bersihkan kreatinin2.Etiologi endokrin ±lihat gangguan adrenal3.Kortasio aortaPetunjuk klinis :denyut ekstermitas inferior menurun, murmur sistolik posterior,perlambatanradioformal,LVH,takik tulang iga pada foto rontgen toraksPemeriksaan diagnostik :ekokardiogram,aortogramPenatalaksanaan1.Bergantung pada derajat hipertensi dan adanya faktor resiko lain terhadapkardiovasikular,ginjal dan penyakit neurolgik 2.Modifikasi pola hidup:penurunan berat badan untuk mecapai badan ideal,olahraga 20 menitsehari,tidak merokok,atau minum alkohol,asupan natrium  3g/hari3.Pilihan obat:pilihan obat amat banyak dan bervariasi,berikut ini adalah anjuran :Hipertensi tanpa komplikasi :diuretik atau penyekat-ß+ diabetes melitus:ACEl+ PJK: penyekat ß+ gagal jantung :ACEl, diuretik 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->