BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Al Qur’an merupakan Kitab Suci yang diturunkan oleh Allah s.w.t kepada NabiMuhammad s.a.w sebagai mu’jizat dan salah satu rahmat yang tiada taranya bagialam semesta. Allah s.w.t. menurunkan KitabNya yang kekal Al Qur’an-agar dibaca oleh lidah-lidah manusia, didengarkan oleh telinga mereka, ditadaburi olehakal mereka, dan menjadi ketenangan bagi hati mereka.
Selain itu Al Qur’an jugamerupakan petunjuk kepada jalan yang benar/lurus. Sebagaimana yang tertuangdalam firman Allah Q.S. Al Isro’ ayat 9, yang berbunyi:
ن َ ي ْ مؤ ْ ُ لا ر ُ شب َ ُ و ُ َ قأ َ هِ ْ تل ْد ِ ْ ََ آرلا اذه ّإار ً ي ْ بكَار ً جْأ ْ ُ ل ّأ ِح َ لِص ّ لا َ ْ ع ْ َن َ ْذلا( :ءارسا)
Artinya:
“Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yanglebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’minyang mengerjakan amal sholeh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.”
(Q.S Al Isro’: 9)
Mengingat demikian pentingnya peran Al Qur’an dalam membimbing danmengarahkan kehidupan manusia, maka belajar membaca, memahami danmenghayati Al Qur’an untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-harimerupakan kewajiban bagi setiap insan muslim. Namun sayangnya, fenomena
1
Yusuf Qardhawi,
Berinteraksi dengan Al Qur’an
(Bandung: Mizan, 1998), hlm. 175
2
Al Qur’an dan Terjemahnya
(Jakarta: Yayasan Penyelenggara, Penterjemah/Pentafsir AlQur’an, 1971) hlm. 425-426
2