Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
46Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
pre-eklampsia

pre-eklampsia

Ratings: (0)|Views: 2,342 |Likes:
Published by ekha_ekha

More info:

Published by: ekha_ekha on Jan 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

 
Wednesday, June 13, 2007
PRE-EKLAMSI
PRE-EKLAMSI
 
1.1
PENDAHULUAN
 
Dalam pelayanan obstetri, selain Angka Kematian Materal (AKM) terdapat Angka Kematian Perinatal(AKP) yang dapat digunakan sebagai parameter keberhasilan pelayanan. Namun, keberhasilanmenurunkan AKM di negara-negara maju saat ini menganggap AKP merupakan parameter yang lebihbaik dan lebih peka untuk menilai kualitas pelayanan kebidanan. Hal ini mengingat kesehatan dankeselamatan janin dalam rahim sangat tergantung pada keadaan serta kesempurnaan bekerjanya sistemdalam tubuh ibu, yang mempunyai fungsi untuk menumbuhkan hasil konsepsi dari mudigah menjadi janincukup bulan. Salah satu penyebab kematian perinatal adalah preeklamsia (PE) dan eklamsia (E).kematian ibu (AKI) dan anak1,6.Perlu ditekankan bahwa sindroma preeklampsia ringan dengan hipertensi, edema, dan proteinuri seringtidak diketahui atau tidak diperhatikan oleh wanita yang bersangkutan. Tanpa disadari, dalam waktusingkat dapat timbul preeklampsia berat, bahkan eklampsia. Dengan pengetahuan ini, menjadi jelasbahwa pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara rutin mencari tanda-tanda preeklampsia, sangatpenting dalam usaha pencegahan preeklampsia berat dan eklampsia, di samping pengendalian terhadapfaktor-faktor predisposisi yang lain1.
1.2
PENGERTIAN
 
PRE-EKLAMSI
 
PRE - E adalah penyakit pada wanita hamil yang secara langsung disebabkan oleh kehamilan. Definisipreeklampsia adalah hipertensi disertai proteinuri dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum 20 minggu bila terjadi penyakittrofoblastik. Eklampsia adalah timbulnya kejang pada penderita preeklampsia yang disusul dengan koma.Kejang di sini bukan akibat kelainan neurologis2,3,4. PE - E hampir secara ekslusif merupakan penyakitpada nullipara. Biasanya terdapat pada wanita masa subur dengan umur ekstrem, yaitu pada remajabelasan tahun atau pada wanita yang berumur lebih dari 35 tahun. Pada multipara, penyakit ini biasanyadijumpai pada keadaan-keadaan berikut2:
1.
 
Kehamilan multifetal dan hidrops fetalis
2.
 
Penyakit vaskuler, termasuk hipertensi essensial kronis dan diabetes mellitus
3.
 
Penyakit ginjal.
1.3
Etiologi
 Sampai saat ini, etiologi pasti dari preeklampsi/eklampsi belum diketahui. Ada beberapa teori mencobamenjelaskan perkiraan etiologi dari kelainan tersebut di atas, sehingga kelainan ini sering dikenal sebagai
the diseases of theory 
. Adapun teori-teori tersebut antara lain:
1.
 
Peran Prostasiklin dan Tromboksan5Pada PE - E didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler, sehingga terjadi penurunan produksiprostasiklin (PGI 2) yang pada kehamilan normal meningkat, aktivasi penggumpalan dan
 
fibrinolisis, yang kemudian akan diganti dengan trombin dan plasmin. Trombin akanmengkonsumsi antitrombin III sehingga terjadi deposit fibrin. Aktivasi trombosit menyebabkanpelepasan tromboksan (TxA2) dan serotonin, sehingga terjadi vasospasme dan kerusakanendotel.
2.
 
Peran Faktor Imuunologis5Preeklampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada kehamilanberikutnya. Hal ini dapat diterangkan bahwa pada kehamilan pertama pembentukan
bl 
ocking anti 
b
odies
terhadap antigen plasenta tidak sempurna, yang semakin sempurna pada kehamilanberikutnya.Fierlie F.M. (1992) mendapatkan beberapa data yang mendukung adanya sistem imun padapenderita PE - E:
a.
 
Beberapa wanita dengan PE - E mempunyai kompleks imun dalam serum.
 b.
 
Beberapa studi juga mendapatkan adanya aktivasi sistem komplemen pada PE - E diikutidengan proteinuri.
 
Stirat (1986) menyimpulkan, meskipun ada beberapa pendapat menyebutkan bahwa sistem imunhumeral dan aktivasi komplemen terjadi pada PE - E, tetapi tidak ada bukti bahwa sistemimunologi bisa menyebabkan PE - E.
3.
 
Peran Faktor Genetik/familial4,5Beberapa bukti yang menunjukkan peran faktor genetik pada kejadian PE - E antara lain:
a.
 
Preeklampsia hanya terjadi pada manusia.
 b.
 
Terdapatnya kecendrungan meningkatnya frekuensi PE - E pada anak-anak dari ibuyang menderita PE - E.
c.
 
Kecenderungan meningkatnya frekuensi PE - E pada anak dan cucu ibu hamil denganriwayat PE - E dan bukan pada ipar mereka.
d.
 
Peran Renin-Angiotensin-Aldosteron System (RAAS)
Kriteria
 
Diagnosa
 
Preeklamsia Berat (PEB)
 Diagnosa PEB ditegakkan apabila pada kehamilan > 20 minggu didapatkan satu/lebih gejala/tanda dibawah ini:
1.
 
Tekanan darah > 160/110. Syarat: (a) Bumil Ibbu hamil) dalam keadaan relaksasi (pengukuran Tminimal setelah istirahat 10 menit); dan (b) Bumil tidak dalam keadaan his.
2.
 
Proteinuria > 5 gr/24 jam atau 4+ pada pemeriksaan secara kuantitatif.
3.
 
Oliguria, produksi urine <>
 4.
 
Gangguan visus dan serebral.
5.
 
Nyeri epigastrum/hipokondrium kanan.
6.
 
Edema paru dan sianosis.
7.
 
Gangguan pertumbuhan janin intrauteri.
8.
 
 Adanya
e
llp
Syndrome ( 
emo
ysis, E 
evated 
iver enzyme, Low P 
ate
et count 
).
Metode
 
 
Penelitian ini merupakan penelitian retrospectif pada ibu hamil dengan komplikasi preeklamsi-eklamsiyang dirawat dan melahirkan di RSU Tarakan. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh penderitapreeklamsi-eklamsi yang memenuhi syarat penelitian, dirawat, dan melahirkan antara 1 Januari 1996sampai 31 Desember 1998 di RSU Tarakan.Kriteria inklusi: (a) Ibu hamil dengan komplikasi preeklampsia dan eklampsia; (b) Melahirkan janintunggal, letak kepala, baik hidup maupun mati, dengan proteinuria, umur kehamilan sama dengan ataulebih tua dari 28 minggu. Sedangkan kriteria ekslusi: (a) Kasus ibu hamil dengan preeklamsia-eklamsiatidak melahirkan di RSU Tarakan; (b) Kasus ibu hamil dengan preeklamsia-eklamsia dengan data tidaklengkap sesuai karakteristik penderita; (c) Ibu dengan penyakit Diabetes mellitus, jantung, ginjal, hati,anemia, kelainan trombosit (trombositopeni idiopatik purpura), SLE, infeksi, hipertensi sebelumnya, dankelainan neurologi; seerta (d) Bayi yang lahir dengan kelainan kongenital mayor.Penelitian dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan catatan medik rawat inap penderita PE - Edengan umur kehamilan  28 minggu, yang dirawat dan melahirkan di RSU Tarakan dari 1 Januari 1996sampai 31 Desember 1998.Penderita PE - E yang memenuhi syarat penelitian dikelompokkan berdasarkan variabel-variabel yangdiamati, yaitu usia ibu hamil, pendidikan, frekuensi memeriksakan kehamilannya, usia kehamilan saatdiagnosis ditegakkan, status kehamilan, tekanan darah sistolik dan diastolik, cara persalinan, adatidaknya kematian perinatal, serta komplikasi yang ditemukan. Data yang didapat kemudianditabulasikan. Dari data-data tersebut, dibuat kesimpulan mengenai karakteristik penderita PE - E di RSUTarakan, KalTim.Batasan operasional yang dipergunakan dalam penelitian ini:Preeklamsia adalah hipertensi akibat kehamilan dengan proteinuria dan atau edema yang terjadi padakehamiian setelah umur 20 minggu, bersalin, atau nifas, menyertai preeklamsia dan bukan karenakelainan neurologik.Hipertensi adalah bila didapatkan tekanan darah > 140/90 mmHg atau kenaikan tekanan diastolik >15mmHg dan atau sistolik > 30 mmHg dalam kehamilan.Proteinuri adalah adanya protein dalam urin dengan pemeriksaan secara kualitatif maupun kuantitatif.Edema adalah adanya timbunan cairan bebas secara menyeluruh. Dikatakan
 p
iting edema
jika terdapatedema pada tungkai bawah dan dikatakan generalisata jika didapat kenaikan BB ibu melebihi 0,5kg/minggu, 2 kg/bln, atau 13 kg selama kehamilan.Umur kehamilan dihitung dalam minggu lengkap, mulai hari pertama haid terakhir.Data laboratorium dan tekanan darah yang dinilai dalam penelitian adalah data pertama pada saatpenderita dirawat di RSU Tarakan sebelum mendapat pengobatan.Kematian perinatal adalah jumlah bayi mati ditambah kematian neonatal dini. Bayi lahir mati (BLM)adalah bayi yang lahir dalam keadaan meninggal yang telah mencapai umur kehamilan 28 minggu ataulebih, atau BB lahir 1000 gram atau lebih.Kematian neonatal dini (KND) adalah kematian bayi yang lahir hidup yang kemudian meninggal dalam 7hari pertama setelah persalinan. Karena tidak dilakukan pengamatan lanjut selama 7 hari maka penelitianterbatas sampai pada bayi pulang dan RS..

Activity (46)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
zhia_54243023 liked this
Alex Rahma liked this
miftahol liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->