Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
23Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gastroenteritis Akut

Gastroenteritis Akut

Ratings: (0)|Views: 1,332 |Likes:
Published by idoel

More info:

Published by: idoel on Feb 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2014

pdf

text

original

 
Ditulis olehsinagayusuf di/pada 29/04/2009
Diare Akut Karena InfeksiPendahuluan
Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair setengah padat), kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200ml/24 jam. Menurut WHO (1980) diare adalah buang air besar encer atau cair lebih daritiga kali sehari. Buang air besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah.Diare akut adalah diare yang onset gejalanya tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14hari. Menurut
World Gastroenterology Organization global guidelines
2005, diare akutdidefinisikan sebagai pasase tinja yang cair/lembek dengan jumlah lebih banyak darinormal, berlangsung kurang dari 14 hari. Sedang diare kronik yaitu diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Diare dapat disebabkan infeksi maupun non infeksi. Dari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi. Diare infeksi dapat disebabkan virus, bakteri, dan parasit.Diare akut sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan, tidak saja di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penyakit diare masih sering menimbulkan KLB(Kejadian Luar Biasa) dengan penderita yang banyak dalam waktu yang singkat.Dinegara maju walaupun sudah terjadi perbaikan kesehatan dan ekonomi masyarakattetapi insiden diare infeksi tetap tinggi dan masih menjadi masalah kesehatan. Di Inggris1 dari 5 orang menderita diare infeksi setiap tahunnya dan 1 dari 6 orang pasien yang berobat ke praktek umum menderita diare infeksi. Tingginya kejadian diare di negaraBarat ini oleh karena
 foodborne infections
dan
waterborne infections
yang disebabkan bakteri
Salmonella spp, Campylobacter jejuni, Stafilococcus aureus, Bacillus cereus,Clostridium perfringens
dan
 Enterohemorrhagic Escherichia coli (EHEC).
Di negara berkembang, diare infeksi menyebabkan kematian sekitar 3 juta penduduk setiap tahun. Di Afrika anak anak terserang diare infeksi 7 kali setiap tahunnya di banding di negara berkembang lainnya mengalami serangan diare 3 kali setiap tahun.Di Indonesia dari 2.812 pasien diare yang disebabkan bakteri yang datang kerumah sakitdari beberapa provinsi seperti Jakarta, Padang, Medan, Denpasar, Pontianak, Makasar dan Batam yang dianalisa dari 1995 s/d 2001 penyebab terbanyak adalah
Vibrio cholerae01,
diikuti
dengan Shigella spp, Salmonella spp, V. Parahaemoliticus, Salmonella typhi,Campylobacter Jejuni, V. Cholera non-01,
dan
Salmonella paratyphi A.
Epidemiologi
 
Pada tahun 1995 diare akut karena infeksi sebagai penyebab kematian pada lebih dari 3 juta penduduk dunia. Kematian karena diare akur dinegara berkembang terjadi terutama pada anak-anak berusia kurang dari 5 tahun, dimana dua pertiga diantaranya tinggaldidaerah/lingkungan yang buruk, kumuh dan padat dengan sistem pembuangan sampahyang tidak memenuhi sarat, keterbatasan air bersih dalam jumlah maupun distribusinya,kurangnya sumber bahan makanan disertai cara penyimpanan yang tak memenuhi syarat,tingkat pendidikan yang rendah serta kurangnya fasilitas pelayanan kesehatan.Di Amerika Serikat dengan perbaikan sanitasi dan tingkat pendidikan, prevalensi diarekarena infeksi berkurang. Dara dari
Centers for Disease Control and Prevention
(CDC)menunjukkan bahwa infeksi karena
Salmonella, Shigella, Listeria, Escherichia coli
, dan
Yersinia
berkurang berkisar 20-30% berkat perhatian atas kebersihan dan keamananmakanan. Sementara di beberapa rumah sakit di Indonesia data menunjukkan diare akutkarena infeksi masih menduduki peringkat pertama sampai dengan keempat pasiendewasa yang datang berobat ke rumah sakit.Beberapa faktor epidemiologis penting dipandang untuk mendekati pasien diare akutyang disebabkan oleh infeksi. Makanan atau minuman terkontaminasi, berpergian, penggunaan antibiotik, HIV positif atau AIDS, merupakan petunjuk penting dalammengidentifikasi pasien beresiko tinggi untuk diare infeksi.
Etiologi
Lebih dari 90% diare akut disebabkan karena infeksi, sedangkan sekitar 10% karenasebab-sebab lain antara lain obat-obatan, bahan-bahan toksik, iskemik dan sebagainya.Diare akut karena infeksi dapat ditimbulkan oleh:1.Bakteri
 Escherichia coli, Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A/B/C, Salmonella spp,Shigella dysentriae, Shigella flexneri, Vibrio cholerae 01 dan 0139, Vibrio cholera non01, Vibrio parachemolyticus, Clostridium perfringens, Campylobacter (Helicobacter) jejuni, Staphlyllococcus spp, Streptococcus spp, Yersinia intestinalis, Coccidosis.
1.ParasitProtozoa:
 Entamoeba hystolitica, Giardia lamblia, Trichomonas hominis, Isospora sp.
Cacing:
 A. lumbricoides, A. duodenale, N. americanus, T. trichiura, O. vermicularis, T. saginata, T. sollium.
1.VirusRotavirus, Adenovirus, Norwalk virus.
 
Pola mikro organisme penyebab diare akut berbeda-beda berdasarkan umur, tempat danwaktu. Di negara maju penyebab paling sering Norwalk virus, Helicobacter jejuni,Salmonella sp, Clostridium difficile, sedangkan penyebab paling sering di negara berkembang adalah Enterotoxicgenic Escherichia coli (ETEC), Rota virus dan V.cholerae.
Patofisiologi
Sebanyak sekitar 9-10 liter cairan memasuki saluran cerna setiap harinya, berasal dariluar (diet) dan dari dalam tubuh kita (sekresi cairan lambung, empedu dan sebagainya).Sebagian besar (75-85%) dari jumlah tersebut akan diresorbsi kembali di usus halus dansisanya sebanyak 1500 ml akan memasuki usus besar. Sejumlah 90% dari cairan tersebutdi usus besar akan diresorbsi, sehingga tersisa jumlah 150-250 ml cairan yang akan ikutmembentuk tinja.Faktor-faktor faali yang menyebabkan diare sangat erat hubungannya satu sama lain,misalnya saja, cairan intra luminal yang meningkat menyebabkan terangsangnya usussecara mekanisme meningkatnya volume, sehingga motilitas usus meningkat. Sebaliknya bila waktu henti makanan di usus terlalu cepat akan menyebabkan gangguan waktu penyentuhan makanan dengan mukosa usus sehingga waktu penyerapan elektrolit, air danzat-zat lain terganggu.
Patogenesis
Dua hal umum yang patut diperhatikan pada keadaan diare akut karena infeksi adalahfaktor kausal (agent) dan faktor penjamu (host). Faktor penjamu adalah kemampuantubuh untuk mempertahankan diri terhadap organisme yang dapat menimbulkan diareakut, terdiri atas faktor-faktor daya tangkis atau lingkungan intern traktus intestinalisseperti keasaman lambung, motilitas usus, imunitas dan juga mencakup lingkunganmikroflora usus, sekresi mukosa, dan enzim pencernaan.Penurunan keasaman lambung pada infeksi shigella terbukti dapat menyebabkanserangan infeksi yang lebih berat dan menyebabkan kepekaan lebih tinggi terhadapinfeksi oleh V. cholera. Hipomotilitas usus pada infeksi usus memperlama waktu diaredan gejala penyakit, serta mengurangi absorbsi elektrolit, tambahan lagi akan mengurangikecepatan eliminasi sumber infeksi. Peran imunitas dibuktikan dengan didapatkannyafrekuensi pasien giardiasis pada mereka yang kekurangan IgA, demikian pula diare yangterjadi pada penderita HIV/AIDS karena gangguan imunitas. Percobaan lainmembuktikan bahwa bila lumen usus dirangsang oleh suatu toksoid berulang kali, akanterjadi sekresi antibodi.Faktor kausal yang mempengaruhi patogenesis antara lain adalah daya lekat dan penetrasiyang dapat merusak sel mukosa, kemampan memproduksi toksin yang mempengaruhisekresi cairan di usus halus. Kuman tersebut dapat membentuk koloni-koloni yang jugadapat menginduksi diare.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->