Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal

Jurnal

Ratings: (0)|Views: 379 |Likes:
Published by fajri
Penelitian ini
akan melihat kinerja Bulog untuk supply chain Raskin dengan potensial alat pengukuran yang
pertama untuk manajemen PSC yaitu Public Supply Chain-Balanced Scorecard (PSC-BS).
Penelitian ini
akan melihat kinerja Bulog untuk supply chain Raskin dengan potensial alat pengukuran yang
pertama untuk manajemen PSC yaitu Public Supply Chain-Balanced Scorecard (PSC-BS).

More info:

Published by: fajri on Feb 08, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2014

pdf

text

original

 
ANALISIS KINERJA SUPPLY CHAIN RASKIN DI BULOG SUB DIVISIREGIONAL BANDUNG MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD
 
ABSTRACT
Tugas pokok Bulog adalah melaksanakan tugas pemerintah di bidang manajemenlogistik melalui kegiatan pengadaan, pengelolaan persediaan, distribusi dan pengendalianharga beras, serta usaha jasa logistik. Bulog melaksanakan empat program untuk penyaluran,satu diantaranya yaitu program Beras untuk rumah tangga miskin (Raskin). Penelitian iniakan melihat kinerja Bulog untuk 
supply chain
Raskin dengan potensial alat pengukuran yangpertama untuk manajemen PSC yaitu
Public Supply Chain
-
 Balanced Scorecard 
(PSC-BS).Dari hasil pengukuran teridentifikasi masalah pada perspektif masyarakat untuk ukuranketepatan sasaran, perspektif proses internal dalam ukuran indeks waktu pelayan kepadamitra kerja dan ukuran rasio keterlambatan, serta perspektif pembelajaran dan inovasi untuk ukuran FGD penerima manfaat. Dengan teridentifikasinya masalah tersebut dirumuskan suatustrategi atas usulan solusi yaitu kategori rumah tangga sasaran harus didefinisikan secara jelasdengan cara penerima memiliki kartu identitas. Meningkatkan jumlah karyawan dengan carapembukaan lowongan. Merencanakan dan memenuhi persediaan jauh-jauh hari dengan caraperencanaan persediaan. Bulog menyalurkan langsung di titik penyaluran kepada masyarakatdengan cara pembukaan Warung desa.
1. PENDAHULUAN
Beras merupakan komoditas dengan permintaan yang inelastis di mana perubahanharga hampir tidak menyebabkan perubahan jumlah permintaan konsumen. Jika ketersediaankurang, harga langsung naik karena konsumen tidak melakukan penyesuaian ataskonsumsinya. Ketersediaan beras yang cukup menjadi sangat penting, baik untuk memenuhikebutuhan maupun untuk menjaga agar harganya tidak melonjak tinggi sehingga tidak terjangkau oleh konsumen. Terutama, konsumen berpendapatan tetap dan rendah(Khrisnamurthi, 2006). Agar harga terjangkau oleh konsumen, instrumen yang digunakanpemerintah adalah program raskin dan pengendalian harga. Bulog bertugas menstabilkanharga melalui operasi pasar murni, yakni dengan menambah pasokan beras ke pasar denganharga tertentu.Beras untuk rumah tangga miskin (Raskin) merupakan program nasional yangbertujuan membantu memenuhi kecukupan pangan dan mengurangi beban finansial RumahTangga Miskin (RTM) melalui penyediaan beras bersubsidi. Untuk penyaluran beras, BadanUrusan Logistik (Bulog) bertanggung jawab menyalurkan beras hingga titik distribusi, danpemerintah daerah bertanggung jawab menyalurkan beras dari titik distribusi kepada RTM.Dari sisi penyaluran hingga titik distribusi, Bulog telah melaksanakan tugasnyadengan relatif baik dan sesuai dengan pedoman program. Namun, penilaian keberhasilanprogram tidak dapat dilakukan secara parsial karena Raskin merupakan sebuah kesatuanprogram untuk menyampaikan beras bersubsidi kepada rumah tangga miskin. Permasalahanpelaksanaan Raskin banyak terjadi dari titik distribusi hingga rumah tangga penerima.efektivitas program masih relatif lemah. Hal ini ditandai oleh sosialisasi dan transparansiyang kurang; target penerima, harga, jumlah, dan frekuensi penerimaan beras yang kurangtepat; biaya pengelolaan program yang tinggi; pelaksanaan
monitoring
yang belum optimal;dan mekanisme pengaduan yang kurang berfungsi.
 
Selama ini lebih dari 80% beras pengadaan Bulog disalurkan melalui Program Raskin.Berdasarkan permasalahan tersebut, maka usaha pertama kali yang perlu dilakukan adalahmengetahui bagaimana kinerja
supply chain
program Raskin agar dapat dilakukan perbaikanpada bidang-bidang yang kinerjanya masih buruk. Metode yang akan digunakan untuk mengidentifikasikan indikator-indikator kinerja
supply chain
dalam penelitian ini adalahmenggunakan
Public
 
Supply chain
 
 Balanced scorecard 
(PSC-BSC) (Essig dan Dorobek,2006). Jika memang kinerjanya tidak sesuai tujuan maka Program Raskin dihentikan danperlu dilakukan kajian mendalam.Dengan melihat permasalahan di atas dan untuk menjawab pertanyaan padaperumusan masalah di atas sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengukurkinerja
supply chain
program Raskin di Bulog Sub Divre Bandung, (2) Mengusulkan solusiyang perlu dilakukan dari permasalahan ada pada
supply chain
program Raskin di Bulog SubDivre Bandung, (3) Menyusun strategi yang sesuai dari usulan solusi berdasarkanpermasalahan.
2.
 PUBLIC SUPPLY CHAIN 
 
 BALANCED SCORECARD
 
Dalam makalah Essig dan Dorobek (2006) diperkenalkan suatu alat ukur pertamauntuk 
Public Supply Chain Management 
-
 Balanced Scorecard 
(PSC-BSC) dalam rangkamembantu keseluruhan konsep SCM Publik dengan beberapa pertimbangan konseptual.BSC adalah suatu alat pengendalian yang telah digunakan secara luas seperti yangdikemukakan di dalam literatur (Karathanos, dkk., 2005). Pada mulanya dilakukan olehKaplan dan Norton untuk sebuah perusahaan swasta (Kaplan dan Norton, 1996), sementaraitu konsepnya ini telah disesuaikan untuk jaringan-jaringan perusahaan swasta dalamkaitannya dengan
supply chain
(sebagai contoh lihat Brewer dan Speh, 2000) dan sebagaicontoh untuk sebuah institusi non-profit dalam sektor publik (Pfeffer dan Martin, 2008).Bagaimanapun juga, konsep ini belum dikembangkan kedalam jaringan perusahaandalam sektor publik (PSC), lihat Gambar 1. yang didasarkan pada suatu studi kasus dalamkooperasi dengan perusahaan dan institusi publik sebagai bagian dari suatu PSC klasik padasektor pertahanan, untuk menutup celah ini ditujukan dengan memadukan BSC dariKaplan/Norton untuk pokok-pokok PSC.Penel
itian dengan studi kasus sangat cocok untuk menggali ilmu jika ‘pertanyaan bagaimana’ (bagaimana cara suatu PSC dalam sektor ketahanan pangan) dan diajukan‘pertanyaan mengapa’ (kenapa PSC memerlukan suatu adopsi sebuah BSC).
Maka,diusulkan pertimbangan umum untuk suatu model yang teoritis dalam PSC-BS, dimanadikembangkan dari sebuah kasus. Dimulai dengan penggambaran karakteristik SCM Publik yang penting dalam menyimpulkan keperluan pengendalian. Sebagaimana SCM publik mengombinasikan sebuah konsep dari SCM-swasta dan Manajemen publik, akan dicapaimelalui tiga kebutuhan pengendalian khusus dengan mempertimbangkan argumen-argumensecara berurutan untuk mengendalikan kedua buah konsep. Keperluan ini akan diperluaskedalam perspektif lain yang berlabel perspektif hubungan swasta publik. Nantinya akandigambarkan bagaimana hubungan dari perspektif PSC-BS dengan hasil empiris dalam studikasus. Konsep terkini memerlukan perbaikan lebih lanjut dan pengujian terhadap kasus-kasus lain.BSC sebagai alat manajemen yang menggunakan sistem manajemen perencanaan danpengendalian tradisional dengan memperluas pandangan dari pihak manajer mulai dariukuran finansial kepada sebuah seperangkat ukuran yang lebih bervariasi mencakup aspek non-finansial (Pandey, 2005).
 
   S  e   k   t  o  r   S  w  a  s   t  a   S  e   k   t  o  r   P  u   b   l   i   k
Fokus pada PerusahaanTunggalFokus pada SeperangkatPerusahaan (Jaringan)Tingkat Perusahaan yangDipertimbangkanJenis PerusahaanBalancedScorecard untuk sebuah OrganisasiNon-ProfitBalancedScorecard untuk SCM publik BalancedScorecard(Kaplan/Norton1996)BalancedScorecard untuk SCM
 
Gambar 1 Empat Ukuran Konsep
 Balanced Scorecard 
Sumber: Essig and Dorobek, 2006
Empat perspektif yang berbeda (pelanggan, bisnis proses internal, pembelajaran danpertumbuhan (inovasi), dan elemen-elemen finansial) dipertimbangkan dengan sebuah
scorecard 
(Kaplan dan Norton, 1996).Visi dan strategi diterjemahkan kedalam 4 perspektif yang kemudian oleh masing-masing perspektif visi dan strategi tersebut dinyatakan dalam bentuk tujuan yang ingindicapai oleh organisasi, ukuran (
measures
) dari tujuan, target yang diharapkan dimasa yangakan datang serta inisiatif 
 – 
inisiatif atau program yang harus dilaksanakan untuk memenuhitujuan-tujuan strategis. Proses menerjemahkan visi dan strategi dapat dilihat pada Gambar 2.Gambaran penggunaan untuk perspektif-perspektif ini sebaiknya dihubungkan denganrelasi kausal pada sasaran perspektif finansial. Walaupun perspektif finansial dari BSCmemegang tingkat terpenting untuk perusahaan swasta berkenaan dengan
supply chain
 swasta, perspektif pelanggan lebih diutamakan untuk sektor publik.
 Visi & StrategiFinansialObjektif UkuranTargetInisiatif PelangganProsesInfrastruktur
 
Gambar 2
Strategy - Translation Process
 Sumber: Hansen and Mowen, 2003

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
suciyolanda liked this
Sasti Sastra M liked this
MT Arsi liked this
sherliana liked this
Najla Zahira liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->