Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis semiotika Roland Barthes pada Patung Rudi Mantovani

Analisis semiotika Roland Barthes pada Patung Rudi Mantovani

Ratings: (0)|Views: 446 |Likes:
Published by Raju Siraj

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Raju Siraj on Feb 03, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

 
“INTERPRETASI ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA PATUNG RUDI MANTOVANI”Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Karya Rudi MantovaniPENDAHULUANKarya patung Rudi yang berjudul ”Nada yang Hilang” adalah karya patung yang ditandaioleh sebuah gitar elektrik. Pada karya ini, terlihat kemampuan Rudi dalam menata tanda-tanda yang begitu kompleks. Pengkodean yang diterapkan Rudi pada karyanya bukanlah pengkodean yang telah disepakati secara konvensi, inilah daya tarik yang luar biasa pada karya patung Rudi ”Nada yang Hilang”, sehingga penulis menganggap penting untuk mengkaji tanda pada karya ini.Analisis tanda pada karya patung Rudi tersebut di atas, menggunakan analisis interpretasi. Analisis interpretasi digunakan untuk mengetahui makna-makna yang mungkin tersembunyi dibalik tanda-tanda yang ditampilkan oleh Rudi pada karyanya. Pencarian makna melalui tanda-tanda, diperlukan suatu pendekatan cara baca tanda.Penulis menggunakan pendekatan semiotika semantik yang ditawarkan oleh Roland Barthes.Analisis tanda yang akan dilakukan melalui pembacaan tanda yang ditawarkan olehRoland Barthes hanya dibatasi pada poin-poin seperti di bawah ini:1. sistem dan sintagma pada karya Rudi “Nada yang Hilang”.2. Konteks tanda dan relasi antar tanda; metafora dan metonimi pada karya Rudi “Nada yang Hilang”.3. Tingkatan pertandaan; makna denotasi dan makna konotasi pada karya Rudi “Nada yang Hilang”.PEMBAHASANGambar 1.Rudi Mantovani, ”Nada yang Hilang”, 2006.Kayu, cat, logam. 70 x 45 x 75 cm.1(photo: repro photo Rajudin 2011).Karya patung Rudi ”Nada yang Hilang” ini, adalah salah satu dari sekian banyak karyapatung Rudi seri alat musik. Rudi mencoba mengeksplorasi sebuah gitar elektrik.Rudi telah banyak menghasilkan karya patung dengan acuan visual yang sama dengan wujud yang sangat beragam, sesuai dengan keinginana dan konsep karya yang hendak disampaikan oleh Rudi.”Nada yang Hilang” adalah sebuah tanda oleh Rudi Mantovani untuk karya patungnya yang terlihat pada gambar 1 di atas. Gitar elektrik sebagai penanda bagi Rudi untukmenyampaikan petanda sebuah nada yang hilang. Bentuk gitar elektrik di buat sama persis dengan material gitar yang sesungguhnya. Begitu juga dengan organ dan kelengkapan elemen-elemen penghasil bunyinya. Namun wujud yang ditampilkan Rudi berbeda dari wujud sebuah gitar elektrik yang sesungguhnya. Rudi melakukan deformasi bentuk dengan membengkokkan body sampai ujung neck menjadi melengkung hiperbola dengan sempurna. Penanda yang demikian sangat unik, ada petanda yang khususyang ingin dipersoalkan oleh Rudi. Gitar diberi warna merah mengkilap, sebuah tanda yang disuguhkan untuk ditafsir dengan segenap perhatian.Sebelum masuk pada tahap analisis semiotika pada karya Rudi, terlebih dahulu kita melihat anatomi dari sebuah gitar elektrik (dari segi organologinya), agar dapat diketahui nama bagian-bagian dari sebuah gitar elektrik. Hal ini sangat diper
 
lukan, karena dalam analisis akan menggunakan istilah-istilah tentang bagian-bagian dari organ gitar elektrik. Untuk itu dapat dilihat gambar di bawah ini.Gambar 2.Nama bagian-bagian anatomi gitar elektrik.2Gitar elektrik adalah sebuah instrumen kunci sejak ditemukannya pada awal tahun1940-an. Gitar elektrik adalah sebuah hasil dari kemajuan teknologi modern baratyang telah mendunia. Suara-suara yang dihasilkannya jauh lebih kuat dan bervariasi dibandingkan dengan gitar akustik. Apalagi sekarang ditunjang oleh teknologisound effect yang canggih, suara yang dihasilkan jauh lebih jernih dan variatif, dan warna suaranya dapat diatur sesuai dengan keinginan gitarisnya. Sejak kemunculannya, gitar elektrik telah merambah ke seluruh dunia. Gitar elektrik telahmenjadi sebuah fenomena dan menjadi ikon dari budaya populer yang dihasilkan oleh peradaban barat.Bagi masyarakat pengguna instrumen gitar elektrik (seniman musik), gitar elektrik berfungsi sebagai media ekspresinya. Melalui gitar elektrik, seniman musik menyampaikan gagasan, ide dan pemikirannya lewat nada-nada yang dimainkan. Gitar elektrik merupakan bagian dari diri senimannya. Seperti ketika seseorang menyebutnama Yngwie Malmsteen, pikiran mengasosiasikannya pada sebuah gitar elektrik dengan permainan yang sangat progresif dan memukau. Begitu juga ketika orang menyebut nama Slash dari Gun’s n Roses ataupun Brian Jones dari The Rolling Stones. Artinya, gitar elektrik tidak hanya menjadi penanda untuk suara, pikiran atau gagasan, gitar elektrik juga sebagai penanda bagi senimannya.Cukup kiranya sekilas tentang organologi gitar elektrik dan sedikit sejarah danpenggunaannya oleh beberapa seniman terkenal, maka bahasan ini akan dilanjutkanpada analisis terhadap karya Rudi Mantovani yang berjudul “Nada yang Hilang”.1. sistem dan sintagma.a. Sistem pada karya Rudi “Nada yang Hilang”.Sistem adalah perbendaharaan tanda (kata, visual, gambar, benda).3 Di dalam sistem yang dikembangkan oleh Barthes, ada semacam aturan main dimana dalam sebuah sistem hanya ada satu elemen setara yang mungkin hadir atau digunakan dalam waktuyang bersamaan. Sebagai contoh dalam sistem minuman (kopi, teh, susu, jus, danseterusnya), tidak lazim diminum dalam waktu yang sama. Pilihan hanya mungkin jatuh pada salah satu dari minuman tersebut. Pilihan ini berdasarkan pada kekuatanyang ada pada tanda dan untuk apa tanda itu dimaksudkan.Dari sekian banyak elemen dari sebuah sistem musik, baik modern atau tradisi, seperti gitar akustik atau yang lazim disebut folk guitar, gitar dari portugal (capaqinho), atau instrumen petik lainnya dari daerah-daerah di Nusantara, sepertikeroncong dari Maluku, kacapi dari Sunda atau sasando dari Sulawesi. Rudi hanyatertarik pada sebuah gitar elektrik, sebuah instrumen yang lahir dari kemajuan teknologi peradaban modern. Pilihan Rudi pada salah satu dari instrumen musik inidisebut sebagai sebuah sistem di dalam pertandaan.Warna merah pada karya Rudi juga dapat dikatakan sebuah sistem dalam pertandaan.Mengapa pilihan jatuh kepada warna merah, mengapa tidak warna yang lain. Ada emosi yang kuat, kemarahan dan kegeraman yang dirasakan Rudi, ditandai oleh warnamerah. Kemarahan dan kegeraman yang memuncak, ketegangan yang mencekam, bahaya yang mengancam, masalah urgen yang harus mendapat perhatian.b. Sintagma pada karya Rudi “Nada yang Hilang”.
 
Sintagma adalah cara pengkombinasian tanda berdasarkan aturan main (rule) tertentu.4 Tanda-tanda di dalam struktur secara linier berinteraksi sehingga membentuksebuah makna tertentu. Sintagma dalam sistem pertandaan tidak boleh diabaikan,karena sintagmalah yang memungkinkan pembaca memahami makna. Kalimat “saya pergi ke pasar” adalah sebuah struktur kalimat yang mempunyai aturan tertentu. Pembaca sangat memahami maksud dari kalimat tersebut, karena kalimat tersebut terstrukturmenurut kode bahasa yang baku. Dapatkah pembaca memahami ketika saya mengatakan “pasar ke saya pergi”? Alih-alih memahami, akan tetapi yang timbul hanyalah kesalahpahaman dan kekacauan, karena saya mengabaikan rule dalam struktur kalimat. Aturan-aturan inilah yang disebut dengan sintagma.Gitar elektrik sebagai sebuah instrumen mempunyai aturan-aturan tertentu dalam pembuatannya. Aturan-aturan ini dimaksudkan tidak lain untuk mengoptimalkan fungsinya sebagai sebuah instrumen. Seperti: panjang neck, fingerboard dan body. Jarak pemasangan fret pada fingerbord juga mempunyai aturan-aturan tertentu. Mulai dari fret terjauh dari body sampai dengan fret yang terdekat dengan body tidak dipasang dengan jarak yang sama, ini sangat berhubungan dengan panjang pendeknya string dengan nada yang dihasilkan dan mengacu pada tangga nada yang telah disepakati pada masyarakat barat. Selain itu, string yang direntang dari bridge sampaipada nut tidak boleh menyentuh fret. Dan ketika string ditekan antara fret pertama dengan nut, string tidak boleh menyentuh fret kedua atau seterusnya. Begitujuga dengan bagian-bagian yang lain, semua disusun dan dibentuk menurut pengkodean dan fungsi dari masing-masing elemen, sehingga tercipta sebuah struktur gitarelektrik. Pengkodean ini disebut sintagma pada struktur gitar elektrik.Pada karya Rudi, aturan-aturan ini didobrak sedemikian rupa. Body sampai pada ujung neck dibuat melengkung hiperbola dengan sempurna. Sehingga string menyentuhbridge pickup dan neck pickup, bahkan seluruh fret. Jika pada fingerboard terdapat 23 fret plus satu nut, maka 24 dikali dengan enam string, menjadi 144 nada akan hilang, lenyap dan tidak berarti apa-apa lagi. Gitar elektrik menjadi kehilangan fungsinya sebagai sebuah instrumen. Sintagma pada “Nada yang Hilang” adalah pendobrakan Rudi terhadap pengkodean yang telah disepakati secara konvensi. Pendobrakan ini adalah sebuah petanda yang dimaksudkan oleh Rudi sebagai perlawanan terhadap realitas.2. Konteks TandaKonteks tanda berkaitan dengan ruang dan waktu, antara penanda memiliki petandayang berhubungan dengan situasi dan kondisi disaat tanda itu digunakan. Kontekstanda dianalisis dalam rangka melihat fenomena-fenomena yang ditandai seniman pada waktu karya seni diciptakan.Karya “Nada yang Hilang” diciptakan Rudi pada tahun 2006. Pada saat itu sebuah grupband tengah mengadakan konser amal untuk kemanusiaan di Amerika Serikat. Sementara di belahan dunia yang lain, seperti di Irak dan Afganistan, orang Amerika yang lain sedang melakukan “pembasmian” terhadap kemanusiaan itu sendiri. Ini adalah sebuah paradoks dan ironi. Fenomena ini direspon oleh Rudi dengan cara kesenimanannya. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa tanda yang dihadirkan oleh Rudi adalahtanda yang kontekstual.Kontekstual tanda dalam hal relasinya, tidak hanya dilihat dari relasi antara penanda dengan petanda, tetapi juga relasi antara tanda dengan tanda yang lain (interaksi) dalam konteks yang sama. Ada dua model interaksi tanda yang banyak digunakan yaitu metafora dan metonimi.a. Metafora pada karya Rudi “Nada yang Hilang”.Metafora adalah sebuah tanda dari sebuah sistem digunakan untuk menjelaskan makna untuk sistem yang lain.5 Seperti penggunaan metafora panjang tangan menjelaskan makna untuk orang yang suka mencuri. Sama halnya dengan karya Rudi, “Nada yang H

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->