Estetika/ Pemikiran Seni Nasr
lain, sehingga sering diundang seminar atau memberi kuliahdiluar negeri. Antara lain, memberi kuliah tamu di Harvard,Amerika, tahun 1962-1965; di Universitas Amerika di Beirut(
American University of Beirut)
tahun 1964-1965, menjadidirektur lembaga Aga Khan untuk kajian ke-Islaman (
Aga KhanChair of Islamic Studies)
pada Universitas yang sama.
Nasr jugamemberikan makalah pada
Pakistan Philosophical Congress,
diPakistan
,
tahun 1964;
memberikan kuliah di UniversitasChicago, tahun 1966, atas sponsor
Rockefeller Foundation
,
dantahun 1981 memberi kuliah di
Giffort Lectures
, lembaga yangdidirikan oleh Universitas Edinburg (
Edinburg University
) tahun1889.
Selain itu, tahun 1967, Nasr bersama Muthahhari jugabergabung dengan
Husainiyah Irsyad
, sebuah organisasi atasprakarsa Ali Syariati (1933-1977 M) yang bertujuan untukmemberikan panduan intelektual pada masyarakat, berdasarkanpemikiran, pandangan, dan kebijaksanaan Imam Husayn sertaberlandaskan ajaran Islam, kondisi masyarakat dan ajaran Syiahpada masa kini.
. Akan tetapi, karena ada perbedaan prinsipdengan Ali Syariati, Nasr dan Muthahhari akhirnyamengundurkan diri dari organisasi tersebut. Masalahnya,menurut Nasr, Ali Syari’ati telah membawa faham
liberationtheologi
dari Marxisme dan Barat kedalam Islam, berupayamenyajikan Islam sebagai kekuatan revolusioner dengan
9 Nasr,
Ideals and Realities of Islam,
(London, George Allend & Unwin Ltd, 1986), 7.Menurut Nasr, posisi Aga Khan di Beirut menjadikannya sebagai lembaga yang strategis, karenaBeirut merupakan titik temu antara Timur dan Barat, Islam dan Barat, dan tempat dimana berbagaimazhab Islam terwakili. Lembaga ini mengembangkan filsafat Anglo-Saxon, mengadakan dialogantar agama serta kajian-kajian tentang madzhab-madzhab dalan Islam.10 Qadir,
Filsafat dan Ilmu
Pengetahuan, 155-15611 Dalam kuliah yang bertujuan untuk meneliti soal perdamaian dan kehidupan manusiaini, Nasr menguraikan akar-akar intelektual dan metafisis terjadinya krisis lingkungan, lalu iamenyerukan agar prinsip-prinsip kearifan tradisional ditumbuhkan kembali dalam segala aspek kehidupan modern, terutama sains. Lihat Nasr,
The Encounter of Man and Nature,
(London:George Allend & Unwin Ltd, 1968), 13. Buku ini merupakan kumpulan dari materi-materi kuliah Nasr di Universiatas Chicago tersebut.12 Nasr,
Knowledge and Sacred,
(Edinburg: Edinburg University Press, 1981), vii.
Giffort Lectures
adalah asosiasi yang prestisius bagi teolog, filosof, maupun scientis Eropa danAmerika, yang telah menghasilkan buku-buku berpengaruh di dunia. Nasr adalah sarjana muslim bahkan sarjana Timur pertama yang mendapat penghargaan untuk tampil dalam forum tersebut,sejak ia didirikan seabad yang lalu.13 Ali Syari’ati,
Membangun Masa Depan Islam,
terj. Rahmani Astuti, (Bandung:Mizan, 1994), 133-134. Lembaga Husainiyah Irsyad ini menawarkan banyak program yang bisadibagi dalam tiga kategori, (1) bidang riset meliputi enam kajian; Islamologi, filsafat sejarah dansejarah Islam, kebudayaan dan ilmu-ilmu Islam, negara-negara Islam, serta seni dan sastra. (2)Bidang Pendidikan, meliputi lima kelompok, Islamologi, Qur’anologi, Pelatihan dakwah, Sastradan seni, Bahasa dan sastra Arab-Inggris. (3) Bidang propaganda, mencakup retorika, pidatokeagamaan, konferensi ilmiah, kongres, seminar, dan wawancara ilmiah. Tiga program tersebutdidukung satu unit logistik berupa Pusat buku, dokumen dan statistik, perpustakaan keliling, percetakan, publikasi, terjemahan, dan penyelenggaran ibadah haji. Lihat,
Ibid,
134-1353