Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
17Activity
P. 1
Channel Exchange Relatonship-ResearchProjectFinal

Channel Exchange Relatonship-ResearchProjectFinal

Ratings:

4.5

(4)
|Views: 1,884 |Likes:
Published by Anton Agus Setyawan
Artikel ini telah dipresentasikan dalam Manajemen Doctoral Journey, Agustus 2007 dan mendapatkan best paper untuk bidang Marketing
Artikel ini telah dipresentasikan dalam Manajemen Doctoral Journey, Agustus 2007 dan mendapatkan best paper untuk bidang Marketing

More info:

Published by: Anton Agus Setyawan on Aug 13, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/09/2014

pdf

text

original

 
MASALAH PENGUKURAN
CHANNEL EXCHANGE RELATIONSHIP 
 ANTARA RITEL DAN PEMASOK 
 ,
SEBUAH STUDI PENDAHULUANAnton Agus Setyawan, SE,MSiMahasiswa Program Doktor Ilmu Marketing UGM dan pengajar tetapJurusan Manajemen Fak Ekonomi Univ Muhammadiyah SurakartaFak Ekonomi Univ Muhammadiyah SurakartaJl A Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura Surakarta 57102Telp: 0271-717417 ext 421 dan 229 (office) 0271-780980 (home)08156718444 (mobile)e-mail:rmb_anton@yahoo.com, agussetyawan-a@lycos.comdan anton_agus@ums.ac.id
 Abstract 
The issue of channel exchange relationship is emerges in study of marketing. This phenomenon agrees with the fact that retail industries have growth very rapid in Indonesia in the last decade. This paper explores the channel exchange relationshipbetween retail and their supplier. In this research, I use relationship marketing and resource dependence as a framework to analyze the relationship between retail and  supplier. Gronroos (1994) defines relationship marketing in the following way, marketing is Marketing is to establish, maintain, and enhance relationships with customers and other partners, at a profit, so that the objectives of the parties involved are met. This isachieved by a mutual exchange and fulfillment of promises. This definition is a key toanalyze the relationship of retailer and their supplier. We use the framework of relationship marketing which contains of three construct, trust, commitment and  satisfaction. Also, the relationship of retailer-supplier has a problem of power imbalance.So, I try to analyze this with resource dependence theory. I use qualitative method in this research. The design of the research is case studywith multiple cases proposed by Yin (1994). In this case study, I use basic content analysis as tool to analyze the phenomenon. Unit analysis of this research is company. I use two cases in the different company, fuel retail and hypermarket. In order to gainvalidity, I use multiple key person or informant to gain validity. The result shows, that inthe fuel company, relationship marketing is not the right framework because therelationship between company and their supplier based on a strict contract. In fact, therelationship of supplier and company in a fuel company is based on transaction cost theory. In the hypermarket company, the relationship of supplier and retailer is based ontrust, commitment and satisfaction. Those three construct are the foundation of relationship marketing 
Keywords:
relationship marketing, resource dependence, transaction cost theory
.
MASALAH PENGUKURAN
CHANNEL EXCHANGE RELATIONSHIP 
DALAM
1
 
Manufacturer
HUBUNGAN RELASIONAL ANTARA RITEL DAN MITRA BISNIS
 , 
SEBUAH STUDI PENDAHULUANLATAR BELAKANG MASALAH
Pertumbuhan sektor perdagangan saat ini demikian pesat sehingga memerlukansebuah kajian dari aspek teori maupun strategis. Peterson dan Balasubramanian (2002)menyatakan bahwa salah satu tantangan dalam ilmu manajemen pemasaran ritel padaabad 21 adalah keterbatasan teori yang mampu menjelaskan fenomena-fenomenakontemporer dalam disiplin ilmu ini. Selain itu, salah satu agenda riset manajemen pemasaran ritel yang penting dalam abad 21 adalah bagaimana manajemen sebuah ritelmengelola usahanya dan membuat keputusan-keputusan strategis (Peterson danBalasubramain, 2002).Saluran distribusi (
channel 
) adalah salah satu bagian penting dari proses pemasaran perusahaan. Saluran distribusi menghubungkan antara perusahaan dengankonsumen akhir. Hal ini menyebabkan saluran distribusi memegang peran penting bagi pemasar. Menurut Berman dan Evans (2002), ada beberapa hal yang membuat industriritel penting untuk dipelajari, yaitu
 pertama
, implikasi ritel dalam perekonomian global.Penjualan ritel dan daya serap tenaga kerjanya menjadi kunci dalam perekonomianglobal.
 Kedua
, fungsi ritel dalam rantai distribusi. Ritel menjadi bagian terakhir darirantai distribusi. Dalam rantai distribusi, ritel berfungsi menjadi penghubung antara
 final consumer 
, dengan
manufacturer 
dan
wholesaler 
. Fungsi
retailer 
dalam rantai distribusidapat digambarkan sebagai berikut:2
 
Sumber: Berman dan Evans, 2002, h. 9
Gambar 1. Rantai Distribusi
 Ketiga
, hubungan antara
retailer 
dengan
 supplier 
.
 Retailer 
dan
 supplier 
mempunyai cara pandang yang berbeda. Hal ini tentu saja perlu diatasi. Beberapamasalah yang perlu diperhatikan dalam pola hubungan
retailer 
dan
 supplier 
antara lain:kontrol terhadap rantai distribusi, alokasi profit, jumlah
retailer 
pesaing, lokasi,
display
dan masalah promosi.Berdasarkan data indikator ekonomi dari Bank Pembangunan Asia tahun 2006maka sumbangan sektor perdagangan terhadap PDB Indonesia menduduki urutanterbesar ke-2 setelah sektor industri pengolahan yang mencapai 28 persen. Sumbangansektor perdagangan terhadap PDB sejak tahun 1987 sampai tahun 2004 terus stabil padalevel 16 persen, sementara sektor pertanian terus mengalami penurunan dari 23 persen pada tahun 1987 menjadi hanya 15 persen pada tahun 2004. Bisnis ritel Indonesiamenunjukkan adanya daya serap tenaga kerja yang tinggi. Saat ini industri ritel Indonesiamampu menampung 18,9 juta angkatan kerja, nomor dua setelah industri pertanian (lihatwww.kppu.go.id). Selain itu dari, 22,7 juta jenis usaha di Indonesia hampir 10,3 juta atau45 persen diantaranya adalah bisnis ritel. Hal ini memperkuat argumen perlunya lebih banyak riset dalam sektor ini. Ritel adalah bagian dari sektor perdagangan. Maka penelitian tentang ritel memberikan sumbangan yang berarti bagi perekonomian nasional.Relasi antara lembaga saluran distribusi (ritel dan wholesaler) dengan produsenmaupun antar mereka sendiri adalah isu penelitian manajemen pemasaran ritel yangmenarik. Penelitian yang dilakukan Vinhas dan Anderson (2005) tentang konflik antara3

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
laluedy liked this
Cahaya Chenta liked this
Anggia Pratiwi S liked this
Heri Yanto liked this
Dewi Oktavia liked this
Kemas Farosi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->