Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peranan-DPKS

Peranan-DPKS

Ratings: (0)|Views: 336|Likes:
Published by Widhi Romadona

More info:

Published by: Widhi Romadona on Feb 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/04/2011

pdf

text

original

 
1
PERANAN DEWAN PENDIDIKAN DAN KOMITE SEKOLAH DALAM UPAYAPENINGKATAN KUALITAS LAYANAN PENDIDIKAN UNTUK PENDIDIKANDASAR (SD DAN SMP) TAHUN 2006(TINJAUAN DARI DINAS PENDIDIKAN DAN DEPARTEMEN AGAMA)R. Gunawan Sudarmanto
1
 ABSTRAK
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan bagaimana kondisi dan pelaksanaanperan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah yang telah dibentuk sebagai upayapeningkatan kualitas pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah. Pengkajianpenelitian ini lebih difokuskan pada Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah untuk  jenjang pendidikan dasar. Penelitian ini menggunakan metode
expost facto
untuk mengungkap kenyataan yang telah terjadi selama ini. Pengumpulan data dalam kegiatanini dilakukan dengan menggunakan teknik kuesioner, pedoman wawancara, dandokumentasi. Data yang telah diolah kemudian dianalisis dengan teknik kualitatif dankuantitatif (menggunakan persentase), termasuk dalam kegiatan ini adalah penyusunanlaporan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Baik Menurut persepsiDinas Pendidikan maupun Kepala Kantor Departemen Agama di daerah, sebagian besarpengurus dan anggota Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah memiliki komitmen yangtinggi dan sangat tinggi untuk ikut serta meningkatkan kondisi atau kualitas pendidikandi masing-masing daerah, (2) Keterlibatan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolahmenurut persepsi Dinas pendidikan di daerah, yang paling tinggi yaitu pada kegiatanmemberikan dukungan. Urutan tingkat pelaksanaan peran Dewan Pendidikan danKomite Sekolah, maka yang pertama yaitu pemberian dukungan, mediator, pemberianpertimbangan, dan yang paling rendah yaitu pengontrol, dan (3) Menurut persepsiKepala Kantor Departemen Agama di daerah, peran Dewan Pendidikan dan KomiteSekolah yang berupa; pemberi perimbangan (
advisory agency
), pendukung (
supportingagency
), pengontrol (
controlling agency
), dan mediator antara pemerintah denganmasyarakat di satuan pendidikan dapat dilaksanakan dengan baik sebagaimana yangdiharapkan bersama.Kata kunci: Kusalitas, layanan pendidikan
ABSTRACT
 This research is aimed to lay open how the Dewan Pendidikan and Komite Sekolah hasperformed teir character to improve education quality at basic education (SD and SMP).This study has focussed at Dewan Pendidikan and Komite Sekolah of basic education(SD and SMP). The expost facto was conducted in this reseacrh and the qoutionair,interview, and documentation was ganerated to collect data. The data was analysed withqualitative and quantitative (percentage) technique. Result of this research indicated that(1) whether according to Dinas Pendidikan and also Kepala Kantor Departemen Agama
1
Dr. R. Gunawan Sudarmanto, S.Pd., S.E., M.M., adalah Dosen Pendidikan Ekonomi, Jurusan PendidikanIPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lampung. Jl. Sumantri Brojonegoro No. 1Gedongmeneng, Bandarlampung, 35145.
 
2in the district, most of the members and official of Dewan Pendidikan dan KomiteSekolah have high and very high commitment to join in to improve education quality ineach district, (2) the supporting agency has the highest involvement of DewanPendidikan dan Komite Sekolah according to Dinas Pendidikan in each district. Theordinary (highest to lowest) of the performed of the Dewan Pendidikan and KomiteSekolah function is suppoting agency, mediatory agency, advisory agency, andcontrolling agency, and (3) according to Kepala Kantor Departemen Agama perceptionin each dsitrict, role of the Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah that consis of advisory agency, supporting agency, controlling agency, and mediatory agency hasperformed as good as expected.Key word: Quality, education service
 PENDAHULUAN
Adanya kemajuan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat dewasa ini,memunculkan tantangan bagi pendidikan dasar dan menengah yang disinyalir berkaitandengan rendahnya mutu proses dan hasil pendidikan. Pendidikan dasar dan menengahsebagai upaya memberikan dasar yang kuat bagi peningkatan sumber daya manusiadiyakini memberi kontribusi yang sangat berarti untuk perkembangan peserta didik.Berkaitan dengan kondisi tersebut, perlu adanya upaya untuk meningkatkan mutu prosespendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.Statemen yang berkembang pada masyarakat menyatakan bahwa mutu sumber dayamanusia (SDM) yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengahdisinyalir belum mempunyai kualifikasi sebagai mana yang diharapkan. Masih banyak guru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang hanya berpendidikan diploma.Kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana yang diperlukan untuk penyelenggarakanpendidikan dasar dan menengah pun masih banyak yang di bawah standar, terbuktimasih banyak sekali terdengar adanya gedung sekolah yang roboh, gedung sekolahmirip kandang ayam, dan berita miring lainnya.Guna perbaikan kualitas pembelajaran yang terjadi pada pendidikan dasar dan menengahperlu adanya kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait, termasuk perlu adanyahubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat sekitar. Berkaitan dengan hubunganantara sekolah dan masyarakat yang belum berjalan dengan baik, perlu adanya suatulembaga khusus dari masyarakat untuk ikut memberikan perhatian perbaikan kualitaspendidikan dasar dan menengah. Masyarakat masih banyak yang beranggapan bahwapendidikan menjadi tanggung jawab sekolah secara penuh. Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, pendidikan juga menjadi tanggung jawab keluarga danmasyarakat secara bersama. Masyarakat merupakan stakeholder yang mempunyaikepentingan atas keberhasilan pendidikan di sekolah (baik pendidikan dasar maupunmenengah). Untuk mempermudah hubungan antara sekolah dan masyarakat, diperlukansuatu lembaga yang mampu menjadi penghubung, yaitu dewan pendidikan untuk tingkatkabupaten/kota dan provinsi, dan komite sekolah untuk tingkat satuan pendidikanSalah satu permasalahan pendidikan yang disorot dan erat kaitannya dengan peningkatanmutu pendidikan adalah manajemen (pengelolaan) pendidikan. Paling tidak ada tiga
 
3faktor manajemen pendidikan yang perlu mendapat perhatian. Pertama,penyelenggaraan pendidikan nasional menggunakan pendekatan
education production function
atau yang lebih dikenal dengan pendekatan
input-output analysis
. Kedua,pendidikan nsional diselenggarakan secara birokratik-sentralistik, sehinggamenempatkan sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sangat tergantung padakeputusan birokrasi yang mempunyai jalur sangat panjang dan kadangkala tidak sesuaidengan kondisi daerah setempat. Ketiga, peranserta masyarakat, khususnya orang tuasiswa dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini sangat minim (Anonimus, 2003:9—10).Dalam era desentralisasi di bidang pendidikan sekarang ini peran serta masyarakatmenjadi sangat penting artinya bagi kehidupan suatu sekolah. Organisasi yangdiharapkan mampu untuk menampung seluruh aspirasi dan peran serta masyarakattersebut adalah Dewan pendidikan dan Komite Sekolah. Dewan Pendidikan dan KomiteSekolah merupakan badan atau lembaga non profit dan non politis, yang dibentuk berdasarkan musyawarah secara demokratis oleh
stakeholder 
pendidikan pada tingkatsatuan pendidikan, sebagai representasi dari berbagai unsur yang bertanggung jawabterhadap peningkatan kualitas, proses dan hasil pendidikan. Permasalahannya adalahapakah dengan telah terbentuknya organisasi yang bernama Komite Sekolah itu akanmenjadi suatu jaminan bakal mampu membantu pengelolaan pendidikan di satu sekolah?Keberadaan Dewan Pendidikan harus bertumpu pada landasan partisipasi masyarakatdalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di daerah. Oleh karena itu,pembentukannya harus memperhatikan pembagian peran sesuai posisi dan otonomi yangada. Adapun peran yang dijalankan Dewan Pendidikan berupa (a) pemberipertimbangan (
advisory body
) dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan,(b) pendukung (
supporting agency
) baik finansial, pemikiran, maupun tenagapenyelenggara pendidikan, (c) pengontrol (
controlling agency
) dalam rangkatransparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaran pendidikan, (d) mediatorantara pemerintah (eksekutif) dan DPR (legislatif) dengan masyarakat (Anonimus, 2003:9—10).Demikian juga dengan Komite Sekolah, keberadaan komite Sekolah harus bertumpupada landasan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan hasilpendidikan di sekolah. Oleh karena itu, pembentukannya harus memperhatikanpembagian peran sesuai posisi dan otonomi yang ada. Adapun peran yang dijalankanKomite Sekolah berupa (a) pemberi pertimbangan (
advisory body
) dalam penentuan danpelaksanaan kebijakan pendidikan, (b) pendukung (
supporting agency
) baik finansial,pemikiran, maupun tenaga penyelenggara pendidikan, (c) pengontrol (
controllingagency
) dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan dan keluaranpendidikan, (d) mediator antara pemerintah (eksekutif) dengan masyarakat di satuanpendidikan (Anonimus, 2003: 23—24).Komite Sekolah merupakan badan yang bersifat mandiri, tidak mempunyai hubunganhierarkis dengan satuan pendidikan maupun lembaga pemerintah lainnya. Posisi KomiteSekolah, satuan pendidikan, dan lembaga-lembaga pemerintah lainnya mengacu padakewenangan masing-masing berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pembentukan Komite

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->