Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Desa Banyubiru
3
BAB I
PENDAHULUAN
Dengan berakhirnya pelaksanaan kinerja tahun anggaran 2010 maka berdasarkanPeraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Penyusunan Organisasi dan TataKerja Pemerintah Desa pasal 10 ayat 4 menyatakan bahwa Kepala Desa berkewajibanmenyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepada BadanPermusyawaratan Desa (BPD) serta menginformasikan Laporan Penyelenggaaraan PemerintahanDesa kepada masyarakat melalui rapat-rapat desa dan pengumumann lewat radio ataumasmedia lainnya. Bahwa LKPJ merupakan bentuk pertanggungjawaban PenyelenggaraanPemerintahan Desa yang telah dilaksanakan oleh Kepala Desa sesuai dengan dokumenperencanaan kegiatan yang tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPD).Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Kepada Masyarakat, menegaskan bahwa LKPJ KepalaDesa sekurang-kurangnya berisi penjelasan mengenai arah kebijakan umum PemerintahanDesa, pengelolaan keuangan daerah secara makro, termasuk pendapatan dan belanja Desa,penyelenggaraan tugas pembantuan, dan penyelenggaraan tugas umum pemerintahan.
1.1 DASAR HUKUM
Peraturan perundangan-undangan yang mendasari penyusunan Laporan KeteranganPertanggungjawaban Kepala Desa Banyubiru tahun anggaran 2009 diantaranya adalah :1.
Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerahKabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah;2.
Undang-undang Nomor 1958 tentang Perubahan Batas-batas Wilayah KotaprajaSalatiga dan Daerah Swatantra Tingkat II Semarang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1652);3.
Undang-undang Republik Indonesia nomor 28 tahun 1999 tentangPenyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;4.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah;5.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2004 tentang PerimbanganKeuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;6.
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1992 tentang Perubahan Batas WilayahKotamadya Daerah Tingkat II Salatiga dan Kabupaten Daerah Tingkat II Semarang(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992);7.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 25 tahun 2000 tentangKewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom;8.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 58 tahun 2005 tentangPengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah;9.
Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tenteng Desa;10.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 79 tahun 2005 tentangPedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;11.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 8 tahun 2006 tentang LaporanKeuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;12.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 39 tahun 2006 tentang TataCara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan;13.
Peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2007 tentang Sistematika LaporanKeterangan Pertanggungjawaban (LKPJ);14.
Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Peyusunan Organisasi DanTata Kerja Pemerintah Desa;15.
Peraturan Bupati Semarang Nomor 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Dana AlokasiUmum Desa Kabupaten Semarang;16.
Peraturan Desa Banyubiru No 2 Tahun 2009 tentang SOTK;
1.2 GAMBARAN UMUM DESA1.2.1 Sejarah Asal usul Desa Banyubiru
Desa Banyubiru adalah salah satu Desa penyanggah Kecamatan Banyubiruyang keberadaannya sudah ada sejak jaman Kerajaan Islam Demak berturut-turut keKerajaan Pajang dan Mataram adapun piagam atau prasasti secara inplisit tidak ada