³Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawasuatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; Maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.´ (Al-Mu¶min: 78)Sebagai penutup para nabi, maka risalah yang dibawa Nabi Muhamamd saw.menjadi penghapus risalah para rasul sebelumnya. Hal ini pernah ditegaskan olehNabi Muhammad saw. saat Umar bin Khattab membaca Taurat. Beliau berkatakepada Umar bahwa jika Nabi Musa a.s. ada di antara mereka, pasti Nabi Musa akanmengikuti risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw.
Mushaddiqul Anbiya (Membenarkan Para Nabi).
Risalah yang dibawa Nabi Muhammad saw. melengkapi risalah yang dibawapara rasul sebelumnya dan sekaligus memansukhkan risalah sebelumnya. RisalahNabi Muhammad saw. sesuai dan dapat digunakan oleh semua manusia dan dapatdiamalkan hingga hari kiamat.
Nabi Isa a.s. sebagai nabi setelah Nabi Musa, membenarkan kenabian NabiMusa. Bahkan, Nabi Isa a.s. mengabarkan kepada umatnya akan datang seorangrasul setelahnya yang bernama Ahmad (Nabi Muhammad saw.)Meski kedatangan Nabi Muhammad saw. sudah dikabarkan oleh para nabidan rasul sebelumnya, tetap saja ada usaha untuk mendustakannya. Banyak tantangan dan usaha yang dicoba untuk menghapuskan agama Allah, namundemikian Allah swt. senantiasa menjaga dan memeliharanya dari serangan kaumkafir. Di antaranya dengan memenangkan Islam atas agama lainnya atau denganmenurunkan para Rasul dan Nabi untuk kembali meluruskan penyimpangan dankejahiliyahan umat. Nabi Muhammad saw. sebagai nabi akhir melengkapi risalahnabi-nabi sebelumnya dan dijadikan sebagai rujukan utama bagi umat Islam.
Mukammilur Risalah (Penyempurna Risalah)
Selain membenarkan para rasul dan nabi sebelumnya yang membawa risalahIslam, kehadiran Nabi Muhammad saw. juga diperuntukkan guna menyempurnakanrisalah sebelumnya. Risalah sebelumnya cenderung diperuntukkan bagi suatu kaum