Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
The King of Torts Complet - Unknown

The King of Torts Complet - Unknown

Ratings: (0)|Views: 1,295|Likes:
Published by dianwangi

More info:

Published by: dianwangi on Feb 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/29/2013

pdf

text

original

 
TEMBAKAN-TEMBAKAN yang me-nyemburkan peluruyang menembus kepala Pumpkin didengar tak kurang daridelapan orang. Tiga orang secara naluriah menutup jendela mereka, memeriksa kunci pintu, dan menarik dirike dalam apartemen kecil mereka yang aman, setidaknyatertutup. Dua lainnya, masing-masing berpengalamandalam masalah seperti itu, lari dari tempat tersebutsecepat mungkin, kalau bukan malah lebih cepat daripadasi penembak sendiri. Seorang, lainnya, orang fanatiktentang daur ulang daerah itu, sedang menggali-galisampah mencari kaleng alumunium ketika mendengar bunyi keras tembak-menembak yang terjadi setiap hari itudari jarak yang amat dekat. Ia melompat ke belakangtumpukan kardus hingga tembakan itu berhenti, kemudianmenyelinap ke lorong di mana ia melihat apa yang tersisadari diri Pumpkin. Dan dua orang melihat hampir segalanya. Mereka sedang duduk di peti susu dari plastik,di sudut jalan Georgia dan Lamont, di depan tokominuman, agak tersembunyi di balik mobil yang diparkir disana sehingga si penembak, yang melihat sekelilingdengan cepat sebelum membuntuti Pumpkin memasukigang, tak melihat mereka. Keduanya kelak mengatakanpada polisi bahwa mereka melihat pemuda berpistol itumerogoh ke dalam saku dan mengeluarkannya; merekayakin melihatnya, sepucuk pistol hitam. Sedetik kemudianmereka mendengar tembakan, meskipun mereka tidakbenar-benar melihat kepala Pumpkin dihantam peluru.Sedetik kemudian lagi, pemuda bersenjata itu melesat darigang dan, entah karena alasan apa, berlari lurus ke arah
 
mereka. Ia berlari sambil membungkuk, bak anjingketakutan, jelas bersalah. Ia memakai sepatu basketmerah dan kuning yang tampak lima ukuran kebesaran danberbunyi keras ketika mengenai jalanan saat ia kabur.Ketika berlari melewati mereka, ia masih memegangipistol itu, mungkin kaliber 0,38, dan terenyak cuma sesaatketika melihat mereka dan menyadari mereka telah melihatterlalu banyak. Selama satu detik yang mengerikan, iasepertinya menaikkan pistol seolah hendak menghabisipara saksi, yang sama-sama berhasil menggulingkanbadan ke balik peti susu plastik mereka dan kalang kabutbertemperasan. Kemudian ia pun menghilang. Salah satudi antara mereka membuka pintu toko minuman danberteriak menyuruh orang menelepon polisi, telah terjadipenembakan. Tiga puluh menit kemudian, polisi menerimatelepon bahwa pemuda yang cocok dengan ciri-ciri orangyang menghabisi Pumpkin dua kali terlihat di Ninth Streetmembawa sepucuk pistol secara terbuka dan gerak-geriknya lebih aneh daripada kebanyakan orang di NinthStreet. Ia mencoba memancing sedikitnya satu orang agar memasuki tempat kosong, tetapi calon korban berhasillolos dan melaporkan kejadian tersebut. Polisi menemukanburuan mereka satu jam kemudian. Namanya TequilaWatson, laki-laki kulit hitam, usia dua puluh tahun, dengancatatan polisi pernah tersangkut urusan obat terlarang. Takada keluarga. Tak ada alamat. Tempat ia tidur terakhir adalah unit rehabilitasi di W Street. Ia berhasil membuangpistol di suatu tempat, dan seandainya ia merampokPumpkin, maka ia pun sudah membuang uang atau obat
 
terlarang atau apa pun jarahannya. Sakunya bersih, seperti juga matanya. Polisi yakin Tequila tidak dalam pengaruhobat apa pun ketika ditangkap. Interogasi cepat dan kasar dilakukan di jalan, kemudian ia diborgol dan didorongmasuk ke jok belakang mobil kepolisian DC. Merekamembawanya kembali ke Lamont Street, di mana merekamengatur pertemuan spontan dengan dua saksi tadi.Tequila dibawa memasuki gang di mana ia meninggalkanPumpkin. 'Teman ke sini?" seorang polisi bertanya.Tequila tak mengatakan apa-apa, cuma memelototigenangan darah segar di atas beton yang kotor. Dua saksididorong memasuki gang itu, lalu diam-diam dibawa kesuatu tempat di dekat Tequila. "Itu orangnya," keduanyaberkata bersamaan. "Ia memakai baju yang sama, sepatubasket yang sama, segalanya kecuali pistol itu." "Dialahorangnya." "Tidak diragukan lagi." Tequila sekali lagididorong ke dalam mobil dan dibawa ke penjara. Iadiproses dengan tuduhan melakukan pembunuhan dandikurung tanpa peluang pembebasan dengan uang jaminan dalam waktu dekat. Entah karena pengalamanatau hanya karena ketakutan. Tequila tak pernahmengucapkan sepatah kata pun pada polisi sewaktumereka memancing, membujuk, bahkan mengancamnya.Tak ada apa pun yang memberatkan, tak ada yangberguna. Tak ada indikasi mengapa ia membunuhPumpkin. Tidak ada petunjuk tentang latar belakangmereka, seandainya memang ada. Seorang detektif veteran menulis catatan ringkas di berkas perkara bahwapembunuhan itu kelihatan sedikit lebih acak daripada yang

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Maz Dhieen liked this
dianwangi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->