Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
JAMUR DIMORFIK

JAMUR DIMORFIK

Ratings: (0)|Views: 891 |Likes:
Published by Jum'atil Fajar
Uploaded from Google Docs
Uploaded from Google Docs

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Jum'atil Fajar on Jan 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

 
Page 1 of 20
JAMUR DIMORFIK
 A.
 
BLASTOMYCOSIS (
 Blastomyces dermatitidis
)Kebanyakan jamur sistemik mempunyai lingkungan khusus di alam dimanamereka sering ditemukan.
 Blastomyces dermatitidis
bertahan di tanah yangmengandung debris organik (kayu yang lapuk, kotoran binatang, bahantumbuhan) dan menginfeksi manusia yang mengumpulkan kayu bakar,meruntuhkan bangunan yang tua atau memasuki kegiatan luar ruangan lainnyayang melibatkan tanah. Sebagai tambahan bagi lingkungan ekologi, kebanyakan jamur yang menyebabkan infeksi sistemik memiliki distribusi geografik yangterbatas dimana mereka paling sering terjadi. Blastomikosis terjadi di bagiantimur Amerika Utara (gambar 6) dan Afrika.Gambar 1
Lesi nodular kulit dari blastomikosis, salah satunya adalah lesi bulla di bagian atas dari nodul.
CDC
 Gambar 2
Histopatologi dari blastomikosis kulit. Sel kuncup dari
Blastomyces dermatitidis
dikelilingi oleh neutrofil.Beberapa nuklei dapat dilihat.
CDC
 Gambar 3
 Apusan dari lesi kaki dari blastomikosis menunjukkan sel yeast dari
Blastomyces dermatitidis
yangmenjalani penguncupan yang berbasis luas.
 ASCP/Atlas of Clinical Mycology II / CDC
 
 
Page 2 of 20Gambar 4
Histopatologi dari blastomikosis. Sel yeast dari
Blastomyces dermatitidis
menjalani penguncupan yangberbasis luas. Pewarnaan Methenamine silver. Kasus dari Afrika.
CDC
 Gambar 5
Histopatologi dari blastomikosis, paru-paru srigala. Sel yeast dari
Blastomyces dermatitidis.
Pewarnaan FA.
CDC/Dr. Leo Kaufman
 Blastomikosis adalah penyakit granulomatosa kronis yang berarti bahwakemajuan penyakitnya berjalan lambat. Meskipun keterlibatan paru dan kulit(gambar 1) paling sering,
 B. dermatitidis
seringkali mempengaruhi tulang, prostatdan organ-organ lain. Lebih sering lagi blastomikosis tampil sebagai penyakitkulit atau pernapasan. Lesi kulit merupakan primer (biasanya sembuh sendiri)atau sekunder (manifestasi dari penyakit sistemik). Pasien yang menunjukkankeluhan gejala pernapasan akan sering ditandai dengan kehilangan nafsu makan,kehilangan berat badan, demam, batuk produktif, dan berkeringat malam. Bilagejala-gejalanya menyerupai Tuberculosis, sesungguhnya bukan penyakit TB.Pemeriksaan roentgen menunjukkan penyakit paru yang jelas. Untuk membuatdiagnosis yang spesifik dokter harus memikirkan kemungkinan blastomikosis.Sputum yang dikirim ke laboratorium untuk kultur tidak akan menumbuhkanorganisme. Laboratorium harus diingatkan untuk mencari organisme atau untuk mencari blastomyces secara khusus. Sebagian pasien menunjukkan respon sub-
klinis atau ”seperti flu” terhadap infeksi
.
 B. dermatitidis
seringkali dapatditunjukkan dalam sediaan KOH dari pus dari lesi kulit. Lesi kulit yang khasmenunjukkan penyembuhan di bagian tengah dengan mikroabses di bagianperifer. Spesimen pus dapat diminta dengan memotong sedikit dari puncak mikroabses dengan skalpel, mengambil bahan purulen dan membuat diagnosisdalam waktu 5 menit dengan pemeriksaan mikroskop dengan KOH. Organismeini mempunyai penampilan khusus dengan dinding kerangka ganda dengankuncup tunggal dengan dasar yang luas (gambar 2-5). Tidak ada faktor virulensispesifik bagi
 B. dermatitidis
. Spesimen laboratorium bergantung pada manifestasidari penyakit: Jika ada lesi kulit, kirim kerokan kulit atau pus. Jika adaketerlibatan paru, kirim sputum. Spesimen lain termasuk bahan biopsi dan urin.
 
Page 3 of 20Kadang-kadang, organisme dapat diisolasi dari urin karena ia sering menginfeksiprostat.
Mycology
 Jika anda meminta kultur jamur dari laboratorium mikrobiologi mereka akanmenginkubasi kultur pada suhu 37
o
C dan pada 25
o
C karena kebanyakan dari jamur patogen yang signifikan adalah dimorfik.Kultur dari
 B. dermatitidis
membutuhkan waktu 2-3 minggu untuk tumbuh padasuhu 25
o
C. Warnanya putih, jamur seperti katun (miselium) pada agar dextroseSabouraud. Kebanyakan spesimen kultur jamur dipiringkan pada agar dextroseSabouraud. Secara mikroskopis, ada miselia dan badan yang berbuah (fruiting
 bodies). Meskipun demikian, jamur tidak dapat diidentifikasi dengan ”fruiting bodies”
-
nya. ”Fruiting bodies” disebut mikrokonidia, tetapi mereka tidak 
memiliki ciri khusus. Jamur saprofit dan patogen lainnya memiliki konidia yangmirip. Pada suhu 37
o
C bentuk yeast berkembang dalam waktu kurang lebih 7-10hari. Ia tampak seperti kupu-kupu, koloni lembut dengan warna yang jelas.Secara mikroskopis kita melihat bentuk yeast yang khas dari sebuah dinding tebaldan kuncup tunggal dengan dasar yang lebar. Dasar yang lebar ini merupakankarakteristik dari
 B. dermatitidis
, dan penting untuk dapat mengenalnya. Sel-selnya berdiameter 12-15 mikron. Yeast akan berubah menjadi bentuk miselialbila diinkubasi pada suhu 25
o
C, membutuhkan waktu 3-4 hari sampai beberapaminggu. Serupa dengan itu, pertumbuhan miselia dapat diubah ke bentuk yeastbila diinkubasi pada 37
o
C. Pada masa lalu, cara satu-satunya untuk mengidentifikasi jamur dimorfik adalah dengan mengubah dari satu bentuk kebentuk lain, tetapi sekarang sudah mungkin untuk mengambil miselia yangtumbuh (yang mana merupakan cara yang paling mudah untuk menumbuhkan
 jamur), dan mengkonfirmasi hasil isolasi dengan ”DNA probe”
dalam waktubeberapa jam.
Histopatologi
 B. dermatitidis
menghasilkan reaksi jaringan granulomatosa dan supurativa.
Serologi
Ada tiga tes serologi yang digunakan untuk blastomikosis:1.
 
Tes imunodifusi (presipitasi). Hal ini membutuhkan 2-3 minggu untuk menjadi positif. Tes ini positif pada sekitar 80% dari pasien denganblastomikosis. Bila positif, spesifisitasnya mendekati 100%.2.
 
Tes fiksasi komplemen (CF). Tes ini membutuhkan 2-3 bulan sesudahmulainya penyakit membentuk antibodi yang dapat dideteksi. Disampingpenundaan yang panjang sebelum ada antibodi yang dapat diukur, kerugianlain dari C-F adalah bahwa dia memberikan reaksi silang dengan infeksi jamur lainnya (coccidioidomycosis dan histoplasmosis). Keuntungannyaadalah dia merupakan tes kuantitatif. Dokter dapat mengikuti respon pasienterhadap penyakit ini dengan memonitor titer antibodi.3.
 
Enzyme Immunoassay (EIA). Tes berikut ini telah memenuhi penerimaanyang beragam dari ahli jamur. Meskipun demikian mudah untuk dilakukandan antibodi mudah dideteksi pada proses penyakit.

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lia Adianti New liked this
Albert Artandi liked this
Lindot Linda liked this
Albert Renard liked this
Aan Khaerisman liked this
jatuputri liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->