TEMBAKAN-TEMBAKAN yang me-nyemburkan peluruyang menembus kepala Pumpkin didengar tak kurang daridelapan orang. Tiga orang secara naluriah menutup jendela mereka, memeriksa kunci pintu, dan menarik dirike dalam apartemen kecil mereka yang aman, setidaknyatertutup. Dua lainnya, masing-masing berpengalamandalam masalah seperti itu, lari dari tempat tersebutsecepat mungkin, kalau bukan malah lebih cepat daripadasi penembak sendiri. Seorang, lainnya, orang fanatiktentang daur ulang daerah itu, sedang menggali-galisampah mencari kaleng alumunium ketika mendengar bunyi keras tembak-menembak yang terjadi setiap hari itudari jarak yang amat dekat. Ia melompat ke belakangtumpukan kardus hingga tembakan itu berhenti, kemudianmenyelinap ke lorong di mana ia melihat apa yang tersisadari diri Pumpkin. Dan dua orang melihat hampir segalanya. Mereka sedang duduk di peti susu dari plastik,di sudut jalan Georgia dan Lamont, di depan tokominuman, agak tersembunyi di balik mobil yang diparkir disana sehingga si penembak, yang melihat sekelilingdengan cepat sebelum membuntuti Pumpkin memasukigang, tak melihat mereka. Keduanya kelak mengatakanpada polisi bahwa mereka melihat pemuda berpistol itumerogoh ke dalam saku dan mengeluarkannya; merekayakin melihatnya, sepucuk pistol hitam. Sedetik kemudianmereka mendengar tembakan, meskipun mereka tidakbenar-benar melihat kepala Pumpkin dihantam peluru.Sedetik kemudian lagi, pemuda bersenjata itu melesat darigang dan, entah karena alasan apa, berlari lurus ke arah