Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MANAQIB by Asep Rahmat Hidayat

MANAQIB by Asep Rahmat Hidayat

Ratings: (0)|Views: 1,011|Likes:
Published by Iwan Hermawan

More info:

Published by: Iwan Hermawan on Feb 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2012

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG
Kharisma dari seorang tokoh (ulama/ yang dianggap ulama) tak jarang membuat para pengikutnya menempatkan tokoh tersebut dalam kedudukan yang tidak proporsional.Bahkan cenderung terlalu menyanjung dan memujanya melebihi kedudukan yangseharusnya. Di dalam pandangan para pengikutnya, tokoh tersebut nyaris sempurna tiadacacat. Terlebih jika tokoh tersebut dianggap memiliki karomah atau keajaiban, makatertutuplah pintu kritis dan terbukalah gerbang fanatisme serta taqlid buta yang amatmemprihatinkan.Sebut saja Syekh Abdul Qadir Jailani Al Baghdadi. Beliau adalah seorang tokohfenomenal di kalangan tasawuf atau tarekat Qodariyah. Dalam pandangan para pengikutnya, Syekh Abdul Qadir adalah wali tertinggi dimana seluruh wali berada dibawahderajat kemuliaan beliau, sehingga beliau diberi gelar "Sulthanul Aulya." KekeramatanSyekh Abdul Qadir demikian hebatnya di mata para pengikutnya, bahkan di berbagai
bukutarekat 
kekeramatan inilah yang sangat ditonjolkan meskipun amat sulit untuk diklarifikasikebenarannya. Memang cukup sulit untuk membedakan antara fakta sejarah denganlegenda dalam mengkaji sosok beliau.Keutamaan dan kekeramatan Syekh Abdul Qadir banyak ditulis oleh para pengagungnya. Buku atau kitab yang berisi tentang keagungan karomah Syekh AbdulQadir itu disebut dengan manakib Abdul Qadir.Di banyak daerah, kitab-kitab manakib ini dianggap memiliki keistimewaan. Sakingistimewanya, kitab-kitab manakib ini nyaris menggeser kharisma. Al Qur-an dan Al-Hadits.Ketika ada pembacaan manakib, mesti ada ritual-ritual tertentu yang harus dilaksanakan baik sebelum maupun ketika pembacaan itu berlangsung. Sungguh aneh memang, bukankah Al Qur-an yang merupakan kitab suci umat Islam pun tidak diperlakukandemikian ? Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Firman Allah swt ?Mengapa kitab, manakib seakan lebih sakral daripada Al Qur-an yang jelas berasal dariyang Maha Sakral?
B.MENGENAL SOSOK SYEKH ABDUL QADIR 
Beliau dilahirkan pada tahun 470 H / 1077 M di desa Naif kota Ghilan yaitu wilayahdi 150 km timur laut Baghdad. Ayahnya bernama Abu Shalih dan ibunya bernamaFathimah binti Abdullah Al-Shama'i Al Husayni.Syekh Abdul Qadir Al Jailani dikenal sebagai tokoh pendiri tarekat Qadariyah.Akhlaknya yang mulia menjadikan beliau tokoh yang kharismatik dan disegani, bahkandimata para pengikutnya beliau adalah Sulthanul Al Auliya. Nasab atau silsilah keturunan beliau bersambung sampai kepada Rasulullah SAWdari Fatimah dan Ali bin Abi Thalib ra. Namun sebagai ulama, beliau kurang intensif membuat tulisan atau karya ilmiyahdibidang agama. Buku-buku yang ditulis atas, nama beliau merupakan karya para penerusnya yang menukil ceramah-ceramah atau khutbah-khutbah sang Syekh dalam berbagai kesempatan. Diantara buku-buku yang ditulis atas nama beliau adalah :1)
Ghunyatul Thalibin
, karya tulis beliau dibidang ilmu fiqih2)
 Al Fath Ar Rabbani 
, merupakan kumpulan 62 khutbah yang ditulis oleh puteranya3)
Futuh Al Ghaib
, berisi 78 kumpulan khutbah Syekh Abdul Qadir yang ditulis dandikumpulkan oleh Abd Al Razzaqq. Menurut C Brokelmann ternyata tulisantersebut diragukan keasliannya.
BAB IIWALI DAN KAROMAH
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai kitab manakib " Tinjaanu AljawahirunFi Manakibi Assayyid 'Abdil Qadir", terlebih dahulu kita akan mempertegas danmemperjelas pengertian wali dan karomah. Sebab berangkat dari wali dan karomah inilah
1
 
 bermunculan kitabkitab manakib yang menceritakan keutamaan Para wali yang terkadangsangat berlebih-lebihan.Wali menurut pengertian orang awam adalah sosok suci yang sangat dekat denganAllah. Sebagian lagi berasumsi bahwa wali adalah orang yang bisa menjadi washilah(perantara) Allah dengan makhluk, sehingga bertawasul kepada Para wali dianggap wajibketika berdo'a kepada Allah. Untuk meluruskan pemahaman yang kurang tepat tersebut perlu kiranya kita membahas pengertian wali dan karomahnya walaupun tidak secara detail.
A.PENGERTIAN WALI
Secara bahasa wali berarti dekat. Secara istilah, ada berberapa pendapat mengenai pengertian wali diantaranya :1)Menurut ulama ahlussunnah wal jama'ah, wali adalah setiap orang Islamyang beriman dan bertaqwa tetapi bukan nabi atau rasul.2)Menurut ulama yang lain, wali adalah semua orang muslim yang berimandan bertaqwa kepada Allah SWT. Wali yang paling utama diantara manusiaadalah Para nabi, wali yang paling utama diantara Para nabi adalah Pararasul. Selanjutnya wali yang paling utama diantara Para rasul adalah ulul`adzmi, dan wali yang paling utama diantara ulul `adzmi adalah nabiMuhammad SAW.Dengan demikian maka wali memiliki tingkatan dalam hal kedekatannya denganAllah SWT. Tingkat kedekatan ini secara garis besar dapat digolongkan kedalam duagolongan, yaitu:1.Golongan Assabiqunal Awwalun, yaitu mereka yang terdepan amalannya dengansangat disiplin mengerjakan yang mandhub dan menjauhi hal yang dimakruhkan.Dalam hal ini termuat dalam sebuah hadits qudsi yang artinya :
"Tak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya." 
2.Golongan Kanan (ash habul yamin), yaitu orang yang menjaga dan memelihara,dengan baik segala amalan wajib.Kedua golongan ini diabadikan oleh Allah SWT didalam Al Qur-an sebagaimanafirmanNya :
"Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah), makadia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga kenikmatam (Dan adapun jika diatermasuk golongan kanan.”
Kemudian para. wali itu terbagi pula menurut amalan dan perbuatan Mereka kepadadua bagian; wali Allah dan wali setan. Maka untuk membedakan diantara kedua jenis waliini perlu kita melihat amalan seorang wali tersebut, bila amalannya benar menurut AlQuran dan Sunnah maka dia adalah wali Allah sebaliknya bila amalannya penuh dengankesyirikan dan segala bentuk bid'ah maka dia adalah wali setan. Berikut kita akan rinci ciri-ciri dari kedua jenis wali tersebut
Ciri-ciri Wali Allah
Mengenai wali Allah disebutkan dalam Al Qur-an
“Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dantidak (pula) mereka bersedih hati Ingatlah, sesungguhnya wali-wali itu, tidak adakekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
Ciri pertama, beriman, artinya keimanan yang yang dimilikinya tidak dicampurioleh berbagai bentuk kesyirikan. Keimanan tersebut tidak hanya sekedar pengakuan tetapi
 
keimanan yang mengantarkan kepada. bertakwa. Landasan keimanan yang pertama adalahDua kalimat syahadat. Maka orang yang tidak mengucapkan dua kalimat syahadat ataumelakukan hal-hal yang membatalkan kalimat tauhid tersebut adalah bukan wali Allah.Seperti menjadikan wali sebagai perantara dalam beribadah kepada Allah, ataumenganggap bahwa hukum selain Islam adalah sama atau lebih baik dari hukum Islam.Atau berpendapat semua agama adalah benar. Atau berkeyakinan bahwa kenabian dankerasulan tetap ada sampai hari kiamat bahwa Muhammad SAW bukan penutup segalarasul dan nabi.Ciri kedua, bertaqwa, artinya ia melakukan apa yang diperintah Allah dan menjauhiapa yang dilarang Allah. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits ini yaitu melakukanhal-hal yang diwajibkan agama, ditambah lagi dengan amalan-amalan sunnah. Maka olehsebab itu kalau ada orang yang mengaku sebagai wali, tapi ia meninggalkan beramalkepada Allah maka ia termasuk pada jenis wali yang kedua yaitu wali setan. Ataumelakukan ibadah-ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan parasahabatnya. Baik dalam bentuk shalat maupun zikir, dll.Sesungguhnya menghormati wali bukanlah dengan berdoa di kuburannya, justru iniadalah perbuatan yang dibenci wali itu sendiri karena telah menyekutukannya denganAllah. Manakah yang lebih tinggi kehormatan seorang wali disisi Allah dengan kehormatanseorang nabi? Jelas nabi lebih tinggi. Jangankan meminta kepada wali kepada nabisekalipun tidak boleh berdoa. Jangankan saat setelah mati di waktu hidup saja nabi tidak mampu mendatangkan manfaat untuk dirinya sendiri, apalagi untuk orang lain setelahmati!. Kalau hal itu benar tentulah para sahabat akan berbondong-bondong kekuburan nabiSAW saat Mereka kekeringan atau kelaparan atau saat diserang oleh musuh. Tapikenyataan justru sebaliknya, saat paceklik terjadi di Madinah, Umar bin Khatab mengajak kaum muslimin melakukan shalat istikharah kemudian menyuruh Abbas bin AbdulMuthalib berdoa, karena kedekatannya dengan nabi, bukannya Umar meminta kepada. Nabi SAW. Karena kehidupan beliau di alam barzah tidak bisa disamakan dengankehidupan di alam dunia.
B.PENGERTIAN KAROMAH
Karomah adalah keutamaan atau penghormatan disisi Allah SWT yang diberikankepada mereka yang istiqomah menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhisegala yang dilarang.Bentuk karomah itu sendiri hanya Allah yang tahu. Karomah tidak boleh disandarkankepada sesuatu yang luar biasa. Karomah terbesar yang diberikan oleh Allah kepada hamba Nya yang bertaqwa adalah pahala dan keridhoan Allah kelak di akhirat.Oleh sebab itu Abu 'Ali Al Jurjany berpesan: "Jadilah engkau penuntut istiqomah bukan penuntut karomah, sesungguhnya dirimu lebih condong untuk mencari karomah, danTuhanmu menuntut darimu istiqomah ".Asumsi masyarakat bahwa karomah adalah suatu hal luar biasa seperti bisa terbang,mampu berjalan diatas air, dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, dan sebagainyamerupakan kekeliruan yang menyesatkan.Kita tidak pernah mendengar di zaman Rasulullah SAW (dimana semua sahabat beliau adalah wali Allah) mereka memiliki hal-hal yang aneh. Rasulullah SAW dan parasahabat justru hidup sebagaimana manusia biasa, tidak menyandarkan penyelesaian persoalan kehidupan dengan mengandalkan pada karomah.Karomah tidak untuk dipamerkan melainkan sebagai penguat keyakinan padakebesaran Allah SWT.Betapa banyaknya para sahabat yang merupakan orang terdepan dalam barisan parawali tidak memiliki karomah. Begitu pula Rasulullah SAW sebagai hamba yang palingmulia disisi Allah waktu berhijrah beliau mengendarai unta bukan mengendarai angin, begitu pula dalam perperangan beliau memakai baju besi bahkan pernah cedera pada waktu perang uhud. Karomah bukan sebagai syarat mutlak bagi seorang wali. Karomah diberikanAllah kepada seseorang boleh jadi sebagai cobaan dan ujian baginya, atau untuk menambahkeyakinannya kepada ajaran Allah, atau pertolongan dari Allah terhadap orang tersebut
3

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
Samsul Arifin added this note
HANYA ORANG BODOH YANG TIDAK PERCAYA PADA HAL GHOIB, KEKUASAAN ALLAH MAHA BESAR, APAPUN BISA TERJADI JIKA DIKEHENDAKINYA, ORANG YANG BANYAK BICARA BIASANYA DANGKAL ILMUNYA
Iwan Hermawan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->