Menipisnya cadangan bahan bakar fosil dan meningkatnya populasi manusia sangatkontradiktif dengan kebutuhan energi bagi kelangsungan hidup manusia beserta aktivitasekonomi dan sosialnya. Sejak lima tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan produksi minyak nasional akibat menurunnya secara alamiah cadangan minyak padasumur-sumur produksi. Padahal dengan pertambahan jumlah penduduk meningkat pulakebutuhan akan sarana transportasi dan aktivitas industri yang berakibat pada peningkatan kebutuhan dan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Untuk memenuhikebutuhan BBM tersebut, pemerintah mengimpor sebagian BBM.Melihat kondisi tersebut, pemerintah telah mengeluarkan
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional
untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti BBM. Walaupun kebijakantersebut menekankan penggunaan batu bara dan gas sebagai pengganti BBM, tetapi jugamenetapkan sumber daya yang dapat diperbaharui seperti bahan bakar nabati sebagaialternatif pengganti BBM. Selain itu pemerintah juga telah memberikan perhatian seriusuntuk pengembangan bahan bakar nabati (
biofuel
) ini dengan menerbitkan
InstruksiPresiden No 1 Tahun 2006 tanggal 25 Januari 2006 tentang Penyediaan danPemanfaatan Bahan Bakar Nabati (
Biofuel
) sebagai bahan bakar lain
. Oleh karenaitu eksplorasi dan eksploitasi terhadap sumber-sumber alternatif saat ini menjadi sebuahkebutuhan. Saat ini melalui kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, pemerintahsedang gencar memasyaratkan penggunaan biofuel untuk penghematan energi dan penyelamatan lingkungan.Biomassa adalah bagian yang dapat didegradasi secara biologis dari produk, limbah danresidu pertanian, kehutanan, industri dan limbah rumah tangga. Jika kita berbicara biomassa, maka akan meliputi juga hewan, sisa-sisa binatang dan bagian tumbuhan yangdapat dimakan (
edible
). Oleh karenanya, jika akan memanfaatkan biomassa sebagaisumber energi kadang-kadang harus berhadapan dengan sumber bahan pangan juga.Sebagai contoh, banyak tumbuhan yang diharapkan dapat menjadi bahan baku pembuatan biofuel ternyata diperlukan untuk bahan pangan, misalnya jagung, ketela pohon, kelapa sawit, dll. Dalam hal seperti ini kemudian muncul kekhawatiran akankekurangan bahan pangan jika biofuel akan dikembangkan. Apa yang harus dilakukan ?
Energi Biomassa
Berbicara tentang sumber energi, biomassa merupakan salah satu alternatif. Biomassamengandung energi tersimpan dalam jumlah cukup banyak Kenyataannya, pada saat kitamakan, tubuh kita mampu mengubah energi yang tersimpan di dalam makanan menjadienergi atau tenaga untuk tumbuh dan berkembang. Pada saat kita bergerak, bahkan ketikakita berpikir pun, energi dalam makanan akan terbakar. Dari latar belakang itulah kinimulai digali banyak kemungkinan pemanfaatan biomassa sebagai sumber bahan bakar