Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
dukun

dukun

Ratings: (0)|Views: 165 |Likes:
Published by bobbysoya8731

More info:

Published by: bobbysoya8731 on Jan 25, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2011

pdf

text

original

 
 MAKARA, KESEHATAN, VOL. 13, NO. 1, JUNI 2009: 9-14
9
DUKUN BAYI DALAM PERSALINAN OLEH MASYARAKAT INDONESIA
Rina Anggorodi
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat,Universitas Indonesia, Depok 16424, Indonesia
 E-mail: rinaanggorodi@hotmail.com
Abstrak
 
Salah satu kasus kesehatan yang masih banyak terjadi di Indonesia adalah persalinan dengan pertolongan oleh dukunbayi. Kenyataannya, hampir semua masyarakat Indonesia baik itu yang tinggal di perdesaan maupun perkotaan lebihsenang ditolong oleh dukun. Hal tersebut disebabkan oleh tradisi dan adat istiadat setempat. Tujuan penelitian ini adalahmenemukan cara/strategi untuk membangun
cohesive network 
di antara para pemuka setempat, masyarakat, dukun danbidan dalam melaksanakan pelayanan kesehatan maternal dan perinatal secara bersama-sama. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif. Teknik yang digunakan adalah wawancara mendalam. Informan yang dipilih adalahdukun bayi, bidan, ibu yang melahirkan dengan pertolongan dukun bayi dan ibu yang melahirkan dengan pertolonganbidan.
 
Penelitian dilakukan
 
di desa Tobimiita, desa Inalobu, dan desa Lapulu, Kabupaten Kendari (Sulawesi Tenggara),di desa Bode Sari, desa Karangasem dan desa Gombong Kabupaten Cirebon (Jawa Barat). Usaha-usaha peningkatanpelayanan kesehatan seperti yang tercermin dalam program dukun latih ini memang bukan bertujuan untuk menghilangkan peranan yang dimainkan oleh sistem perawatan kesehatan yang lama dan menggantinya dengan sistemperawatan kesehatan yang baru. Pendidikan yang diberikan dalam program dukun latih ini justru terwujud sebagaipengakuan untuk menyelenggarakan (
enforcement 
) pelayanan kesehatan kepada lembaga dukun bayi. Lebih dari itu,dengan pendidikan yang diberikan, dukun bayi dianggap mampu menggantikan kehadiran fasilitas kesehatan yang baruyang dianggap dapat meningkatkan taraf kesehatan penduduk. Kemitraan merupakan salah satu solusi untuk menurunkan masalah kematian ibu dan bayi yang terutama akan menguntungkan daerah-daerah terpencil dimana aksesterhadap pelayanan kesehatan sangat terbatas.
Abstract
Baby Soothsayers are Still in Birthing Process by Indonesian Community.
One of health case which still manyhappened in Indonesia, born children with helped by baby soothsayer. In reality, most all Indonesia publics either that iswho live in rural and also more even a urban love to be helped by soothsayer. The thing because of local tradition andmores. Finds strategic to build cohesive network between the prominent as of themes, public, soothsayer and midwife inexecuting health service of maternal and perinatal joinly. Applies qualitative method. Technique done is in-depthinterview. Informan is baby soothsayer, nurse and delivering birth mother helped by delivering birth baby soothsayerand mother helped by midwife. Research is done in Kabupaten Kendari (South-east Sulawesi), countryside Tobimiitaand countryside Inalobu and countryside Lapulu; Sub-Province Cirebon (West Java), countryside Bode Sari andcountryside Karangasem and countryside Gombong. Effort for improvement of service of health of like the one mirrorin soothsayer program to train that of course not aim to eliminate role played by system treatment of old health andchanges it with system treatment of new health. Education given in soothsayer program to train that is justri realized asconfession to carry out (enforcement) health service to baby soothsayer institute. Moreover, with education given, babysoothsayer is assumed can replace presence of new health facility assumed able to increase public health level.Partnership is one of solution for this problem most off all will develop cloistered areas where access every very limitedhealth service.
Keywords: baby soothsayer 
1.
 
Pendahuluan
Salah satu kasus kesehatan yang masih banyak terjadi diIndonesia, adalah persalinan yang ditolong oleh dukunbayi. Beberapa waktu lalu salah satu stasiun TVterkenal negeri ini memberitakan bahwa hampirsebagian besar persalinan di Kabupaten Tangerangditolong oleh dukun bayi. Kenyataannya, hampir semuamasyarakat Indonesia baik yang tinggal di perdesaanmaupun perkotaan sekalipun lebih senang ditolong oleh
 
 MAKARA, KESEHATAN, VOL. 13, NO. 1, JUNI 2009: 9-14
10
dukun. Hal tersebut disebabkan oleh tradisi dan adatistiadat setempat.Masalah kesehatan bagi penduduk di kota maupun diperdesaan Indonesia masih saja merupakan masalahyang pelik. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknyaprogram kesehatan yang diterapkan dan terusdikembangkan belum berjalan dengan baik, baik ituprogram kesehatan baru maupun program kesehatanhasil modifikasi program lama. Banyak pelayanankesehatan yang belum memadai. Indikator yang pentingadalah kematian ibu dan bayi yang masih tinggi.Tak dapat disangkal lagi, ilmu kedokteran modern telahberkembang pesat sehingga meninggalkan konsep lamayang dibatasi oleh penggunaan teknis medis moderndalam melawan penyakit. Upaya bidang kesehatanmasyarakat seperti peningkatan taraf kesehatanperorangan, pendidikan kesehatan, pencegahan danpemberantasan penyakit menular, dan keluargaberencana harus juga memperhitungkan pengetahuan-pengetahuan lain mengenai kebiasaan, adat istiadat, dantingkat pengetahuan
traditional medicine
masyarakatsetempat. Seringkali, program kesehatan menemuikegagalan karena dicoba untuk dijalankan hanyasemata-mata dengan berpedoman kepada pertimbanganteknis medis yang ’kaku’. Salah satu program yangbelum mencapai sasaran sebagaimana yang diharapkan,adalah pertolongan persalinan. Hampir di seluruhIndonesia masih banyak persalinan yang ditolong olehdukun bayi.Baik di desa maupun di perkotaan, dukun termasuk tipepemimpin informal karena pada umumnya merekamemiliki kekuasaan dan wewenang yang disegani olehmasyarakat sekelilingnya. Wewenang yang dimilikinyaterutama adalah wewenang harismatis. Secara teoretis,wewenang dapat dibedakan atas wewenang tradisional,wewenang rasional dan wewenang karismatis. Dukundianggap sebagai orang yang memiliki kekuasaankarismatis,
1
yaitu kemampuan atau wibawa yang khususterdapat dalam dirinya. Wibawa tadi dimiliki tanpadipelajari, tetapi ada dengan sendirinya dan merupakananugerah dari Tuhan.Menurut Kusnada Adimihardja, dukun bayi adalahseorang wanita atau pria yang menolong persalinan
2
.Kemampuan ini diperoleh secara turun menurun dariibu kepada anak atau dari keluarga dekat lainnya. Caramendapatkan keterampilan ini adalah melalui magangdari pengalaman sendiri atau saat membantumelahirkan.Suparlan,
2
mengatakan bahwa dukun mempunyai ciri-ciri, yaitu: 1) pada umumnya terdiri dari orang biasa, 2)pendidikan tidak melebihi pendidikan orang biasa,umumnya buta huruf, 3) pekerjaan sebagai dukunumumnya bukan untuk tujuan mencari uang tetapikarena ‘panggilan’ atau melalui mimpi-mimpi, dengantujuan untuk menolong sesama, 4) di samping menjadidukun, mereka mempunyai pekerjaan lainnya yangtetap. Misalnya petani, atau buruh kecil sehingga dapatdikatakan bahwa pekerjaan dukun hanyalah pekerjaansambilan, 5) ongkos yang harus dibayar tidak ditentukan, tetapi menurut kemampuan dari masing-masing orang yang ditolong sehingga besar kecil uangyang diterima tidak sama setiap waktunya, 6) umumnyadihormati dalam masyarakat atau umumnya merupakantokoh yang berpengaruh, misalnya kedudukan dukunbayi dalam masyarakat.Selain ciri-ciri dukun, terdapat juga bermacam-macamdukun sesuai dengan keahliannya masing-masing, yaitu:1) dukun pijat yang bekerja untuk menyembuhkanpenyakit yang disebabkan karena kurang berfungsinyaurat-urat dan aliran darah (salah urat), sehingga orangyang merasa kurang sehat atau sakipun perlu diurutsupaya sembuh, 2) dukun sangkal putung/dukun patahtulang, misalnya akibat jatuh dari pohon, tergelincir ataukecelakaan, 3) dukun petungan, yaitu dukun yangdimintai nasihat tentang waktu yang sebaiknya dipilihmelakukan sesuatu usaha yang penting seperti saatmulai menanam padi, mulai panen, atau mengawinkananak. Nasihat yang diberikan berupa perhitungan harimana yang baik, dan mana yang tidak baik menurutnumerologi Jawa, 4) dukun-dukun yang pandaimengobati orang-orang yang digigit ular berbisa, 5)dukun bayi, yaitu mereka yang memberi pertolonganpada waktu kelahiran atau dalam hal-hal yangberhubungan dengan pertolongan persalinan,
3
6) dukunperewangan, yaitu dukun yang dianggap mempunyaikepandaian magis sehingga dapat memberi pengobatanataupun nasehat dengan menghubungi alam gaib(mahluk-mahluk halus), atau mereka yang melakukan
white magic
dan
black magic
untuk maksud baik danmaksud jahat.Tulisan ini membahas salah satu jenis dukun yangterpenting adalah dukun bayi. Tulisan ini merupakancontoh pendekatan antropologi medis.
4
Mengapakahkebanyakan masyarakat di desa sulit untuk berobat keklinik atau puskesmas? Sejak dulu kala sampai saat ini,masyarakat lebih senang pergi ke dukun. Walaupununtuk masalah kesehatan ini, misalnya penggunaan alatkontrasepsi, telah ada perubahan.
5
Apakah penyebabnya?Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini membutuhkankerjasama antar disiplin ilmu, yaitu antara ilmukedokteran dengan ilmu antropologi dan ilmu kesehatanmasyarakat. Pendekatan secara multidisiplin dalammemecahkan berbagai persoalan yang sering meliputimasalah yang multi-kompleks dewasa ini acapkalimembuktikan jauh lebih berhasil daripada pendekatansatu disiplin ilmu.Angka kematian ibu bersalin dan bayi masih cukuptinggi di Indonesia.
1,6,7
Untuk mengatasinya, bila hanya
 
 MAKARA, KESEHATAN, VOL. 13, NO. 1, JUNI 2009: 9-14
11
mengharapkan ditambahnya tenaga-tenaga terdidik seperti bidan, pembantu bidan, dan fasilitas-fasilitasruangan persalinan, pemecahannya masih akan terasasulit dan memakan waktu yang lama, dan membutuhkanpembiayaan cukup besar. Akan lebih praktis danmenguntungkan dalam jangka pendek untuk mendidik dan memanfaatkan tenaga dukun bayi yang telah adayang sangat besar sekali arti dan peranannya dalampertolongan persalinan.Selain itu, dari beberapa penelitian dukun bayi yangtelah dilakukan,
3,9
ternyata peranan dukun bayi tidak hanya terbatas pada pertolongan persalinan saja tetapi juga meliputi berbagai segi lainnya, seperti mencucikanbaju setelah ibu melahirkan, memandikan bayi selamatali pusar belum puput (lepas), memijit ibu setelahmelahirkan, memandikan ibu, mencuci rambut ibusetelah 40 hari melahirkan, melakukan upacara sedekahkepada alam supra-alamiah, dan dapat memberikanketenangan pada pasiennya karena segala tindakan-tindakannya dihubungkan dengan alam supra-alamiahyang menurut kepercayaan orang akan mempengaruhikehidupan manusia.
3
Dukun bayi kebanyakanmerupakan orang yang cukup dikenal di desa, dianggapsebagai orang-orang tua yang dapat dipercayai dansangat besar pengaruhnya pada keluarga yang merekatolong.Dengan syarat-syarat dari ilmu kedokteran moderenuntuk kehidupan manusia yang sehat dan sejahtera, ahliantropologi medis dan ilmu-ilmu sosial dapatmenganalisa unsur-unsur kebiasaan yang ada padasistem kedukunan. Kemudian, dapat ditentukan arti danfungsi dari unsur-unsur kedukunan yang bertentangandengan ilmu kedokteran agar dapat dibuat suatukebijaksanaan untuk merubah sosial budaya dalambidang kesehatan dengan menghargai sistem kedukunandan ilmu kedokteran.Menurut Wikelman,
10,11
tiga unsur pokok dalam metodeantropologi medis, ilmu kedokteran dan sistemkedukunan adalah: 1) unsur-unsur sosial, yaitu hubunganantara petugas kesehatan, dukun dan masyarakat, 2) idedan konsep mengenai kehidupan dan kematian, alamdan alam gaib yang dianut oleh dukun dan masyarakatserta kepercayaan tentang sebab-sebab penyakit dankematian pada bayi dan ibu yang baru melahirkan, 3)praktik pengobatan yang dilakukan oleh dokter, bidandan perawat.Pemerintah tampaknya belum mampu mengatasimasalah persalinan yang masih ditolong oleh dukunbayi dalam waktu singkat. Bahkan, untuk memberikanperhatian yang proporsional saja masih merupakanmasalah tersendiri. Seperti yang diutarakan olehSoedarno,
5,12
usaha-usaha penanggulangan masalahkesehatan di Indonesia masih sangat berorientasi padapelayanan di kota dan rumah sakit. Untuk mengatasimasalah yang ada, berbagai cara telah ditempuh olehperintah Indonesia. Usaha-usaha tersebut secara garisbesar dapat dikelompokkan dalam 2 kategori, yaitu:(1)
 
Usaha mengintrodusir sistem medik, yaitu:a) program pengenalan sistem perawatan kesehatandengan dokter, bidan, mantri kesehatan, perawatatau tenaga paramedik lain yang masing-masingbersumber dari sistem medik modern atautradisional,b) program pengenalan obat-obatan farmakologi,c) program pembangunan puskesmas dan klinik-klinik pelayanan kesehatan,d) program pengobatan masal dan kelilingkampung,e) program dokter/bidan masuk desa.(2)
 
Meningkatkan kemampuan lembaga-lembagakesehatan yang dimiliki oleh masyarakat yangbersangkutan, yaitu program pengembangan potensiyang ada dalam dan bersumber dari pranatakesehatan masyarakat sendiri, adalah programmelatih dukun bayi.
Tujuan Penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan cara atau strategi untuk membangun
cohesive network 
(adanya kerjasama) di antara parapemuka setempat, masyarakat, dukun, dan bidan dalammelaksanakan pelayanan kesehatan maternal danperinatal secara bersama-sama.
2.
 
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik yang dilakukan adalah wawancara mendalam. Informanyang dipilih adalah dukun bayi yang telah melakukandan belum melakukan kemitraan, bidan yang melakukandan belum melakukan kemitraan, ibu yang melahirkanditolong oleh dukun bayi dan ibu yang melahirkan olehbidan, pemegang keputusan di tingkat nasional, kepalabidang kesehatan keluarga di tingkat kabupaten, kepalapuskesmas dan bidan koordinator
.
Lokasi Penelitian.
 
Penelitian dilaksanakan di enamdesa di Kabupaten Kendari (Sulawesi Tenggara). DesaTobimiita dan desa Inalobu dukun bayi sudah bermitradengan bidan sedangkan desa Lapulu di KabupatenKendari dipilih untuk mewawancarai dukun bayi belumbermitra dengan bidan. Desa Bode Sari, desaKarangasem Kabupaten Cirebon (Jawa Barat) dukunbelum bermitra dengan bidan dan desa Gombong diKabupaten Cirebon dipilih untuk mewawancarai dukunsudah bermitra dengan bidan. Penelitian dilakukan padabulan April 2007.
 3. Hasil dan Pembahasan
Kabupaten Kendari.
Masyarakat mengenal adanyadukun bayi perempuan dan dukun bayi laki-laki.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->