Q-Communication
didirikan oleh sejumlah wartawan yang sudah berpengalaman di dunia jurnalistik sejak tahun 2001. Secara organisatoris,
Q-Communication
bernaung di bawah bendera PT Quadrat Visi Komunika,yang berdomisili di Jakarta.
Q-Communication
terutama bergerakdi bidang layanan konsultasi komunikasi dan media, seperti audit dan riset komunikasi,
publicrelations
(hubungan masyarakat);
community development
, penerbitan dan
eventorganizer
. Layanan konsultasi
Q-Communication
mencakup asistensi bagi instansi pemerintah danswasta ataupun tokoh-tokoh publik untuk berkomunikasi secara baik dan efektif dengan masyarakat umum.
Q-Communication
GedungGajahUnitAPLt.3 Jl.Dr.Sahardjo,No.111,TebetBarat,Jakarta12810Telp.021-83705656,Fax.021-8306568Email:vehub@yahoo.com
Rekan-rekan sekalian,Malam ini adalah malam yang istimewa bagi kita. Jika penutupan tahun-tahun lalukita hanya sekadar berpesta atau tinggal di rumah, malam ini kita merasa perlu berkumpul disini dan mencanangkan malam ini sebagai: “Malam Keprihatinan”. Tentu ada sebab-sebabnya.Sebab yang paling nyata adalah tahun 1973 yang telah menimbulkan kebingungan-kebingungandan sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu perasaan kita. Tetapi yang terangbagi kita, mahasiswa dan masyarakat pada umumnya, malam ini bukanlah malam pesta poradan peragaan kemewahan. Tetapi sebaliknya, malam ini justru merupakan kesempatan untuksejenak berhenti dari kesibukan kita sehari-hari dan merenungkan suasana prihatin yang kinisedang mencekam kita dan rakyat Indonesia pada umumnya. Tetapi lebih dari itu adalah bahwaprotes kita terhadap keadaan yang tercermin dalam “Petisi 24 Oktober” ternyata menuntutkita untuk lebih menegapkan langkah dan menjernihkan pikiran agar kehadiran kita dalammasyarakat menjadi nyata dan berarti. Apalagi kalau kita bertekad untuk menanggung bebansejarah. Karena sejarah telah membuktikan bahwa perubahan-perubahan besar selalu diawalioleh kibaran bendera Universitas.Mari kita baca beban sejarah yang ada di depan kita. Beban kita adalah membebaskanrakyat dari penderitaan hidup sehari-hari. Beban kita adalah membuat rakyat yang mengangguruntuk mempersoalkan kesempatan kerja dan pembangunan ekonomi yang tidak menguntungkanrakyat. Beban kita adalah mengetatkan gandengan dengan sesama generasi muda memikirkanmasa kini dan masa depan. Ringkasnya, beban sejarah kita adalah menggalakkan keberanianrakyat untuk menyuarakan diri. Semua itu adalah beban yang tidak ringan—untuk tidakmengatakan berat sekali. Namun pada akhirnya berat atau ringan beban itu tetap merupakanbeban kita. Sekali kita mengelak, untuk selamanya kita akan menjadi warga negara yang dikutuksejarah. Tetapi yang terpenting bagi kita adalah menghentikan kebisuan yang ditimbulkan olehhimbauan kenikmatan yang dijanji-janjikan kepada kita. Dan juga kebisuan akibat feodalismeyang mementingkan sikap
nrimo
, apatis dan antipartisipasi. Artinya, kita harus membebaskandiri dari mitos-mitos yang menempatkan diri kita dalam posisi bisu dan terbelenggu. Misalnya,mitos bahwa cinta kasih dan kemurahan hati kelompok-kelompok kecil penguasa jika merekaberbuat baik adalah memang betul-betul dari hati yang tulus; mitos bahwa setiap ucapan dansetiap tindakan penguasa adalah untuk kepentingan rakyat; mitos bahwa pemberontakanterhadap nilai-nilai budaya feodal adalah berdosa untuk masyarakat.
Petikan Pidato Hariman Siregar saat acara “
Malam Keprihatinan”
,31 Desember 1973
.