1
BAB I
PENDAHULUAN1.1
Latar Belakang
Desa Banyubiru adalah salah satu Desa penyangga Kecamatan Banyubiru. Mengingatletaknya yang setrategis maka sudah barang tentu keberadaanya sangat vital, untuk itu perluadanya suatu dokumen perencanaan pembangunan desa lima tahun kedepan yang valid dan upto date. Dokumen perencanaan pembangunan desa ini lebih lazim disebut RPJMDes yang harusdi susun oleh Kepala Desa terpilih secepatnya untuk mewujudkan apa yang telah di sampaikanpada janji kampaye pemilihan Kepala Desa dan menjabarkan visi, misi.Dokumen RPJMDes di buat atau disusun bukan karena kebutuhan akan mendapatkanprogram atau janji dari pejabat, dinas atau instansi. Dan sekedar memenuhi dari keinginan pihak-pihak dalam masyarakat tertentu, golongan dan partai politik, tapi lebih ditujukan padakebutuhan riil masyarakat yang nantinya di gunakan desa sebagai acuan untuk melaksanakanpembangunan yang lebih sinergi dengan RPJM daerah.
1.2
Dasar Hukum
1.
Undang-undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupatendalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah;2.
Undang-undang Nomor 1958 tentang Perubahan Batas-batas Wilayah Kotapraja Salatiga danDaerah Swatantra Tingkat II Semarang (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1652);3.
Undang-undang Republik Indonesia nomor 28 tahun 1999 tentang PenyelenggaraanNegara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme;4.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah;5.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuanganantara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;6.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2007, tentang Pedoman Penataan LembagaKemasyarakatan;7.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7 tentang Kader Pemberdayaan Masyarakat;8.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2007, tentang Pedoman Penyusunan danPendayagunaan Data Profil Desa/Kelurahan;9.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007, tentang Perencanaan PembangunanDesa;10.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2007, tentang Pendataan ProgramPembangunan Desa/Kelurahan;11.
Peraturan Daerah Kabupaten Semarang Nomor 24 Tahun 2006 tentang Kerja sama Desa;12.
Peraturan Bupati Semarang Nomor 02 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Semarang Tahun 2005
–
2010 (Lembaran DaerahKabupaten Semarang Tahun 2007 Nomor 07 );13.
Peraturan Bupati Semarang Nomor 050/01540 Tahun 2009 tentang Rencana KerjaPemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Semarang Tahun 2009;
1.3
Pengertian RPJM-Desa
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa yang selanjutnya disingkat RPJM Desa adalahdokumen rencana strategis/jangka menengah desa yang berjangka waktu lima tahun danditetapkan dengan Peraturan Desa. Yang disusun melalui forum musyawarah perencanaanpembangunan (musrenbang) 5 tahunan atau biasa disebut musrenbang RPJM Desa. DokumenRPJM Desa kemudian menjadi acuan penyusunan RKP Desa melalui musyawarah perencanaanpembangunan (musrenbang) tahunan.
Tujuan
Ø
Merumuskan Visi dan Misi desa yang diperoleh dari musyawarah perencanaan bersamawarga masyarakat.
Ø
Agar Desa memiliki dokumen perencanaan pembangunan desa dalam lingkup skala desayang berkesinambungan dalam waktu 5 tahun dengan menyelaraskan kebijakanpembangunan Kecamatan maupun Kabupaten.
Ø
Sebagai dasar/pedoman kegiatan pembangunan Desa.
Ø
Sebagai masukan penyusunan RAPB Desa.
Manfaat RPJM Desa
Ø
Lebih menjamin kesinambungan pembangunan.
Ø
Sebagai rencana induk pembangunan desa yang merupakan acuan pembangunan desa.
Ø
Pemberi arah seluruh kegiatan pembangunan di desa.
Ø
Menampung aspirasi kebutuhan masyarakat yang dipadukan dengan programpembangunan dari pemerintah.
Ø
Dapat mendorong partisipasi masyarakat desa..