Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tradisi Muludan

Tradisi Muludan

Ratings: (0)|Views: 1,540|Likes:
Published by Iwan Hermawan

More info:

Published by: Iwan Hermawan on Jan 26, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/03/2013

pdf

text

original

 
MAULID NABI MUHAMMAD SAW
A.Latar Belakang
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW telah dimulai sejak masa dinastiFatimiah di Mesir. Kerajaan Fatimah telah merayakan perayaan ini secara besar- besaran. Bukan hanya pada saat kelahiran Nabi Muahammad saja, tetapi juga keluarga Nabi seperti Zainab, Hassan, Hussain (ra) juga dirayakan. Bahkan mereka jugamerayakan kelahiran Nabi Isa as.Lalu kemudian, semua perayaan ini dihentikan pada tahun 488 atas perintahPerdana Menteri al-Afdal Shahindah yang ketika itu berpegang kuat pada sunnah sepertitercatat dalam Kitab "Al-Kamil", karangan Ibnu Al-Athir. Masyarakat berhentimerayakannya sampai kemudian Al-Ma'mun Al-Bataa'ni kembali memegangkekuasaan. Beliau memui kembali perayaan yang telah dihentikan sebelumnya.Apabila Kerajaan al-Ayubbiah merampas kuasa, semua perayaan telah dihentikan. Namun begitu, masyarakat tetap merayakannya dikalangan keluarga mereka di dalamrumah. Pada Abad ke 7, Putera Muzafar Al-Deen Abi Sa'd Kawakbri Ibn Zein Ed-Deen`Ali-Ibn Tabakatikin telah mewartakan perayaan Maulid Nabi di kota Irbil. Beliaumerupakan seorang sunni. Muzafar mengambil berat akan perayaan ini sehinggamemerintahkan agar persediaan seperti mendirikan khemah, menghias khemah dan pelbagai lagi dilaksanakan seawal dan sebaik mungkin. Setiap kali selepas solat Asar,Muzafar akan menyaksikan perayaan ini di dalam khemah yang telah didirikan itu.Perayaan diadakan pada 8 Rabiulawal dan kadang-kadang 12 Rabiulawal. Sambutannyadiisikan dengan pelbagai acara antaranya membaca sejarah Nabi (saw) sehinggalahkepada menghias binatang ternakan untuk disembelih kemudian diadakan jamuan besar- besaran.Berkata Ibnu Haajj Abu Abdullah Al-Abdari, perayaan tersebut tersebar luas diseluruh Mesir pada zaman pemerintahan Putera Muzafar ini. Beliau menentang akan perayaan yang diadakan. Banyak buku telah ditulis mengenai perayan Maulidur Rasulini antara penulisnya ialah Ibn Dahya, meniggal dunia pada 633, Muhy Ed-Deen Ibn Al-`Arabi, meniggal di Damascus pada 683, Ibn Taghrabik, meniggal di Mesir pada 670,dan Ahmad Al-` Azli dan anaknya Muhammad, meniggal di Sebata pada 670.
 
Oleh kerana amalan bid'ah yang banyak ketika perayaan itu, ulama 'telah berbeda pendapat akan kebolehan merayakan Maulid Nabi ini. Pendapat pertama membolehkan perayaan ini manakala pendapat yang kedua mengatakan sebaliknya. Antara yangmembolehkan ialah As-Siyooti, Ibnu Hajar Al-`Asqalaani dan Ibnu Hajar Al-Haythmi.Walaupun mereka setuju dengan perayaan ini, mereka tetap membangkang atur caraketika Maulid itu (pada zamannya).
B.Pembahasan
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan tradisi yang sudah kentaldan memasyarakat di kalangan kaum muslim. Bukan hanya di Indonesia, tradisi yang jatuh setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam Hijriah itu, juga marak diperingati oleh umatIslam berbagai dunia.Di Indonesia, tradisi ini disahkan oleh negara, sehingga pada hari tersebutdijadikan sebagai hari besar dan hari libur nasional. As-Suyuti dalam Kitab Husn Al-Maqosid fi Amal Al-maulid menerangkan bahwa orang yang pertama kalimenyelenggarakan maulid Nabi adalah Malik Mudzofah Ibnu Batati, penguasa darinegeri Ibbril yang terkenal loyal dan berdedikasi tinggi. Mudzorofah pernahmenghadiahkan sepuluh ribu dinar kepada Syekh Abu Al-Khotib Ibnu Dihyah yangtelah berhasil menyusun sebuah buku riwayat hidup dan risalah Rasulullah dengan judulAt-Tanwir fi maulid Al-Basyir Al-Nazir. Pada masa Abbasyiyah, sekitar abad kedua belas masehi, perayaan maulid Nabi dilaksanakan secara resmi yang dibiayai dandifasilitasi oleh khalifah dengan mengundang penguasa lokal. Acara itu diisi dengan puji-pujian dan uraian maulid Nabi, serta dilangsungkan dengan pawai akbamengelilingi kota diiringi pasukan berkuda dan angkatan bersenjata.
C.Dasar Hukum
Berikut ini adalah dalil nash al-quran dan as-sunah sebagai dasar perayaan maulidnabi Muhammad SAW:
1.
Firman allah SWT dalam Q.S yunus ayat 58
:”katakanlah:”dengan karunia Allahdan Rahmat-Nya,hendaklah dengan itu mereka bergembira”.
ayat inimenganjurkan kita begembira bila mendapatkan karunia besar termasuk  bergembira atas karunia kelahiran panutan kita rasullulah SAW.allah telah
 
 berfirman dalam surat Al-Anbiya” ayat 107:”dan tidaklah kami (allah)mengutusmu (Muhammad) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.
2.
Di dalam al quran,allah SWT menceritakan kisah-kisah kehidupan nabi-nabiterdahulu untuk memantapkan hati2 rasullulah.seperti tertera dalamfirmannya
:”dan semua dari kisah2 para rasul kami ceritakan kepadamu,yang dengannya kami teguhkan hatimu,.(Q.S.Hud:120).
Begitu pula dengan kita,kita butuh kisah2 kehidupan rasullulah demi memantapkan keimanan dan rasa cintakita kepadarasullulah.untuk mengetahui kehidupan beliau ya kita harus membacakitab2 yang terdapat dalam kitab2 maulid nabi.
3.
Perayaan maulid bisa mendorong seseorang untuk memperbanyak sholawat dansalam kepada rasullulah.dan ini sejalan dengan perintah allah SWT dalam al-qur”an
:”sesungguhnya allah dan para malaikat bersholawat kepada nabi,wahaiorang2 yang beriman bacalah sholawat dan salam kepadanya.(Q.S.al-ahzab:56).
4.Ibnu taimiyah al-hambali berkata :maka muliakanlah maulid nabi dan jadikanacara ini sebagai acara tahunan,semoga dengan niat baik dan tujuan untuk memuliakannya kita yang mendapat pahala yang besar dari Allah SWT.amin5.Imam abu syamsah as-syafi”I berkata:di antara yang baik dari hal2 yang baru padamasa kita adalah yang kita lakukan di hari maulid nabi dengan cara mengeluarkansedekah,berbuat baik,menampakkan kegembiraan dan membahagiakan kaumkafir.dengan perayaan maulid nabi hal ini bisa menumbuhkan rasa cinta danta”dzim kepada baginda rasullulah.6.Imam ibnu hajar al-haitami berkata:”bid’ah hasanah di sepakati untuk dianjurkan,dan perayaan maulid nabi termasuk di dalamnya.7.Imam a.suyuti berkata:perayaan maulid nabi termasuk bidah hasanah yangmemberikan pahala bagi yang melakukannya karena di dalamnya ada unsur memuliakan nabi dan bergembira atas kelahiran nabi.Oleh karena itu bagi kaum seluruh kaum muslimin yang merayakan maulidnabi,jangan urusi orang2 yang mengkafir-kafirkan kita,biarkan mereka mempunyai paham seperti itu,kita punya dasar kuat sebagai dalil perayaan maulid nabi,akhirnyamarilah kita bersama2 meneladani panutan umat seluruh alam,dan mudah-mudahan kita besok akan mendapatkan syafaat dari beliau. Amin

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Iing Ismail liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->