2
Berita Utama
Edisi 229 TEdisi 229 TEdisi 229 TEdisi 229 TEdisi 229 Tahun X Iahun X Iahun X Iahun X Iahun X I2- 10 F2- 10 F2- 10 F2- 10 F2- 10 Febrebrebrebrebruari 2011uari 2011uari 2011uari 2011uari 2011
Yang tidak tercantum di BOX Redaksional bukan wartawan kami. Dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan kami dilengkapi dengan
Tanda Pengenal
dan
Surat Tugas Peliputan
dari Redaksi yang
masih berlaku
. Dan saat bertugas wartawan kami selalu membawa Surat Kabar Media Rakyat Edisi terbaru.
Pemimpin Umum :
Hisar MT Sagala,
Penasehat :
KH. DR. TG. Abd. Rahman Anwar SH. MA, Bambang Nugroho. ST, Aleh Heryanto.ST, Drs. Insanul Kamil, Syamsurizon.SH. MSi, Drs. Ir. H. Didin Sahidin, NJ. MSP, Ir.H.Agus Irianto MM, Drs. H. Ilyas Sabli,
Konsultasi Hukum :
Susanto. SH,
Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab :
HisarMT Sagala,
Dewan Redaksi :
Hisar MT Sagala,
Drs.H. Asep Achmad Djaelani, MM, Iwan Saputra, SE, M.Si, Drs. H. Yono Kusyono,
Redaktur :
Irwan Hamid,
Litbang :
Herman Sugianto,
Manager Iklan :
Rudi Harris,
Manager Distribusi
:
Herdi,
Layout / Design :
Ahmad Y, St,
Fhoto Grafer :
Hamin,
Staf Redaksi :
Jenri. S, Rusman, Rudi,Besti, Chandra.
PERWAKILAN/ BIRO :
Jakarta Pusat :
Ediatmo (Kepala), Nokipa,
Jakarta Utara :
Eka Lesmana (Kepala), Sarif, Yanto Sitanggang,
Jakarta Timur :
Sukron (Kepala), Wisnu,
Jakarta Barat :
Mohammad(Kepala), Nugraha, Tedy Sutisna,
Jakarta Selatan :
Hengki (Kepala), Yusandi, Sahrial Nova,
Karawang :
K. Komarudin, Warsian, Cece Wiriyadi,
Bogor, Depok :
Ali, Ruslan,
Bekasi Kota :
S. Wahyudi,
Kab. Bekasi :
A. Natawi Jaya, Marulloh, H. Andang Hamdani,
Purwakarta :
Sapan Supriatna,
Biro Subang :
Iman,
Kota Bandung :
Dodi Sulaeman(Kepala), Tuty Suhartati,
Bandung Barat :
Dayanto, Darfi,
Kabupaten Bandung :
Maman,
Sumedang/ Majalengka :
Edi Moelyana (kepala), Ani Suhartini,
Wawan Setiawan,Budi,
Ratim, Ruhiyat, Agus Atang, Darmansyah,
Indramayu :
Abdullah (Kepala), Mukromin, Suhada,
Cirebon :
Masduri,
Kuningan :
Dian,
Biro Garut :
Undang Suryana (Kepala),Ali Hasan, Usep Jaelani,
Kab. dan Kota Sukabumi :
Rustandi,
Biro Cianjur :
Ruslan AG, Jaenudin,
Biro Kabupaten Tasik/ Kota Tasik :
Zamzam Hermansyah (Kepala), H. AdeDimyati, Barkah Sudrajat, Iin Kartiwan, Widayanti, Yuyu Wahyudin, Dede R,
Ciamis :
Heri Herdiana (Kepala),
Banjar :
Ahmad Setia (Kepala),
Tangerang :
Halim Untar (Kepala),Herman,
Lebak/ Pandeglang :
Belfri (Kepala), Herianto,
Serang :
Sukendar (Kepala), Nani,
Lampung : Kab. Tanggamus & Pringsewu:
Dahlan (Kab. Biro), Jainuddin,
Perwakilan Sumatera Selatan :
Alex Effendi, (Kepala),
Kota Palembang,
Adiyanto, (Kepala),
Kota Prabumulih / kab. Muara Enim :
Alex Effendi (Kepala), Indra Apriansyah, Wendi Karno,H.M. Taher SN, Teti Pega, Amiruddin,
Biro Batu Raja / OKU :
Sahmi, (Kepala),
Biro Oku Selatan :
Swardi, (Kepala)
,
Thomas Ivan,
Ogan Ilir :
Marleni (Kepala), Astute,
Tulang Bawang :
Sumarta (Kepala), Nani,
Kota Metro :
Tohir (Kepala), Maman Irawan,
Pekanbaru :
Paizal (Kepala),
Nurdin,
Padang :
Marqian,
Bengkulu :
Aman Sipahutar,
Biro Mukomuko
:
Hilman Daud,
Bengkulu Utara :
Syaiful Bahkri S,
Jambi :
Hendar,
Dumai :
Suparta (Kepala), Parjio,
Tanjung Pinang :
Winarto, Jerlin P, Rony Rudianto,
Biro Batam :
Ganda S.Prawira (Kepala), Agus Stanza AMd, Englis Simaremare,
Biro Tanjung Balai Karimun :
Jerlin P (Kepala),
Kab. Lingga :
Heri Susanto, Nurjaly, Hendrano,
Kab. Bintan :
Defran,
Biro Natuna :
Roy S. (Kepala),
Kab. Anambas :
S. Edwar. S, (Kepala),
Rokan Hilir :
M. Erickson. S.Pd (Kepala), Rasmali SH, Syahdan,
Purwokerto :
Hanapiah(Kepala), Kuswandi,
Batang :
Rika Ida (Kepala), Hapid,
Kota Semarang:
Irman Idrus (Kepala), Warsoma,
Cilacap :
Murtaqin,
Pekalongan :
Hetty
(Kepala) Narwan,
Purbalingga :
Hermanda,
Yogyakarta :
Suratno,
Klaten :
Sutrisno, Tarmo,
Jawa Timur
:
RH. Batubara (Kepala), Adesva HT, Lambok Ferdinando, Hertanto, V. Julius Tarigan,
Sidoarjo :
Palguno, Tabi’in,
Biro Blitar:
A. Parlin Siagian (Kepala), Yatik Endang, Luhut P. Siagian,
Kediri
:Rokim, Zainal Abidin,
Pasuruan :
Achmad Effendi,
Madura :
Mubarok,
Kupang :
Moses Mone Kaka (Kepala)
,
Klaudius Edy Burga,
Kalimantan Barat :
Ranto Leonardo,
Kalimantan Selatan / Tengah :
Gatner Eka Tarung, SE (Kepala),
Banjar Masin :
Mulia,
Banjar Baru :
Asrian Talatika,
Pulang Pisau :
Yabi. K,
Samarinda :
Kipan Suerta, Delimah,
Belu & TTu
:
Heribertus Kolo (Kepala), Lodowikus Umbu Lodongo, Robertus Seran,Agus TB. SH,
Flores Timur :
Ferdinandus (Kepala), K. Lewoema,
Sorong :
Dea (Kepala), Gonjali,
Kota Medan :
Frendi Tua (Kepala), Herwan, Siti,
Tebing Tinggi :
Hasni(Kepala), Herdan,
Langkat :
Ojak Sianturi (Kepala), Waskito,
Deli Serdang :
T. Manalu (Kepala), Belfri,
Pematang Siantar :
Heru (Kepala), Sintan,
Simalungun :
Togap Munthe(Kepala), Jentar Bangun,
Tarutung :
Juang N,
Dairi :
Karlen (Kepala), Benni Sitorus, Dadang Kusmandi,
Padang Sidempuan
:
Chairun (Kepala), Hotman, Ali,
Bali :
Nyoman, PutuArtha.
Alamat RedaksiTata Usaha / Iklan / Sirkulasi
:Jl. Manunggal VII Krajan LamaranRT. 04/09 Gg. Anggur II (Depan SMU 2 Lamaran)Kel. Palumbonsari - Karawang 41351Telp. (0267) 8454238 Jawa Barat
E-mail
: mediarakyat_new@yahoo.com
PO. BOX 88 Karawang 41300Rekening
: Bank BRI Cab.KarawangNo. Rek : 0116-01-022016-50-9a/n: Hisar MT Sagala
Kantor Perwakilan Utama :
Jl. Bina Harapan No. 38-C,Telp. (021) 79192764Kel. Duren Tiga Pancoran - Jakarta Selatan
Penerbit
: Yayasan Media Rakyat Intermedia
Percetakan
:
PT. Wahana Semesta Intermedia
Pasuruan,(MR)
PT Jasa Raharja (Persero)Cabang Jawa Timur pada tahunini akan membuka kantorpelayanan jasa raharja di Pasu-ruan. Ini dilakukan sebagaiupaya untuk meningkatkanpelayanan kepada masyarakatdi dalam memberikan prosespembayaran santunan kecela-kaan lalu lintas.Humas PT Jasa Raharja(Persero) Cabang Jatim,Purwono SH di Surabaya,Selasa (11/1) mengatakan, saatini Jasa Raharja Jatim terusmemperluas jaringan pelaya-nannya guna memberikanpelayanan yang terbaik bagimasyarakat. “Jika mengurussantunan, masyarakat yangberdomisili di Pasuruan cukupdatang ke kantor pelayanan ini,tidak perlu datang jauh dikantor perwakilan di Probo-linggo yang sebelumnya,”
Jasa Raharja Akan BukaKantor Pelayanan di Pasuruan
ujarnya.Saat ini, Jasa Raharja Jatimtelah memiliki 6 kantor pela-yanan yang tersebar di Banyu-wangi, Mojokerto, Tuban,Tulungagung, Ponorogo danNgawi dan di kantor SamsatInduk di setiap kabupaten/kota.Sedangkan kantor perwakilanada 8, yakni, di Jember,Probolinggo, Malang, Pameka-san, Surabaya, Kediri, Bojone-goro dan Madiun. “Tahun ini juga akan ditambah 1 kantorpelayanan lagi di Pasuruanyang merupakan pemekarandari kantor perwakilan Probo-linggo. Ke depan, diharapkansetiap kabupaten/kota diupaya-kan minimal memiliki satukantor pelayanan JasaRaharja,” harapnya.Purwono menjelaskan,untuk proses penerimaan premiasuransi, jasa raharja memiliki48 tempat yang berada diSamsat tersebar di 38 kabu-paten/kota di Jatim. “Jumlah ini(keberadaan pembayaranasuransi jasa raharja di 48samsat) sangat ideal. Tapi,kalau pelayanan pemberiansantunan masih ada beberapayang perlu ada tambahan,seperti di daerah wilayah baratcontohnya Nganjuk danJombang,” tuturnya.Menurutnya, membukakantor pelayanan seperti diNganjuk dan Jombang inimerupakan kebutuhan yangmendesak. Sebab, Jasa Raharjamenilai pada wilayah daerah inimerupakan daerah yangdikenal daerah black spot ataurawan terjadi kecelakaan, “Selama ini, proses pengurusansantunan bagi korbankecelakaaan yang berdomisilidi Nganjuk dilakukan di kantorpelayanan di Kediri. Karenaitu, sangatlah tidak efisien jikamengurus santunan yangmenempuh jarak cukup jauh,”imbuhnya.Lebih lanjut Purwonomenuturkan, efisien lokasipembayaran santunan yangcukup jauh menjadi programJasa Raharja Jatim di tahun inibahkan tahun mendatang. “Idealnya, kantor pelayananproses pemberian santunanterdapat di masing-masingdaerah. Mudah-mudahan tahunini terwujud mendirikan kantorpelayanan di Pasuruan,”katanya.Jika nantinya kantorpelayanan ini didirikan, makaproses pelayanan pemberiansantunan akan dilayani duapetugas Jasa Raharja. Untuk jam pelayanan, seperti jamkantor yang ada di kantorperwakilan Jasa Raharja.Selain itu, Jasa Raharja jugamengupayakan sistem jemputbola ke para korban, mengingatbelum semua kota di Jatimterjangkau oleh kantor pelaya-nan perusahaan pelat merahtersebut. “Ada petugas mobileservices yang mendata kecela-kaan di setiap kantor kepoli-sian, lalu segera memintakorban atau ahli waris untuk menyiapkan surat-surat yangdiperlukan. Setelah itu, korbanatau ahli waris langsungdiarahkan ke kantor pelayananterdekat untuk mengurus danmencairkan santunan,”paparnya.
>> Dea
Jakarta,(MR)
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menegaskanKemendagri akan tetap mempelajari impeachment Wali KotaSurabaya Tri Rismaharini. " Saat ini, posisi kita, sedangmempelajari itu. Menurut saya, dikaji dulu, apakah memangpantas diimpeach oleh DPRD. Tapi ini kan yang menilai adalahgubernur," ujar Gamawan, di kantornya, Senin (31/1).Gamawan mengaku sudah berkomunikasi denganGubernur Jawa Timur Soekarwo atas permasalahan ini. " Tadisaya sudah bicara dengan gubernur. Gubernur akan menilaidulu," imbuhnya.Dijelaskan Gamawan, hak angket pemberhentian TriRismaharini sebagai wali kota yang dijalankan DPRD KotaSurabaya harus dilaporkan dulu ke gubernur sebelumdisampaikan ke Mahkamah Agung."Dari situ ke gubernur dulu. Gubernur yang akanmengajukan prosesnya. Gubernur kan menilai dulu, apakahpantas ini diimpeach atau tidak, memenuhi syarat atau tidak.Apakah memenuhi kriteria Pasal 29 UU 32/2004 tentangPemerintahan Daerah atau tidak. Itu harus dinilai dulu," jelasnya. "Kemudian, finalnya di MA. Jadi, kalau gubernur sudahmenyatakan layak, pemakzulan baru bisa diajukan ke MA. Akantetapi, keputusan final tentang pemakzulan seorang kepaladaerah, tetap di MA, bukan di gubernur."Ditambahkann Gamawan, seharusnya DPRD tidak terlalugampang memutuskan impeachment hanya karena masalah-masalah yang masih bisa ada jalan keluarnya.Mantan Gubernur Sumatra Barat itu pun menyatakan jalannya pemerintahan di suatu daerah bisa terganggu jikaDPRD terlalu cepat memutuskan untuk melakukan pemakzulanatas kepala daerahnya. >>
Tedy Sutisna
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Mendagri Akan KajiPencopotan Wali KotaSurabaya
Jakarta,(MR)
Setelah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat(PNPM) Mandiri, pemerintah menyiapkan PNPM Peduli yangdiperuntukkan bagi kalangan rentan yang diistilahkan sebagai"sampah masyarakat"." Belum ada negara lain yang mempunyai program ini, In-donesia jadi pertama kali. Program ini akan diluncurkan 17Februari mendatang," kata Deputi Menko Kesra BidangKoordinasi Penanggulangan Kemiskinan Sujana Ruchiyat diJakarta, pekan lalu.Sujana pada diskusi tentang data kemiskinan menyebutkankelompok masyarakat rentan antara lain pengemis,gelandangan, pekerja seks komersial, waria, dan penderitaHIV/AIDS. "Ada sekitar tiga juta orang yang terjebak dalamkelompok masyarakat rentan ini," katanya.Ia menyatakan banyak donatur yang bersedia membantuprogram PNPM Peduli itu antara lain dari AS, Australia, danUni Eropa. Program PNPM Peduli itu, katanya, merupakanbagian dari program pengentasan kemiskinan.Sujana menyebutkan bahwa dalam pengentasankemiskinan, pemerintah menempuh melalui tiga program.Kelompok program pertama berupa bantuan sosial terpaduberbasis keluarga dengan anggaran pembiayaan sebesarRp48 triliun dari APBN, kelompok program kedua berupapenanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaanmasyarakat sebesar Rp12 triliun, dan kelompok program ketigaberupa penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaanusaha ekonomi mikro dan kecil sebesar Rp2 triliun. " Kalaupemerintah dianggap neolib, tak mungkin menyediakananggaran Rp48 triliun berupa subsidi penuh ke masyarakatmiskin," katanya.Sujana menyampaikan data bahwa penurunan kemiskinandi Indonesia per tahun paling cepat dibandingkan dengannegara lain yakni 0,8 persen sedangkan China 0,15 persen,Brazil 0,11, Filipina 0,01 persen, India bahkan -0,18 danMeksiko -0,48 persen.
>> Ediatmo
Pemerintah SiapkanPNPM Peduli "PSK”
Jakarta,(MR)
Menteri Keuangan AgusMartowardojo mengatakanbahwa penyesuaian gaji sertaremunerasi pejabat negara,termasuk presiden harusdisesuaikan dengan bebankerja dan dikaitkan dengannilai pekerjaannya. " Kalau kitaingin melihat gaji atau remu-nerasi, itu harus dikaitkandengan nilai pekerjaannya.`Job grade`-nya. `Job grade` ituadalah `best practice`. Jadi kitamesti menentukan nilai peker- jaan, atau nilai tugas yang dika-itkan dengan kesulitan kerja-nya, risikonya, dan juga tang-gung jawabnya," kata Menkeusaat ditemui di Jakarta, Senin.Untuk itu, Menkeu menam-bahkan, presiden dijadikanpatokan dalam proses penyesu-aian gaji serta remunerasikarena memiliki nilai pekerjaantertinggi, baru kemudian diikutioleh para pejabat negara lainseperti menteri dan gubernur.
Menkeu:
Penyesuaian Gaji Sesuai Beban Kerja
Menteri Keuangan Agus Martowardojo
"Nah nilai pekerjaan itu ba-sis 100 persennya adalah dipresiden. Kemudian nanti barumenteri itu 60 persen dari pre-siden, mungkin nanti gubernur55 persen daripada presiden,selanjutnya sampai semuanya.Jadi ada proses kalibrasi," ujarMenkeu.Menurut dia, tim reformasibirokrasi Kementerian Keua-ngan telah melakukan penyesu-aian remunerasi sesuai denganbeban kerja agar tidak adapejabat negara yang menerimaremunerasi terlalu tinggi danterlalu rendah. "Saya sampai-kan bahwa kalau nanti ada peja-bat yang mendapatkan penye-suaian itu, Menteri Keuangansebagai bagian dari tim refor-masi birokrasi, meyakinkanbahwa itu `fair`," ujarnya.Ia menjelaskan situasi dankondisi daerah saat ini di manabanyak pejabat negara yangmendapatkan remunerasi dantunjangan lebih tinggi sehinggadibutuhkan penyelarasan aki-bat pola pemberian "take homepay" yang tidak jelas."Kalau kita lihat gaji pokok gubernur dan bupati rendahsekali, tetapi bukan berartipenerimaannya rendah. Peneri-maannya tinggi karena adatunjangan-tunjangan. Tetapiada provinsi tertentu, guber-nurnya tidak punya tunjanganyang lain karena memang tidak berhasil membuat daerahnyabisa memberi kontribusi," ujarMenkeu.Menkeu juga mengharap-kan penyesuaian gaji danremunerasi ini dapat menyela-raskan tunjangan yang diterimaanggota DPR, karena masihbanyak tunjangan yang diteri-ma anggota DPR, melebihiyang diterima pemerintahtermasuk presiden."Ada juga tunjangan-tunja-ngan yang sifatnya tunjangansidang, tunjangan reses, itu jumlahnya menjadi besar. Danbisa jumlah-jumlah itu, di atas jumlah yang diterima olehpemerintah, dalam arti, olehpresiden. Jadi, presiden itu diamempunyai gaji pokok, danhanya gaji pokok itu yangditerima. Tunjangan-tunjanganlain tidak terima. Tetapi adapejabat-pejabat yang menerimatunjangan lain. Jadi ini kanperlu ada penyelarasan," ujar-nya.
>> Ediatmo
Jakarta,(MR)
Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bambang Widiyantomenyayangkan adanya kritik yang menyebut bahwa programBantuan Langsung Tunai (BLT) hanya membodohi rakyat."Sangat disayangkan memberi Rp100 ribu per bulan kepadaorang miskin saja dipersoalkan padahal memang masih banyakrakyat kita yang benar-benar rentan," kata Deputi SeswapresBidang Kesra dan Pengentasan Kemiskinan pada diskusitentang Kemiskinan di Jakarta akhir pekan lalu.Pada 2005 ketika program BLT akan diluncurkan, sebesar40 persen dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) hanyadinikmati oleh 20 persen orang terkaya, sementara orang miskinhanya menikmati lima persen saja dari subsidi BBM tersebut,ujarnya. "Orang kaya mungkin menggunakan BBM sampai 200liter sebulan dan itu berarti menghabiskan sampai Rp700 ribuper bulan. Sayangnya ketika BLT diberikan kepada orang mis-kin, pemerintah malah dikatakan membodohi rakyat," katanya.Program BLT yang sudah dihentikan pada awal 2010tersebut, menurut dia, seharusnya terus dilanjutkan, bukannyadihapus. Menurut Deputi Menko Kesra Bidang KoordinasiPenanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan MasyarakatDr Sujana Ruchiyat, pada 2010 BLT telah diganti dengan pro-gram lain yang mirip, yakni dana bantuan sosial khusus,misalnya bagi orang cacat dan jompo.Dalam kesempatan itu Bambang juga mengungkapkanbahwa pemerintah berada dalam dilema ketika menghadapipersoalan naiknya harga beras, di satu sisi berarti petanisemakin makmur, di sisi lain juga berarti naiknya jumlah rakyatmiskin. "Kalau harga beras bagus, petani untung, seharusnyapemerintah senang dengan ini," katanya.Namun kenyataannya, beras menjadi indikator utama daristatistik garis kemiskinan yang jika harganya naik sedikit sajamaka akan berarti bahwa jumlah orang miskin meningkat pesat,ujarnya. "Jika kita impor beras, secara statistik orang yangberada di bawah garis kemiskinan berkurang. Tapibagaimanapun pemerintah tidak boleh main impor sajameskipun kebutuhan beras setiap tahun terus melonjak, seiringpertumbuhan penduduk," katanya.Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan standarberupa nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yangdisetarakan dengan 2.100 kilo kalori per kapita per hari untukmenentukan garis kemiskinan.
>> Ediatmo
Deputi Seswapres BantahBLT Bodohi Rakyat
Jakarta,(MR)
Sembilan menteri dan tigapimpinan lembaga pemerintahnonkementerian di bawahkoordinasi Menteri Koordinatorbidang Kesejahteraan RakyatAgung Laksono memaparkanprogram prioritas tahun 2011 diJakarta, Selasa.Mereka, Menteri Lingku-ngan Hidup Gusti MuhammadHatta, Menteri Sosial SalimSegaf Al Juprie, MenteriPendidikan Nasional M Nuh,Menbudpar Jero Wacik, MenteriKesehatan Endang RahayuSedyaningsih, Menteri Pember-dayaan Perempuan dan Perlin-dungan Anak, Menpera Suhar-so Monoarfa, Menpora AndiMallarangeng, Menag Surya-dharma Ali.Kemudian Kepala BNPBSyamsul Maarif, Kepala BPOMKustantinah, dan KepalaBKKBN Sugiri Syarif. MenkoKesra Agung Laksono yangmemimpin rapat menjelaskan,ada lima bidang prioritas yangmenjadi fokus kementerian danlembaga di bawah koordinasi-nya pada tahun 2011.Lima bidang tersebut antaralain pendidikan, kesehatan,penanggulangan kemiskinan,lingkungan hidup dan pengelo-laan bencana serta kebuda-yaan, kreativitas dan inovasiteknologi "Bidang lingkunganhidup dan pengelolaan ben-cana pemerintah akan fokuspada intensifikasi rehabilitasidan rekonstruksi pasca ben-cana serta isu mitigasi danperubahan iklim," katanya.Di bidang penanggulangankemiskinan pemerintah akanfokus pada program Raskin,Jamkesmas dan KeluargaHarapan serta Program Nasi-onal Pemberdayaan Masya-rakat Mandiri dan Kredit UsahaRakyat. Dalam bidang pen-didikan, pemerintah akan fokuspada pembangunan karakterbangsa dan postur anggaranpendidikan serta komite pen-didikan.Bidang kesehatan, adapenataan kependudukan,revitalisasi keluarga berencana,zoonosis dan pencapaian targetMDG`s. Bidang kebudayaan,pariwisata, kreativitas, inovasi,teknologi, pemuda dan olahraga, pemerintah akan fokuspada pertumbuhan ekonomikreatif, pelaksanaan SeaGames 2011, Sail Belitong danWakatobi serta sidang komiteWarisan Budaya TakbendaUNESCO di Bali.
>> Ediatmo
9 Menteri Paparkan Program Kesra 2011