Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
bpk_ri

bpk_ri

Ratings: (0)|Views: 742|Likes:
Published by low profile

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: low profile on Jan 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/16/2012

pdf

text

original

 
 
 BPK RI / AUDITAMA III 
1 
BADAN PEMERIKSA KEUANGANREPUBLIK INDONESIA
Nomor : 01.B/LK/XIII/12/2005
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Kami telah mengaudit laporan posisi keuangan Universitas Gadjah Mada (selanjutnya disebut“UGM”) tanggal 31 Desember 2004 serta laporan aktivitas dan laporan arus kas untuk tahunyang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan kami Nomor :01.A/LK/XIII/12/2005 tanggal 9 Desember 2005.Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan BadanPemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Standartersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperolehkeyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.Kepatuhan terhadap hukum, peraturan, kontrak dan bantuan yang berlaku bagi UGM merupakantanggung jawab manajemen. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentangapakah laporan keuangan bebas dari salah saji material, kami menguji kepatuhan UGM terhadappasal-pasal tertentu hukum, peraturan, kontrak dan bantuan. Namun, tujuan audit kami ataslaporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadappasal-pasal tersebut. Oleh karena itu, kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu.Hal material dari ketidakpatuhan adalah kegagalan untuk mematuhi persyaratan, ataupelanggaran terhadap larangan, yang terdapat dalam peraturan, kontrak atau bantuan yangmenyebabkan kami mengambil kesimpulan bahwa kumpulan salah saji sebagai akibat darikegagalan atau pelanggaran adalah material terhadap laporan keuangan. Hasil pengujiankepatuhan kami mengungkapkan hal material dari ketidakpatuhan berikut ini, yang berdampak terhadap kewajaran laporan keuangan.Nilai kekayaan awal UGM, yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan dari AnggaranPendapatan dan Belanja Negara, belum ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkanperhitungan yang dilakukan bersama oleh Departemen Pendidikan Nasional dan DepartemenKeuangan. Hal ini belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 61 Tahun 1999 tentangPenetapan Perguruan Tinggi Negeri Sebagai Badan Hukum, Bab IV Kekayaan, pasal 5 ayat (1)yang menyebutkan bahwa kekayaan awal perguruan tinggi berasal dari kekayaan negara yangdipisahkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan ayat (2) yang menyebutkanbahwa besarnya kekayaan awal perguruan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah
 
 
 BPK RI / AUDITAMA III 
2seluruh kekayaan negara yang tertanam pada perguruan tinggi yang bersangkutan, kecuali tanah,yang nilainya ditetapkan oleh Menteri Keuangan berdasarkan perhitungan yang dilakukanbersama oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan Departemen Keuangan. Untuk lebih jelasnya, masalah ini kami kemukakan dalam temuan nomor : 1 pada lampiran A.Kami mempertimbangkan hal material dari ketidakpatuhan tersebut dalam merumuskanpendapat kami apakah laporan keuangan UGM menyajikan secara wajar, dalam semua hal yangmaterial, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, dan laporan inimempengaruhi laporan kami Nomor : 01.A/LK/XIII/12/2005 tanggal 9 Desember 2005 ataslaporan keuangan.Kecuali sebagaimana dijelaskan di atas, hasil pengujian kepatuhan kami menujukkan bahwa,berkaitan dengan unsur yang diuji, UGM mematuhi, dalam semua hal yang material, pasal-pasalsebagaimana disebutkan dalam paragraf ketiga laporan ini, dan berkaitan dengan unsur yangdiuji, tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa UGM tidak mematuhi, dalam semua hal yang material, pasal-pasal tersebut.Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan kepatuhan UGM terhadappasal-pasal tertentu hukum, peraturan, kontrak dan persyaratan bantuan disertai saranperbaikannya yang kami kemukakan dalam temuan nomor : 2 sampai dengan nomor : 7 padalampiran A.
Auditor Utama Keuangan Negara VselakuPenanggungjawab AuditWidodo H. MumpuniRegister Negara No : D- 3745Jakarta, 9 Desember 2005
 
 
 
 BPK RI / AUDITAMA III 
3
LAMPIRAN A1.
 
Penyertaan Awal Pemerintah sebesar Rp2.531.691.640.961,36 belum ditetapkanoleh Menteri Keuangan sesuai PP No. 61 Tahun 1999.
Kekayaan awal Universitas adalah berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan dariAPBN yang tercermin pada akun Penyertaan Awal Pemerintah (PAP) dalam kelompok Aktiva Bersih. Berdasarkan data yang disajikan dalam Laporan Keuangan diketahuibahwa:a.
 
Saldo PAP per 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp2.531.691.640.961,36 atau75,85% dari total kewajiban dan aset bersih yaitu sebesar Rp3.337.937.521.987,64 ,berasal dari aset bersih dana lancar bebas senilai Rp69.891.675.653,98 dan asetbersih dana lancar terikat dengan nilai Rp2.461.799.965.307,38.b.
 
Nilai PAP tersebut telah mengalami penurunan sebesar Rp241.814.952,00 apabiladibandingkan dengan saldo per 31 Desember 2003. Penurunan aset bersih danalancar bebas sebesar Rp1.072.668.605,00 terjadi karena adanya penghapusbukuanentitas Yayasan Dana Pembina dan selanjutnya direklasifikasi menjadi DanaFakultas Teknik yang dipindah ke Dana Masyarakat Terikat Sementara. Sedangkanpenambahan nilai PAP dari asset bersih dana lancar terikat sebesarRp830.853.863,00 merupakan akibat reklasifikasi entitas Dana Fakultas Teknik yang dipindah dari Dana Masyarakat Bebas ke Dana Masyarakat TerikatSementara.Seperti telah diungkapkan dalam pemeriksaan tahun lalu, PAP pada UGM belumditetapkan oleh Menteri Keuangan sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam PP No.61 Tahun 1999.Tindak lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut, Rektor UGM pada tanggal 12 Mei 2005telah mengirim surat kepada Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas denganNomor 2315/P/Subdir-AP/2005 tentang permohonan untuk Penetapan Penyertaan AwalPemerintah. Selanjutnya pada tanggal 12 September 2005 Direktur Jenderal PendidikanTinggi Depdiknas telah menindaklanjuti surat Rektor UGM tersebut denganmengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan Nasional dengan Nomor 3064/D/T/2005perihal Permohonan Pemisahan Kekayaan Awal menjadi Aset BHMN-UGM. Namunsampai dengan pemeriksaan berakhir (9 Desember 2005) tidak diperoleh data adanyasurat dari Mendiknas kepada Menteri Keuangan mengenai hal tersebut.Hal tersebut tidak sesuai dengan:a.
 
PP No. 61 tahun 1999 tentang Penetapan Perguruan Tinggi Negeri Sebagai BadanHukum, Bab IV Kekayaan, pasal 5, menyebutkan:1)
 
Kekayaan awal perguruan tinggi berasal dari kekayaan negara yang dipisahkandari APBN

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->