1
Penerapan Algoritma Quickprop pada Jaringan Syaraf Tiruanuntuk Mendeteksi Wajah Manusia
Setyo Nugroho
Jurusan Teknik Informatika, STMIK STIKOM Balikpapan 76121, email: setyo@stikom-bpp.ac.id
Abstract
- Face detection is one of the most important preprocessing step in face recognition systems used inbiometric identification. Face detection can also beused in searching and indexing still image or videocontaining faces in various size, position, and background. This paper describes a face detectionsystem using multi-layer perceptron and Quickpropalgorithm for training. The system achieves its abilityby means of learning by examples. The training is performed using active learning method to minimizethe amount of data used in training. Experimentalresults show that Quickprop algorithm and activelearning method can improve the training speed significantly.
Keywords
: Quickprop, neural networks, facedetection, active learning
Abstrak
– Deteksi wajah adalah salah satu tahap praproses yang sangat penting di dalam sistem pengenalan wajah yang digunakan untuk sistembiometrik. Deteksi wajah juga dapat digunakan untuk pencarian dan pengindeksan citra atau video yang didalamnya terdapat wajah manusia dalam berbagaiukuran, posisi, dan latar belakang. Makalah inimenjelaskan tentang sebuah sistem pendeteksi wajah yang menggunakan multi-layer perceptron dan dilatihdengan algoritma Quickprop. Sistem ini mendapatkankemampuannya dengan cara belajar dari contoh yangdiberikan. Training dilakukan dengan menggunakanmetode active learning untuk meminimalkan jumlahdata yang digunakan dalam training. Hasileksperimen menunjukkan bahwa algoritma Quickpropdan metode active learning dapat meningkatkankecepatan training.Kata Kunci
: Quickprop, jaringan syaraf tiruan,deteksi wajah, active learning
1. PENDAHULUAN
Teknologi pengenalan wajah semakin banyak diaplikasikan dalam sistem pengenalan biometrik,pencarian dan pengindeksan database citra dan videodigital, sistem keamanan, konferensi video, daninteraksi manusia dengan komputer. Pendeteksianwajah (
face detection
) merupakan salah satu tahapawal yang sangat penting sebelum dilakukan prosespengenalan wajah (
face recognition
).Masalah deteksi wajah dapat dirumuskan sebagaiberikut: diberikan masukan sebuah citra digitalsembarang, maka sistem akan mendeteksi apakah adawajah manusia atau tidak di dalam citra tersebut. Jikaada maka sistem akan memberitahu berapa jumlahwajah yang ditemukan dan dimana lokasi wajah-wajahtersebut di dalam citra. Keluaran dari sistem adalahposisi subcitra berisi wajah-wajah yang berhasildideteksi.Deteksi wajah juga dapat dipandang sebagai masalahklasifikasi pola dimana inputnya adalah suatu citra danoutputnya adalah label kelas dari citra tersebut. Dalamhal ini terdapat dua label kelas, yaitu wajah dan non-wajah [4].Teknik-teknik pengenalan wajah yang dilakukanselama ini banyak yang menggunakan asumsi bahwadata wajah yang tersedia memiliki ukuran yang samadan latar belakang yang seragam. Di dunia nyata,asumsi ini tidak selalu berlaku karena wajah dapatmuncul di dalam citra dengan berbagai ukuran,berbagai posisi, dan latar belakang yang bervariasi [2].
1.1. Supervised Learning
Tujuan pada pembelajaran
supervised learning
adalahuntuk menentukan nilai bobot-bobot koneksi di dalam jaringan sehingga jaringan dapat melakukan pemetaan(
mapping
) dari input ke output sesuai dengan yangdiinginkan. Pemetaan ini ditentukan melalui satu setpola contoh atau data pelatihan (
training data set
).Setiap pasangan pola
p
terdiri dari vektor input
x
p
danvektor target
t
p
. Setelah selesai pelatihan, jikadiberikan masukan
x
p
seharusnya jaringanmenghasilkan nilai output
t
p
. Besarnya perbedaanantara nilai vektor target dengan output aktual diukurdengan nilai error yang disebut juga dengan
cost function
:
∑∑
∈
−=
P pn pn pn
st E
2
)(21
(1)di mana
n
adalah banyaknya unit pada
output layer
.Tujuan dari training ini pada dasarnya sama denganmencari suatu nilai minimum global dari
E
.
1.2. Algoritma Quickprop
Algoritma Quickprop merupakan hasil pengembangandari algoritma backpropagation standar. Padaalgoritma Quickprop dilakukan pendekatan denganasumsi bahwa kurva fungsi error terhadap masing-
Add a Comment