Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Depresi

Depresi

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 709 |Likes:
Published by Luky Pratama

More info:

Published by: Luky Pratama on Jan 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2013

pdf

text

original

 
1
PENDAHULUANLATAR BELAKANG MASALAH
Depresi merupakan gangguan mental yang sering terjadi di tengahmasyarakat. Berawal dari stres yang tidak diatasi, maka seseorang bisa jatuh kefase depresi. Penyakit ini kerap diabaikan karena dianggap bisa hilang sendiritanpa pengobatan.Padahal, depresi yang tidak diterapi dengan baik bisa berakhir dengan bunuh diri. Secara global, lima puluh persen dari penderita depresi berpikiran untuk bunuh diri, tetapi yang akhirnya mengakhiri hidupnya ada lima belas persen. Selain itu, depresi yang berat juga menimbulkan munculnya berbagai penyakit fisik, seperti gangguan pencernaan (gastritis), asma, gangguan pada pembuluh darah (kardiovaskular), serta menurunkan produktivitas. Sejak depresi sering didiagnosis, WHO memperkirakan depresi akan menjadi penyebabutama masalah penyakit dunia pada tahun 2020 (Sianturi, 2006).Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat depresi adalah gangguanmental yang umum terjadi di antara populasi. Diperkirakan 121 juta manusia dimuka bumi ini menderita depresi. Dari jumlah itu 5,8 persen laki-laki dan 9,5 persen perempuan, dan hanya sekitar 30 persen penderita depresi yang benar- benar mendapatkan pengobatan yang cukup, sekalipun telah tersedia teknologi pengobatan depresi yang efektif. Ironisnya, mereka yang menderita depresi berada dalam usia produktif, yakni cenderung terjadi pada usia kurang dari 45tahun. Tidaklah mengherankan, bila diperkirakan 60 persen dari seluruh kejadian bunuh diri terkait dengan depresi (Sianturi, 2006).Sekitar 15 persen penduduk di Indonesia diketahui mengalami depresi yangdisebabkan tekanan hidup yang semakin berat. Hal ini disampaikan Ketua KomiteMedik RS Jiwa Dr.Soeharto Heradjan, Jakarta, Dr. Gerald Mario Semen SpKJ disela pelatihan 140an orang dokter umum dari seluruh puskesmas di NusaTenggara Barat. Hasil penelitian sebanyak 15 persen dari populasi masyarakat
 
2
 
Indonesia yang mengalami depresi - gangguan jiwa ringan. Belum termasuk gangguan jiwa lainnya. Direktur RSJ Mataram Dr.Elly Rosila Wijayamenyebutkan 50 persen penderita gangguan jiwa melakukan usaha bunuh diri dan10-15 persen pasien tersebut meninggal akibat bunuh diri. µ¶Pasien dapatteragitasi dan pengendalian impuls yang rendah jika mereka sakit,¶¶ ucapnya
(
Khafid, 2008)Depresi sering dianggap hal yang sepele oleh sebagian besar masyarakat.Tetapi, jika depresi ringan tidak segera ditanggulangi, akhirnya akan menjadidepresi berat. Bila tidak diberikan terapi dengan baik, akan membahayakanindividu yang mengalami depresi tersebut.Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah seminar klinis denganmemfokuskan pada kasus depresi.
 
3
 
I
S
I
 A.
 
DEF
I
N
I
S
I
 
Sebelum menjelaskan tentang defenisi depresi akan lebih baik jikamembuat parameter yang jelasa antara depresi, kecemasan dan stres. Agar  perbedaan antara depresi, stres dan depresi bisa jelas serta tidak komorbid.Stres (Sriati, 2008) menjelaskan bahwa stres adalah stimulus atausituasi yang menimbulkan distress dan menciptakan tuntutan fisik dan psikis pada seseorang.Sedangkan untuk kecemasan, menurut Lazarus (Trismiati, 2004)konsep kecemasan memegang peranan yang sangat mendasar dalam teori-teori tentang stres dan penyesuaian diri. Kecemasan (Trismiati, 2008) adalahkondisi emosional yang tidak menyenangkan, yang ditandai oleh perasaan- perasaan subjektif seperti ketegangan, ketakutan, kekhawatiran, dan jugaditandai dengan aktifnya system saraf pusat.Depresi merupakan salah satu gangguan mood (mood disorder).Depresi sendiri adalah gangguan unipolar, yaitu gangguan yang mengacu pada satu kutub (arah) atau tunggal, yang terdapat perubahan pada kondisiemosional, perubahan dalam motivasi, perubahan dalam fungsi dan perilakumotorik, dan perubahan kognitif (Nevid dkk, 2005)Depresi adalah gangguan penyesuaian diri (gangguan dalam perkembangan emosi jangka pendek atau masalah-masalah perilaku, dimanadalam kasus ini, perasaan sedih yang mendalam dan perasaan kehilanganharapan atau merasa sia-sia, sebagai reaksi terhadap
 stressor 
) dengan kondisi
mood 
yang menurun (Wenar & Kerig, 2000).Depresi adalah suatu kondisi yang lebih dari suatu keadaan sedih, bilakondisi depresi seseorang sampai menyebabkan terganggunya aktivitas sosialsehari-harinya maka hal itu disebut sebagai suatu gangguan depresi(www.id.wikipedia.org).

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Kelompoksatu liked this
Iva Jackiva liked this
Margaret Beatrik liked this
Dyah Asih liked this
Alif Tanziah liked this
280690 liked this
violetieycha liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->