Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penjelasan UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

Penjelasan UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan

Ratings: (0)|Views: 458 |Likes:
Published by humanisme
Penjelasan mengenai UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan
Penjelasan mengenai UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: humanisme on Feb 04, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2012

pdf

text

original

 
 
PENJELASANATASUNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANGKESEHATANI.
 
UMUMDalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 tercantum jelas cita-citabangsa Indonesia yang sekaligus merupakan tujuan nasional bangsaIndonesia. Tujuan nasional tersebut adalah melindungi segenap bangsaIndonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukankesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikutmelaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaianabadi serta keadilan sosial.Untuk mencapai tujuan nasional tersebut diselenggarakanlah upayapembangunan yang berkesinambungan yang merupakan suatu rangkaianpembangunan yang menyeluruh terarah dan terpadu, termasuk di antaranyapembangunan kesehatan.Kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsurkesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsaIndonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.Oleh karena itu, setiap kegiatan dan upaya untuk meningkatkan derajatkesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dilaksanakan berdasarkanprinsip nondiskriminatif, partisipatif, perlindungan, dan berkelanjutan yangsangat penting artinya bagi pembentukan sumber daya manusia Indonesia,peningkatan ketahanan dan daya saing bangsa, serta pembangunannasional.Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya padamulanya berupa upaya penyembuhan penyakit, kemudian secara berangsur-angsur berkembang ke arah keterpaduan upaya kesehatan untuk seluruhmasyarakat dengan mengikutsertakan masyarakat secara luas yangmencakup upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif yang bersifatmenyeluruh terpadu dan berkesinambungan. Perkembangan ini tertuang kedalam . . .
 
 
- 2 -dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) pada tahun 1982 yang selanjutnyadisebutkan kedalam GBHN 1983 dan GBHN 1988 sebagai tatanan untukmelaksanakan pembangunan kesehatan.Selain itu, perkembangan teknologi kesehatan yang berjalan seiring denganmunculnya fenomena globalisasi telah menyebabkan banyaknya perubahan yang sifat dan eksistensinya sangat berbeda jauh dari teks yang tercantumdalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan. Pesatnyakemajuan teknologi kesehatan dan teknologi informasi dalam era global initernyata belum terakomodatif secara baik oleh Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.Perencanaan dan pembiayaan pembangunan kesehatan yang tidak sejiwadengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992, yaitu menitikberatkan padapengobatan (kuratif), menyebabkan pola pikir yang berkembang dimasyarakat adalah bagaimana cara mengobati bila terkena penyakit. Hal itutentu akan membutuhkan dana yang lebih besar bila dibandingkan denganupaya pencegahan. Konsekuensinya, masyarakat akan selalu memandangpersoalan pembiayaan kesehatan sebagai sesuatu yang bersifatkonsumtif/pemborosan.Selain itu, sudut pandang para pengambil kebijakan juga masih belummenganggap kesehatan sebagai suatu kebutuhan utama dan investasiberharga di dalam menjalankan pembangunan sehingga alokasi danakesehatan hingga kini masih tergolong rendah bila dibandingkan dengannegara lain.Untuk itu, sudah saatnya kita melihat persoalan kesehatan sebagai suatufaktor utama dan investasi berharga yang pelaksanaannya didasarkan padasebuah paradigma baru yang biasa dikenal dengan paradigma sehat, yakniparadigma kesehatan yang mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif.Dalam rangka implementasi paradigma sehat tersebut, dibutuhkan sebuahundang-undang yang berwawasan sehat, bukan undang-undang yangberwawasan sakit.Pada sisi lain, perkembangan ketatanegaraan bergeser dari sentralisasimenuju desentralisasi yang ditandai dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimanatelah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2008tentang Pemerintahan Daerah.Undang-Undang . . .
 
 
- 3 -Undang-Undang tersebut memuat ketentuan yang menyatakan bahwabidang kesehatan sepenuhnya diserahkan kepada daerah masing-masing yang setiap daerah diberi kewenangan untuk mengelola danmenyelenggarakan seluruh aspek kesehatan.Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004, Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan PemerintahNomor 38 Tahun 2007 yang mengatur tentang pembagian urusan antarapemerintah, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Berdasarkan hal tersebut, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentangKesehatan perlu disesuaikan dengan semangat otonomi daerah.Oleh karena itu, perlu dibentuk kebijakan umum kesehatan yang dapatdilaksanakan oleh semua pihak dan sekaligus dapat menjawab tantanganera globalisasi dan dengan semakin kompleksnya permasalahan kesehatandalam suatu Undang-Undang Kesehatan yang baru untuk menggantikanUndang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan.II.
 
PASAL DEMI PASAL Pasal 1Cukup jelas.Pasal 2Pembangunan kesehatan harus memperhatikan berbagai asas yangmemberikan arah pembangunan kesehatan dan dilaksanakan melaluiupaya kesehatan sebagai berikut:a.
 
asas perikemanusiaan yang berarti bahwa pembangunan kesehatanharus dilandasi atas perikemanusiaan yang berdasarkan padaKetuhanan Yang Maha Esa dengan tidak membedakan golonganagama dan bangsa.b.
 
asas keseimbangan berarti bahwa pembangunan kesehatan harusdilaksanakan antara kepentingan individu dan masyarakat, antarafisik dan mental, serta antara material dan sipiritual.c.
 
asas manfaat berarti bahwa pembangunan kesehatan harusmemberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemanausiaan danperikehidupan yang sehat bagi setiap warga negara.d. asas . . .

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Topan Hermawan liked this
Surya Negara liked this
Muthia Sani liked this
Dewi Retnosari liked this
Dewi Retnosari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->