Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP ANAK

KEWAJIBAN ORANG TUA TERHADAP ANAK

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 1,133 |Likes:
Published by AnzHifdz

More info:

Published by: AnzHifdz on Feb 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

 
26 04 2009
4 VotesDikompilasi oleh: Urip SantosoBukan saja sang anak, orang tua pun mempunyai kewajiban terhadap anak yang harus ditunaikan. Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah sebuah wujudaktualitas hak-hak anak yang harus dipenuhi oleh orang tua.1. Anak mempunyai hak untuk hidup.Allah berfirman:‘Janganlah kamu membunuh anak anakmu karena takut miskin. Kami akanmemberikan rizqi kepadamu dan kepada mereka.’ ( QS. Al-An’am: 151)Dari ayat tersebut sangat jelas bahwa orang tua mempunyai kewajiban agar anak tetap bisa hidup betapapun susahnya kondisi ekonomi orang tua. Ayat itu jugamemberi jaminan kepada kita bahwa Allah pasti akan memberikan rizqi baik kepada orang tua maupun sang anak, asalkan tentu saja berusaha.
2. Menyusui
Wajib atas seorang ibu menyusui anaknya yang masih kecil, sebagaimanafirman Allah yang artinya: Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama duatahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. (QS AI Baqarah:233)Allah berfirman, yang artinya:Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya.lbunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkanya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. (QSAl Ahqaf 15).Al ‘Allamah Siddiq Hasan Khan berkata,“Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Maksudnya,adalah jumlah waktu selama itu dihitung dari mulai hamil sampai disapih.”Allah ta’ala berfirman; “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik)kepada kedua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaanlemah yang bertambah tambah, dan menyapihnya dalamdua tahun…dst” . ( QS: 31;14 ).
 
Air susu dalam beberapa hari kelahiran mempunyai beberapa kelebihan,antara lain mengandung zat antibody yang sangat diperlukan oleh bayi. Bayi yangmemperoleh air susu jenis ini akan mempunyai daya kekebalan tubuh yang lebih baik. Seorang ibu diwajibkan untuk menyusui anaknya sampai 2 tahun penuh,kecuali ada alas an yang dapat diterima oleh hokum Islam. Menyusui anak sampaidua tahun ini akan menumbuhkan pengaruh positif terhadap sang anak baik secarafisik maupun secara jiwani.
2. Memberi Nama yang Baik 
 Dari Abu Hurairah ra, Nabi saw bersabda, “Sesungguhnya kewajiban orangtua dalam memenuhi hak anak itu ada tiga, yakni: pertama, memberi nama yang baik ketika lahir. Kedua, mendidiknya dengan al-Qur’an dan ketiga, mengawinkanketika menginjak dewasa.” Rasulullah saw diketahui telah memberi perhatianyang sangat besar terhadap masalah nama. Kapan saja beliau menjumpai nama
 
yang tidak menarik (patut) dan tak berarti, beliau mengubahnya dan memilih beberapa nama yang pantas. Beliau mengubah macam-macam nama laki-laki dan perempuan. Seperti dalam hadits yang disampaikan oleh Aisyah ra, bahwaRasulullah saw biasa merubah nama-nama yang tidak baik. (HR. Tirmidzi).Beliau sangat menyukai nama yang bagus. Bila memasuki kota yang baru, beliau menanyakan namanya. Bila nama kota itu buruk, digantinya dengan yanglebih baik. Beliau tidak membiarkan nama yang tak pantas dari sesuatu, seseorang,sebuah kota atau suatu daerah. Seseorang yang semula bernama Ashiyah (yangsuka bermaksiat) diganti dengan Jamilah (cantik), Harb diganti dengan Salman(damai), Syi’bul Dhalalah (kelompok sesat) diganti dengan Syi’bul Huda(kelompok yang benar) dan Banu Mughawiyah (keturunan yang menipu) digantidengan Banu Rusydi (keturunan yang mendapat petunjuk) dan sebagainya (HR.Abu Dawud dan ahli hadits lainAn-Nawawi, Al Azkar: 258)Berkenaan dengan nama-nama yang bagus untuk anak, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengannama-nama kamu sekalian, maka perbaguslah nama kalian.” (HR.Abu Dawud)Pemberian ‘nama yang baik’ bagi anak adalah awal dari sebuah upaya pendidikan terhadap anak anak. Ada yang mengatakan; ‘apa arti sebuah nama’.Ungkapan ini tidak selamanya benar. Islam mengajarkan bahwa nama bagi seoranganak adalah sebuah do’a. Dengan memberi nama yang baik, diharapkan anak kita berperilaku baik sesuai dengan namanya. Adapun setelah kita berusaha memberinama yang baik, dan telah mendidiknya dengan baik pula, namun anak kita tetaptidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka kita kembalikan kepada Allah s.w.t. Nama yang baik dengan akhlaq yang baik, itulah yang kita harapkan. Nama yang baik dengan akhlaq yang buruk, tidak kita harapkan. Apalagi nama yang buruk dengan akhlaq yang buruk pula. Celaka berlipat ganda.3. Mengaqiqahkan Anak Menurut keterangan A. Hasaan ‘aqiqah adalah; ‘ menyembelih kambing untuk (bayi) yang baru lahir, dicukur dan diberi nama anak itu, pada hari ketujuhnya.Rasulullah s.a.w. bersabda; ‘Tiap tiap seorang anak tergadai dengan ‘aqiqahnya.Disembelih (‘aqiqah) itu buat dia pada hari yang ketujuhnya dan di cukur sertadiberi nama dia.’ (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Imam yang empat dandishahihkan oleh At Tirmidzy, hadits dari Samurah ).
4. Mendidik anak 
Pada suatu kesempatan, Amirul Mukminin Umar bin Khaththab kehadiran seorangtamu lelaki yang mengadukan kenakalan anaknya, “Anakku ini sangat bandel.”tuturnya kesal. Amirul Mukminin berkata, “Hai Fulan, apakah kamu tidak takutkepada Allah karena berani melawan ayahmu dan tidak memenuhi hak ayahmu?”Anak yang pintar ini menyela. “Hai Amirul Mukminin, apakah orang tua tidak  punya kewajiban memenuhi hak anak?”Umar ra menjawab, “Ada tiga, yakni: pertama, memilihkan ibu yang baik, jangansampai kelak terhina akibat ibunya. Kedua, memilihkan nama yang baik. Ketiga,mendidik mereka dengan al-Qur’an.”Mendengar uraian dari Khalifah Umar ra anak tersebut menjawab, “Demi Allah,ayahku tidak memilihkan ibu yang baik bagiku, akupun diberi nama “Kelelawar Jantan”, sedang dia juga mengabaikan pendidikan Islam padaku. Bahkan walausatu ayatpun aku tidak pernah diajari olehnya. Lalu Umar menoleh kepada ayahnya
 
seraya berkata, “Kau telah berbuat durhaka kepada anakmu, sebelum ia beranikepadamu….”Mendidik anak dengan baik merupakan salah satu sifat seorang ibu muslimah. Diasenantiasa mendidik anak-anaknya dengan akhlak yang baik, yaitu akhlak Muhammad dan para sahabatnya yang mulia. Mendidik anak bukanlah (sekedar)kemurahan hati seorang ibu kepada anak-anaknya, akan tetapi merupakan kewajibandan fitrah yang diberikan Allah kepada seorang ibu.Mendidik anak pun tidak terbatas dalam satu perkara saja tanpa perkara lainnya,sepertI (misalnya) mencucikan pakaiannya atau membersihkan badannya saja.Bahkan mendidik anak itu mencakup perkara yang luas, mengingat anak merupakangenerasi penerus yang akan menggantikan kita yang diharapkan menjadi generasitangguh yang akan memenuhi bumi ini dengan kekuatan, hikmah, ilmu, kemuliaandan kejayaan.Berikut beberapa perkara yang wajib diperhatikan oleh ibu dalam mendidik anak-anaknya: Menanamkan aqidah yang bersih, yang bersumber dari Kitab dan Sunnahyang shahih.Allah berfirman yang artinya:Maka ketahuilah bahwa sesugguhnya tidak ada sesembahan yang haq melainkanAllah. (QS Muhammad: 19)Rasulullah bersabda, yang artinya:Dari Abul Abbas Abdullah bln Abbas, dia berkata: Pada suatu hari aku memboncengdi belakang Nabi, kemudian beliau berkata, ‘Wahai anak, Sesungguhnya akumengajarimu beberapa kalimat, yaitu: jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.Jagalah Allah, niscaya engkau mendapatiNya di hadpanmu. Apablla engkau meminta,maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau mohon pertotongan, makamohonlah pertotongan kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat berkumpuluntuk memberimu satu manfaat, niscaya mereka tidak akan dapat memberimumanfaat, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan jika mereka berkumpul untuk memberimu satu bahaya, niscaya mereka tidak akan bisamembahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu. Pena- pena telah diangkat dan tinta telah kering.”3Dan dalam riwayat lain (Beliau berkata),“Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatiNya di hadapanmu. Perkenalkanlahdirimu kepada Allah ketika kamu senang, niscaya Dia akan mengenalimu saatkesulitan. Ketahuilah, apa apa yang (ditakdirkan) luput darimu, (maka) tidak akanmenimpamu. Dan apa-apa yang (ditakdirkan) menimpamu, ia tidak akan luputdarimu. Ketahuilah, bahwa pertolongan ada bersama kesabaran, kelapangan ada bersama kesempitan, dan bersama kesusahan ada kemudahan.” 4Seorang anak terlahir di atas fitrah, sebagaimana sabda Rasulullah maka sesuatu yangsedikit saja akan berpengaruh padanya. Dan wanita muslimah adalah orang yang bersegera menanamkan agama yang mudah ini, serta menanamkan kecintaan tehadapagama ini kepada anak-anaknya.

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Agus Bakhtiar added this note
bagus
Echa Winartiningsih added this note
tq,artikel ini sangat berrmanfaat bagi kita....................
Ana Sandra liked this
Fina Shabrina liked this
Ghea Pragita liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->