Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Peradaban Mesir

Sejarah Peradaban Mesir

Ratings: (0)|Views: 603 |Likes:
Published by Aruna Saniscara

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Aruna Saniscara on Feb 10, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2012

pdf

text

original

 
Mesopotamia
Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Daerah yang kini menjadiRepublik Irak itu di zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam bahasa Yunani berarti"(daerah) di antara sungai-sungai". Nama Mesopotamia sudah digunakan oleh para penulisYunani dan Latin kuno, seperti Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M).Menurut keyakinan Kristen dan Yahudi seperti dalam Perjanjian Lama, ada usahamenghubungkan keluarga Abraham (yang lalu disebut "Bapa Orang Beriman" dan diakui olehtiga agama monoteistik dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi ) dengan Mesopotamia. Dalam kitabKejadian 11,31 dikatakan, pada suatu masa keluarga Abraham berpindah dari Ur- Kasdim keHaran sebelum akhirnya berpindah ke Kanaan (Daerah Israel dan Palestina sekarang).Lokasi Ur-Kasdim biasanya dirujuk pada Tell el-Muqayyar, situs bekas reruntuhan Kota Ur kuno dari periode Sumeria. Tapi, banyak ahli masih meragukan usulan ini. Sedangkan Haranterletak di bagian utara Mesopotamia, di tepi Sungai Eufrat.
Mesopotamia dalam Alkitab
Beberapa catatan lain bisa dikemukakan untuk menunjukkan hubungan antara Abraham denganMesopotamia. Dalam kitab Ulangan 26,3; Nabi Musa mengajak umat untuk berdoa kepadaTuhan saat mempersembahkan panen pertama dengan mengawalinya, Bapaku adalah seorangAram, seorang pengembara.Di tempat lain dikatakan bahwa Ishak, anak Abraham, diperintah Abraham untuk mencari istridari daerah Aram-Mesopotamia (aram-naharayim) (Kejadian 24,2.10). Demikian juga denganYakub, cucu Abraham, dia disuruh pergi ke Padan-Aram untuk mendapatkan istri di sana(Kejadian 28,2). Dalam terjemahan Yunani Septuaginta, kedua nama terakhir ini disebutMesopotamia.Selain petunjuk yang secara eksplisit ada dalam Alkitab, masih bisa ditemukan informasi lainyang menunjukkan pengaruh Mesopotamia yang cukup kuat. Kini sudah lazim diterima bahwakisah Penciptaan dan kisah Air Bah yang terkenal itu, yang dikisahkan pada bagian awal kitabKejadian, sebenarnya kuat dipengaruhi sastra Mesopotamia. Biasanya ada tiga karya sastraMesopotamia yang ditunjuk, yaitu Enuma Elish (dari abad 17 SM), Epic Gilgamesh (abad 20SM), dan Athrahasis (abad 18-17 SM). Teks-teks itu cukup terkenal dan tersebar luas karenaditemukan dalam berbagai versi dan bahasa, seperti versi Akkadia, Sumeria, Hittit, dan Asyur.Kemiripan antara sastra Mesopotamia dengan teks-teks Alkitab begitu mencolok sehinggaseringkali disimpulkan bahwa ada ketergantungan antara keduanya. Karena teks-teksMesopotamia berasal dari periode yang jauh lebih tua dari teks-teks Alkitab, maka tidak mengherankan jika bisa disimpulkan, teks Alkitab bergantung pada sastra Mesopotamia itu. Para penulis Israel tampaknya mengambil dan memanfaatkan teks-teks Mesopotamia itu untuk mengungkap keyakinan mereka, sekaligus menyesuaikannya dengan keyakinan itu, terutama di bidang monoteisme.Salah satu kemungkinan datangnya pengaruh Mesopotamia dalam kitab Kejadian adalah bahwakisah-kisah Mesopotamia dibawa ke Palestina lalu menyebar-saat terjadi perpindahan penduduk  besar-besaran dari Mesopotamia yang disebabkan situasi yang agak kacau sekitar abad 19 SM.Kiranya ini juga yang menjadi konteks berpindahnya keluarga Abraham dari Ur ke Haran, laluke Kanaan.Berbagai kebiasaan dan peraturan yang tercermin dalam kitab Kejadian ternyata jugamenemukan banyak kesamaan dengan kebiasaan dan peraturan yang hidup di daerahMesopotamia. Sebagai contoh, kekhawatiran Abraham karena dia tidak mendapat keturunan,
 
karena itu harus mewariskan segala miliknya kepada abdinya yang setia, Eliezer (Kejadian 15,1-4), ternyata sejajar dengan praktek yang dilakukan masyarakat Nuzi yang mendiami sebelahtimur Sungai Tigris. Hal ini bisa diketahui melalui analisis teks-teks hukum yang berlaku di Nuzi, yang berasal dari abad 15 SM.Kisah tentang Abraham yang datang ke negeri asing lalu mengaku istrinya sebagai saudarinya(Kejadian 12,10-20) sering membingungkan orang. Tetapi, kini, dengan ditemukannya teks-teksyang berasal dari bangsa Hori di sebelah utara Mesopotamia, berdekatan dengan Haran, hal itu bisa dipahami dengan lebih baik.Dalam masyarakat Hori, ikatan perkawinan yang paling kuat adalah jika seorang istri sekaligusmendapat status saudari secara hukum. Karena itu, sering terjadi, sesudah perkawinan diadakanupacara lain untuk mengadopsi sang istri menjadi saudari. Hal ini disahkan dengan duadokumen. Pertama, dokumen tentang perkawinan. Kedua, berkait dengan pengangkatannyasebagai saudari.Salah satu warisan peradaban Mesopotamia Kuno yang amat bernilai bagi umat manusia adalahkumpulan hukum yang biasa disebut Codex Hammurabi. Kumpulan hukum yang berbentuk  balok batu hitam itu ditemukan di Susa tahun 1901 dalam suatu ekspedisi yang dilakukanarkeolog Perancis di bawah pimpinan M de Morgan. Pada bagian atas balok, yang kini ada diMuseum Louvre, Paris, ada relief yang menggambarkan Raja Hammurabi dari Babilonia Kuno(1728-1686 SM) sedang menerima hukum dari Dewa Shamash, dewa Matahari yang jugamenjadi dewa pelindung keadilan.Perbandingan dengan kumpulan hukum yang ada dalam kitab Keluaran 21-23 menunjukkanadanya kesejajaran yang dekat. Adanya ketergantungan antara kedua kumpulan hukum itu tidak  bisa ditentukan dengan pasti, tetapi pengaruh tidak langsung rasanya merupakan sesuatu yangamat masuk akal.Codex Hammurabi, yang terdiri dari 282 pasal ditambah Prolog dan Epilog, tidak saja berpengaruh pada kumpulan hukum yang ada dalam Alkitab, tetapi juga pada sistem hukum pada periode selanjutnya. Yang menarik dan mungkin membuat kita (seharusnya) tertunduk malu adalah, kumpulan hukum itu juga mengingatkan kita bahwa sejak abad 18 SM, diMesopotamia sudah ada seorang pemimpin besar yang sungguh-sungguh mempunyai kesadaran bahwa manusia harus diperlakukan secara adil sebagai manusia.
Sejarah Mesopotamia
Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumer(ia). Bangsa Sumeria membangun beberapa kotakuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung,ternya melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini seringdisebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saatAkkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga merekamasih dapat berkuasa di "tanah antara dua sungai" itu.
 
Mesir Kuno
Mesir Kuno adalah suatu peradaban kuno di bagian timur laut Afrika. Peradaban ini terpusat disepanjang hilir sungai Nil. Dimulai dengan unifikasi Mesir Hulu dan Hilir sekitar 3150 SM, peradaban ini selanjutnya berkembang selama kurang lebih tiga milenium. Sejarahnya mengalir melalui periode kerajaan-kerajaan yang stabil, masing-masing diantarai oleh periodeketidakstabilan yang dikenal sebagai Periode Menengah. Mesir Kuno mencapai puncak kejayaannya pada masa Kerajaan Baru. Selanjutnya, peradaban ini mulai mengalamikemunduran. Mesir ditaklukan oleh kekuatan-kekuatan asing pada periode akhir. Kekuasaanfiraun secara resmi dianggap berakhir pada sekitar 31 SM, ketika Kekaisaran Romawimenaklukkan dan menjadikan wilayah Mesir Ptolemeus sebagai bagian provinsi Romawi.Meskipun ini bukanlah pendudukan asing pertama terhadap Mesir, periode kekuasaan Romawimenimbulkan suatu perubahan politik dan agama secara bertahap di lembah sungai Nil, yangsecara efektif menandai berakhirnya perkembangan peradaban independen Mesir.Peradaban Mesir Kuno didasari atas kontrol keseimbangan yang baik antara sumber daya alamdan manusia, ditandai terutama oleh:
y
 
irigasi teratur terhadap Lembah Nil;
y
 
eksploitasi mineral dari lembah dan wilayah gurun di sekitarnya;
y
 
 perkembangan awal sistem tulisan dan sastra independen;
y
 
organisasi proyek kolektif;
y
 
 perdagangan dengan wilayah Afrika timur dan tengah serta Mediterania timur; serta
y
 
aktivitas militer yang menunjukkan karakteristik kuat hegemoni kerajaan dan dominasiwilayah terhadap kebudayaan tetangga pada beberapa periode berbeda.Pencapaian-pencapaian peradaban Mesir Kuno antara lain teknik pembangunan monumenseperti piramida, kuil, dan obelisk; pengetahuan matematika; teknik pengobatan; sistem irigasidan agrikultur; kapal pertama yang pernah diketahui; teknologi tembikar glasir bening dan kaca;seni dan arsitektur yang baru; sastra Mesir Kuno; dan traktat perdamaian pertama yang pernahdiketahui. Mesir telah meninggalkan warisan yang abadi. Seni dan arsitekturnya banyak ditiru,dan barang-barang antik buatan peradaban ini dibawa hingga ke ujung dunia. Reruntuhan-reruntuhan monumentalnya menjadi inspirasi bagi pengelana dan penulis selama berabad-abad.
Sejarah
Pada akhir masa Paleolitik, iklim Afrika Utara menjadi semakin panas dan kering. Akibatnya, penduduk di wilayah tersebut terpaksa berpusat di sepanjang sungai Nil. Sebelumnya, semenjak manusia pemburu-pengumpul mulai tinggal di wilayah tersebut pada akhir Pleistosen Tengah(sekitar 120 ribu tahun lalu), sungai Nil telah menjadi nadi kehidupan Mesir.
[7]
Dataran banjir  Nil yang subur memberikan kesempatan bagi manusia untuk mengembangkan pertanian danmasyarakat yang terpusat dan mutakhir, yang menjadi landasan bagi sejarah peradaban manusia.
Periode pradinasti
Pada masa pra dan awal dinasti, iklim Mesir lebih subur daripada hari ini. Sebagian wilayahMesir ditutupi oleh sabana berhutan dan dilalui oleh ungulata yang merumput. Flora dan faunalebih produktif dan sungai Nil menopang kehidupan unggas-unggas air. Perburuan merupakansalah satu mata pencaharian utama orang Mesir. Selain itu, pada periode ini, banyak hewan yangdidomestikasi.Sekitar tahun 5500 SM, suku-suku kecil yang menetap di lembah sungai Nil telah berkembangmenjadi peradaban yang menguasai pertanian dan peternakan. Peradaban mereka juga dapatdikenal melalui tembikar dan barang-barang pribadi, seperti sisir, gelang tangan, dan manik.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Githa de'Bero liked this
Fa'In Fahmi liked this
Aley Suherlay liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->