Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Daftar Peraturan Kendaraan Bermotor di Indonesia, 2011

Daftar Peraturan Kendaraan Bermotor di Indonesia, 2011

Ratings: (0)|Views: 1,782|Likes:
Setelah mengalami stagnasi pada 2009, pasar mobil domestik sepanjang 2010 menembus 763.415 unit. Total penjualan mobil secara nasional yang melebihi 760.000 tersebut merupakan rekor tertinggi pasar kendaraan roda empat di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Bila dibandingkan dengan kinerja 2009 yang hanya mencetak penjualan 486.196 unit, penjualan mobil sepanjang 2010 melonjak 57%. Bahkan, realisasi pasar yang mencapai 763.415 unit tersebut melampaui prediksi Gaikindo yang memperkirakan penjualan 2010 di kisaran 750.000 unit. Dari total penjualan pasar mobil domestik tahun 2010, Toyota masih memimpin pasar mobil di Indonesia dengan realisasi penjualan sebanyak 280.680 unit. Dengan kinerja tersebut, Toyota memegang 36,7% pangsa pasar mobil di Tanah Air. Daihatsu menempati peringkat kedua besar dengan volume penjualan kumulatif Januari - Desember 118.591 unit atau dengan pangsa pasar 15,5%.

Sementara pasar sepeda motor Nasional pada 2010, juga mencatat rekor baru di atas 7 juta unit. Industri dan bisnis sepeda motor sepanjang 2010 sangat bergairah. Hal tersebut bisa dilihat dari data penjualan sepeda motor. Total unit sepeda motor yang dipasarkan pada 2010 mencapai 7.398.644 unit, naik 25,7% dari 2009 sebanyak 5.881.777 unit.

Jumlah tersebut melewati prediksi Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) sebesar 7,2 juta unit. Sekaligus menoreh sejarah baru, tertinggi sepanjang industri sepeda motor di Indonesia. Dari seluruh penjualan nasional, Honda dan Yamaha mendominasi penjualan sebesar 91,4%. Honda memimpin dengan total penjualan 3.418.632 unit atau menguasai 46,21%, dengan Andalan utamanya, bebek dengan penjualan 1.696.411 unit atau menguasai pangsa 48,4%. Diurutan kedua, Yamaha dengan penjualan mencapai 3.345.680 unit atau menguasai 45,22%. Unggul untuk dua kategori, yaitu skutik 1.661.496 unit (49,2%) dan sport 260.767 unit (50,2%).

Tren pasar 2010 telah berubah, Pamor bebek selama puluhan tahun mulai digantikan skutik. Porsi skutik makin membesar, pada 2010 mencapai 45,64% atau 3.376.541 unit. Naik dibandingkan 2009, yang hanya 37,72%. Hal yang sama juga dialami jenis sport, turun dari 8,07% menjadi 7,01% (518.805 unit). Pada bulan penghujung tahun, penjualan sedikit melemah, hanya 515.501 unit atau turun 21,4% dari bulan sebelumnya 656.597 unit.

Mengenai arah kebijakan industri otomotif, pemerintah tetap memprioritaskan jenis-jenis mobil hemat energi dan ramah lingkungan yang harganya terjangkau bagi masyarakat. Kebijakan ini telah mendapat respon positif dari produsen otomotif terkemuka, dan mereka telah melakukan riset untuk memproduksi mobil jenis tersebut.

Menurut Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Kementerian Perindustrian, regulasi yang dibangun agar semua investor merasa nyaman berinvestasi di Indonesia. Berbagai insentif terus dilakukan demi bertumbuhnya industri otomotif nasional. Kebijakan yang merugikan investor segera diselesaikan dengan instansi yang terkait dengan tujuan agar investasi terus bertumbuh.
Setelah mengalami stagnasi pada 2009, pasar mobil domestik sepanjang 2010 menembus 763.415 unit. Total penjualan mobil secara nasional yang melebihi 760.000 tersebut merupakan rekor tertinggi pasar kendaraan roda empat di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Bila dibandingkan dengan kinerja 2009 yang hanya mencetak penjualan 486.196 unit, penjualan mobil sepanjang 2010 melonjak 57%. Bahkan, realisasi pasar yang mencapai 763.415 unit tersebut melampaui prediksi Gaikindo yang memperkirakan penjualan 2010 di kisaran 750.000 unit. Dari total penjualan pasar mobil domestik tahun 2010, Toyota masih memimpin pasar mobil di Indonesia dengan realisasi penjualan sebanyak 280.680 unit. Dengan kinerja tersebut, Toyota memegang 36,7% pangsa pasar mobil di Tanah Air. Daihatsu menempati peringkat kedua besar dengan volume penjualan kumulatif Januari - Desember 118.591 unit atau dengan pangsa pasar 15,5%.

Sementara pasar sepeda motor Nasional pada 2010, juga mencatat rekor baru di atas 7 juta unit. Industri dan bisnis sepeda motor sepanjang 2010 sangat bergairah. Hal tersebut bisa dilihat dari data penjualan sepeda motor. Total unit sepeda motor yang dipasarkan pada 2010 mencapai 7.398.644 unit, naik 25,7% dari 2009 sebanyak 5.881.777 unit.

Jumlah tersebut melewati prediksi Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) sebesar 7,2 juta unit. Sekaligus menoreh sejarah baru, tertinggi sepanjang industri sepeda motor di Indonesia. Dari seluruh penjualan nasional, Honda dan Yamaha mendominasi penjualan sebesar 91,4%. Honda memimpin dengan total penjualan 3.418.632 unit atau menguasai 46,21%, dengan Andalan utamanya, bebek dengan penjualan 1.696.411 unit atau menguasai pangsa 48,4%. Diurutan kedua, Yamaha dengan penjualan mencapai 3.345.680 unit atau menguasai 45,22%. Unggul untuk dua kategori, yaitu skutik 1.661.496 unit (49,2%) dan sport 260.767 unit (50,2%).

Tren pasar 2010 telah berubah, Pamor bebek selama puluhan tahun mulai digantikan skutik. Porsi skutik makin membesar, pada 2010 mencapai 45,64% atau 3.376.541 unit. Naik dibandingkan 2009, yang hanya 37,72%. Hal yang sama juga dialami jenis sport, turun dari 8,07% menjadi 7,01% (518.805 unit). Pada bulan penghujung tahun, penjualan sedikit melemah, hanya 515.501 unit atau turun 21,4% dari bulan sebelumnya 656.597 unit.

Mengenai arah kebijakan industri otomotif, pemerintah tetap memprioritaskan jenis-jenis mobil hemat energi dan ramah lingkungan yang harganya terjangkau bagi masyarakat. Kebijakan ini telah mendapat respon positif dari produsen otomotif terkemuka, dan mereka telah melakukan riset untuk memproduksi mobil jenis tersebut.

Menurut Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Kementerian Perindustrian, regulasi yang dibangun agar semua investor merasa nyaman berinvestasi di Indonesia. Berbagai insentif terus dilakukan demi bertumbuhnya industri otomotif nasional. Kebijakan yang merugikan investor segera diselesaikan dengan instansi yang terkait dengan tujuan agar investasi terus bertumbuh.

More info:

Categories:Business/Law, Finance
Published by: MEDIA DATA RISET, PT on Jan 31, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/31/2011

pdf

text

original

 
 
PENAWARANDAFTAR PERATURAN KENDARAAN BERMOTOR DI INDONESIA, 2011Februari, 2011
Setelah mengalami stagnasi pada 2009, pasar mobil domestik sepanjang 2010 menembus 763.415unit. Total penjualan mobil secara nasional yang melebihi 760.000 tersebut merupakan rekortertinggi pasar kendaraan roda empat di Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Biladibandingkan dengan kinerja 2009 yang hanya mencetak penjualan 486.196 unit, penjualan mobilsepanjang 2010 melonjak 57%. Bahkan, realisasi pasar yang mencapai 763.415 unit tersebutmelampaui prediksi Gaikindo yang memperkirakan penjualan 2010 di kisaran 750.000 unit. Daritotal penjualan pasar mobil domestik tahun 2010, Toyota masih memimpin pasar mobil diIndonesia dengan realisasi penjualan sebanyak 280.680 unit. Dengan kinerja tersebut, Toyotamemegang 36,7% pangsa pasar mobil di Tanah Air. Daihatsu menempati peringkat kedua besardengan volume penjualan kumulatif Januari - Desember 118.591 unit atau dengan pangsa pasar15,5%.Sementara pasar sepeda motor Nasional pada 2010, juga mencatat rekor baru di atas 7 juta unit.Industri dan bisnis sepeda motor sepanjang 2010 sangat bergairah. Hal tersebut bisa dilihat daridata penjualan sepeda motor. Total unit sepeda motor yang dipasarkan pada 2010 mencapai7.398.644 unit, naik 25,7% dari 2009 sebanyak 5.881.777 unit. Jumlah tersebut melewati prediksi Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) sebesar 7,2 jutaunit. Sekaligus menoreh sejarah baru, tertinggi sepanjang industri sepeda motor di Indonesia. Dariseluruh penjualan nasional, Honda dan Yamaha mendominasi penjualan sebesar 91,4%. Hondamemimpin dengan total penjualan 3.418.632 unit atau menguasai 46,21%, dengan Andalanutamanya, bebek dengan penjualan 1.696.411 unit atau menguasai pangsa 48,4%. Diurutan kedua,Yamaha dengan penjualan mencapai 3.345.680 unit atau menguasai 45,22%. Unggul untuk duakategori, yaitu skutik 1.661.496 unit (49,2%) dan sport 260.767 unit (50,2%).Tren pasar 2010 telah berubah, Pamor bebek selama puluhan tahun mulai digantikan skutik. Porsiskutik makin membesar, pada 2010 mencapai 45,64% atau 3.376.541 unit. Naik dibandingkan 2009,yang hanya 37,72%. Hal yang sama juga dialami jenis sport, turun dari 8,07% menjadi 7,01%(518.805 unit). Pada bulan penghujung tahun, penjualan sedikit melemah, hanya 515.501 unit atauturun 21,4% dari bulan sebelumnya 656.597 unit.Mengenai arah kebijakan industri otomotif, pemerintah tetap memprioritaskan jenis-jenis mobilhemat energi dan ramah lingkungan yang harganya terjangkau bagi masyarakat. Kebijakan initelah mendapat respon positif dari produsen otomotif terkemuka, dan mereka telah melakukanriset untuk memproduksi mobil jenis tersebut.Menurut Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Kementerian Perindustrian,regulasi yang dibangun agar semua investor merasa nyaman berinvestasi di Indonesia. Berbagaiinsentif terus dilakukan demi bertumbuhnya industri otomotif nasional. Kebijakan yangmerugikan investor segera diselesaikan dengan instansi yang terkait dengan tujuan agar investasiterus bertumbuh.Daftar Peraturan Kendaraan Bermotor di Indonesia, 2011 ini, disusun dalam bentuk buku setebal550 halaman dan kami tawarkan seharga
Rp 4.000.000
(empat juta rupiah) per-copy untuk versiBahasa Indonesia. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi PT MediaData Riset melalui
Telepon (021) 809-3140, 809-6071, Fax (021) 809-3140, 809-6071,
atau email :
info@mediadata.co.id.
Formulir pemesanan kami lampirkan bersama penawaran ini. Jakarta, Februari 2011
PT Media Data Riset
Drh. H. Daddy Kusdriana M.SiDirektur Utama
 
 
DAFTAR ISI
DAFTAR PERATURAN KENDARAAN BERMOTOR DI INDONESIA, 2011
Februari, 2011
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang1.2.
 
Sumber DataII. INDUSTRI KENDARAAN BERMOTOR2.1. Produksi Mobil Nasional2.1.1. Produksi Menurut Kategori2.1.2. Produksi Menurut Merek2.1.3. BM Produk Otomotif IKD2.1.4. Kandungan Lokal Industri Mobil2.2. Perkembangan Penjualan2.2.1. Penjualan Menurut Merek2.2.2. Penjualan Menurut Katagori2.2.3. 10 Mobil Terlaris 20102.2.4. Model Mobil Terlaris2.2.5. Proyeksi Penjualan Mobil 2008-20122.3. Industri Sepeda Motor Indonesia2.3.1. Produksi Sepeda Motor Naik26,15 Persen2.3.2. Honda Produksi Sepeda Motor 4 Juta Unit Per Tahun2.3.3. Penjualan Speda Motor2.3.4. Ekspor Speda Motor2.3.5. Omzet Penjualan Sepeda MotorNasional 20102.4. Pasar Ban Ikuti Tren Penjualan Mobil2.5. Kebijakan BBM2.6. Investasi Otomotif, 2011
III. DAFTAR PERATURAN
3.1. Undang-Undang Republik IndonesiaNomor
22 Tahun 2009
Tentang LaluLintas Dan Angkutan Jalan3.2. Peraturan Pemerintah RepublikIndonesia Nomor
12 Tahun 2006
TentangPerubahan Ketujuh Atas PeraturanPemerintah Nomor 145 Tahun 2000Tentang Kelompok Barang Kena PajakYang Tergolong Mewah Yang DikenakanPajak Penjualan Atas Barang Mewah3.3. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor
KM 64 Tahun 1993
Tentang PersyaratanTeknis Pemakaian Bahan Bakar Gas PadaKendaraan Bermotor3.4. Keputusan Menteri Perhubungan NomorKM.9 Tahun 2004 Tentang Pengujian TipeKendaraan Bermotor3.5. Peraturan Menteri Negara LingkunganHidup Nomor
04 Tahun 2009
TentangAmbang Batas Emisi Gas BuangKendaraan Bermotor Tipe Baru3.6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor
KM.40 Tahun 2009
Tentang PetunjukPelaksanaan Tarif Jasa Pengujian Tipe,Dan Pengujian Sampling KendaraanBermotor3.7. Peraturan Menteri Perindustrian RepublikIndonesia Nomor:
43/M-IND/PER/7/2008
Tentang Penetapan Kelompok IndustriYang Dapat Memanfaatkan Tarif BeaMasuk Dengan Skema
User Specific DutyFree Scheme
 
(USDFS) Dalam RangkaPersetujuan Antara Republik IndonesiaDan Jepang Mengenai Suatu KemitraanEkonomi3.8. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor
100/M-IND/PER/10/2009
TentangPencabutan Pemberlakuan StandarIndustri Indonesia (SII) Dan StandarNasional Indonesia (SNI) Secara Wajib3.9. Peraturan Menteri Perindustrian Nomor
59/M-IND/PER/5/2010
Tentang IndustriKendaraan Bermotor3.10. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
06/M-DAG/PER/3/2006
TentangPerubahan Atas Peraturan MenteriPerdagangan Nomor 38/M-Dag/Per/12/2005 Tentang KetentuanImpor Kendaraan Bermotor Bukan Baru3.11. Peraturan Menteri Perdagangan RepublikIndonesia Nomor:
54/M-DAG/PER/10/2009
Tentang KetentuanUmum Di Bidang Impor3.12. Peraturan Menteri Perdagangan RepublikIndonesia Nomor :
45/M-DAG/PER/9/2009
Tentang AngkaPengenal Importir (API)3.13. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
11/M-DAG/PER/3/2010
TentangKetentuan Impor Mesin, Peralatan Mesin,Bahan Baku, Cakram Optik Kosong, DanCakram Optik Isi3.14. Peraturan Menteri Perdagangan Nomor :
22/M-DAG/PER/5/2010
TentangPerubahan Atas Peraturan MenteriPerdagangan Nomor 62/M-
 
 
DAG/PER/12/2009 Tentang KewajibanPencantuman Label Pada Barang3.15. Peraturan Menteri Perdagangan RepublikIndonesia Nomor :
39/M-DAG/PER/10/2010
Tentang KetentuanImpor Barang Jadi Oleh Produsen3.16. Keputusan Menteri Keuangan Nomor
97/KMK.05/2000
Tentang Keringanan BeaMasuk Atas Impor Bahan Baku UntukPembuatan Komponen KendaraanBermotor3.17 Keputusan Menteri Keuangan Nomor
95/KMK.01/2004
Tentang PerubahanKedua Atas Keputusan MenteriKeuangan Nomor 97/Kmk.05/2000Tentang Keringanan Bea Masuk AtasImpor Bahan Baku Untuk PembuatanKomponen Kendaraan Bermotor3.18. Keputusan Menteri Keuangan Nomor
100/KMK.05/2000
Tentang KeringananBea Masuk Atas Impor Barang DanBahan Untuk Pembuatan Komponen,Peralatan Dan Karoseri KendaraanBermotor Khusus3.19. Keputusan Menteri Keuangan Nomor
190/KMK.01/2001
Tentang KeringananBea Masuk Atas Impor BahanBaku/Penolong Dan Bagian/KomponenUntuk Perakitan Mesin Dan MotorBerputar3.20. Keputusan Menteri Keuangan Nomor
569/KMK.04/2000
Tentang JenisKendaraan Bermotor Yang DikenakanPajak Penjualan Atas Barang Mewah3.21. Keputusan Menteri Keuangan Nomor
460/KMK.03/2001
Tentang PerubahanAtas Keputusan Menteri KeuanganNomor 569/KMK.04/2000 Tentang JenisKendaraan Bermotor Yang DikenakanPajak Penjualan Atas Barang Mewah3.22. Keputusan Menteri Keuangan Nomor
140/KMK.03/2002
Tentang PerubahanKedua Atas Keputusan MenteriKeuangan Nomor 569/KMK.04/2000Tentang Jenis Kendaraan Bermotor YangDikenakan Pajak Penjualan Atas BarangMewah3.23. Keputusan Menteri Keuangan Nomor
355/KMK.03/2003
Tentang JenisKendaraan Bermotor Yang DikenakanPajak Penjualan Atas Barang Mewah3.24. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
23/PMK.010/2005
Tentang KeringananBea Masuk Atas Impor Chassis BusDengan Mesin Terpasang UntukPembuatan Bus Angkutan Umum Dan
Completely Knock Down
(CKD) UntukPembuatan Kendaraan AngkutanKomersial3.25. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
74/PMK.010/2007 
TentangPenyelenggaraan PertanggunganAsuransi Pada Lini Usaha AsuransiKendaraan Bermotor3.26. Peraturan Menteri Keuangan RepublikIndonesia Nomor
27/PMK.011/2009
 Tentang Bea Masuk DitanggungPemerintah Atas Impor Barang DanbahanGuna Pembuatan Komponen KendaraanBermotor Untuk Tahun Anggaran 20093.27. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
47/PMK.011/2010
Tentang Bea MasukDitanggung Pemerintah Atas ImporBarang Dan Bahan Guna PembuatanKomponen Kendaraan Bermotor UntukTahun Anggaran 20103.28 Peraturan Menteri Keuangan Nomor
48/PMK.011/2010
Tentang Bea MasukDltanggung Pemerintah Atas ImporBarang Dan Bahan Guna PembuatanKawat Ban (
Steel Cord
) Untuk TahunAnggaran 20103.29. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
51/PMK.011/2010
Tentang Bea MasukDitanggung Pemerintah Atas ImporBarang Dan Bahan Guna PembuatanKomponen Elektronika Untuk TahunAnggaran 20103.30. Peraturan Menteri Keuangan RepublikIndonesia Nomor
88/PMK.011/2010
 Tentang Perubahan Ketiga Atas PeraturanMenteri Keuangan Nomor110/PMK.010/2006 Tentang PenetapanSistem Klasifikasi Barang DanPembebanan Tarif Bea Masuk AtasBarang Impor3.31. Peraturan Menteri Keuangan Nomor
152/PMK.04/2010
Tentang Tata CaraPemasukan Dan Pengeluaran KendaraanBermotor Ke Dan Dari Kawasan YangTelah Ditunjuk Sebagai KawasanPerdagangan Bebas Dan Pelabuhan Bebas

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->