Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENELITIAN DESKRIPTIF INTERPRETATIF

PENELITIAN DESKRIPTIF INTERPRETATIF

Ratings: (0)|Views: 100 |Likes:
Published by bujay

More info:

Published by: bujay on Feb 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2011

pdf

text

original

 
PENELITIAN DESKRIPTIF INTERPRETATIFOleh : Dr. Agus Salim, M.Pd.BAGIAN IBAB IPENDAHULUAN
 Penelitian Pendidikan tidak hanya milik komunitas akademis atau birokratperencana pendidikan. Seringkali kalau kita berbicara mengenai penelitian pendidikan,image kita akan terbangun dengan sebuah laporan penelitian dengan bahasa yang tidakmudah untuk dipahami, penggunaan teori pendidikan yang canggih dan penggunaanrumus statistik yang membuat pusing. Kesimpulan sementara yang dapat terbentukadalah bahwa penelitian pendidikan hanya menjadi milik komunitas pendidikan tertentu,yang memang telah memiliki kemampuan secara khusus. Sehingga tidak dapatdipahami oleh ’orang lain’ yang tidak berada di dalamnya.Asumsi itu tidak benar, meskipun dalam kenyataannya laporan penelitian selaluberbahasa ’kelas berat’. Penelitian pendidikan yang baik selalu menghasilkan sejumlahtemuan, dengan bahasa yang komunikatif, mudah dicerna, dan dapat ditindaklanjuti.Laporan pendidikan yang baik, diharapkan memberi semangat kepada para pembacauntuk memahami masalah, menikmati kupasan masalah (pemecahan masalah) danmerasa mampu untuk ikut mangatasi masalah-masalah itu. Tulisan ini bersifat elementer, karena ditujukan terutama bagi para peminatpenelitian yang masih berada dalam tahapan awal. Tulisan ini ditujukan kepada paraguru (SD dan Sekolah Menengah), yang masih perlu belajar penelitian pendidikan untukmembantu tugas-tugasnya memecahkan masalah pendidikan yang muncul di tempattugas. Penelitian pendidikan idealnya adalah sebuah cara berpikir yang harus dimilikiguru, kepala sekolah dan birokrat pendidikan lokal untuk mengatasi masalah pendidikanyang dihadapi mereka di lapangan.
Seorang guru dapat segera menerapkan upayastrategis seperti cara-cara penelitian, dalam hal ini meliputi mendiskripsi masalah, menetapkan tujuan, mengambil manfaat, upaya untuk menganalisismasalah sesuai dengan sejumlah asumsi teori yang dipahaminya
. Upaya itusangat bermanfaat apabila seorang guru ingin mengatasi masalah pendidikan dengancara-cara akademis dan profesional.Buku ini memang ditujukan kepada guru yang bertugas di apangan dan memilikiidealisme untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang dialami. Denganmembaca naskah ini, diharapkan teman-teman guru tidak lagi merasa asing denganlangkah-langkah strategis dalam penelitian. Penelitian juga tidak dapat dianggap sakral,karena dipercaya hanya milik ilmuwan pendidikan, tetapi telah terjadi ’desakralisasi’untuk menju kepada azas fungsional. Penelitian sesungguhnya adalah upaya untukmengatasi masalah pendidikan dalam tugas yang dihadapi guru dengan tepat danfungsional. Pemanfaatan langkah-langkah penelitian, diharapkan dapat membantusejumlah guru untuk melakukan ’
sharing
’ dengan sesama komunitas guru secara aktif.Kelompok kerja profesi guru, seperti KKG (kelompok kerja guru), MGMP (musyawarahguru mata pelajaran) adalah komunitas yang dapat digunakan sebagai arena kerja guruuntuk melakukan penelitian pendidikan. Di komunitas ini teman-teman guru bisa salingmemberi informasi, berbagi pengalaman dan saling memberi kritik atas upaya yangtelah dilakukan. Pada setiap penutup bab, penulis memberi bagian pelatihan, yang berisisejumlah isian untuk mengadakan evaluasi hasil pelatihan langkah-langkah penelitiandeskriptif-interpretatif.Dengan demikian tulisan ini diharapkan membantu guru untuk memulai suatulangkah besar yang sangat menentukan perbaikan proses belajar dan cara-caramengajar guru. Memang tulisan ini masih sederhana, membutuhkan diskusi yang
 
intensif untuk memahami isi tulisan ini. Terutama membutuhkan latihan intensif untukmelakukan sendiri penelitian dengan ’rasa percaya diri’, upaya penelitian sejauhpengamatan tidak bisa dipahami dengan cara menghafal tetapi harus dengan latihanyang terus-menerus.
BAB IIMASALAH PENELITIAN PENDIDIKAN
 Anda adalah seorang guru di pinggiran kota kabupaten, memiliki sejumlah pengalamandalam mengajar siswa lebih dari sepuluh tahun. Seringkali anda mengalamikejadian/peristiwa pendidikan yang khas dan unik yang terjadi berulang-ulang, kejadianitu dapat menyangkut diri Anda sebagai guru atau diantara teman guru dan siswa Anda.Sebagai contoh anda mengalami sendiri atmosphere belajar siswa menurun, atau Andatiba-tiba kehilangan spirit untuk menjadi guru yang baik. Anda merasakan betul bahwanilai harian siswa ada kecenderungan menurun sehingga anda menjadi serba salah danujung-ujungnya anda menyalahkan diri sendiri karena sebagai guru tidak bisa tampiloptimal.Masalah penelitian harus tergambar dengan mudah dan dapat dirumuskan dengansederhana, jelas dan lengkap. Sebenarnya masalah pendidikan (
educational problema
)yang terjadi pada tataran kejadian keseharian khususnya di dalam ruang kelas.
Istilahmasalah sendiri timbul ketika Anda memiliki harapan (statement of ideal)sedangkan kejadian keseharian menunjukkan perkembangan yang sebaliknya,apa yang terjadi nyata (statement of facts) tidak sesuai dengan harapan
.Kerlinger (1973:16)
mentakrifkan masalah sebagai pernyataan-pernyataan yangdicoba untuk ditemukan jawabannya
. Masalah pendidikan dapat berkembangdalam bentuk dan macamnya yang berbeda-beda, perbedaan masalah tergantungkepada sudut pandang masing-masing guru/peneliti.Pada masalah turunnya atmosphere belajar siswa, penyebabnya dapat berasal daribanyak unsur.
(1) Masalah yang berasal dari kehadiran Guru: Selama ini gurumengajar guru yang tidak tepat, guru tidak begitu menguasai substansi(kontent) belajar, guru mengalami kejenuhan dalam membantu belajar siswasehingga kurang memberi waktu kepada proses pembimbingan. (2) Masalahyang berasal di luar guru, yaitu masalah yang bersumber dari siswa,manajemen sekolah dan orangtua siswa dan masyarakat.
Masalah di luar gurutampaknya sangat beragam, seperti sulitnya meningkatkan belajar siswa pada matapelajaran Matematika. Terbatasnya waktu belajar siswa di rumah, atau orangtua yangkurang memperhatikan siswa dalam mengatasi kesukaran belajar. Masalah-masalah itusebenarnya dapat terjadi tunggal (karena satu alasan) tetapi dapat pula saling mengkaitsehingga terjadi tumpang tindih.
Secara umum masalah pendidikan terpusat kepada proses untuk menjawab berbagai masalah yang bersumber kepada: (a) pemuasan sikap akademik seseorang (b) ada upaya keingin tahuanseseorang/kelompok orang kepada masalah-masalah baru (c) meletakkandasar untuk dapat memecahkan masalah berdasarkan penelitian yang sedangdan telah selesai (d) memenuhi keingin tahuan sosial (e) menyediakan sesuatuyang memiliki manfaat.
Kriteria masalah demikian tidak dapat membatasi dengan penentuan kriteriatentang masalah. Suatu masalah sebenarnya merupakan proses yang sedangmengalami halangan di dalam mencapai tujuannya (goal). Biasanya, halangan tersebuthendak kita akhiri, dan hal inilah yang antara lain menjadi tujuan suatu penelitian(research obyective).Bahwa apa yang dinamakan masalah itu tidak bersifat limitatif-dalam hal inimisalnya hanya timbul bila ada hambatan/kesenjangan-dapat lebih jelas biladihubungkan dengan berbagai sifat penelitian, terutama penelitian eksploratif (MariaSW. Sumardjono, 1996: 22-23). Penelitian eksploraratif bertujuan memperolehpengetahuan tentang suatu gejala, sehingga, setelah melalui tahap observasi, masalah
 
serta hipotesisnya dapat dirumuskan. Jelaslah bahwa dalam penelitian eksploratif pengetahuan tentang gejala yang hendak diteliti masih sangat terbatas dan merupakanlangkah pertama bagi penelitian yang lebih mendalam (Singarimbun dan Effendi, 1989:4; Babbie, 1986: 72; Vredenbregt, 1985: 53)Namun demikian, dalam pemilihan masalah hendaknya diperhatikan hal-halsebagai berikut1. Otoritas peneliti, dalam hubungannya dengan penguasaan teoritis danmetodologis; sebagai guru yang akan meneliti hendaknya dibantu denganbeberapa ilmu bantu untuk membangun ilmu pendidikan yaitu ilmu psikology,sosiologi dan ilmu pendidikan sendiri.2. Fasilitas yang tersedia, terutama dana dan waktu; bagi guru yang akanmeneliti sebenarnya tergantung niat yang dimiliki, waktu untuk melakukanpenelitian dan sedikit dana untuk melaksanakan.3. Kemungkinan memperoleh data yang adekuat; dapat dilakukan denganmengambil data sekunder (statistik pendidikan, data sosiografi/demografi,statistik sekolah dll) dan juga data primer meliputi pernyataan masing-masinginforman dalam pelaksanaan penelitian lapangan. Data yang baik adalah datayang memberikan informasi secara tepat dalam pelaksanaan penelitian yangsedang dilakukan (sesuai dengan tujuan penelitian).4. Apakah masalah yang hendak diteliti itu penting/berfaedah bagi negara/masyarakat dan ilmu pengetahuan. Masalah penelitian adalah masalah yangdianggap penting dan dirasakan mengganggu kegiatan pendidikan keseharian,dirasakan sebagai hambatan yang mengganggu yang harus diatasi bersama(guru, orangtua siswa, siswa, pemerintah dan swasta) secara simultan.Dalam prakteknya sering terjadi kesalahan dalam merumuskan masalah, yangantara lain disebabkan oleh:1. Pengumpulan data yang dilakukan tanpa perencanaan terinci; sehingga datadapat bias, tidak sesuai dengan tujuan penelitian.2. Pengambilan data yang sudah tersedia dan usaha untuk memaksakanperumusan masalahnya;3. Perumusan tujuan yang dilakukan terlalu umum dan meragukan, sehinggainterpretasi hasil serta kesimpulan tidak sahih (valid); hal ini tentunya tidakdapat digunakan untuk mengatasi masalah pendidikan yang muncul dimasyarakat.4. Tidak disebutkannya batasan (limitation) dalam pendekatannya-baik secaraeksplisit maupun implisit- yang berguna untuk membatasi kesimpulan danpenerapannya pada situasi lain. Tidak ada keharusan yang mengikat dalam hal perumusan masalah-dapatberbentuk pernyataan maupun pertanyaan. Biasanya lebih mudah merumuskan masalahdalam bentuk pertanyaan, yang sudah barang tentu bukan sekadar bertanya-karenasuatu masalah yang baik sedapat mungkin: 1) harus menyatakan hubungan antara duagejala (variabel), 2) harus dinyatakan secara jelas serta tidak mengandung keraguan,dan 3) menyiratkan kemungkinan untuk dapat diuji secara empiris (Kerlinger, 1973: 17-18).
Tugas Yang Harus Dilaksanakan Guru:
Anda adalah guru yang bertugas di suatu daerah dengan karakteristik tertentu,cobalah Anda susun sebuah identifikasi masalah pendidikan yang sering muncul atauAnda hadapi dalam tugas keseharian. Dari identifikasi masalah yang muncul, adakah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->