Mid Test: Ikhsan (MM.09.004.1097)
2
Oleh karena itu demi tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas, diperlukanmanajemen pendidikan yang dapat menggerakkan segala sumber daya pendidikan.Manajemen pendidikan itu terkait dengan manajemen peserta didik yang isinyamerupakan pengelolaan dan juga pelaksanaannya.Manajamen pendidikan dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelolasumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaranagar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatanspiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Husaini, 2010:9).Manajemen pendidikan untuk saat ini merupakan hal yang harus diprioritaskanuntuk kelangsungan pendidikan sehingga menghasilkan out put yang berkualitas tinggi.Kenyataan yang ada, sekarang ini banyak institusi pendidikan yang belum memilikimanajemen yang bagus dalam pengelolaan pendidikannya.Manajemen yang digunakan masih konvensional, sehingga kurang bisa menjawabtantangan zaman dan terkesan tertinggal dari modernitas. Beberapa kendala manajemen pendidikan Indonesia yang belum menunjukkan kemajuan sampai saat ini antara lain: pertama,
dampak manajemen yang sentralistik
.Meskipun banyak keberhasilan yang telah dicapai dunia pendidikan Indonesia namunupaya untuk mengembangkan satu sistem pendidikan telah menimbulkan akibat-akibatyang negatif. Kecenderungan tentang terjadinya sentralisasi yang berlebihan (
over centralization
) pada perintah pusat telah dirasakan hampir pada semua aspek manajemen pendidikan. Dalam banyak kasus adanya ketidakpercayaan timbal balik antara otoritas pusat di satu pihak daerah menjadi kendala.Kedua,
mekanisme pendanaan oleh pemerintah
. Komersialisasi pendidikan sekarangsangat dirasakan oleh masyarakat mulai dari prasekolah, Sekolah Dasar (SD), SekolahLanjutan Pertama (SLTP), maupun Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Dalam halini dapat dirasakan bahwa pemerintah sama sekali belum optimal membuat aturan penetapan biaya penyelenggaraan pendidikan. Sepertinya pemerintah membebaskan pendidikan sehingga dijadikan lahan bisnis tanpa mempertimbangkan unsur keterjangkauan masyarakat dan pemerataan pendidikan.Ketiga,
manajemen dan organisasi
. Lembaga pendidikan, terutama yang di bawahnaungan Depdiknas harus tunduk pada peraturan- peraturan yang berlaku secara seragamuntuk semua lembaga pendidikan. Padahal kebijakan seperti ini telah menimbulkan banyak pengaruh negatif terhadap kehidupan lembaga pendidikan.