Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
13Activity
P. 1
PENGARUH VARIABEL MAKRO TERHADAP KONSUMSI MASYARAKAT INDONESIA

PENGARUH VARIABEL MAKRO TERHADAP KONSUMSI MASYARAKAT INDONESIA

Ratings: (0)|Views: 891 |Likes:
Published by Jimmy Sean Hutauruk

More info:

Published by: Jimmy Sean Hutauruk on Feb 05, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

 
1
PENGARUH VARIABEL MAKROTERHADAP PERUBAHAN KONSUMSIMASYRAKAT INDONESIAPERIODE 2000-2006OLEH :SOEMARTINIJURUSAN STATISTIKAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMUNIVERSITAS PADJADJARANJATINANGOR2007
 
2
BAB IPENDAHULUAN1.1.
 
Latar Belakang Masalah
Pembangunan merupakan alternatif terbaik yang dapat dilakukan oleh suatubangsa, dalam upaya untuk meningkatkan taraf hidup maupun kesejahteraan rakyat.Salah satu alat ukur untuk menilai perkembangan tingkat kesejahteraan ekonomipenduduk, pola pengeluaran/konsumsi, dapat dipakai sebagai salah satu indikatornya,dengan asumsi bahwa penurunan persentase pengeluaran untuk makananmencerminkan membaiknya kehidupan ekonomi penduduk, seperti yangdikemukakan oleh
Engel (BPS
,1995:2
)
melalui hukum ekonominya yakni bila seleratak berbeda maka persentase pengeluaran untuk makanan menurun denganmeningkatnya pendapatan. Seperti terlihat dalam tabel di bawah ini yangmemperlihatkan persentase pengeluaran rata-rata per kapita untuk makanan danbukan makanan pada tahun 1987, 1990 , 1993 dan 1996.
Tabel 1Persentase Pengeluaran Rata-rata Per Kapita SebulanUntuk Kelompok Makanan dan Bukan Makanan Di IndonesiaTahun 1987,1990, 1993 dan 1996
Kelompok Barang(1)1987(2)1990(3)1993(4)1996(5)1.Makanan 61,28 60.26 56.86 47.972.Bukan Makanan 38.72 39.64 43.14 52.03Total 100 100 100 100
Sumber: Susenas 1987, 1990,1993, dan 1996
Nampak bahwa persentase pengeluaran untuk makanan semakin menurun daritahun ke tahun. Walaupun tidak terlalu drastis namun perubahan persentase tersebutmencerminkan adanya perbaikan tingkat kesejahteraan penduduk. Sedangkan
 
3
Pendapatan Nasional yang dinyatakan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) perkapita sering digunakan sebagai indikator ekonomi mengenai taraf hidup (levels of living) dan tingkat kemajuan pembangunan suatu negara (development progress).Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diukur dari perubahan Produk Domestik Bruto (PDB) pun, hingga pada tahun 1997 diperkirakan di atas 7%. Denganperkembangan tersebut, PDB per kapita telah mencapai $ 1.023 pada tahun 1995,meningkat sebesar $ 103 dibandingkan pada tahun 1994 yang sebesar $ 920.Sementara itu, konsumsi masyarakat juga meningkat pesat, dimana pada tahun yangsama laju pertumbuhan konsumsi mencapai 8,22%, yang terutama terkait denganpeningkatan pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income). Dan iniberkaitan dengan pertumbuhan ekonomi yang jauh lebih tinggi daripada jumlahpenduduk terutama dalam beberapa tahun terakhir sehingga telah meningkatkanpendapatan perkapita yang dapat dibelanjakan secara berarti. Seperti tampak dalamTabel 2.
Tabel 2Perkembangan Beberapa Agregat Pendapatan Nasional
Rincian 1993 1994 1995 19961. PDB(milyar Rp) 328.775,8 379.211,8 445.400,6 532.630,82. PDB per kapita/ribu Rp 1.757,97 1.988,78 2.298,84 2.685,443.PDB per kapita/US $ 842 920 1.023 1.1194.Jumlahpenduduk (ribuan) 187.589 190.676 193.750 198.340
Sumber : Biro Pusat Statistik, Kompas 30 April 1996
Dalam perbandingan relatif terhadap pendapatan nasional, proporsipengeluaran konsumsi masyarakat makin lama makin menurun. Penurunan proporsirelatif pengeluaran konsumsi masyarakat mengisyaratkan bahwa alokasi produk domestik bruto kini semakin terarah kepada penggunaan yang lebih produktif.Alokasi PDB dewasa ini semakin besar tergunakan untuk keperluaan pembentukanmodal (investasi) serta ekspor dan impor. Telihat pada Tabel 3 dan kenyataan initentu saja menggembirakan karena menandakan pula secara umum pendapatanmasyarakat sudah mencukupi kebutuhan konsumsinya, sehingga terdapat kelebihanyang bisa ditabung untuk menjadi sumber dana investasi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->