Dengan banyaknya hama, penggunaan musuh alami menjadi tidak dapat diandalkanlagi. Selanjutnya konsep pengendalian hama terpadu mulai dikembangkan dengan penekanan bahwa insektisida masih tetap digunakan, tetapi secara efektif, dengan demikian musuh alamimasih dapat dipertahankan keberadaannya di ekosistem. Integrasi teknik ini kemudiandikembangkan lebih lanjut, termasuk di sini adalah penggunaan teknik lain seperti tumbuhanresisten dan sanitasi, juga pelestarian musuh-musuh alami yang sudah merupakan suatukeharusan dalam pengendalian terpadu ini.Dengan latar belakang inilah dua orang ahli serangga Australia, yaitu L. R. Clark dan P.W. Geier mulai menjabarkan prinsip-prinsip pengendalian hama pada tahun 1961. Merekamula-mula menganjurkan istilah ³protective population management´ atau ³pest management´untuk ide mereka. Pengendalian hama yang mereka kemukakan ini berbeda dengan beberapacara pengendalian hama yang terdahulu, dalam hal sudut pandang secara holistic, idesintesisnya, dan dengan dimasukkannya dasar-dasar teori populasi dalam rancangannya.³Pest Management´ juga memiliki filosofi yang berbeda dari teknologi hamasebelumnya. Sebelum pengembangan dan penerimaan konsep ini, teknologi hama lebih terfokuskepada menguasai (
control
) dibandingkan mengendalikan (
management
). Kontrol berartimenguasai serangga dengan menghilangkannya dan cara yang paling mudah adalah denganmemberikan insektisida kimia dalam jumlah besar. Serangga yang dikuasai harus 100% yang berarti pemusnahan masal serangga hama. Sedangkan Manajemen berarti upaya untuk mencapai hasil akhir yang diinginkan dengan secara bijaksana menggunakan insektisida gunamengurangi efek kerusakan yang disebabkan oleh serangga hama. Dengan konsep ini maka³pest management´ lebih menitikberatkan kepada mengurangi atau memodifikasi efek dariserangga hama dan mengurangi kerusakan sampai pada tingkat yang dapat diterima. Tujuan initidak tergantung kepada kematian dari serangga hama melainkan tergantung kepada status hamayang paling sering ditunjang oleh pencuplikan serangga hama dan nilai ambang batas ekonomi.Sejak saat itu (1961), pengendalian hama atau ³pest management´ banyak mendapatsokongan dan segera menjadi filosofi utama dari pengendalian hama. Di Amerika Serikat,Pengendalian Hama Terpadu menjadi suatu keharusan setelah dikeluarkannya keputusanPresiden pada tahun 1977. Sekarang konsep ini menjadi pondasi dari kebijaksanaan pemerintahAmerika Serikat dalam teknologi hama, yang diharapkan akan diadopsi oleh lebih dari 75%lahan pertanian di seluruh Amerika Serikat pada tahun 2000.
3
.
Implementasi PHT
PHT disebarluaskan ke petani dengan pola Sekolah Lapang PHT (SLPHT). Sebagaicatatan, ternyata Program Nasional PHT dari tahun 1989-1999 telah berhasil melatih lebih darisatu juta petani padi melalui penerapan SLPHT. Komoditi yang dicakup pada kegiatan PHTyaitu padi, kedelai, kubis, kentang, cabe, dan bawang merah. PHT di bidang perkebunan telah berhasil melatih 106.000 petani pada komoditas kopi, kakao, dll.