Log In | Sign Up | Help
Upload_transparent

Tesis: Sistem Pendeteksi Wajah Manusia pada Citra Digital, Setyo Nugroho

 
 
 
 
 
Value This
Doc
Scribd
Average
     
Pages: 78 43
Words: 11656 13640
Characters: 85643 81678
Lines: 857 623
     
     
Letters per word: 7.35 5.99
Words per line: 13.6 21.89
Words per page: 149.44 317.21

Document Information

  • Add_to_favs_transparent
  • Flag

5,975 Reads | 11 Likes | 6 Comments | 1 Favorite

Added By
Description

Sistem Pendeteksi Wajah Manusia pada Citra Digital, Setyo Nugroho.
Tesis S2, Program Magister Ilmu Komputer - Universitas Gadjah Mada, 2004.

(demo program dan source code bisa diperoleh melalui http://www.snpages.info/content/sour... )

INTISARI
Pendeteksian wajah (face detection) adalah salah satu tahap awal yang sangat penting dalam sistem pengenalan wajah (face recognition) yang digunakan dalam identifikasi biometrik. Deteksi wajah juga dapat digunakan untuk pencarian atau pengindeksan data wajah dari citra atau video yang berisi wajah dengan berbagai ukuran, posisi, dan latar belakang. Dalam penelitian ini diimplementasikan sistem deteksi wajah yang menggunakan jaringan syaraf tiruan multi-layer perceptron dan algoritma Quickprop. Sistem deteksi wajah memperoleh kemampuan deteksinya dengan cara belajar dari contoh (learning by examples). Pelatihan dilakukan dengan metode active learning untuk meminimalkan banyaknya data yang digunakan untuk pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akurasi dari sistem deteksi wajah sangat tergantung pada jumlah dan jenis data yang digunakan dalam pelatihan. Algoritma Quickprop dan teknik active learning dapat dimanfaatkan untuk membantu mempercepat proses pelatihan.
(Kata kunci: deteksi wajah, jaringan syaraf tiruan, Quickprop, active learning)

ABSTRACT
Face detection is one of the most important preprocessing step in face recognition systems used in biometric identification. Face detection can also be used in searching and indexing still image or video containing faces in various size, position, and background. This paper describes a face detection system using multi-layer perceptron and Quickprop algorithm. The system achieves its ability by means of learning by examples. The training is performed using active learning method to minimize the amount of data used in training. Experimental results show that the accuracy of the system strongly depends on the quality and quantity of the data used in training. Quickprop algorithm and active learning method can improve the training speed significantly.
(Keywords: face detection, neural networks, quickprop, active learning)

Pdf_16x16 78 Pages


Date Added

08/18/2008

Category
Tags
Groups
Awards

Flame Hot

Copyright

Attribution Non-commercial

More info »

 

Comments

Login or Signup to Leave a Comment


akupingin about 23 hours ago

bagus banget pak terima kasih seringnya

snpages.info 2 months ago

terima kasih..
demo program dan source code deteksi wajah bisa diperoleh melalui
http://www.snpages.info/content/source-code-pro...

Fadlisyah 2 months ago

Pembaruan yang mas lakukan sangat luar biasa !!!!

snpages.info 2 months ago

To mbak nurlailaalda:
Terima kasih atas kritiknya. Tentang tidak perlunya DFD sebenarnya saya sependapat dengan anda. Hanya saja waktu itu salah seorang dosen meminta saya untuk membuat DFD-nya, sehingga dengan agak terpaksa saya menurutinya. Terbatasnya waktu membuat saya tidak sempat menemukan argumen yang tepat untuk menolak menambahkan DFD...:-)

Nurlailaalda 2 months ago

Oh ya mas, proses segmentasi pola dan eigenface yang mas ceritakan pada bab awal juga hanya berupa landasan teori saja, dan tidak pernah muncul di beberapa bab-bab sebelumnya. dasar perbandingan (matching) pola dan partsi yang dilakukan juga tidak terceritakan pada tulisan thesis mas, maaf ya mas, penelitian mas pada intinya bagus, tetapi sedikit lemah di pondisi membangun sistemnya

Nurlailaalda 2 months ago

Saya sudah membaca Thesis mas, bagus, tetapi jangan marah dulu, kesalahan fatal mas adalah menginclude beberapa DFD pada tulisan untuk mengoverview sistem yang mas bangun. Di USA DFD hampir tidak pernah muncul pada pada penelitian-penelitan yang serupa, karena mas tidak mencerikan aliran data yang biasanya terkonkretisasi pada tabel atau lingkup database. Thesis ini bisa membangun kesalahan pondasi pemikiran tulisan pada beberapa mahasiswa yang akan meneliti hal-hal yang berkenaan dan menemukan penelitian mas.