Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
23Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ah

ah

Ratings: (0)|Views: 3,702 |Likes:
Published by dianwangi

More info:

Published by: dianwangi on Jan 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/29/2013

pdf

text

original

 
Tuesday, October 23, 2007
Kategori :Setengah Baya 
Kenalkan, namaku alex. Usiaku saat ini 28 tahun. Menuliskan kisah nyata ini rasanya cukup sulit.Alasannya karena aku tidak begitu pandai menulis. Jadi mohon maaf jika ada kalimat yang agak rancu.Pekerjaanku saat ini adalah sebagai staff marketing sebuah perusahaan kontraktor di bilangan Jakarta Pusat.Sebuah pekerjaan yang cukup aku nikmati. Di mana aku menghidupi diriku dengan profesi ini. Maudibilang cukup ya cukup, kalau dibilang tidak juga tidak hehe.Sebelum bekerja di perusahaan tempatku bekerja saat ini, aku sempat berganti banyak pekerjaan mulai darimarketing kartu kredit Citibank, HSBC, sales project, dsb.Kisahku ini sebenarnya bukanlah kisah yang terlalu spektakuler. Namun, saya hanya ingin membagi kisahyang belum lama ini aku alami. Yang menjadi pertanyaan saya adalah : kenapa saya bisa amat menikmatihubungan intim dengan wanita yang jauh lebih tua? Padahal jujur, dulu aku sempat ml dengan mantan akuyang karena satu dua hal yang sampai sekarang tidak abis aku pikir, akhirnya dia menikah dengan oranglain. Tapi ya sudahlah itu masa lalu. Buat apa dipikirkan lagi? Toh hidup ini harus terus berjalan bukan?Mengapa ml dengan wanita yang lebih tua terasa lebih nikmat dan aku menikmatinya?Mungkinkah karena permainan wanita-wanita yang lebih tua yang jauh lebih pengalaman yang membuataku meringkuk dalam dekapan, belaian, keliaran serta erangan dan desahan mereka dan terus terobsesi?Tak tahulah.Aku sempat membaca beberapa artikel di majalah, kalau pemuda yang berasal dari keluarga broken home,yang kehilangan figur ayah, memang cenderung mencari pelampiasan kepada wanita yang lebih tua untuk menutup masa kecilnya yang kehilangan jati diri seorang ayah. Tapi kadang aku percaya kadang juga tidak.Aneh rasanya. Mengapa aku bisa lebih menikmati hubungan dengan wanita yang lebih tua?Memang aku berasal dari keluarga broken home. Meski demikian aku bukan tipe lelaki yang hidupnyaamburadul. Jadi aku tidak mau mengatakan semuanya ini karena latar belakang keluarga yang kurang beruntung, sehingga aku menjadi seperti ini. Tidak! Aku tumbuh normal. Baik dari fisik, kematangankepribadian, dsb.Meski aku dari keluarga broken home sejak kecil, tapi masa kecilku kulewati cukup normal dan indah.Yang mungkin membuat aku iri dari anak-anak lainnya adalah aku tidak pernah melihat kedua orang tuaku berjalan bersama apalagi bergandengan tangan. Aku tidak terlibat narkoba, minum-minum. Bahkanmerokok pun tidak. Kalau dugem ya namanya cowok, sekali-kali pernah sewaktu masih kuliah di Trisakti.Kalau ada di antara pembaca yang membaca kisahku ini dan ingin memberikan komentar atau masukanyang kiranya bagus, bisa kontak saya melalui email.Saya tidak tahu dari mana harus memulainya. Begini saja...Beberapa waktu mungkin ada sekitar 2 bulan yang lalu saya iseng chatting di YM. Biasanya kalo sayachatting selalu di MiRC.Dan kalaupun chatting biasanya adalah iseng aja untuk melepas penat sehabis kerja. Kan di kantor adakoneksi internet jadi saya curi-curi saja hehe.Secara kebetulan saya kenalan dengan seorang wanita yang akhirnya saya baru tahu usianya udah 39 tahun.
 
Perkenalan kami seperti biasanya saja. Tak ada yang istimewa. Saling menyapa, menanyakan usia, pekerjaan, apa kabar dan tinggal di mana, serta bicara ringan seputar hoby bahkan pilkada DKI.Bila mengingat hal ini aku kadang pengen tersenyum. Memang saya orangnya ramah dan kata teman-temanmuda akrab sama siapa saja. Tipe intimated begitu kata temanku.Perkenalan kami waktu itu tidak ada niat apa-apa sama sekali dan kuyakin wanita itu yang kusebut tanteSelvi juga tulus. Tak ada yang terjadi sewaktu chatting.Satu minggi berlaluSatu minggu sejak chat tersebut, tak terbersit pikiran apa-apa sama sekali. Ketika saya membuka email,ternyata ada sebuah email yang menanyakan bagaimana kabarku. Aku balas seperti biasanya... dan karenaspontanitas, akhirnya kuberikan no ponselku dan sempat menanyakan no ponselnya.Besok hari kemudian, ternyata tante Selvi menyapa aku di sms. Aku panggil dia tante karena usianyamemang jauh lebih tua dari aku dan aku pikir wajarlah."Hi alex, pa kbr? Ini aku Selvi dan ini no ponselku. Kamu lagi kerja ya? Met kerja ya semoga sukses ya.Aku dukung km Lex."Membaca smsnya aku sempat tersenyum. Ada rasa gembira sedikit karena ada yang memotivasi.Tapi sebenarnya biasa saja sih. Aku pun membalas,"Thanks ya Selvi atas smsnya. Met kerja juga ya. Salam sukses juga. Alex."Terus dia membalas lagi,"E lex, kamu di jkt tinggal di mana? Boleh tahu kan?""Aku di Tomang," balasku singkat.Sms cuma beberapa kali itu saja karena memang aku tidak berpikir apa-apa lagian tante Selvi juga jauh.Tinggalnya di kota Surabaya.Singkat cerita, setiap malam menjelang tidur biasanya mulai jam 9an malam, tante Selvi selalu sms dan kitangobrol. Karena aku orangnya juga lucu, terasa tante Selvi cepat akrab pada diriku. Beberapa kali diatertawa renyah ketika kuceritakan kisah-kisah yang lucu.Saya masih ingat ketika kuceritakan kisah tentang sepasang suami isteri yang berantem dan cuma berkomunikasi lewat secarik kertas, dirinya tertawa terpingkal-pingkal, sampai dia bilang,"Lex... lex... kamu emang paling bisa. Awas ya kalo sampai saya ketemu kamu, aku akan cubitin kamusampai puas...""Hehe..", saya cuma tertawa.Pada suatu malam, jam 2 malam, no ponselku berdering. Dengan terpaksa dalam keadaan mata merem akuangkat."Halo..""Sory Lex.. ini aku Selvi," katanya lemah."Ada apa?" jawabku berat."Sory ya udah ganggu kamu tidur..""Gak papa. Ada apa Tante?""Lex.. aku horni.."Bussss... Terasa jantungku berhenti. Pikiranku menjadi aneh.. Aku terdiam cukup lama."Kenapa Lex? Ada yang salah dengan kata-kataku?" tanyanya.
 
Aku masih terdiam. Tidak bisa menjawab apa-apa."Lex, aku ngerti. Gak pantes bicara hal begini pada dirimu. Tapi gw jujur Lex, gw horni."Aku masih terdiam membisa seribu bahasa."Lex, kamu gak pernah tahu kan apa yang aku alami? Aku ini udah lama hidup tanpa suamiku. Aku sudahlama cerai dengan suamiku... ahh... sudahlah. Selamat malam dan kamu bobo aja. Sory ya udah ganggukamu."Belum sempat aku jawab, ponsel sudah dimatikan.Besok paginya, aku masih terngiang-ngiang akan ucapan Tante Selvi. Aku mencoba sms dia dan memintamaaf karena tak tahu harus berkata apa-apa. Rupanya dia cukup mengerti dan membalas bahwa yang sudah berlalu udah berlalu. Cuma keingingan malam saja.Tak terasa, sejak chatting dan sms dengan tante Selvi sudah sebulan lewat. Hubungan kami rasanyasemakin akrab. Kadang tanpa aku minta, dia malah sering mengisikan aku pulsa XL. Dulu diamenggunakan Mentari, sejak aku katakan XL jauh lebih hemat kalo sms, dia pun ganti XL.Suatu hari tanpa aku duga, tante Selvi datang ke Jakarta dan meminta untuk menemuiku. Pertama-tama aku pikir dia bercanda tetapi katanya benar. Aku masih tidak percaya, dan setelah dia meyakinkan aku bahwadia benar ada di Jakarta, aku jadi kaget.Dia bilang ingin menemuiku di Mal Ciputra. Karena dia tahu aku tinggalnya di daerah Tomang. Akhirnyasaya pikir toh apa salahnya ketemuan bukan?Tahukah kalian apa yang terjadi?Ternyata tante Selvi penampilannya jauh lebih muda dari usianya. Bagiku perfect sekali. Bahkan gadis usia20an banyak yang jauh dari dirinya. Tante Selvi benar-benar cantik dan bodynya seksi. Meski payudaranyasudah mulai turun tetapi karena terawat maka terlihat seksi sekali. Mungkin karena dia memang darikeluarga mampu juga. Rutin fitnes. Putih mulus dengan rambut highlight yang indah. Baru kali ini akumelihat ada wanita secantik dia.Dari wajahnya yang ramah dan senyumnya yang manis, serta dari obrolan ringan dengan dirinya, dapatkutebak, dirinya merasa sangat kesepian. Punya banyak teman tetapi ada jiwanya yang kosong perlu diisiseseorang dan itu tentunya seorang lelaki.Saat itu kami ngobrol di Starbuck. Setelah dia bercerita panjang lebar, barulah kusadari dia bercerai dengansuaminya karena suaminya selingkuh bahkan dengan wanita yang katanya jauh lebih jelek dari dirinya.Karena tak tahan diperlakukan begitu dan mulai suaminya sering ringan tangan, akhirnya mereka bercerai.Mereka masing-masing mengambil satu anak dari dua anak buah perkawinan mereka."Lex, kamu orangnya ramah ya. Udah punya cewek blum?""Blum nih, ga ada yang mau," jawabku bercanda. Padahal kalo soal mencari pasangan, sebenarnya bagikuamatlah mudah. Karena penampilanku yang cukup menarik."Mau tante kenalin?""Wah boleh juga tuh.""Tapi gimana ya? Tante punya banyak teman yang anak gadisnya cantik-cantik. Tapi nantilah..""Lex, kita makan yuk," tiba-tiba jemari tante Selvi menyentuhku. "Tante laper nih.""Boleh..."Akhirnya kami berdua berjalan mencari restoran. Tapi entah di sengaja atau tidak, kayaknya dia sengajasetelah aku renungkan kemudian, kami pun makan di resto Hotel Ciputra. Bukan di restoran di mal.Di sana terlihat kami makin akrab. Tapi jujur tidak ada terbersit sedikitpun aneh-aneh atau rancangan jahatapalagi pikiran sex pada tante Selvi. Aku masih anggap sebagai teman bahkan calon klien tempat aku bekerja. Mungkin karena melihat aku yang begitu polos, santun dan rapi, dirinya makin penasaran.

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andi Darma liked this
chezdin liked this
Mozabo Moza liked this
Mozabo Moza liked this
Mozabo Moza liked this
Aan Pujiandi liked this
Ingan Tambun liked this
Ingan Tambun liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->