You are on page 1of 13

DATA DASAR KESEHATAN ANAK

TAHUN : 2010
PROVINSI SULAWESI UTARA
(Laporan Tahunan)
DATA SASARAN
∑ Sasaran
∑ Anak ∑ Anak Pra Sasaran Remaja
Bayi ∑ Siswa ∑ Sekolah
Balita Sekolah
10 - 14 Tahun 15 - < 18 Tahun Kelas 1
Kelas 1 Kelas 1 TK/RA
NO PUSKESMAS ∑ Penduduk
Laki-Laki Perempuan Laki-Laki Perempuan TK/RA SD/MI
(12-59 (60-71
(0-11 SMP/MTs SMA/MA/SM
bulan) bulan) SMP/MTs SMA/MA/SMK
1 2 3 bulan)
4 5 6 7 8 9 10 11 SD/MI
12 13 14 15 16 17 K
18

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

KABUPATEN/KOTA

Di Print tgl 12/08/2021 SASARAN Page 1


DATA DASAR KESEHATAN ANAK
TAHUN : 2010
RPOVINSI SULUT
(Laporan tahunan)
DATA SARANA
∑ Sarana Rujukan ∑ Puskesmas ∑ Sekolah Yang Melaksanakan UKS
Kekerasan Terhadap Anak SD/MI SMP/MTs SMA/MA/SMK
RS (KtA) Melaksanakan SDIDTK
melayani Mampu Mampu Tata
NO PUSKESMAS
Tumbuh Melaksanak 50 - 75 % laksanakan Laksanakan
< 50 % dari > 75 % dari Cakupan Cakupan Cakupan
Kembang PKT/PRT di an MTBS dari jlh PKPR Kasus KtA ∑ Absolut ∑ Absolut ∑ Absolut
P2TP2A jlh sasaran jlh sasaran (%) (%) (%)
RSUD sasaran
Balita Balita
Balita
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

KABUPATEN/KOTA - - - - - - - - - - - - - - -

Di Print Tgl 12/08/2021 SARANA Page 2


DATA DASAR KESEHATAN ANAK
TAHUN : 2010
KABUPATEN/KOTA :

DATA SUMBER DAYA MANUSIA ∑ Tenaga Terlatih


∑ Puskesmas Tata Laksana Kasus
∑ Tenaga Puskesmas terlatih ∑ Tenaga Puskesmas terlatih ∑ Tenaga Puskesmas terlatih KtA
memiliki tenaga
Asfiksia BBLR SDIDTK ∑ Tenaga Puskesmas
terlatih MTBS
Puskesmas
terlatih PKPR
NO PUSKESMAS
Dokter /
Perawat /
Dokter Bidan Perawat Dokter Bidan Perawat < 60 % ≥ 60 % Dokter Bidan Perawat Dokter
Bidan
Gigi

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

KABUPATEN/KOTA

Di Print Tgl 12/08/2021 SDM Page 3


DATA DASAR KESEHATAN ANAK
TAHUN : 2010
KABUPATEN/KOTA :
(Laporan Per Triwulan)
DATA CAKUPAN PROGRAM
Cakupan KN ∑ Balita Cakupan anak
Cakupan neonatus
Cakupan Kunjungan Cakupan Pelayanan prasekolah (60 - 71 bulan)
komplikasi yang
Bayi Anak Balita dilayani SDIDTK min 2
KN1 KN Lengkap ditangani
NO PUSKESMAS (0-59 bulan) kali/thn
yang
Cakupan Cakupan Cakupan Cakupan Cakupan mempunyai
∑ Absolut ∑ Absolut ∑ Absolut ∑ Absolut ∑ Absolut ∑ Absolut Cakupan (%)
(%) (%) (%) (%) (%) buku KIA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

KABUPATEN/KOTA

Di Print Tgl 12/08/2021 CAKUPAN PROGRAM (1) Page 4


DATA DASAR KESEHATAN ANAK
TAHUN : 2010
KABUPATEN/KOTA :
(Laporan Per Triwulan)
DATA CAKUPAN PROGRAM

∑ Siswa yang Diperiksa melalui Penjaringan kesehatan ∑ Sekolah yang melaksanakan Penjaringan kesehatan ∑Sekolah yang Melaksanakan Pemeriksaan Berkala

Kelas 1
Kelas 1 Kelas 1
NO PUSKESMAS SD/MI SD/MI
SD/MI SMP/MTs SMP/MTs SMA/MA/SMK SMP/MTs SMA/MA/SMK
SMA/MA/SMK
∑ Cakupan ∑ Cakupan ∑ Cakupan ∑ Cakupan ∑ Cakupan ∑ Cakupan ∑ Cakupan ∑ Cakupan ∑ Cakupan
Absolut (%) Absolut (%) Absolut (%) Absolut (%) Absolut (%) Absolut (%) Absolut (%) Absolut (%) Absolut (%)

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

KABUPATEN/KOTA

Di Print Tgl 12/08/2021 CAKUPAN PROGRAM (2) Page 5


DATA DASAR KESEHATAN ANAK
TAHUN : 2010
KABUPATEN/KOTA
(Laporan Per Triwulan)
DATA CAKUPAN PROGRAM
Jenis Kekerasan ∑
LAPAS/RU ∑
∑ Kekerasan Seksual ∑ Kekerasan Fisik ∑ Kekerasan Emosional ∑ Kekerasan Penelantaran ∑ Kekerasan Trafiking ∑SLB
TAN LAPAS/RU
NO PUSKESMAS Yang
ANAK TAN yang
Dibina
0-11 1-4 5-9 10-14 15-18 0-11 1-4 5-9 10-14 15-18 0-11 1-4 5-9 10-14 15-18 0-11 1-4 5-9 10-14 15-18 0-11 1-4 5-9 10-14 15-18 yang Dibina
bln thn thn thn thn bln thn thn thn thn bln thn thn thn thn bln thn thn thn thn bln thn thn thn thn Dibina

34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

KABUPATEN/KOTA

Di Print Tgl 12/08/2021 CAKUPAN PROGRAM (3) Page 6


DATA DASAR KESEHATAN ANAK
TAHUN : 2010
KABUPATEN/KOTA
(Laporan tahunan)
KEMATIAN & PENYEBABNYA

Kematian Neonatal Sebab Kematian Neonatal ∑ Kematian Sebab Kematian Bayi ∑ Kematian Sebab Kematian Anak Balita
Bayi Anak Balita
∑ Lahir ∑
NO PUSKESMAS ∑ Kelainan Demam
mati Kematia Tetanus Kelainan Lain- Kelainan Lain-
Kematian BBLR Asfiksia Sepsis Ikterus Pneumonia Diare Saluran Tetanus ISPA Diare Malaria Campak Berdarah Lain-lain
n 0-6 Neonaturum Kongenital lain (29 hr Saraf lain
7-28 hari Cerna Dengue
hari - 11 bln) (12-59 bulan)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

KABUPATEN/KOTA

Di Print Tgl 12/08/2021 KEMATIAN & PENYEBABNYA Page 7


PENJELASAN VARIABEL

No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS SUMBER DATA

1 Cakupan KN 1 Cakupan neonatus yang telah memperoleh 1 kali 1) SIMPUS (Kohort bayi, LB3,
pelayanan Kunjungan Neonatal pada 6-48 jam, setelah PWS-KIA)
lahir sesuai standar di satu wilayah kerja pada satu 2) SIRS termasuk pelayanan
tahun. yang dilakukan oleh swasta (akan
direvisi).

2 Cakupan KN Lengkap Cakupan neonatus yang telah memperoleh pelayanan 1) SIMPUS (Kohort bayi, LB3,
Kunjungan Neonatal minimal 3 kali, yaitu 1 kali pada 6- PWS-KIA)
48 jam, 1 kali pada 3-7 hari, 1 kali pada 8-28 hari sesuai 2) SIRS termasuk pelayanan
standar di satu wilayah kerja pada satu tahun. yang dilakukan oleh swasta (akan
direvisi).

3 Cakupan neonatus komplikasi yang ditangani Cakupan neonatus dengan komplikasi disatu wilayah 1) SIMPUS,
kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani sesuai 2) SIRS
dengan standar oleh tenaga kesehatan terlatih di seluruh 3) Laporan pelaksanaan audit
sarana pelayanan kesehatan. Maternal dan perinatal.
Neonatus dengan penyakit dan kelainan yang dapat
menyebabkan kesakitan, kecacatan dan kematian.
Neonatus dengan komplikasi seperti asfiksia, ikterus,
hipotermia, tetanus neonatorum, infeksi/sepsis, trauma
lahir, BBLR (bayi berat lahir rendah < 2500 gr ),
sindroma gangguan pernapasan, kelainan kongenital
maupun yang termasuk klasifikasi kuning pada MTBS

4 Cakupan Kunjungan Bayi cakupan bayi post neonatal yang memperoleh pelayanan 1) SIMPUS (Kohort bayi,PWS-
kesehatan sesuai dengan standar oleh dokter, bidan, KIA)
dan perawat yang memiliki kompetensi klinis kesehatan, 2) SIRS termasuk pelayanan
paling sedikit 4 kali (1 kali pada umur 29 hari - 2 bulan, yang dilakukan oleh swasta (akan
1 kali pada umur 3-5 bulan, 1 kali pada umur 6-8 bulan, 1 direvisi).
kali pada umur 9-11 bulan) disatu wilayah kerja pada
kurun waktu tertentu.

5 Jumlah Sasaran Bayi Jumlah anak yang berumur 0 - 11 bulan di suatu wilayah
pada kurun waktu tertentu.
6 Jumlah Tenaga Puskesmas Terlatih Asfiksia Jumlah Tenaga Puskesmas (dokter, bidan, perawat)
yang telah mendapatkan pelatihan Manajemen Asfiksia
baik dari Depkes, Dinkes provinsi/kab/kota, oranisasi
profesi, maupun dari donor.

Di Print Tgl 12/08/2021 Penjelasan Variabel Page 8


PENJELASAN VARIABEL

No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS SUMBER DATA

7 Jumlah Tenaga Puskesmas Terlatih Bayi Berat Lahir Rendah Jumlah Tenaga Puskesmas (dokter, bidan, perawat)
(BBLR) yang telah mendapatkan pelatihan Manajemen BBLR
baik dari Depkes, Dinkes provinsi/kab/kota, organisasi
profesi, maupun dari donor.
8 Jumlah Lahir Mati Jumlah Bayi yang pada waktu dilahirkan dalam keadaan
mati (tidak ada tanda-tanda kehidupan)
9 Jumlah kematian Neonatal (0 - 6 hari) Jumlah neonatal berumur 0 - 6 hari yang mati, setelah
dilahirkan dalam keadaan hidup
10 Jumlah kematian Neonatal (7 - 28 hari) Jumlah neonatal berumur 7 - 28 hari yang mati, setelah
dilahirkan dalam keadaan hidup
11 Jumlah kematian bayi (29 hari - 11 bulan) Jumlah bayi berumur 29 hari - 11 bulan yang mati,
setelah dilahirkan dalam keadaan hidup
12 Sebab Kematian Neonatal, Bayi dan Anak Balita Penyakit yang menyebabkan kematian pada neonatal,
bayi dan anak balita, berdasarkan autopsi verbal dan
diketahui Dokter
13 Jumlah Puskesmas memiliki tenaga terlatih MTBS < 60 % Jumlah Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan Mampu tatalaksana MTBS bisa
yang melayani Balita sakit < 60 % dari mereka telah melalui: pelatihan standarisasi
terlatih atau mampu tatalaksana MTBS MTBS, mendapatkan materi
MTBS saat pendidikan/pre
service di fakultas kedokteran,
Akbid dan Akper, serta kalakarya/
on the job training.

14 Jumlah Puskesmas memiliki tenaga terlatih MTBS ≥ 60 % Jumlah Puskesmas yang memiliki tenaga kesehatan Mampu tatalaksana MTBS bisa
yang melayani Balita sakit ≥ 60 % dari mereka telah melalui: pelatihan standarisasi
terlatih atau mampu tatalaksana MTBS MTBS, mendapatkan materi
MTBS saat pendidikan/pre
service di fakultas kedokteran,
Akbid dan Akper, serta kalakarya/
on the job training.

15 Jumlah Puskesmas yang melaksanakan MTBS Puskesmas yang melayani minimal 75 % dari kunjungan Register kunjungan Balita sakit,
Balita sakit dengan MTBS Register kohort
16 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK < Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 1. Register kohort bayi
50 % dari sasaran Balita 2. Register kohort balita dan anak
prasekolah 3.
Buku KIA
17 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 25 Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 1. Register kohort bayi
- 50 % dari sasaran Balita 2. Register kohort balita dan anak
prasekolah 3.
Buku KIA
18 Jumlah Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 75 Puskesmas yang memberikan pelayanan SDIDTK 1. Register kohort bayi
% dari sasaran Balita 2. Register kohort balita dan anak
prasekolah 3.
Buku KIA

Di Print Tgl 12/08/2021 Penjelasan Variabel Page 9


PENJELASAN VARIABEL

No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS SUMBER DATA

19 RS melayani tumbuh kembang Jumlah Rumah Sakit tingkat kabupaten/kota pemerintah


maupun swasta (termasuk RS provinsi atau RS rujukan
Nasional yang berada di wilayah kabupaten/kota)
tersebut yang melayani dan menerima rujukan kasus
gangguan tumbuh kembang

20 Cakupan Pelayanan Anak Balita anak balita (12 – 59 bulan) yang memperoleh pelayanan 1. Kohort Anak Balita dan
pemantauan pertumbuhan minimal 8 x setahun, Prasekolah
pemantauan perkembangan minimal 2 x setahun, 2. Laporan rutin SKDN
pemberian vitamin A 2 x setahun 3. Buku KIA
4. KMS
5. Laporan pelayanan
SDIDTK 6. Laporan
pemberian Vit. A 7.
Pencatatan pemantauan tumbuh
kembang di Pos PAUD
(Pendidikan Anak Usia Dini),
Taman Bermain, Play Group,
Taman Penitipan ANak, Taman
Kanak-kanak, Raudatul Athfal, dll.

21 Jumlah Sekolah Yang Melaksanakan UKS Diisi : jumlah sekolah yang melaksanakan program Format laporan Kegiatan
Usaha Kesehatan Sekolah (Pendidikan kesehatan, Kesehatan Anak Usia sekolah
Pelayanan Kesehatan, Pembinaan Lingkungan Sekolah) Tingkat Kab/Kota
diwilayah kerja
22 Jumlah Siswa yang Diperiksa melalui Penjaringan kesehatan Diisi : jumlah murid baru kelas I ( baru masuk) yang Format laporan Kegiatan
dilakukan pemeriksaan kesehatan (pengukuran tinggi Kesehatan Anak Usia sekolah
badan, berat badan, pemeriksaan ketajaman mata, Tingkat Kab/Kota
ketajaman pendengaran, gigi, kelainan mental
emosional, kebugaran jasmani, dll)
23 Jumlah Sekolah yang melaksanakan Penjaringan kesehatan Diisi : jumlah sekolah yang melakukan pemeriksaan Format laporan Kegiatan
kesehatan (skrining) pada murid baru kelas I Kesehatan Anak Usia sekolah
Tingkat Kab/Kota
24 Jumlah Sekolah yang Melaksanakan Pemeriksaan Berkala Diisi : jumlah sekolah yang melakukan pemeriksaan Format laporan Kegiatan
kesehatan (pengukuran tinggi badan, berat badan, Kesehatan Anak Usia sekolah
pemeriksaan ketajaman mata, ketajaman pendengaran, Tingkat Kab/Kota
gigi,secara berkala tiap 6 (enam) bulan sekali

25 Sasaran Remaja semua penduduk yang berusia 10 tahun hingga 17 tahun Format Pencatatan dan
11 bulan 30 hari, menikah ataupun tidak menikah Pelaporan kegiatan kesehatan
remaja tingkat kabupaten/kota
dan Sensus

Di Print Tgl 12/08/2021 Penjelasan Variabel Page 10


PENJELASAN VARIABEL

No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS SUMBER DATA

26 Jumlah Tenaga Kesehatan terlatih PKPR semua tenaga kesehatan di puskesmas yang telah Format laporan kegiatan
dilatih PKPR (ada ataupun tidak ada sertifikat telah kesehatan remaja tingkat
mengikuti pelatihan PKPR) kabupaten/kota
27 Jumlah Puskesmas Mampu laksana PKPR Semua Puskesmas yang memenuhi kriteria berikut: Format Pencatatan dan
1. Melakukan pembinaan pada minimal 1 sekolah Pelaporan kegiatan kesehatan
(sekolah umum,sekolah berbasis agama) per tahun remaja tingkat kabupaten/kota
2. Melatih Kader Kesehatan Remaja di sekolah minimal
sebanyak 10% dari jumlah murid di sekolah binaan

3. Memberikan pelayanan konseling pada semua remaja


yang memerlukan konseling yang kontak dengan
petugas PKPR
4. Melaksanakan kegiatan KIE di sekolah binaan minimal
2 kali dalam setahun
Penjelasan masing-masing kriteria sebagai berikut :
1. Pembinaan pada sekolah
Dilakukan oleh Puskesmas dengan mengarahkan
sekolah agar
- Melakukan survei sederhana sebagai bahan analisa
masalah kesehatan remaja di sekolah
- Bekerjasama dengan guru BK dalam menangani
peserta didik yang bermasalah dan melakukan rujukan
- Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan 'konselor
sebaya' secara berkala
- Mendampingi 'konselor sebaya' di sekolah agar dapat
berperan dalam memberikan KIE, menemukan
kasus/deteksi dini, tempat curhat dan melakukan rujukan
ke puskesmas
2. Melatih 'Konselor Sebaya' di sekolah
- Membentuk 'konselor sebaya' di sekolah
- Mengawasi dan mengendalikan kegiatan 'konselor
sebaya'
3. Memberi layanan Konseling pada semua remaja yang
memerlukan konseling yang kontak dengan petugas
PKPR
- Deteksi dini kelainan terkait kesehatan remaja baik di
dalam/ di luar gedung puskesmas
- Melakukan tindakan berupa konseling dan tindakan
medis lain
4. Melaksanakan KIE di sekolah binaan
Dilakukan oleh Puskesmas bekerjasama dengan sekolah
yang dibina dalam rangka

Di Print Tgl 12/08/2021 Penjelasan Variabel Page 11


PENJELASAN VARIABEL

No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS SUMBER DATA

- Mempunyai jadwal dan melaksanakan kegiatan KIE di


sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan
kesadaran dalam ketrampilan hidup sehat
28 Jumlah Puskesmas Mampu Tata Laksana Kasus KtA Puskesmas yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Tenaga Kesehatan terlatih/terorientasi tata laksana
medis kasus KtA
2. Melaksanakan rujukan kasus KtA ke Pusat Pelayanan
Terpadu (PPT) di RSUD/RS Bhayangkara

29 Jumlah Tenaga terlatih tatalaksana kasus KtA adalah jumlah tenaga kesehatan (dokter/dokter gigi dan
perawat/bidan) yang telah mengikuti Pelatihan
Tatalaksana Kasus Kekerasan terhadap Anak
30 Kekerasan terhadap Anak (KtA) Semua bentuk tindakan/perlakuan menyakitkan secara Pedoman Pengembangan
fisik ataupun emosional, penyalahgunaan seksual, Puskesmas Mampu Tatalaksana
trafiking, penelantaran, eksploitasi komersial termasuk Kasus KtA
ekploitasi seksual komersial anak (ESKA) yang
mengakibatkan cidera/kerugian nyata ataupun potensial
terhadap kesehatan anak, kelangsungan hidup anak,
tumbuh kembang anak atau martabat anak, yang
dilakukan dalam konteks hubungan tanggung jawab,
kepercayaan atau kekuasaan.

31 Kekerasan Fisik Adalah kekerasan yang mengakibatkan cidera fisik nyata Pedoman Pengembangan
ataupun potensial terhadap anak sebagai akibat dari Puskesmas Mampu Tatalaksana
interaksi atau tidak adanya interaksi yang layaknya ada Kasus KtA
dalam kendali orangtua atau orang dalam hubungan
posisi tanggungjawab, kepercayaan atau kekuasaan.

32 Kekerasan Seksual Adalah pelibatan anak dalam kegiatan seksual, dimana Pedoman Pengembangan
ia sendiri tidak sepenuhnya memahami atau tidak Puskesmas Mampu Tatalaksana
mampu memberi persetujuan atau oleh karena Kasus KtA
perkembangannya belum siap atau tidak mampu
memberi persetujuan, atau yang melanggar hukum atau
pantangan masyarakat, yang ditandai dengan adanya
aktivitas seksual antara anak dengan orang dewasa atau
anak lain dengan tujuan untuk memberikan kepuasan
bagi orang tersebut.

Di Print Tgl 12/08/2021 Penjelasan Variabel Page 12


PENJELASAN VARIABEL

No INDIKATOR DEFINISI OPERASIONAL RUMUS SUMBER DATA

33 Kekerasan Emosional Adalah suatu perbuatan terhadap anak yang Pedoman Pengembangan
mengakibatkan atau sangat mungkin akan Puskesmas Mampu Tatalaksana
mengakibatkan gangguan kesehatan atau Kasus KtA
perkembangan fisik, mental, spiritual, moral dan sosial,
misalnya pembatasan gerak, sikap tindak yang
meremehkan, mencemarkan, mengkambing hitamkan,
mengancam, menakut-nakuti, mendiskriminasi,
mengejek atau menertawakan anak, atau perlakuan
kasar lain atau penolakan.

34 Penelantaran Adalah kegagalan dalam menyediakan segala sesuatu Pedoman Pengembangan


yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, seperti: Puskesmas Mampu Tatalaksana
kesehatan, pendidikan, perkembangan emosional, Kasus KtA
nutrisi, rumah atau tempat bernaung, serta keadaan
hidup yang aman dan layak.
35 Eksploitasi anak. Adalah penggunaan anak dalam pekerjaan atau aktivitas Pedoman Pengembangan
lain untuk keuntungan orang lain. Hal ini termasuk, tetapi Puskesmas Mampu Tatalaksana
tidak terbatas pada, pekerja anak dan prostitusi. Kasus KtA
Kegiatan ini merusak atau merugikan kesehatan fisik dan
kesehatan mental anak, merugikan perkembangan
pendidikan, spiritual, moral dan sosial-emosional anak>
termasuk pekerja perempuan dan/atau anak, serta
prostitusi.

36 Trafiking (Perdagangan Orang) Adalah tindakan perekrutan, pengangkatan, Pedoman Pengembangan


penampungan, pengiriman, pemindahan atau Puskesmas Mampu Tatalaksana
penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, Kasus KtA
penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan,
pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau
posisi rentan, penjeratan hutang atau memberi bayaran
atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari
orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut,
baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar
negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan
orang tereksploitasi.

37 Jumlah SLB Yang Dibina Jumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di
wilayah puskesmas yang dibina
38 Jumlah LAPAS/RUTAN ANAK yang Dibina Jumlah Lembaga Pemasyarakatan Anak atau Rumah
Tahanan Anak yang berada di wilayah Puskesmas yang
dibina
39 Jumlah LAPAS/RUTAN yang Dibina Jumlah Lembaga Pemasyarakatan atau Rumah
Tahanan yang berada di wilayah Puskesmas yang
dibina

Di Print Tgl 12/08/2021 Penjelasan Variabel Page 13

You might also like