Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ilm Sosial-Budaya _'Ilm Al-Umran_ IBn Khaldun_Dadan Rusmana

Ilm Sosial-Budaya _'Ilm Al-Umran_ IBn Khaldun_Dadan Rusmana

Ratings: (0)|Views: 305 |Likes:
Published by Dadan Rusmana

More info:

Published by: Dadan Rusmana on Jan 22, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

 
Gagasan Ibn Khaldun tentang Ilmu Sosial-Budaya (ilm al-umran) 
1
GG
AAGGAASSAANN 
II
BBNN 
KK
HHAALLDDUUNN 
TT
EENNTTAANNGG 
II
LLMM 
SS
OOSSIIAALL
--BB
UUDDAAYYAA 
((II
LLMMAALL
--UU
MMRRÂÂNN
))
DDAALLAAMM 
KK
AAJJIIAANN 
SS
EEJJAARRAAHHDDAANN 
SS
OOSSIIAALL 
KK
EEMMAASSYYAARRAAKKAATTAANN
 
Oleh: Dadan Rusmanadadan_rusmana@yahoo.com
A.
 
Meretas Penelitian Historis-Empiris (Sejarah Ilmiah) dan Kajian Sosiologis
Dalam buku berjudul
Medieval Islam,
Gustave E. von Grunebaum menuliskan,“Pengaruh milieu (lingkungan) kepada pemikiran sudah disadari sejak sebelum IbnKhaldun, yaitu oleh al-Sakkaki …tetap karangan Ibn Khaldun yang merupakan perintis jalan itu membawa dia melebihi pengarang sebelumnya.” Lebih lanjut, Grunebaummenyebutkan tokoh lain yang mempunyai orientasi kajian yang sama, yaitu al-Mas’udi.Sejarawan Muslim-Arab yang satu ini dalam karyanya,
Murûj al-Dzahab
dan
Tanbîh wa al-Isyrâf,
telah membahas mengenai data-data sejarah masyarakat Muslim sejak masakenabian hingga masanya (345H/956 M), sistem pemerintahan dalam masyarakat Muslim,serta peran agama terhadap kekuasaan raja (
mulk)
dan sebaliknya, serta faktor-faktor penyebab kemunduran politik dan agama. Ia juga membahas tentang pengaruh wilayahgeografis (kondisi alam) terhadap pembentukan karakater dan perkembangan masyarakatMuslim dan lainnya. Disebutkan oleh Yusri ‘Abd al-Ghani ‘Abd Allah bahwa al-Mas’uditidak berpihak pada madzhab, komunitas politik, atau informasi pihak tertentu dalampenulisan sejarah.
1
 Dalam bagian lain dari kitab
Tanbih
(halaman 84), al-Mas’udi menulis tentanghubungan antara hukum-hukum suatu bangsa dengan empat faktor lainnya, yaitu agama,ekonomi, karakter aslinya, dan (pengaruh) keberadaan bangsa-bangsa yang ada disekelilingnya. Namun sayang sekali, solusi yang diajukan al-Mas’udi mengenai berbagaikonflik dan faktor penyebab kemunduran politik dan agama tersebut. Pembaca modernpun tidak mengetahui secara pasti, sumber-sumber yang dipergunakan al-Mas’udi dalammerumuskan teorinya. Grunebaum berspekulasi bahwa kemungkinan buku
Politeai 
1
Yusri ‘Abd al-Ghani ‘Abd Allah,
Historiografi Islam Dari Klasik Hingga Modern.
Terjemahan oleh Budi Sudrajat, Jakarta,Rajawali Press, 2004, halaman 156.
 
 
Dadan Rusmana 
2
(
Politics
) Aristoteles mempengaruhi al-Mas’udi, sebagaimana tersirat dalam
Tanbih
(halaman 78).Namun spekulasi Grunebaum ini ditepis oleh Issawi dengan alasan serupa yangdiajukan ketika menepis anggapan pengaruh buku-buku Yunani pada pemikiran IbnKhaldun. Bahwa buku Aristoteles di atas tidak pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab, hanya terdapat terjemahan dalam bahasa Syria. Tidak ditemukan bukti bahwa al-Mas’udi, begitu pula Ibn Khaldun, menguasai bahasa asing (Syiria dan Yunani). Dengandemikian, sangat kecil kemungkinannya al-Mas’udi dan Ibn Khaldun membaca buku karya Aristoteles tersebut. Kesimpulan Issawi ini dikuatkan oleh Fuad Baali dan Ali Wardi,bahwa Ibn Khaldun jangankan untuk mengikuti pendapat-pendapat Aristoteles, jika iabenar telah mengenal ajaran Arsitoteles, Ibn Khaldun telah mampu keluar dari paradigmaberfikir (logika) skolastik-Aristotelian. Ia mampu mengembangkan logika realistis danmampu mengantarkannya untuk mengembangkan
urn al-umrân
yang hanya menerimalogika peristiwa-peristiwa yang nyata (yaitu logika yang dapat diuji. Ini menjelaskanmengapa dia berusaha mencari hukum-hukum nyata yang menguasai proses-prosekemasyarakatan.
2
 Demikian juga, pembaca modern tidak mengetahui apakah Ibn Khaldun mengetahuiajaran al-Mas’udi ini dan mengutipnya atau tidak. Sangat sulit membuktikan bahwa IbnKhaldun menjadikan pendapat atau temuan-temuan dari al-Mas’udi menjadi dasar teori-teori yang dibangunnya. Hanya saja dapat dikatakan bahwa terdapat
mainstream
ataumatarantai yang sama dari para sejarawan Muslim masa ini, termasuk al-Mas’udi dan IbnKhaldun, yaitu adanya usaha sistematisasi dan kajian mendalam terhadap eksistensikiprah kaum Muslim di dalam sejarah dunia.
3
 Beberapa dasawarasa sebelum Ibn Khaldun menulis Muqaddimah, sarjana Muslimyang mempunyai kajian serupa adalah Ibn Bathuhah (1304-1369?). Ia merupakan salahsatu sarjana Muslim yang memiliki laporan perjalanan (hagiografi) yang cukup lengkap dari Afrika hingga Hindustan. Hanya saja dari usahanya memahami nilai-nilai berbagaikelompok masyararakat yang dikunjunginya, Ibn Bathuthah cenderung merendahkanmasyarakat, dan ini membuktikan bahwa perjalanannya yang jauh tidak membukawawasannya sama sekali. Hal ini tidak sama dengan Ibn Khaldun, Ibn Bathuthah tidak
2
Fuad Baali dan Ali Wardi,
Ibn Khaldun dan Pola PikirIslam,
halaman 25.
 
3
Yusri ‘Abd al-Ghani ‘Abd Allah,
Historiografi Islam Dari Klasik Hingga Modern.
Terjemahan oleh Budi Sudrajat, Jakarta,Rajawali Press, 2004, halaman 65.
 
 
Gagasan Ibn Khaldun tentang Ilmu Sosial-Budaya (ilm al-umran) 
3
mengalami "konflik batin", atau pikirannya telah terperangkap ke dalam nilai-nilaimasyarakatnya.
4
 Menurut Wafi (1985:90), sebelum Ibn Khaldun, para peneliti mengadakan studinyaterhadap gejala-gejala sosial melalui berbagai metode yang berbeda, namun metodemereka lebih didasarkan pada metode yang ditempuh pada penelitian ilmu alam, sepertidipraktekkan ahli-ahli fisika dan matematika. Di dalamnya mereka mengikuti aspek-aspekyang tidak didasari paradigma atau asumsi yang menggariskan bahwa gejala-gejala sosialtunduk pada hukumnya sendiri, yang cukup berbeda dengan hukum-hukum yang terjadipada alam. Di sinilah letak salah satu kebaruan paradigma Ibn Khaldun, yaitumengukuhkan adanya hukum tersendiri yang mengatur dan mengikat gejala-gejala sosial-kemasyarakatan.Menurut Wafi (1985:90-91), para sarjana Muslim dan Muslim sebelum Ibn Khaldunmenggunakan, setidaknya, tiga metode dalam mempelajari gejala-gejala sosial:
Pertama,
metode historis obyektif. Metode ini bertujuan untuk menerangkan gejala-gejala sosialsecara apa adanya, baik “apa yang ada padanya” maupun “apa yang terjadi padanya”.Menurut Issawi, metode Ibn Khaldun ini mendahului apa yang dirintis oleh Spinoza. Dalamkoridor obyektif ini, usaha Ibn Khaldun ini tidak ditujukan untuk memuji, mencelam ataumenilai pada berbagai fenomena sosial, tetapi dimaksudkan untuk mengetahui danmemahami hukum-hukum kemanusiaan.
5
 Ketika para sejarawan membahas sejarah umum, umumnya mereka melangkah darisatu tahun ke tahun yang lain (kronologi; diakronik), menurut kesesuaian atas tanananpolitik, agama, hukum, pendidikan, ekonomi, keluarga, atau gejala sosial lainnya. Merekamendeskripsikan begitu saja perihal bangsa-bangsa yang mereka kaji sejarahnya. Upayamereka terbatas pada upaya melukiskan peristiwa tersebut apa adanya, tanpa mengaitkanantara satu gejala sosial dengan gejala sosial lainnya. Misalnya, Ibn Hazm dalam
Millahwa Nihlah
hanya mendeksripsikan fenomena keagaamaan secara kronologis denganpendekatan sejarah, tanpa menjelaskan kaitannya dengan faktor-faktor lain, sepertigeografis, ekonomi, sosial politik, atau pendidikan.
Kedua
, Metode dakwah. Metode ini lebih banyak mendeskripsikan “apa yangseharusnya” (cita-cita ideal) dari gejala sosial, tanpa disertai kajian “apa yang terjadi apa
4
Fuad Baali dan Ali Wardi,
Ibn Khaldun dan Pola Pikir Islam,
halaman 22-23.
 
5
Charles Issawi,
Filsafat Islam tentang Sejarah,
halaman 17.
 

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Sitii Aisah liked this
Bang Jiban liked this
kanghasbi7119 liked this
Dadan Rusmana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->