BAB IPENDAHULUAN
Dasar teori
Analisis kation dapat memberikan kepastian hasil uji jika dalam sampelmengandung suatu macam kation. Untuk itu diperlukan metoda pemisahan kation daricampurannya. Pemisahan kation cara-caranya pada prinsipnya adalah sebelum ujireaksi dilakukan kation dipisahkan terlebih dahulu dari campurannya. Setelah kationdipisahkan kemudian dilakukan uji reaksi yang dapat dilihat hasilnya yaitu endapanatau warna kedua-duanya. Cara ini membutuhkan sampel yang agak banyak lebihkurang 10 ml tergantung kepekatan larutan sampel.Kation – kation golongan pertama membentuk klorida-klorida yang tidak larut. Namun, timbel klorida sedikit larut dalam air, dan karena itu timbel tidak pernahmengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer kepada suatucuplikan yaitu ion timbel yang tersisa itu, diendapkan secara kuantitatif denganhidrogen sulfida dalam suasan asam bersama-sama kation golongan kedua. Nitrat dari kation-kation ini sangat mudah larut. Diantara sulfat-sulfat, timbelsulfat praktis tidak larut, sedang perak sulfat larut jauh lebih banyak. Kelarutanmerkurium (I) sulfat terletak diantara kedua zat diatas. Bromida dan iodida juga tidak larut, sedangkan pengendapan timbel halida tidak sempurna dan endapan itu mudahsekali melarut dalam air panas. Asetat – asetat lebih mudah larut, meskipun perak asetat bisa mengendap dari larutan yang agak pekat. Hidroksida dan karbonat akandiendapkan dengan reagensia yang jumlahnya ekuivalen, tetapi kalau reagensia berlebihan, ia dapat bertindak dengan bermacam-macam cara. Juga ada perbedaandalam sifat zat – zat ini terhadap amonia.Kation golongan 1 mengandung kation logam yang terendapkan sebagaisenyawa klorida yang tak larut. Kation – kation ini dapat diendapkan dengan pereaksiasam klorida.1