Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DHF

DHF

Ratings: (0)|Views: 1 |Likes:
Published by ade

More info:

Published by: ade on Jan 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2011

pdf

text

original

 
By septian, on January 4th, 2011
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE 
Posted in September 29th, 2008 byfefendiinEnglish  A. PENGERTIANDHF adalah suatu infeksi arbovirus akut yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk spesies aides. Penyakit ini sering menyerang anak, remaja, dan dewasa yang ditandai dengandemam, nyeri otot dan sendi. Demam Berdarah Dengue sering disebut pula Dengue HaemoragicFever ( DHF ).B. PATOFISIOLOGISetelah virus dengue masuk ke dalam tubuh, pasien akan mengalami keluhan dan gejala karenaviremia, seperti demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, pegal seluruh badan, hiperemiditenggorokan, timbulnya ruam dan kelainan yang mungkin muncul pada systemretikuloendotelial seperti pembesaran kelenjar-kelenjar getah bening, hati dan limpa. Ruam padaDHF disebabkan karena kongesti pembuluh darah dibawah kulit.Fenomena patofisiologi utama yang menentukan berat penyakit dan membedakan DF dan DHFialah meningginya permeabilitas dinding kapiler karena pelepasan zat anafilaktosin, histamin danserotonin serta aktivasi system kalikreain yang berakibat ekstravasasi cairan intravaskuler. Halini berakibat berkurangnya volume plama, terjadinya hipotensi, hemokonsentrasi,hipoproteinemia, efusi dan renjatan.Adanya kebocoran plasma ke daerah ekstravaskuler ibuktikan dengan ditemukannya cairandalam rongga serosa, yaitu dalam rongga peritoneum, pleura dan perikard. Renjatan hipovolemik yang terjadi sebagai akibat kehilangan plasma, bila tidak segera teratasi akan terjadi anoxia jaringan, asidosis metabolic dan kematian. Sebab lain kematian pada DHF adalah perdarahanhebat. Perdarahan umumnya dihubungkan dengan trombositopenia, gangguan fungsi trombositdan kelainan fungsi trombosit.Fungsi agregasi trombosit menurun mungkin disebabkan proses imunologis terbukti denganterdapatnya kompleks imun dalam peredaran darah. Kelainan system koagulasi disebabkandiantaranya oleh kerusakan hati yang fungsinya memang tebukti terganggu oleh aktifasi systemkoagulasi. Masalah terjadi tidaknya DIC pada DHF/ DSS, terutama pada pasien dengan perdarahan hebat.C. KLASIFIKASI DHFWHO, 1986 mengklasifikasikan DHF menurut derajat penyakitnya menjadi 4 golongan, yaitu :Derajat IDemam disertai gejala klinis lain, tanpa perdarahan spontan. Panas 2-7 hari, Uji tourniquet positif, trombositipenia, dan hemokonsentrasi.Derajat II
 
Sama dengan derajat I, ditambah dengan gejala-gejala perdarahan spontan seperti petekie,ekimosis, hematemesis, melena, perdarahan gusi.Derajat IIIDitandai oleh gejala kegagalan peredaran darah seperti nadi lemah dan cepat ( >120x/mnt )tekanan nadi sempit ( ? 120 mmHg ), tekanan darah menurun, ( 120/80 ? 120/100 ? 120/110 ?90/70 ? 80/70 ? 80/0 ? 0/0 )Derajat IV Nadi tidak teaba, tekanan darah tidak teatur ( denyut jantung ? 140x/mnt ) anggota gerak terabadingin, berkeringat dan kulit tampak biru.D. TANDA DAN GEJALASelain tanda dan gejala yang ditampilkan berdasarkan derajat penyakitnya, tanda dangejala lainadalah :- Hati membesar, nyeri spontan yang diperkuat dengan reaksi perabaan.- Asites- Cairan dalam rongga pleura ( kanan )- Ensephalopati : kejang, gelisah, sopor koma.E. PEMERIKSAAN DAN DIGNOSIS- Trombositopeni ( ? 100.000/mm3)- Hb dan PCV meningkat ( ? 20% )- Leukopeni ( mungkin normal atau lekositosis )- Isolasi virus- Serologi ( Uji H ): respon antibody sekunder - Pada renjatan yang berat, periksa : Hb, PCV berulang kali ( setiap jam atau 4-6 jam apabilasudah menunjukkan tanda perbaikan ), Faal hemostasis, FDP, EKG, Foto dada, BUN, creatininserum.F. ASUHAN KEPERAWATAN1. Pengkajian1.1 IdentitasDHF merupakan penyakit daerah tropis yang sering menyebabkan kematian anak, remaja dandewasa ( Effendy, 1995 )1.2 Keluhan UtamaPasien mengeluh panas, sakit kepala, lemah, nyeri ulu hati, mual dan nafsu makan menurun.1.3 Riwayat penyakit sekarangRiwayat kesehatan menunjukkan adanya sakit kepala, nyeri otot, pegal seluruh tubuh, sakit padawaktu menelan, lemah, panas, mual, dan nafsu makan menurun.1.4 Riwayat penyakit terdahuluTidak ada penyakit yang diderita secara specific.1.5 Riwayat penyakit keluargaRiwayat adanya penyakit DHF pada anggota keluarga yang lain sangat menentukan, karena penyakit DHF adalah penyakit yang bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegipty.1.6 Riwayat Kesehatan LingkunganBiasanya lingkungan kurang bersih, banyak genangan air bersih seperti kaleng bekas, ban bekas,tempat air minum burung yang jarang diganti airnya, bak mandi jarang dibersihkan.
 
1.7 Riwayat Tumbuh Kembang1.8 Pengkajian Per Sistem1.8.1 Sistem PernapasanSesak, perdarahan melalui hidung, pernapasan dangkal, epistaksis, pergerakan dada simetris, perkusi sonor, pada auskultasi terdengar ronchi, krakles.1.8.2 Sistem PersyarafanPada grade III pasien gelisah dan terjadi penurunan kesadaran serta pada grade IV dapat trjadiDSS1.8.3 Sistem Cardiovaskuler Pada grde I dapat terjadi hemokonsentrasi, uji tourniquet positif, trombositipeni, pada grade IIIdapat terjadi kegagalan sirkulasi, nadi cepat, lemah, hipotensi, cyanosis sekitar mulut, hidungdan jari-jari, pada grade IV nadi tidak teraba dan tekanan darah tak dapat diukur.1.8.4 Sistem PencernaanSelaput mukosa kering, kesulitan menelan, nyeri tekan pada epigastrik, pembesarn limpa, pembesaran hati, abdomen teregang, penurunan nafsu makan, mual, muntah, nyeri saat menelan,dapat hematemesis, melena.1.8.5 Sistem perkemihanProduksi urine menurun, kadang kurang dari 30 cc/jam, akan mengungkapkan nyeri sat kencing,kencing berwarna merah.1.8.6 Sistem Integumen.Terjadi peningkatan suhu tubuh, kulit kering, pada grade I terdapat positif pada uji tourniquet,terjadi pethike, pada grade III dapat terjadi perdarahan spontan pada kulit.2. Diagnosa Keperawatan2.1 Hipertermi berhubungan dengan proses infeksi virus dengue2.2 Resiko defisit cairan berhubungan dengan pindahnya ciran intravaskuler ke ekstravaskuler 2.3 Resiko syok hypovolemik berhubungan dengan perdarahan yang berlebihan, pindahnyacairan intravaskuler ke ekstravaskuler 2.4 Resiko gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungandengan intake nutrisi yang tidak adekwat akibat mual dan nafsu makan yang menurun.2.5 Resiko terjadi perdarahn berhubungan dnegan penurunan factor-fakto pembekuan darah (trombositopeni )2.6 Kecemasan berhubungan dengan kondisi klien yang memburuk dan perdaahan2.7 Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangya informasi.3. Rencana Asuhan Keperawatan.DP : Hipertermie berhubungan dengan proses infeksi virus dengueTujuan : Suhu tubuh normalKriteria hasil : Suhu tubuh antara 36 ± 37 Nyeri otot hilangIntervensi :a. Beri komres air kranRasional : Kompres dingin akan terjadi pemindahan panas secara konduksi b. Berika / anjurkan pasien untuk banyak minum 1500-2000 cc/hari ( sesuai toleransi )Rasional : Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat evaporasi.c. Anjurkan pasien untuk menggunakan pakaian yang tipis dan mudah menyerap keringat

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->