Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Soal Dan Kredit Perbankan

Soal Dan Kredit Perbankan

Ratings: (0)|Views: 1,777 |Likes:
Published by adedidikirawan
Dalam bahasa sehari-hari kata kredit sering diartikan memperoleh barang dengan membayar cicilan atau angsuran di kemudian hari atau memperoleh pinjaman uang yang pembayarannya dilakukan di kemudian hari dengan cicilan atau angsuran sesuai dengan perjanjian.
Dalam bahasa sehari-hari kata kredit sering diartikan memperoleh barang dengan membayar cicilan atau angsuran di kemudian hari atau memperoleh pinjaman uang yang pembayarannya dilakukan di kemudian hari dengan cicilan atau angsuran sesuai dengan perjanjian.

More info:

Categories:Types, Reviews, Book
Published by: adedidikirawan on Jan 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2013

pdf

text

original

 
BAB VIIIKREDIT PERBANKAN A. Pengertian Kredit
 Dalam bahasa sehari-hari kata kredit sering diartikan memperoleh barangdengan membayar cicilan atau angsuran di kemudian hari atau memperoleh pinjamanuang yang pembayarannya dilakukan di kemudian hari dengan cicilan atau angsuransesuai dengan perjanjian.Kata ‘kredit’ berasal dari bahasa Latin
creditur 
yang merupakan bentuk 
 past  participle
dari kata
credere
(lihat pula
credo
dan
creditum
, yang berarti
to trust 
atau
 faith
). Kata
trust 
berarti ‘kepercayaan’. Dapat dikatakan dalam hubungan ini bahwakreditur (yang memberi kredit, lazim bank) dalam hubungan perkreditan dengandebitur (nasabah, penerima kredit) mempunyai kepercayaan, bahwa debitur dalamwaktu dan dengan syarat-syarat yang telah disetujui bersama, dapat mengembalikan(membayar kembali) kredit yang bersangkutan.Dalam KBBI, kata kredit antara lain diartikan :
 pertama
, pinjaman uangdengan pembayaran pengembalian secara mengangsur, dan
kedua,
pinjaman sampai batas jumlah tertentu yang diizinkan oleh bank atau badan lain.Secara yuridis Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 menggunakan duaistilah yang berbeda, namun mengandung makna yang sama untuk pengertian kredit.Kedua istilah itu, yaitu
 pertama
, kata ‘kredit’, istilah yang digunakan pada bank konvensional dalam menjalankan kegiatan usahanya, dan
kedua
, kata ‘pembiayaan’ berdasarkan Prinsip Syariah, istilah yang digunakan pada bank syariah.Istilah kredit banyak dipakai dalam sistem perbankan konvensional yang berbasis pasar bunga (
interest based 
), sedangkan dalam hukum perbankan syariahlebih dikenal dengan istilah pembiayaan (
 financing 
) yang berbasis pada keuntunganriil yang dikehendaki (
margin
) ataupun bagi hasil (
 profit sharing 
).Pengertian kredit disebutkan dalam Pasal 1 angka 11 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, yang berbunyi :
 
“Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakandengan itu, berddasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjamantara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.”Sementara itu pengertian pembiayaan disebutkan dalam ketentuan Pasal 1angka 12 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang berbunyi :“Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah adalah penyediaan uang atautagihan yang dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan ataukesepakatan antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak yangdibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangkawaktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.”Pengertian pembiayaan tersebut lebih diperjelas lagi dalam ketentuan Pasal1 angka 3 PBI No.9/19/PBI/2007, dan juga dirumuskan dalam ketentuan Pasal 1angka 25 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008.Dari rumusan kedua istilah kredit dan pembiayaan tersebut, perbedaannyaterletak pada bentuk kontraprestasi yang akan diberikan nasabah peminjam dana(debitur) kepada bank (kreditur) atas pemberian kredit atau pembiayaan. Pada bank konvensional, kontraprestasinya berupa bunga sebagai keuntungan, sedangkan pada bank syariah, kontraprestasinya dapat berupa imbalan
ujrah
, bagi hasil, atau bahkantanpa imbalan sesuai dengan persetujuan atau kesepakatan bersama bank syariahdengan debiturnya. Baik kredit maupun pembiayaan, sama-sama merupakan penyediaan dana atau tagihan / piutang yang nilainya diukur dengan uang. Kemudianadanya persetujuan atau kesepakatan bersama antara pihak bank (kreditur) dan pihak lain nasabah peminjam dana (debitur), dengan perjanjian yang telah dibuatnya. Dalam perjanjian kredit itu mencakup kewajiban nasabah peminjam dana atau pihak yangdibiayai melunasi utangnya atau mengembalikan pinjamannya beserta dengan bunga,imbalan, atau bagi hasil dalam tenggang waktu yang disepakati bersama.Dalam perbankan konvensional penyaluran dana kepada nasabah selaludalam bentuk uang yang kemudian terserah bagi nasabah debitur untuk memakainya.Sedangkan dalam perbankan syariah biasanya bank menyediakan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang nyata (
asset 
) baik yang didasarkan pada konsep jual-beli,sewa-menyewa, ataupun bagi hasil.Adapun unsur-unsur yang terkandung dalam makna kredit, yaitu :1.Kepercayaan, yaitu adanya keyakinan dari pihak bank atas prestasi yangdiberikannya kepada nasabah peminjam dana yang akan dilunasinya sesuaidengan diperjanjikan pada waktu tertentu.2.Waktu, yaitu adanya jangka waktu tertentu antara pemberian dan pelunasankreditnya,
 
3.Risiko, yaitu adanya risiko yang mungkin akan terjadi selama jangka waktu antara pemberian dan pelunasan kredit tersebut, sehingga untuk mengamankan pemberian kredit dan menutup kemungkinan terjadinya wanprestasi dari nasabah peminjam dana, diadakan pengikatan jaminan (agunan). 
B. Fungsi Kredit
 Kredit pada awal perkembangannya mengarahkan fungsinya untuk merangsang bagi kedua belah pihak untuk saling menolong untuk tujuan pencapaiankebutuhan, baik dalam bidang usaha maupun kebutuhan sehari-hari.Suatu kredit mencapai fungsinya apabila secara sosial ekonomis, baik bagidebitur, kreditur, maupun masyarakat membawa pengaruh pada tahapan yang lebih baik. Dari manfaat nyata dan manfaat yang diharapkan maka sekarang ini kreditdalam kehidupan perekonomian dan perdagangan mempunyai fungsi :1.Meningkatkan daya guna uang.2.Meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.3.Meningkatkan daya guna dan peredaran barang.4.Salah satu alat stabilitas ekonomi.5.Meningkatkan kegairahan berusaha.6.Meningkatkan emerataan pendapatan.7.Meningkatkan hubungan internasional. 
C. Jenis-Jenis Kredit
Jenis-jenis kredit berdasarkan klasifikasinya terdiri atas :1. Jenis kredit menurut kelembagaan;2. Jenis kredit menurut jangka waktu;3. Jenis kredit menurut penggunaannya;

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
man_faluthi liked this
Akhmad Naufal liked this
Fitri Adex liked this
Yohanes Hendra liked this
Septian Chandra liked this
Bunga Vivi liked this
Nuhajat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->