Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kalimat-berkuantor

kalimat-berkuantor

Ratings: (0)|Views: 950|Likes:
Published by Kopi Putih Manis
matdis
matdis

More info:

Published by: Kopi Putih Manis on Feb 09, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
 
KALIMAT BERKUANTOR
 1 |imansofyani 
BAB 2 : KALIMAT BERKUANTOR 
2.1 PENGANTAR LOGIKA PREDIKAT2.1.1 PENDAHULUAN
Seperti yang telah dibahas sebelumnya, dapat ditarik satu kesimpulanbahwa titik berat logika adalah pada pembuktian validitas suatu argumenlogika proposisional dengan berbagai teknik yang relevan, yaitumenggunakan tabel kebenaran sebagai dasar pembuktian dan jugamenggunakan hukum-hukum logika.Logika proposisional sudah cukup untuk menangani pernyataan-pernyataan yang sederhana dan banyak dijumpai dalam peristiwa sehari-hari. Akan tetapi logika proposisional saja ternyata belum mampumenangani argumen-argumen yang berisi pernyataan-pernyataan yangrumit dan sering dijumpai dalam peristiwa sehari-hari. Sebagai contohperhatikan argumen berikut ini :
Contoh 2.1 :
1.
 
Semua gajah mempunyai belalai.2.
 
Dumbo seekor gajah.3.
 
Dengan demikian, Dumbo memiliki belalai.Tanpa perlu dibuktikan validitasnya, orang-orang pasti mengatakanargumen tersebut valid karena dengan jelas kesimpulan mengikutipremis-premisnya. Akan tetapi bagaimana cara membuktikannya?.Tentunya memakai logika proposisional.
2.1.2 ARGUMEN PADA LOGIKA PREDIKAT
Validitas sebuah argumen dapat dibuktikan dengan contoh yang miripdengan contoh diatas. Perhatikan contoh argumen berikut :
Contoh 2.2 :
1.
 
Semua mahasiswa pasti pandai.2.
 
Badu seorang mahasiswa.3.
 
Dengan demikian, Badu pandai.Secara nalar, kebanyakan orang akan menilai bahwa argumen di atasmempunyai validitas yang kuat. Akan tetapi, saat validitas tersebut ingindibuktikan dengan logika proposisional, ternyata tidak bisa diselesaikan.Pembuktiannya dapat dilakukan dengan mengikuti prosedur logikaproposisional dengan menentukan terlebih dahulu proposisi-proposisinya :A=Semua mahasiswa pasti pandai.B=Badu seorang mahasiswa.C=Badu pasti pandai.Selanjutnya akan menjadi seperti berikut :AB
―――
 
CDalam bentuk ekspresi logika : (A
B)
C 
 
 
KALIMAT BERKUANTOR
 2 |imansofyani 
Dalam bentuk ekspresi logika diatas, tidak ada hukum-hukum logikaproposisional yang dapat digunakan untuk membuktikan validitasargumen tersebut karena tidak ada yang mampu menghubungkan antaraketiga proposisi yang digunakan di atas. Atau tidak mungkin suatukesimpulan yang berbeda dapat dihasilkan dari premis-premis yangberbeda. Dengan kata lain, tidak mungkin suatu kesimpulan berupa Cdapat dihasilkan dari premis A dan premis B.Kalau argumen diatas masih ingin dibuktikan dengan logika proposisional,maka klaimatnya harus diperbaiki. Misalnya seperti berikut :
Contoh 2.3:
1.
 
Jika Badu seorang mahasiswa, maka ia pasti pandai.2.
 
Badu seorang mahasiswa.3.
 
Dengan demikian, ia pasti pandai.Jika dirubah dalam bentuk ekspresi logika1. B
C premis 12. B premis 23. C kesimpulanAtau dapat juga ditulis [(B
C)
B]
CDalam logika proposisional, ekspresi logika di atas sudah benar karenakesimpulan diambil dari premis-premis.Persoalan yang terjadi adalah pernyataan tersebut tidak sepenuhnyamampu menangkap ide pada argumen yang pertama yaitu “Semuamahasiswa pandai”. Ide pada pernyataan tersebut tidak tertangkap padaargumen kedua karena hanya mampu menunjuk seorang mahasiswa yaituBadu, bukan semua mahasiswa.Persoalan lain juga terjadi, yakni kesulitan menentukan objek, misalnyaorang yang dimaksudkan jika diganti dengan kata ganti orang. Perhatikanpernyataan-pernyataan pada contoh argumen berikut ini :
Contoh 2.4:
1. Jika Badu seorang mahasiswa, maka ia pasti pandai.2. Dewi seorang mahasiswa.3. Dengan demikian, ia pasti pandai.Siapakah “ia” yang berada pada kesimpulan? Apakah Badu atau Dewi?.Kalau premis 1 diubah menjadi, “ Jika Dewi seorang mahasiswa, makapasti ia pandai”, maka pernyataan tersebut sudah pasti tepat. Akan tetapiargumen tersebut menunjuk kepada dua orang mahasiswa yaitu Badu danDewi sehingga kata “ia” sebagai kata ganti tunggal tidak bisa berperandengan tepat karena bisa berarti “Badu”, bisa juga berarti “Dewi”.Jadi suatu argumen yang sangat kuat logikanya, memang ada yag tidakdapat ditangani oleh logika proposisional. Oleh karena itu logika
 
 
KALIMAT BERKUANTOR
 3 |imansofyani 
proposisional dikembangkan menjadi logika predikat (
 predicate logic 
) ataukalkulus predikat (
 predicate calculus
).Untuk mrncari kesamaan antara pernyataan-pernyataan dalam argumenpada logika predikat, diperlukan sesuatu yang mampumenghubungkannya. Pada contoh yang terakhir, penghubung antara Badudan Dewi adalah keduanya mahasiswa. Selain mengidentifikasikanindividu-individunya, yaitu Badu dan Dewi, juga akan dicari predikatnya.Ini merupakan langkah awal logika predikat sebelum membuktikanvaliditasnya. Secara umum, predikat digunakan untuk menjelaskanproperti, yakni hubungan antara individu-individu. Lihat contoh yangsederhana berikut
Contoh 2.5 :
Badu dan Dewi berpacaranDalam logika proposisional akan dipecah menjadi dua pernyataan, yaitu “Badu berpacaran” dan “Dewi berpacaran”. Kedua pernyataan tersebutakan menjadi aneh karen maksud kalimatnya bukan seperti itu. Di sinitidak diketahui dengan siapa Badu atau Dewi berpacaran. Padahal padapernyataan awal jelas bahwa Badu berpacaran dengan Dewi atau Dewiberpacaran dengan Badu.Dengan logika predikat, kata “berpacaran” pada contoh diatas merupakanpredikat, sedangkan individu-individunya yang berupa entitas yangdihubungkan dengan predikat tersebut, yaitu Badu dan Dewi, disebut
term
.
Term
pada logika predikat berfungsi sama seperti kata benda(
noun
) pada bahasa inggris.Sebagai pelengkap
term
dan predikat, orang menggunakan kuantor(
quantifier 
), sedangkan prosesnya disebut pengkuantoran(
quantification).
Kuantor mengindikasikan seberapa banyak perulanganpada pernyataan tertentu yang bernilai benar, khususnya kuantoruniversal (
universal quantifier 
) yang menginikasikan suatu pernyataanselalu bernilai benar. Kuantor lainnya adalah kuantor eksistensial(
Existensial quantifier 
) yang mengindikasikan bahwa suatu pernyataankadang-kadang bernilai benar atau mungkin juga salah . pada pernyataan “Semua mahasiswa pasti pandai” maka kata “semua” secara universalsemuanya selalu bernilai benar.Dari uraian di atas, maka hubungan antara logika predikat dengan logikaproposisional menjadi jelas, bahwa logika predikat sebenarnyamenjadikan logika proposisional menjadi bersifat universal atau umum.Dengan demikian, selain term, predikat dan kuantor, logika predikat jugamemiliki proposisi-proposisi dan perangkai-perangkai sebagai bagian daripembahasan dan proses manipulasinya.Satu bagian yang penting dari logika dari logika predikat adalah fungsiproposisional (
 propositional function
) atau cukup disebut fungsi saja.Fungsi berperan penting sewaktu menggunakan persamaan-persamaankarena ia bertugas persis seperti variabel proposisional karena fungsitersebutlah yang dirangkai dengan perangkai-perangkai logika, dankemudian membentuk ekspresi logika, dari yang rumit sampai yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->