Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa - Paper TAS PAK

Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa - Paper TAS PAK

Ratings: (0)|Views: 574|Likes:
Published by Kendra Mulyono

More info:

Published by: Kendra Mulyono on Jan 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/27/2011

pdf

text

original

 
TUGAS AKHIR SEMESTER
PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN
Bunda Maria Dikandung Tanpa Noda
Oleh:
Nama : Kendra MulyonoNIM : 23100530
Fak. Teknik Prodi Sistem Informasi UKDWSemester Gasal tahun 2010/2011
 
 1 
PENGANTAR
Sejarah Mariologi bisa ditelusuri dari abad pertama. Umat Kristiani awal memusatkanpenghormatan mereka pada mulanya kepada para martir di sekitar mereka. Mengikuti hal ini, merekamelihat adanya semacam jembatan antara penghormatan umat Kristiani yang lama dan yang barudalam diri Maria. Di abad ke-2, Santo Irenaeus dari Lyon menjuluki Maria Hawa Kedua sebab melaluiMaria dan kepasrahannya pada pilihan Tuhan baginya, Tuhan memperbaiki kerusakan yang terjadiakibat pilihan Hawa untuk memakan buah terlarang. Doa kepada Maria tertua yang tercatat , sub tuumpraesidium, diperkirakan berasal dari sekitar tahun 250.Pada abad ke-5, Konsili Ekumenis Ketiga memperdebatkan pertanyaan apakah Maria layakdigelari sebagai Theotokos dan puncaknya menegaskan penggunaan gelar tersebut. Gereja-gereja yangdidedikasikan kepada Maria muncul di seluruh tanah Kristen saat itu, diantaranya yang terkenal adalahBasilika Santa Maria Maggiore di Roma dan Hagia Sophia di Konstantinopel. Ajaran mengenaiPengangkatan Tubuh Maria ke Surga menyebar luas di dunia Kristen mulai dari abad keenam danselanjutnya. Hari peringatannya ditetapkan pada tanggal 15 Agustus baik di daerah Romawi Timurmaupun Barat.Tidak seperti kebanyakan teologi Katolik Roma yang berasal dari tingkatan atas Gereja,Mariologi seringkali berasal dari bawah oleh puluhan juta umat Katolik dengan sebuah devosi khususkepada Sang Perawan Suci. Dalam beberapa kasus penting, devosi-devosi ini tidak dimulai dengankeputusan yang dikeluarkan di Roma, namun malah berasal dari pengalaman-pengalaman rohani (danpengelihatan) individu-individu yang lugu dan sederhana (kebanyakan adalah anak-anak) yang terjadi dipuncak gunung yang terpencil yang dalam beberapa waktu kemudian menciptakan emosi yang kuat ditengah-tengah umat Katolik yang sangat besar jumlahnya. Reaksi kuat di tengah-tengah umat Katolik inikemudian mempengaruhi tingkatan atas hierarki Gereja Katolik Roma.Sebuah contoh bagus dari hal ini adalah kasus Santo Juan Diego yang ketika sebagai anak mudadi tahun 1531 melaporkan sebuah penampakan Santa Perawan Maria pada suatu subuh dimana iadiperintahkan untuk membangun sebuah gereja di Bukit Tepeyac di Meksiko. Imam kepala lokal tidakpercaya pada ceritanya dan, sebagai bukti, ia meminta sebuah peristiwa ajaib. Permintaanya inikemudian dipenuhi dengan hadirnya gambaran Ratu Guadalupe Kami yang secara permanen tercetak dimantel Juan Diego yang dikenakannya saat mengumpulkan bunga mawar.Secara keseluruhan, Juan Diego tidak menerima banyak perhatian dari Roma selama era tahun1530-an semenjak pihak gereja di Roma sedang sibuk menghadapi tantangan gerakan ReformasiProtestan antara tahun 1521 hingga tahun 1579. Walau demikian, di saat banyak orang meninggalkanGereja Katolik Roma di Eropa sebagai hasil dari gerakan Reformasi Protestan, berita penampakan SangPerawan Maria dari Juan Diego merupakan unsur yang penting dalam menambah hampir delapan jutaorang umat Katolik di Benua Amerika antara tahun 1532 hingga tahun 1538. Pada akhirnya denganpuluhan juta pengikut, Juan Diego mempengaruhi Mariologi di benua Amerika dan di tempat lainnya,dan dinyatakan sebagai Yang Patut Dimuliakan oleh Gereja Katolik Roma pada tahun 1987.Kekuatan Mariologi lainnya di tahun-tahun belakangan ini adalah penyebaran devosi-devosikepada Maria seperti Rosario Suci melalui berbagai organisasi orang awam Katolik. Abad ke-20nenyaksikan pertumbuhan yang pesat dalam jumlah organisasi sukarela yang melakukan devosi kepada
 
 2 Maria seperti kelompok-kelompok pembagi rosario gratis. Salah satu contohnya adalah organisasiPembuat Rosario Ratu Kami yang dibentuk dari uang donasi sebesar 25 dolar untuk membeli sebuahmesin tik pada tahun 1949. Saat ini organisasi tersebut memiliki ribuan sukarelawan/ti yang telahmembagikan jutaan rosario gratis kepada misi-misi Katolik di seluruh dunia. Perkembangan devosi-devosi kepada Maria ini kemudian membangun sensus fidelium yang nantinya mempengaruhi arahperkembangan Mariologi secara keseluruhan.
KONFLIK
Abad Pertengahan menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan Mariologi, serta membawapara pelaku devosi kepada Maria yang setia ke permukaan, termasuk diantaranya Ephraim orang Syria,Yohanes Damascene dan Bernard dari Clairvaux. Doa-doa kepada Maria seperti Ave Maria serta kidung-kidung seperti Ave Maris Stella dan Salve Regina lahir, menjadi nyanyian-nyanyian utama di biara.Praktek-praktek devosi jumlahnya bertambah pesat. Dari tahun 1000 dan selanjutnya semakin banyakgereja, termasuk banyak katedral-katedral agung Eropa, didedikasikan kepada Maria.Satu kontroversi besar sepanjang masa adalah konsep Pembuahan Suci. Walau konsep Mariayang tanpa dosa telah ditegaskan dalam masa-masa awal gereja, kapan dan bagaimana tepatnya Mariamenjadi bersih tanpa dosa menjadi sebuah topik untuk perdebatan dan pertentangan. Secara bertahapkonsep bahwa Maria telah disucikan dari dosa asal pada saat Ia diciptakan mulai diterima luas, terutamasetelah Yohanes Duns Scotus menjawab keberatan utama dari konsep kesucian Maria semenjakpenciptaan, sebagai kebutuhannya bagi penebusan dosa.[8] Karya Allah dalam membuat Maria bersihdari dosa semenjak penciptaannya adalah, menurutnya, mungkin bentuk penebusan dosa yang palingsempurna.Selama Reformasi Protestan, Mariologi Katolik Roma diterpa serangan tuduhan gencar yangbelum pernah terjadi sebelumnya sebagai sesuatu yang mencemarkan kesucian dan ajaran takhyul. Parapemimpin Protestan seperti Martin Luther dan John Calvin, meski secara pribadi taat pada kepercayaanMaria seperti kelahiran perawan dan kesuciannya, menganggap penghormatan umat Katolik pada Mariasebagai tandingan terhadap peran kudus Yesus Kristus.Sebagai sebuah refleksi dari penentangan teologis ini, karya-karya seni religius dan berbagaipatung serta lukisan Maria dihancurkan secara besar-besaran. Beberapa kaum reformis Protestan,terutama Andreas Karlstadt, Huldrych Zwingli dan John Calvin mendorong penghilangan gambaran-gambaran religius dengan merujuk pada pelarangan Dekalog atas pemujaan berhala dan pembuatanpatung-patung yang menggambarkan Tuhan. Kerusuhan orang-orang yang menentang patung berhalayang besar terjadi di Zurich (1523), Kopenhagen (1530), Münster (1534), Jenewa (1535), Augsburg(1537) dan Skotlandia (1559). Tujuh Belas Provinsi (sekarang Belanda, Belgia dan sebagian Perancisutara) mengalami gelombang gerakan anti patung berhala yang besar pada musim panas tahun 1566.Konsili Trente menegaskan mengenai tradisi Katolik akan keberadaan lukisan-lukisan dan karya-karyaseni di dalam gereja, yang menyebabkan perkembangan karya-karya seni mengenai Maria dan Mariologiyang luar biasa selama masa Barok.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->