Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
A3 Memfasilitasi Pengembangan - Tatang AT & Betro

A3 Memfasilitasi Pengembangan - Tatang AT & Betro

Ratings:

4.5

(1)
|Views: 469|Likes:
Published by Tatang Taufik
Bahasan fasilitasi pengembangan ekonomi prodyktif masyarakat dalam buku “Menumbuhkembangkan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal dan Perlindungan Aset Intelektual Bangsa”
Bahasan fasilitasi pengembangan ekonomi prodyktif masyarakat dalam buku “Menumbuhkembangkan Pemanfaatan Sumber Daya Lokal dan Perlindungan Aset Intelektual Bangsa”

More info:

Published by: Tatang Taufik on Aug 16, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2011

pdf

text

original

 
MEMFASILITASI PENGEMBANGANAKTIVITAS EKONOMI PRODUKTIFMASYARAKAT PESISIR:STUDI KASUS KABUPATEN BEKASI
Betro Welfi dan Tatang A Taufik 
*)
1.PENDAHULUAN
Di antara persoalan mendasar,
krusial 
dan barangkali sebenarnya “klasik,” yangtengah dihadapi bangsa Indonesia saat ini adalah bagaimana mengatasikemiskinan dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.Di Indonesia, masyarakat pesisir umumnya merupakan kelompok masyarakattermiskin yang tinggal di wilayah pesisir pantai. Mereka biasanya memiliki matapencaharian dan menafkahi keluarganya dengan hanya mengandalkan hasiltangkapan ikan di tambak atau di laut. Ketergantungan pada alam, dankemampuan turun temurun yang relatif lambat berkembang sangat menonjol. Latar belakang pendidikan formal yang rendah, kesempatan interaksi yang lemah(bahkan nyaris tidak ada) dengan perkembangan aktivitas ekonomi modern, danpola pembangunan di masa lalu yang tidak/kurang mencerdaskan kelompokmasyarakat relatif tertinggal, turut mewarnai hambatan bagi meningkatnyakapasitas lokal.Tak terlalu mengejutkan jika di balik pertumbuhan ekonomi daerah (yang seringdiindikasikan dengan pertumbuhan PDRB), sebenarnya tersembunyi persoalanyang belum terpecahkan: lambatnya peningkatan kapasitas masyarakat.Masyarakat tidak makin cerdas untuk dapat menciptakan dan memanfaatkanpeluang pembangunan.Di Kabupaten Bekasi, kelompok masyarakat pesisir ini adalah mereka yang tinggaldi wilayah Utara Kabupaten yaitu di Kecamatan Tarumajaya dan Muaragembong.Di dua kecamatan ini terdapat tambak seluas 8.957 hektar dengan 2.500 kepalakeluarga yang hidup sebagai petani nelayan. Lahan tambak yang begitu luasmasih banyak dibiarkan menganggur dengan berbagai alasan, seperti ketiadaanmodal, harga pakan yang tinggi, kualitas bibit yang buruk, pemasaran yang sulit
*
)
Drs. Betro Welfi dan Dr. Tatang A Taufik 
,
MSc.,
bekerja di Pusat Pengkajian KebijakanTeknologi Pengembangan Unggulan Daerah dan Peningkatan Kapasitas Masyarakat (P2KTPUDPKM) – BPPT.
49
 
PEMANFAATAN DAN PENGEMBANGAN POTENSI LOKAL
dan lain sebagainya. Akibatnya, banyak dari mereka yang terpaksa beralih menjadipekerja kuli dengan penghasilan yang rendah dan sudah barang tentu beban hidupmereka pun menjadi semakin berat.Keadaan demikian tentunya tidak bisa dibiarkan terus berlanjut. Namun tentuupaya mengatasi hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Di tengahberagam perubahan dan tuntutan reformasi di segala bidang di satu pihak, dankekurangan/kelemahan pelaksanaan pembangunan di masa lalu serta kesadaranakan keterbatasan kemampuan pemerintah di pihak lainnya, maka perubahanparadigma pembangunan merupakan hal mutlak yang tak cukup hanya menjadisekedar retorika semata. Upaya sinergis antara pemerintah, lembaga litbangyasa,perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat itu sendiri perluterus ditingkatkan. Otonomi daerah perlu menjadi salah satu instrumen kuncidalam menumbuhkembangkan prakarsa pengembangan ekonomi di tingkat lokal.Problematika generik menyangkut kegagalan dalam meningkatkan pendapatanpara petani selama ini umumnya disebabkan oleh kesulitan mereka dalammengakses sumber daya produktif seperti faktor produksi, informasi, pembiayaandan pemasaran, serta inovasi dan teknologi tepat guna dan tepat usaha. Akibatnyaantara lain sumber daya yang mereka miliki tidak dapat dimanfaatkan secaraoptimal untuk memelihara atau mengembangkan aktivitas ekonominya.Kemampuan untuk menciptakan atau memanfaatkan peluang pun menjadi relatif terbatas.Upaya untuk memberikan akses luas dan setara kepada semua lapisanmasyarakat perlu diimbangi dengan penumbuhan aktivitas ekonomi riil yang sesuaidengan karakteristik lokal. Gagasan tentu bisa datang dari berbagai sumber.Namun posisi masyarakat pelaku harus menjadi sentral. Melalui proses partisipatif yang produktif, diharapkan aktivitas ekonomi produktif yang disepakati oleh para
stakeholder 
dapat berkembang dan berlanjut
(sustainable)
.Dalam situasi dimana masyarakat memiliki kehendak kuat untuk menggali danmemanfaatkan berbagai potensi aktivitas ekonomi produktif namun merasakesulitan mengeksplor apa dan bagaimana memulainya, maka pemerintahdan/atau
stakeholder 
lain diharapkan dapat memprakarsainya dan/ataumemfasilitasinya. Namun pengembangan ekonomi lokal yang diprakarsai olehpemerintah (khususnya pemerintah daerah) perlu didiskusikan bersama dengan
stakeholder 
lain. Ini penting terutama untuk memperoleh perspektif masyarakat itusendiri sebagai pelaku tentang kesesuaian gagasannya dan komitmen dalampelaksanaan. Intervensi spesifik yang selektif, misalnya percontohan atau
demonstration project 
, bisa efektif dan berdampak positif bila dirancang dandiimplementasikan secara tepat sesuai dengan kondisi lokal.Makalah ini membahas kegiatan memfasilitasi pengembangan aktivitas ekonomiproduktif sebagai upaya mengatasi persoalan rendahnya pendapatan masyarakatpesisir. Pengenalan paket tekno-bisnis dilakukan sebagai
entry poin
kegiatan.
MENUMBUHKEMBANGKAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA LOKAL DANPERLINDUNGAN ASET INTELEKTUAL BANGSA
50
 
P2KT PUDPKMDB PKT
MEMFASILITASI PENGEMBANGAN AKTIVITAS EKONOMI PRODUKTIF MASYARAKAPESISIR:STUDI KASUS KABUPATEN BEKASIBetro Welfi dan Tatang A Taufik 
Dalam kegiatan perluasan wawasan ini, partisipasi petani tambak (sebagaikelompok
beneficiaries
langsung kegiatan) pada awalnya masih sebatas partisipanpasif. Partisipasi ini kemudian ditingkatkan sejalan dengan proses aktivitas-aktivitas selanjutnya melalui pengembangan percontohan. Percontohandiharapkan berguna bukan saja menunjukkan contoh praktek yang baik
(good  practice)
mengimplementasikan paket tekno-bisnis yang dikenalkan, tetapi jugabagian dari proses peningkatan kapasitas masyarakat
(capacity building)
danrekayasa sosial
(social engineering)
secara
gradual 
.Studi kasus dilakukan di 2 (dua) kecamatan, yaitu Tarumajaya danMuaragembong, Kabupaten Bekasi. Budidaya rumput laut dijadikan sebagaialternatif solusi pengembangan aktivitas ekonomi produktif masyarakat pesisir.Prakarsa ini muncul setelah didahului kajian singkat dan melihat potensi bibit yangberkualitas baik, dan potensi lahan tambak yang cukup luas dan kurang/belumproduktif, waktu dan tenaga petani tambak/nelayan yang relatif masih tersediacukup, serta terutama respons minat yang baik dari masyarakat untukberpartisipasi. Apabila kegiatan ekonomi ini dapat dikembangkan secara tepat, halini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang cukup berarti bagipengembangan ekonomi setempat/lokal. Aktivitas tersebut dapat dilakukan olehmasyarakat petani tambak/nelayan tanpa harus mengganggu mata pencaharianyang sudah ada. Rumput laut dari jenis
gracilaria
dipilih antara lain karenamempunyai keistimewaan dapat dibudidayakan di tambak dan dapatdikombinasikan dengan pemeliharaan udang dan ikan bandeng.
2.GAMBARAN SINGKAT EKONOMI LOKAL: KECAMATANTARUMAJAYA DAN MUARAGEMBONG KABUPATEN BEKASI
A.Gambaran Umum
Secara geografis, Kabupaten Bekasi berada pada posisi 106° 48' 78" - 107° 27'29" Bujur Timur dan 6° 10’ - 30’ Lintang Selatan. Batas-batas administrasiwilayah Kabupaten Bekasi adalah sebagai berikut:
Sebelah Utara: Laut Jawa
Sebelah Selatan: Kabupaten Bogor 
Sebelah Barat: DKI Jakarta dan Kota Bekasi
Sebelah Timur : Kabupaten Karawang51

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
bahrul ulum liked this
sandhiok liked this
R0b1n61 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->