2
LANDASAN TEORISegmentasi Citra
Segmentasi citra
(image segmentation)
merupakan langkah awal pada proses analisa citrayang bertujuan untuk mengambil informasi yang terdapat di dalam suatu citra. Segmentasi citramembagi suatu citra ke dalam bagian-bagian atau objek-objek. Sampai sejauh mana pembagiantersebut dilakukan tergantung pada masalah yang dihadapi. Idealnya, langkah segmentasi tersebutdihentikan pada saat objek yang diinginkan sudah berhasil dipisahkan.Pada umumnya segmentasi secara otomatis adalah salah satu pekerjaan yang sulit dalampengolahan citra. Langkah ini akan menentukan berhasil atau tidaknya proses analisa citra. Namundengan segmentasi yang efektif, kemungkinan besar akan didapatkan hasil yang baik.Algoritma segmentasi untuk citra monochrome biasanya berdasarkan pada satu dari duasifat nilai gray-level: diskontinuitas dan similaritas. Pada diskontinuitas, pendekatan yangdilakukan adalah memisahkan citra berdasarkan terjadinya perubahan nilai graylevel yang drastis.Sedangkan pada similaritas, pendekatan dilakukan berdasarkan thresholding, region growing,region splitting, dan merging.
Deteksi Diskontinuitas
Ada tiga jenis diskontinuitas pada citra digital, yaitu: point (titik), line (garis), dan edge(batas). Dalam prakteknya, cara yang paling umum digunakan untuk menemukan diskontinuitaspada citra adalah dengan menggunakan mask yang dioperasikan ke seluruh pixel yang ada didalam citra tersebut. Dengan menggunakan mask berukuran 3 x 3 seperti pada gambar berikut,akan didapatkan hasil:R = w
1
z
1
+ w
2
z
2
+ … + w
9
z
9
dimana z
i
adalah graylevel dari pixel yang bersesuaian dengan koefisien mask w
i
.w1 w2 w3w4 w5 w6w7 w8 w9
Add a Comment