Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Data Rokok

Data Rokok

Ratings: (0)|Views: 5,436|Likes:
Published by aussie_chan

More info:

Published by: aussie_chan on Jan 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/06/2013

pdf

text

original

 
 
Akuisisi  PT  HM  Sampoerna  Bahayakan  Kesehatan  Masyarakat
(Penulis : Deri Dahuri)
Jakarta
- Langkah perusahaan rokok multinasional Philip Morris mengakuisisi PT HM Sampoerna,membahayakan kesehatan masyarakat Indonesia. Pasalnya, Indonesia akan dibanjiri berbagai rokokproduk Philip Morris.Tulus Abadi, Koordinator Penanggulangan Masalah Rokok Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia(YLKI) mengatakan hal itu pada jumpa pers di Jakarta, hari ini.Dalam jumpa pers di gedung Litbang Ditjen Permberantasan Penyakit Menular dan PenyehatanLingkungan Depkes, Ketua YLKI, Indah Sukmaningsih, mendesak pemerintah Indonesia agameratifikasi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC). Bahkan FCTC kini telah menjadihukum  internasional  terhitung  27  Februari  2005.  Kini  sudah  40  negara  anggota  OrganisasiKesehatan Dunia (WHO) yang meratifikasi FCTC.Hingga 27 Februari 2005 sudah 68 negara yang meratifikasi FCTC. Sebanyak 168 negara anggotaWHO telah mendatangani FCTC. " Indonesia satu-satunya negara Asia yang belum meratifikasi,"katanya.Tulus menilai dengan tidak meratifikasi FCTC berarti pemerintah tidak melindungi generasi sekarangdan mendatang dari kerusakan kesehatan, sosial dan ekonomi yang timbul akibat tembakau. ApalagiIndonesia sekarang menjadi konsumen rokok terbesar No 5 di dunia.Menurut Tulus, hingga kini, pemerintah Indonesia tidak menandatangani FCTC hingga batas akhir Juni 2004. Padahal, katanya, sejak awal pembahasan draf FCTC, pemerintah Indonesia ikut terlibat.Bahkan delegasi pemerintah ikut hadir dalam Sidang Kesehatan Dunia (World Health Assembly) diJenewa pada 31 Mei 2004."Artinya  secara  substansi  pemerintah  Indonesia  sudah  menyepakati  FCTC,  sedangkanpenandatangan FCTC tidak bersifat mengikat untuk meratifikasi FCTC dan hanya bersifat politicalendorsement," kata Tulus.Gugatan Terhadap PemerintahMengenai ratifikasi FCTC, kata Tulus, pihak YLKI akan menggalang kekuatan seluas-luasnya. Jikasatu bulan ke depan terhitung sejak 4 April 2005 hingga 4 Mei 2005, pemerintah bersikukuh untuktidak meratifikasi FCTC. YLKI akan melakukan gugatan publik (legal standing) kepada pemerintah.Tulus juga menilai dengan dijualnya 40% saham PT HM Sampoerna ke Philip Morris dari sisiekonomi akan banyak devisa Indonesia lari ke Amerika Serikat. Lebih dari itu, kepemilikan modalyang begitu tinggi akan menutup peluang tumbuhnya industri rokok nasional.Tulus berpendapat bahwa kenapa Philip Morris mengarahkan ekspansinya ke Indonesia. Pasalnya,di negaranya sendiri (AS) posisi Philip Morris tersudut dengan berbagai aturan mengenai kampanyebahaya merokok. Bahkan di Amerika Serikat, perusahaan Philip Morris sudah beberapa kali kalahdalam gugatan class action dari korban perokok pasif."Philip Morris tahu memanfaatkan peluang empuk di Indonesia, karena hingga saat ini pemerintahIndonesia belum menandatangi FCTC dan juga tidak meratifikasi. Dengan tidak menandatangani,menyebabkan regulasi tentang penanggulangan bahaya tembakau di Indonesia menjadi tidak jelasdan kuat," katanya.Tulus menambahkan bahwa upaya menanggulangi bahaya tembakau itu sangat mendesak. Pada2000, WHO melaporkan sebanyak 3 juta orang meninggal akibat rokok. Bahkan diperkirakan pada2020 akan meningkat menjadi 10 juta jiwa. Ironisnya, mayoritas kematian akan terjadi di negaraberkembang seperti Indonesia.Anggota DPR Komisi IX Hakim S Pohan mengatakan, 30% perokok di Indonesia berasal darikelompok keluarga miskin. Dengan banyaknya masyarakat kelompok miskin yang menjadi perokokdampaknya sangat buruk. "Kita juga tidak sudi kalau generasi muda kita yang di bawah umur menjadiperokok."Sejumlah anggota DPR seperti Ali Nasution dari Komisi I, Elfa Hartati dari Komisi IX dan MarwanBatubara dari DPD mendesak pemerintah menghentikan iklan rokok di media massa dan menaikancukai rokok menjadi dua kali lipat dari cukai sekarang.Sementara Tulus menyetujui kalau cukai rokok dinaikan menjadi 75% seperti yang dilakukan
 
pemerintah Thailand. Sedangkan cukai rokok yang dibebankan kepada perusahaan rokok diIndonesia baru 30%. "Faktanya industri rokok di Thailand tidak mati," katanya.
(Sumber : Media Indonesia online, Senin 4 April 2005)
(http://www.antirokok.or.id/product_index.htm)
Larangan  Merokok  Tempat  Umum  Didukung  50  LSM(hanyawanita.com, 15 Februari 2005)
Sekitar 50 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergabung dalam Gerakan NasionalPenanggulangan Masalah Rokok mendukung.Gabungan LSM juga siap membantu mensosialisasikan kebijakan larangan merokok di tempatumum. Termasuk, memberi masukan untuk SK (Surat Keputusan) Gubernur yang akan diterbitkansebagai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan Perda Pengendalian Pencemaran Udara ."Kami mendukung Perda tersebut dan kami percaya Perda itu akan efektif, mungkin yang perludigalakkan adalah penegakan hukumnya serta sosialisasi ke masyarakat," kata ketua delegasi, FaridAnfasa Moeloek usai bertemu Gubernur DKI Sutiyoso di Balai Kota, Senin (14/2).LSM yang tergabung dalam Gerakan Nasional tersebut antara lain Wanita Indonesia TanpaTembakau (WITT), YLKI dan LM3.Farid mengutip penelitian yang menyebut perokok di Indonesia menghabiskan lebih dari 20 persenanggaran rumah tangga hanya untuk membakar rokok. Mantan Menkes itu juga mengutip penelitianyang menyebut kematian akibat rokok diperkirakan mencapai 3,5 juta jiwa per tahun atau 10 ribukematian per hari.Di bagian lain, mereka juga mendukung jika Pemprov DKI Jakarta mengurangi keberadaan reklamerokok. "Mengurangi reklame rokok sebenarnya adalah salah satu sosialisasi Perda PengendalianPencemaran Udara yang juga mengatur mengenai kebijakan larangan merokok di tempat umum dantertutup," kata Moeloek.Sebagai bentuk dukungan dan upaya mensosialisasikan kebijakan ini, Farid menyatakan pihaknyaakan  membagikan  leaflet dan  menempel pamflet berisi  larangan  merokok  di  tempat  umumsebagaimana dimuat Perda tersebut."Namun, sebenarnya yang terpenting dari kebijakan ini adalah membangun kesadaran dan upayamengubah kebiasaan masyarakat perokok. Mereka harus diberi penyadaran bahwa kebiasaan inibisa menimbulkan penyakit TBC dan penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan kematianmendadak," demikian Farid Anfasa Moeloek. (ant)(http://www.antirokok.or.id/product_index.htm) 
Merokok di Tempat Umum Didenda Rp. 50 Juta(Kompas Cyber Media, 31 Januari 2005)Laporan: Egidius Patnistik
 
Jakarta, KCM
Waspadalah para perokok di Jakarta! Kalau Perda tentang Pengendalian Pencemaran Udara jadi,anda bakal di denda Rp. 50 juta bila melanggar.DPRD DKI Jakarta tidak jadi memasukkan klausul tentang batas usia kendaraan bermotor dalamRancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengendalian Pencemaran Udara. Tapi, klausullarangan merokok di dalam ruangan di tempat umum dimasukkan. Para pelanggar akan didendaRp50 juta.
 
Demikian salah satu kesepakatan Rapat pimpinan (rapim) DPRD DKI yang khusus membahasraperda tersebut di Gedung DPRD, Senin (31/1).  Raperda itu sendiri dijadwalkan ditetapkan menjadiperda pada pertengahan Februari 2005.Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Muhayar, usai rapat,mengatakan, rapim sepakat memasukkan larangan merokok di tempat umum. Alasannya, antaralain, 30 persen penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) disebabkan oleh pencemaran udaradalam ruangan (
indoor polution
).  Asap rokok merupakan salah satu sumber pencemaran udaradalam ruangan.Setiap pengelola tempat umum, kata Muhayar, nantinya akan diwajibkan menyediakan ruangankhusus bagi perokok. Larangan merokok di dalam ruangan di tempat umum antara lain berlaku disekolah, stasiun, perkantoran, dan kendaraan umum.
Uji emisi
Sementara, tentang batas usia kendaraan bermotor, Muhayar mengatakan rapim memutuskan untuktidak memasukkan klausul tersebut. Namun, semua kendaraan bermotor baik roda empat maupundua akan wajib melakukan uji emisi. "Kalau nggak lolos uji emisi kendaraan nggak boleh berjalan,"kata Muhayar.Ketentuan lebih detail tentang uji emisi ini seperti soal ambang baku mutu emisi kendaraan lama danbaru akan diatur dalam surat keputusan gubernur. Uji emisi saat ini hanya dilakukan terhadapkendaraan bermotor angkutan umum.Komisi A DPRD DKI beberapa waktu lalu mengusulkan agar batas usia kendaraan bermotor menjadisalah satu ketentuan dalam Raperda tentang Pengendalian Pencemaran Udara demi menekantingkat pencemaran udara di Jakarta.Sementara, Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta KosasihWirahadikusumah, Jumat (28/1), menyatakan setuju dengan usul itu. Alasannya, pembatasan bisamenstabilkan jumlah kendaraan bermotor di Jakarta yang tiap tahun meningkat. Kini jumlahkendaraan bermotor di DKI Jakarta sudah mencapai 2,9 juta unit.Wacana pembatasan usia kendaraan ini, tahun lalu sudah pernah diloktarkan Dinas PerhubunganDKI Jakarta. Namun, hal itu ditentang berbagai pihak.Salah satu alasan yang diajukan para penentang yaitu usia kendaraan tidak selalu berkaitan denganemisi. Menurut para penentang, asal kendaraan dirawat secara rutin dan baik, meski sudah tua,kendaraan itu bisa memiliki gas buang yang baik alias tidak mencemari udara.
(Prim)
(http://www.antirokok.or.id/product_index.htm) 
Jumat,  Larangan  Merokok  Jadi  Perda(Kompas Cyber Media, 3 Februari 2005)

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Sri Suratini liked this
Dena Oxsz liked this
harlinesutopo liked this
Verice Hasferi liked this
Mochan liked this
driremes liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->