Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Petunjuk Latihan Penguasaan Mata Ketiga (Clairvoyance)

Petunjuk Latihan Penguasaan Mata Ketiga (Clairvoyance)

Ratings: (0)|Views: 2,488 |Likes:
Published by Tantri Afrizal
Petunjuk cara berlatih kemampuan yang dikenal sebagai mata ketiga (clairvoyance) yakni kemampuan untuk melihat energi. Petunjuk ini juga berisi berbagai deskripsi tentang cara menganalisa kehidupan seseorang dari warna-warna auranya.

Bagi yang serius ingin menguasai kemampuan clairvoyance dalam waktu singkat, dapat mengikuti pelatihan clairvoyance. Keterangan lengkap dapat dibaca di http://waskitareikippa.com
Petunjuk cara berlatih kemampuan yang dikenal sebagai mata ketiga (clairvoyance) yakni kemampuan untuk melihat energi. Petunjuk ini juga berisi berbagai deskripsi tentang cara menganalisa kehidupan seseorang dari warna-warna auranya.

Bagi yang serius ingin menguasai kemampuan clairvoyance dalam waktu singkat, dapat mengikuti pelatihan clairvoyance. Keterangan lengkap dapat dibaca di http://waskitareikippa.com

More info:

Published by: Tantri Afrizal on Feb 06, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/28/2013

pdf

text

original

 
Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alamihttp://waskitareikippa.com
Diktat Clairvoyance (versi 0.5)
Hal-hal penting yang harus diingat dalam belajar clairvoyance:
Clairvoyance adalah keahlian untuk melihat energi, bukan kemampuan melihat masa depanatau sejenisnya.
Clairvoyance adalah keahlian serius yang membutuhkan latihan, konsentrasi, pengetahuandan pemahaman. Orang-orang yang tingkat sensitifitasnya tinggi memang mudah untuk bisamelihat energi, tapi melihat tanpa memahami apa yang dilihat tetap saja tidak adamanfaatnya.
Definisi warna-warna aura dan sebagainya yang ada dalam diktat ini adalah hasil penelitiandan masih jauh dari sempurna, jadi jangan menjadikan diktat ini sebagai pedoman baku,melainkan anggaplah sebagai suatu peta petunjuk harta karun, yang masih harus anda caridan temukan.
Cara Kerja Clairvoyance
Saat diktat ini dibuat, mayoritas orang yang mempelajari clairvoyance menganggap bahwaclairvoyance adalah kemampuan yang diperoleh secara “spiritual” dan bahwa yang dikatakansebagai “third eye” adalah kelenjar pineal yang posisinya berada di dekat otak belakang, namunanggapan ini belum pernah bisa dibuktikan, baik secara logika maupun secara penelitian ilmiah.Gambar: posisi kelenjar pinealPenelitian yang dilakukan di Waskita Reiki sejauh ini juga tidak menemukan hubungan antarakelenjar pineal dengan kemampuan clairvoyance. Kenyataan yang ditemukan adalah bahwaclairvoyance memanfaatkan syaraf-syaraf optik untuk dapat “melihat” energi.Copyright 2010 – Irwan Effendi – ingxiong@gmail.com
 
Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alamihttp://waskitareikippa.comGambar; syaraf optik dan posisinya di otak.Dari gambar dapat dilihat bahwa syaraf optik dari mata kanan menyilang ke kiri, sebaliknya syaraf optik dari mata kiri menyilang ke kanan. Kedua syaraf ini bertemu di satu titik untuk kemudianmembelah lagi menjadi dua mengarah ke otak kiri dan otak kanan. Dalam proses melihat normal,cahaya masuk melalui lensa mata lalu difokuskan dan dikirim ke retina. Retina lalumengkonversikan cahaya yang diterima menjadi signal-signal syaraf dan dikirimkan ke otak lewatsyaraf optik yang kemudian diterjemahkan sebagai warna-warna. Karena mata kiri dan mata kananmenangkap cahaya dari sudut yang sedikit berbeda, ditambah adanya persilangan syaraf optik,manusia memiliki penglihatan 3 dimensi dan mampu memperkirakan jarak berdasarkan penglihatan.Dalam clairvoyance, syaraf optik ini terstimulasi oleh energi dan langsung meneruskannya ke otak,Karena daerah persilangan memiliki luas penampang terbesar, mayoritas stimulasi energi terjadi didaerah ini dan daerah persilangan inilah yang sebenarnya lebih cocok disebut sebagai “third eye”atau “mata ketiga”. Lokasi persilangan ini kira-kira di belakang titik tengah antara dua alis, antara2,5 sampai 4 cm dari sisi dalam tulang dahi (tergantung ukuran tengkorak). Posisi ini menghasilkan beberapa kondisi, yakni:
Ketebalan tulang tengkorak, terutama bagian dahi yang berada diantara kedua alis,menentukan seberapa mudahnya energi menembus mencapai mata ketiga
Gambaran yang dihasilkan bersifat dua dimensi
Dilalui oleh jalur sushumna.Bila suatu berkas energi dapat menyentuh posisi mata ketiga, maka energi tersebut akan terlihatsecara langsung, namun jika sumber energi berada di tempat yang jauh sehingga energi tidak dapatmenyentuh posisi mata ketiga, maka untuk melihatnya dilakukan pemindaian, yakni cakra solar  plexus memproduksi energi yang disalurkan terus sampai ke cakra mahkota dan dari cakra mahkotaCopyright 2010 – Irwan Effendi – ingxiong@gmail.com
 
Yayasan Waskita Reiki Pusat Penyembuhan Alamihttp://waskitareikippa.comditembakkan ke segala arah. Bila energi pemindai menemukan sasaran yang dicari, energi itu akandipantulkan kembali ke mata ketiga untuk dianalisa; bila tidak maka akan terjadi “lost signal”. Satukeanehan dalam hal pemindaian ini adalah bahwa begitu sasaran ditemukan, energi yangdipancarkan oleh cakra mahkota tetap akan mengarah ke depan dan pantulannya tetap masuk dariarah dahi walaupun sasaran yang dilihat berada di belakang (lihat gambar untuk keterangan).Karena keanehan ini, dan karena berkas energi yang dipancarkan untuk pemindaian berupa satugaris, maka clairvoyance tidak dapat dipakai untuk menentukan posisi (arah) dari objek yangdilihat.Gambar: fenomena aneh dari clairvoyance; energi pemindai selalu keluar ke arah depan dan masuk dari depan, tidak peduli dimana posisi objek yang dilihat. Dalam kondisi dimana objek tidak secarafisik berada pada garis pandang, energi pemindai menghilang pada satu titik dan muncul dekatobjek, lalu pantulannya juga menghilang pada satu titik dan muncul tidak jauh di depan cakra ajna.Proses pemindaian ini mengakibatkan 2 hal, yakni terkurasnya energi dan memanasnya dahi.Apabila dahi sudah terasa sangat memanas, sensitifitas mata ketiga akan berkurang dan harusdiistirahatkan dulu agar dingin dan dapat berfungsi dengan baik lagi. Apabila cadangan energisudah terlalu menipis, maka selain tubuh terasa lemas, pemindaian akan gagal karena energi tidak cukup untuk mencapai objek.Selain itu, hambatan apapun antara cakra solar plexus sampai ke cakra mahkota juga dapatmengurangi intensitas energi dan mempersulit proses pemindaian.Copyright 2010 – Irwan Effendi – ingxiong@gmail.com

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
syarif2008 liked this
pretender liked this
Rifa'i Tuban liked this
Ikhsan Pujadany liked this
Arta Malachite liked this
Arta Malachite liked this
pretender liked this
Gina Angellia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->