Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
115Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Emulsifikasi

Emulsifikasi

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 4,237 |Likes:

More info:

Published by: Anggy Anggraeni Wahyudhie on Jan 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2013

pdf

text

original

 
LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FARMASI FISIKAEMULSIFIKASI
OLEH :I Putu Bagus Maha Paradipa(0808505001)Anggy Anggraeni Wahyudhie(0808505002)Ni Made Wiryatini(0808505003)Ni Ketut Melysa Cahyani(0808505004)Liana Dwi Anggraini(0808505005)Ni Putu Dian Priyatna Sari(0808505007)I Gusti Agung Suastika(0808505008)
JURUSAN FARMASIFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS UDAYANABUKIT JIMBARAN2009
 
PERCOBAAN 5EMULSIFIKASI
I.Tujuan Percobaan
1.Menghitung jumlah emulgator golongan surfaktan yang digunakan dalam pembuatan emulsi2.Membuat emulsi dengan menggunakan emulgator golongan surfaktan3.Mengevaluasi ketidakstabilan suatu emulsi4.Menentukan HLB butuh minyak yang digunakan dalam pembuatan emulsi
II.Dasar Teori
Emulsifikasi merupakan proses pembentukan emulsi pada suatu sediaan farmasi(susanti.2008) . Terdapat beberapa pengertian tentang emulsi, yaitu :
i.
Menurut FI III : 9
 Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau cairan obat terdispersidalam cairan pembawa distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok.
ii.
Menurut Parrot : 354
 Emulsi adalah suatu sistem polifase dari 2 campuran yang tidak saling bercampur.Salah satunya tersuspensi dengan bantuan emulgator keseluruh partikel lainnya.Ukuran diameter partikelnya 0.2 – 50 m.
iii.
Menurut Physical Pharmacy : 522
 Emulsi adalah sistem yang tidak stabil secara termodinamika mengandung palingsedikit dua fase cair yang tidak bercampur satu diantaranya terdispersi sebagai globul-globul (fase pendispersi) dalam fase cair lainnya (fase kontinyu) distabilkan denganadanya bahan pengemulsi/emulgator.
iv.
Menurut FI IV : 6 
 Emulsi adalah sistem dua fase dimana salah satu cairannya terdispersi dalam cairanyang lain dalam bentuk tetesan-tetesan kecil.
v.
Menurut Ensyclopedia : 138
 
Umumnya digambarkan sebagai sistem heterogen, terdiri dari dua cairan yang tidak  bercampur. Satu diantaranya didispersikan secara seragam sebagai tetesan kecil dalamcairan lain.
 
vi.Menurut Formularium Nasional : 412
Emulsi adalah sediaan berupa campuran terdiri dari dua fase cairan dalam sistemdispersi; yang satu terdispersi sangat halus dan merata dalam fase cairan lainnya;umumnya dimantapkan dengan zat pengemulsi.
vii.Menurut DOM Martin : 508
Emulsi adalah sistem heterogen, terdiri dari kurang lebih satu cairan yang tidak tercampurkan yang terdispersi dalam cairan lainnya dalam bentuk tetesan-tetesan dimana diameternya kira-kira 0,1 mm atau dapat diartikan sebagai dua fase yang terdiridari satu cairan yang terdispersi dalam cairan lainnya yang tidak tercampurkan.Jadi dapat disimpulkan bahwa Emulsi adalah suatu sistem heterogen yang tidak stabil secara termodinamika, yang terdiri dari paling sedikit dua fase cairan yang tidak  bercampur, dimana salah satunya terdispersi dalam cairan lainnya dalam bentuk tetesan–tetesan kecil, yang berukuran 0,1-100 mm, yang distabilkan denganemulgator/surfaktan yang cocok.Baik fase terdispersi atau fase kontinu berkisar dalam konsistensi dari suatucairan mobil sampai suatu massa setengah padat (semisolid). Jadi sistem emulsi berkisar dari cairan (lotio) yang mempunyai viskisitas relative rendah sampai salepatau krim, yang merupakan semisolid. Diameter partikel dari fase terdispersi umumnya berkisar dari 0,1-10 µm, walaupun partikel sekecil 0,01 µm dan sebesar 100 µm bukantidak biasa dalam beberapa sediaan. (Alfred Martin, 2008)Komponen utama emulsi berupa fase disper (zat cair yang terbagi-bagi menjadi butiran kecil kedalam zat cair lain (fase internal)); Fase kontinyu (zat cair yang berfungsi sebagai bahan dasar (pendukung) dari emulsi tersebut (fase eksternal)); danEmulgator (zat yang digunakan dalam kestabilan emulsi). (Ansel, 1989).Tidak ada teori emulsifikasi yang umum, karena emulsi dapat dibuat denganmenggunakan beberapa tipe zat pengemulsi yang masing-masing berbeda bergantung pada cara kerjanya dengan prinsip yang berbeda untuk mencapai suatu produk yangstabil. Zat pengemulsi bisa dibagi menjadi 3 golongan sebagai berikut :a)Zat-zat yang aktif pada permukaan yang teradsorpsi pada antarmuka minyak/air membentuk lapisan monomolekular dan mengurangi tegangan antarmuka. b)Koloid hidrofilik yang membentuk suatu lapisan multimolekular sekitar tetesan-tetesan terdispers dari minyak dalam suatu emulsi o/w.

Activity (115)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Indra Indrawati liked this
Mely Eka Jayanti liked this
Shofyan Muhammad added this note
like
Agus Hendra Jaya liked this
Yanti Putry liked this
Yanti Putry liked this
Feti Farkhati liked this
Chairani Novi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->